NovelToon NovelToon
Dia Mantan Suamiku.

Dia Mantan Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Duda
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Rekaila Amanda tidak menyangka setelah dua tahun berpisah akan kembali dipertemukan dengan mantan suaminya. Reka, begitu ia akrab di sapa, memutuskan menjauhi kehidupan mantan suami dengan alasan yang hingga detik ini tidak diketahui oleh sang mantan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15.

"Reka?." Cicit Leon.

Georgina mengangguk.

Leon menyadarkan punggungnya pada sandaran kursi dengan malas. "Bukannya orang tua kita belum menentukan hari pernikahan, lalu untuk apa kamu buru-buru memilih gaun pengantin."

Melihat mood Leon langsung berubah, Georgina lantas menjauh, duduk di kursi depan meja kerja Leon.

"Sebenarnya apa yang membuat kamu terus bersikap seperti ini padaku, Leon?." Setelah cukup lama menyimpan pertanyaan itu di dalam hati, kini Georgina memberanikan diri untuk mengutarakannya dihadapan pria yang dijodohkan dengannya tersebut.

"Seperti ini bagaimana maksud kamu? Bukankah aku sudah menerima perjodohan kita, lalu apalagi yang harus aku lakukan?." nadanya terdengar rendah namun menohok.

Georgina tersenyum mendengarnya. Bukan senyuman bahagia, melainkan senyuman getir.

"Apa kamu tidak berniat menerima perjodohan kita dengan sepenuh hati dan belajar saling mencintai, Leon?."

Leon tak merespon. Pria itu tak sanggup menjanjikan apapun.

"Bolehkah aku meminta sesuatu?."

"Katakan!." Leon menegakkan posisi duduknya dan menatap Georgina.

"Aku ingin tahu, siapa sebenarnya mantan istri kamu."

Kedua alis tebal Leon sontak bertaut dengan sempurna. "Untuk apa?."

"Hanya sekedar ingin tahu saja."

"Tidak perlu terburu-buru! Jika waktunya tiba, kamu pasti akan tahu dengan sendirinya." kalimat itu terdengar lebih santai dari semua perkataan Leon sebelumnya.

Kalau sudah begini, Georgina tak berani lagi memaksa. Wanita itu berusaha menekan rasa ingin tahunya tentang sosok wanita yang pernah mengisi hati Leon. Pernah? Pernah atau masih ada hingga detik ini, mengingat selama ini sikap Leon selalu saja datar padanya. Georgina hanya bisa berdoa semoga apa yang dikhawatirkannya selama ini tidak benar, semoga Leon telah melupakan mantan istrinya dan tidak lagi menyimpan rasa terhadap wanita itu.

Malam harinya, Reka sedang menunggu orang suruhan Leon datang menjemput mereka. Sepulang kerja sore tadi Reka langsung mengemas pakaian serta barang-barang mereka, sehingga ia masih bisa menyempatkan diri untuk berpamitan dan mengembalikan kunci pada pemilik kontrakan.

"Mbak Reka mau pindah ke mana?."

"Rencananya saya mau pindah ke rumah kerabat yang jaraknya lebih dekat dari tempat kerja saya, bu." Reka enggan mengakui bahwa ia hendak pindah ke apartemen. Jika mengaku demikian, bisa-bisa ia disangka simpanan om-om nantinya, apalagi statusnya kini merupakan seorang janda.

Si ibu mengangguk paham.

"Ibu hanya bisa mendoakan semoga di manapun mbak Reka dan baby Richard berada tetap berada di dalam lindungan Tuhan."

"Aamiin.... makasih Bu."

"Sama-sama, mbak Reka."

Reka berpamitan dari rumah ibu pemilik kontrakan yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari kontrakan yang sebentar lagi hanya akan menjadi tempat yang menyimpan banyak kenangan baginya.

Setelah hampir dua puluh menit menanti akhirnya jemputan pun tiba. Asisten Kiran, pria itulah yang ditugaskan oleh Leon untuk menjemput Reka dan juga putranya.

Asisten Kiran turun dari mobil dan menghampiri Reka.

