NovelToon NovelToon
MARRIED WITH MR. COOL

MARRIED WITH MR. COOL

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Romansa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:224.7k
Nilai: 5
Nama Author: vhia azaira

“Raya, kita putus! Aku sudah menemukan seseorang yang bisa menggantikanmu. Maaf aku tidak dapat menepati janji untuk menikahimu,” ucap Derwin, kekasih Raya.

Uraian kata yang begitu melirihkan hati wanita berusia 27 tahun bernama Raya Sena. Tak disangka ia mendengar lontaran itu langsung dari seseorang yang ia kasihi. Tak hanya itu ia mendapatkan pengkhianatan, bilamana kekasih dan sahabatnya ternyata telah memiliki hubungan gelap sejak lama tanpa sepengetahuan wanita malang ini.

Belum usai konflik asmara Raya setelah mendapati pengkhianatan itu, dengan lapang dada wanita ini harus menyetujui perintah sang ayah tiri karena ia dijual untuk dijadikan jaminan. Ia harus bersedia menikah dengan seseorang yang tak dicintainya sama sekali, bernama Natan Moise.

“Saya menikahimu karena terpaksa! Saya tidak akan pernah menganggapmu sebagai istri saya!” tegas Natan, suami Raya.

Bagaimanakah kisah asmara Raya selanjutnya? Apakah ia mampu melupakan Derwin dan bisa menghadapi Natan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERKUNJUNG

Tap! Tap! Tap!

Hanya ada suara langkah sepatu dan sandal dari Natan dan Raya. Mereka tidak mengatakan apa pun sama sekali.

Raya mengikuti tubuh bidang itu di depan menuju parkiran, sehingga membuat Raya ingin sekali mengatakan suatu hal.

Hmm!

"Tuan, kita mau kemana ya?" tanya Raya dengan suara pelan.

Hal ini tidak dapat di dengar oleh Natan karena kini ia mengenakan earphone.

Raya diam, ia berpikir pertanyaannya sengaja tidak dijawab oleh suami sahnya itu. 'Apa aku perlu bertanya kepada pria ini kembali?' kira Raya dalam hati dengan ragu.

"Tuan …," panggil Raya yang tidak digubris oleh Natan sejak tadi.

Ketika Raya melihat telinga kiri Natan ternyata ia mengenakan alat untuk mendengar musik.

Hah!

Raya hanya bisa menghembuskan napas sembari bergumam dan juga menundukkan kepala. "Ternyata dia mengenakan alat itu. Tapi kenapa dia seperti terburu-buru, padahal aku hanya ingin mencari angin segar saja di luar rumah. Tidak perlu dia yang antar kan, bisa kan dia menyuruh Ana atau pelayan lainnya untuk mengantarku ke depan rumah saja?"

Namun, tiba-tiba kaki jenjang itu berhenti dan membuat kepala ujung Raya menabrak punggung pria tampan yang kini menatap tajam ke arah wanita yang tadi bergumam sendirian itu.

Awwh!

Raya mengusap pelipisnya dan segera menaikkan kepala ternyata ia sedang diperhatikan begitu detail oleh sang suami.

"Iya Tuan, apa kamu mengajakku berbicara?" tanya Raya seraya memiringkan kepalanya karena bingung dengan tatapan Natan yang begitu mengerikan.

Bukannya menjawab, pria yang terkenal dingin itu kembali melangkahkan kakinya yang jenjang itu. Ternyata Natan masih bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Raya tadi karena telinga kanannya tidak mengenakan earphone.

Entah apa yang kini dipikirkan oleh pewaris tunggal Moise Crops ini. 

Tidak seperti pasangan pada umumnya yang begitu romantis membukakan pintu mobil. Natan malah cuek dan ia menunggu di dalam mobil.

Raya yang masih di luar dan sedikit ragu pun malah bertanya sembari mengetok kaca mobil, "Tuan, apakah saya ikut dengan Anda?"

Hah!

Plak!

Natan menghempaskan napas berbarengan memukul dahinya. Karena pertanyaan Raya membuat darahnya naik.

Dengan cepat Natan membuka kaca mobil dan meninggikan nadanya, "Cepat masuk, sampai hitungan 5 tidak masuk saya akan memberikan pelajaran!"

Sontak ekspresi Natan yang begitu menyeramkan membuat Raya bergerak refleks dan segera membuka pintu mobil mewah sang suami.

Ia pun mematung tanpa berbicara apa pun lagi.

Sedangkan Natan mulai menekan pedal gas dan segera menuju ke suatu tempat. Entah mau dibawa kemana Raya saat ini, apakah Natan akan melakukan tindakan yang tidak-tidak?

Raya hanya bisa menghembuskan napas, karena sedikit tidaknya ia bisa melihat suasana luar. Mereka melewati restauran di mana ia bekerja sebelumnya. Biasanya saat ini dia sedang sibuk membuat makanan untuk para pelanggan. Dan melakukan kegiatan yang mampu membuatnya melewati hari dengan penuh bahagia.

Terlintas wajah Derwin yang tersenyum saat pria itu mengunjungi tempat kerja Raya. Lamunan itu pun cepat-cepat dihempas dan Raya pun berteriak, "Tolong jangan selalu menggangguku lagi, Derwin!"

Mendengar nama itu netra mata Natan yang indah pun mengembang dan ia melirik Raya dengan heran. Karena ia tahu siapa itu Derwin.

"Derwin? Kamu memanggil nama seorang pria? Siapa itu?" tanya ketus Natan, pura-pura tidak tahu.

Natan hanya ingin mendengar penjelasan Raya secara detail terkait seseorang yang diyakininya mantan pacar istrinya itu. Ia bisa langsung berasumsi seperti ini karena ia pernah membaca pesan panjang lebar dari Sarah.

"Ah … anu, Tuan jadi begini," ucapan Raya tidak menentu bahkan kini ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan alibinya.

'Astaga apa yang harus aku katakan dengan Tuan Natan kali ini? Apakah ia akan marah jika aku mengatakan hal sejujurnya?' desis Raya dalam hati.

Belum juga memberikan penjelasan, Natan kembali melayangkan pandangan kepada seseorang yang duduk di kursi bagian kirinya dengan tatapan yang lebih tajam.

Deg!

Siapa pun yang melihat tatapan itu akan terpanah sekaligus mematung tak berdaya.

"Saya ingin jawaban siapa itu Derwin? Bukan jawaban anu dan begini!"

Raya melipat bibirnya setelah itu ia pun menjawab secara jujur. "Dia adalah pria yang pernah membuat hidup saya bahagia, Tuan."

Sreet!

Tiba-tiba Natan menghentikan mobilnya menuju ke pinggir jalan, sampai membuat Raya begitu terkejut.

"Kenapa Anda ngerem mendadak seperti ini Tuan?" tanya Raya sembari menampilkan ekspresi yang bingung.

Pria pemilik paras bak dewa itu masih diam dan dia menatap lurus. "Lalu kenapa kamu memutuskan untuk menikah dengan saya? Kalau dia adalah pria yang membuatmu bahagia?"

Natan menoleh dan menyempitkan matanya. Belum saja mendengar alasan dari Raya, ponsel Natan berdering dan ia pun merogoh ponselnya.

"Aurora?"

"Iya Bee, ada apa?" tanya Natan di dalam ponselnya.

"Sayang, kamu sekarang di mana?"

"Bee, dengarkan baik-baik aku saat ini masih sibuk untuk mempersiapkan sebuah project besar dengan Royal Grup. Aku kan sudah pernah mengatakannya kepadamu," jawab Natan.

"Kamu kemana sekarang, Sayang? Bisakah kamu ke apartemenku saat ini, aku merindukanmu," ujar Aurora dengan nada khasnya yang begitu manja.

Natan melirik sedetik ke arah Raya, lalu ia menelan salivanya. Tumben kali ini ia harus berbohong kepada kekasihnya itu.

"Sayang, maaf sekali hari ini aku belum bisa berkunjung ke apartemenmu. Ku harap kamu bisa mengerti dengan kesibukanku saat ini."