"Maaf membuat anda menunggu."

"Tidak masalah, pak Kiran."

Asisten Kiran memasukkan semua koper milik Reka dan baby Richard ke bagasi mobil kemudian membukakan pintu mobil untuk Reka.

"Silahkan masuk, Nyonya!."

Reka memandang asisten Kiran.

"Panggil Reka saja, Pak Kiran!." Kini ia bukan lagi istrinya Leon, tak pantas rasanya bila asisten pribadi Leon tersebut masih memanggilnya dengan sebutan nyonya seperti barusan.

"Maaf, tapi saya sudah terbiasa."

"Lupakan kebiasaan anda itu, pak Kiran! Jika ada yang mendengarnya, saya khawatir akan terjadi kesalahpahaman nantinya." Tentu saja Georgina adalah orang yang paling dikhawatirkan Reka mendengar sebutan tersebut. Ia khawatir Georgina akan salah paham dan pada akhirnya kecewa atau bahkan sakit hati padanya.

"Baiklah." Asisten Kiran lantas mengiyakan. Pria itu cukup mengerti, mungkin Reka merasa tidak nyaman lagi dengan panggilan tersebut.

Reka masuk ke mobil dan duduk di jok belakang dengan memangku putranya yang sudah terlelap.

Tiga puluh menit berlalu, mobil yang dikendarai asisten Kiran telah tiba di sebuah apartemen mewah di tengah ibukota. Asisten Kiran langsung saja mengantarkan Reka ke unit apartment yang akan menjadi hunian baru bagi Reka dan juga putranya.

"Silahkan masuk!." Saat pintu apartemen telah dibuka oleh asisten Kiran dan pria itu pun telah mempersilahkannya masuk, Reka tak langsung masuk. Wanita itu malah mematung untuk waktu yang cukup lama di depan pintu apartemen, hingga asisten Kiran merasa perlu mengulang kembali ucapannya.

"Silahkan masuk, Nona!." Mengingat Reka menolak panggilan Nyonya, Asisten Kiran pun memutuskan untuk memanggil wanita itu dengan sebutan nona, walaupun kenyataannya Reka telah menjadi seorang ibu. Rasanya kurang sopan jika ia memanggil ibu dari baby Richard tersebut dengan sebutan nama saja.

"Terima kasih."

Baru selangkah masuk, Reka melihat keberadaan Leon duduk di sofa ruang tamu apartemen.

"Mas Leon..."

"Tidak perlu terkejut seperti itu! Aku bukan hantu." Leon bangkit dari duduknya dan melangkah ke dalam.

"Ikut denganku! Aku akan menunjukkan kamarmu."

Reka menyusul Leon. Sedangkan asisten Kiran sudah berlalu meninggalkan apartemen.

"Masuklah!." Leon membuka pintu kamar dan mempersilahkan Reka masuk. Apartemen tersebut hanya difasilitasi satu kamar utama saja dan itu berada di lantai atas.

"Kamu hanya boleh mengunci kamar ini bila aku sedang tidak berada di apartemen."

"Kenapa bisa begitu?."

"Tidak perlu panik begitu! Aku hanya ingin bisa leluasa bertemu dengan putraku, bukannya mau macam-macam pada mommy-nya." Jawab Leon saat menyadari perubahan di wajah mantan istrinya.

Reka jadi malu sendiri. Ia tidak menyangka Leon bisa membaca pikirannya.

"Aku tidak bermaksud begitu."

Reka memindahkan baby Richard dari gendongannya ke ranjang. Ia bergerak dengan hati-hati agar tidak sampai mengusik tidur putranya.

"Apa malam ini aku boleh tidur bersamanya?." Leon berujar sambil menatap wajah teduh putranya.

Apartemen ini milik Leon lalu bagaimana mungkin Reka melarangnya, terlebih pria itu adalah ayah kandung putranya.

"Tentu saja. Mas tidur di ranjang bersama baby Richard dan aku akan tidur di sofa." Reka menuding ke arah sofa yang berjarak kurang lebih tiga meter dari ranjang.