Dengan nada ketus Aurora menjawab kekasihnya itu, "Kamu sibuk karena pekerjaanmu atau wanita kampung itu?"

Hmm!

Natan kembali melirik ke arah Raya. Entah seharusnya ia tidak berbohong seperti ini kepada seorang wanita yang ingin ia nikahi suatu saat nanti. Tapi hati Natan semakin goyah, tak kadang ia juga tidak mengerti apa yang diinginkan hatinya.

"Aku tutup dulu ya Sayang, nanti jika ada waktu aku akan berkunjung ke apartemenmu. Maafkan aku kali ini tidak bisa memenuhi perintahmu, i love you honey."

Tidak menunggu lama, Natan segera menutup telpon tanpa menunggu balasan dari Aurora. 

Ia tahu kekasihnya pasti akan marah besar dengan sikapnya kali ini, tapi hal itu ia tidak terlalu pikirkan.

Untuk saat ini, ia hanya ingin bisa berada di dekat Raya karena wanita yang ada di sampingnya begitu mirip dengan ibunda.

Sikap yang begitu polos dan terkadang membuat ia marah tanpa alasan.

Tanpa berkata, ia pun kembali menekan pedal gas. Beberapa menit kemudian mereka sampai.

'Loh kenapa ke tempat pemakaman? Bukankan pemakaman ini adalah tempat pemakaman ibu Derwin juga?' tanya Raya dalam hatinya.

Lalu ia melihat Natan yang ingin membuka pintu mobil. "Tuan, kenapa kita ke sini?"

"Sudah ikut saja, jangan banyak tanya!"

Bersambung

1
Qaisaa Nazarudin
KATA2 GOMBALAN JALANG/BUAYA BETINA YG GAK PUNYA URAT MALU,,🙄🙄🙄
AnysMentari
tamat...
macam mana kisah si mantan?
bahagia, sedih, menyesal, sengsara atau melangkah menuju kebahagiaan dengan si isteri?

apa apa pun tq thor.
seronok baca. Tidak bosan.
Semangat thor
Indasah In'am
selalu keren karya karyanya
Indasah In'am: bintangnya kenapa muncul satu yaaa,,, jadi penilainnya muncul buruk. padahal aq penggemar semua karya kak vhia,, dari suamiku abg, istri muda polisi, ah semuanya keren keren
total 1 replies
yelmi
sering 2 j kepala mu kepentok nathan... biar makin baik dan manis😂😂
yelmi
laras itu siapa sih sebenarnya... pembokat j belagu banget
yelmi
g apa2 minum air ikan biar otak mu kembali sehat nathan 😂😂😂😂
yelmi
sudah mulai terkontaminasi sama Raya kan otak mu nathan😂😂🤭
yelmi
jangan terlalu kasar nathan... ntar nyesel g ketulungan kalau udah di bikin bucin sama otor😁🤭
yelmi
ihh.. si nathan ini y datang datang maen gampar Raya j... salahnya dimana tuh si Raya
yelmi
kasihan banget kamu Raya... punya pacar tapi di kianati sama sahabat kamu sendiri malah... sabar Raya setelah hujan badai pelangi akan timbul dengan indahnya
yelmi
semangat nulis dan sehat selalu tor👍 ❤️
yelmi
maen guyur j nih di Nathan
yelmi
nurut j Nathan dari pada di coret dari daftar ahli waris
yelmi
ternyata Raya mau dijodohkan sama anaknya tuan wiguna kirain buat dia😁
semangat nulis dan sehat selalu tor👍 ❤️
yelmi
baru mampir di karya baru mu tor
semangat nulis dan sehat selalu👍 ❤️
Mamax Garissa
perasaan kok dubrakbterus🤣🤣🤣
Mamax Garissa
raya imur sudah 27 th kok sifatnya kayak anak kecil.tinggal jawab jujur ee..
Mamax Garissa
kok natan tdk ada kakem..kalemnya ya..
Mamax Garissa
natan jangan jahat..jagat sama raya
Suyanti
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!