Leon mengangguk setuju. Bukannya tidak punya hati sehingga tega membiarkan ibu dari anaknya tidur di sofa, Leon hanya ingin merasakan bagaimana rasanya tidur bersama putranya.

"Mas aku tidur duluan ya." Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Reka minta izin untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah. "Jika baby Richard terbangun, mas bangunkan saja aku!." Biasanya baby Richard akan terjaga bila haus atau popoknya basah. Reka tak yakin Leon bisa membuat susu ataupun mengganti popok, itulah mengapa Reka berpesan demikian.

"Hmm."

Reka mengambil bantal dan juga selimut kemudian merebahkan tubuhnya di sofa. Mungkin karena lelah, tak butuh waktu lama Reka pun terlelap. Terbukti dari suara hembusan nafasnya yang mulai terdengar teratur. Menyadari hal itu, Leon pun mengalihkan pandangannya ke arah sofa, lebih tepatnya memandang wajah cantik yang dulu pernah berbagi ranjang dengannya.

Rasa penasaran tentang alasan sebenarnya sampai Reka meminta cerai darinya kini kembali mengusik perasaan Leon. Ia tak yakin alasannya adalah karena tak memiliki perasaan apapun terhadapnya, karena faktanya hingga detik ini Reka masih betah hidup menjanda. Wanita itu justru fokus membesarkan dar-ah daging mereka, buah dari pernikahan mereka dulu.

Saat sibuk dengan pemikirannya sendiri, tiba-tiba Leon di kejutkan dengan suara getar ponselnya.

Asisten Kiran yang tengah melakukan panggilan telepon.

1
Anonim
Up thor
Sifa Dinieka
luar biasa geo pengorbabanmu
Lisa
👍 Mommynya Leon hebat..
secret
ginaa jd merambat semua kebohonganmu😅 tp smg kmu jg menemukan kebahagiaanmu stlh semua pengorbanan inii
secret
salut bgt sm kebesaran hati gina, karna dia jg pasti tau klo ttep maksa sm leon dia gaakan bahagia karna leon msi cinta reka
Lia siti marlia
jadi gak sabar menunggu pertemuan reka leon geo sama pak ibnu kira kira mereka mau ngbrolin apa yah 🤭🤭😂😂😂
Lia siti marlia
wisss mantap mom aku padamu pokoknya 🤗🤗🤗hempaskan parasit parasit dan gulma gulma yah mommmmm😂😂
Lia siti marlia
aku kira reka sama leon akan langsung bahagia eh ternyata hamanya baru aja nongol thorrr🤭🤭🤭
Anonim
Ceritanya bagus
Sifa Dinieka
lanjut thor
Miswarni
Aku sukaaaaaaaa bangeeettt sm karakter georginaa😍😍😍😍😍😍😍
Selvia: mana 🌟🌟🌟🌟🌟 nya syg......🤭
total 1 replies
Nurminah
wanita waras mana mau nikah ama laki-laki yg jelas2 belum selesai ama masa lalu
Sifa Dinieka
keren mommy leon👍
Yallend Mungil
benar2 keluarga benalu, linta darat...reka ayo lbh berani tunjukin cinta dan syng mu pd leon, jgn mw bodoh ke 2 kalinya lagi
sri hastuti
singkirkan aja keluarga gak tau diri, thor, bikin jengkel aja , 😡😡😡
Selvia: 😁😁😁😁 sabar ya sayang sabar.......
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ternyata antagonis nya ini tp..baru dinongolin SM othor 🫣
Yallend Mungil: mmng sengaja thor bt br jati diri geo dan reka terungkap klo merek kk beradik
total 1 replies
Anonim
Up kak
Selvia: jangan lupa 🌟🌟🌟🌟🌟 ya sayang.....
total 1 replies
nayoon
gak pa2 awalnya terpaksa lama2 akan enak juga🤭eh cinta maksud aku🤣
nayoon
haha maumu itu mas ibnu🤣🤣
Felycia Fernandez
lho 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ibnu lebih gila lagi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!