Sheryl anandia, seorang gadis berusia 23 tahun yang berparas cantik dan cukup pintar.
di tengan banyak kelebihan yang ia miliki, ia memendam kesedihan tersendiri dalam hidupnya. sampai di satu titik ia begitu lelah dan ingin menyusul ibunya yang lebih dulu di panggil yang kuasa
tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain, Tuhan membawanya bertemu dengan seorang pria bernama Mario Kennedy, pria yang belum pernah ia temui ataupun ia tahu, dan tiba-tiba ia di hadap akan sebagai istri orang itu, istri orang asing untuknya
perhatian dan kasih sayang yang di berikan orang itu membuat sheryl begitu nyaman dan bahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana bisa kau
brian menatap tak percaya pria yang berdiri di hadapannya. pria yang pernah menjadi momok menakutkan di hidupnya
"kau! " tunjuk brian pada mario yang berdiri dengan tatapan dinginnya
"bagaimana ayah istri saya dalam keadaan seperti itu? " tanya mario mengulang pertanyaan yang sempat ia lontarkan tentang keadaan ayah mertuanya
kinan memicingkan matanya pada mario " istri? kau suami sheryl" tanya kinan tak percaya bahwa sheryl sudah menikah
" iya saya suaminya jadi sekarang jelaskan keadaan ayah istri saya dengan jelas" balas mario
kinan tak menyangka sheryl sudah menikah dan sejak kapan, dan kenapa ayahnya tak memberitahunya perihal pernikahan sheryl " aku gak tahu pastinya kenapa ayah bisa terluka, yang aku tahu ayah sudah kesakitan jadi aku buru-buru membawanya ke rumah sakit, aku gak ada waktu mencari tahu penyebabnya karena sedang panik saat itu" balas kinan
"dimana kau melihat ayah terluka" tanya mario
"di kamarnya" balas kinan
mario mengerutkan alisnya "ada siapa di kamar itu saat ayah terluka? " tanya mario
kinan mengerutkan keningnya, mencerna arah pertanyaan mario "jangan bilang kau mencurigai mamaku" kesal kinan
mario menyunggingkan senyum tipisnya, sedikit banyaknya otak cerdas mario sudah menangkap apa yang terjadi pada ayah burhan "saya hanya bertanya, jika kau berpikir seperti itu silahkan saja" balas Mario dengan entengnya
"mama gak mungkin menyakiti ayah, mama bukan orang yang tega menyakiti orang lain" kesal kinan
"terserah apa yang kamu pikirkan, aku punya pendapatku sendiri" balas mario
brian menarik tangan mario " kita perlu bicara" mario membiarkan brian menariknya karena dirinya ingin tahu apa yang akan di bicarakan brian padanya
mereka berhenti di atap rumah sakit untuk bicara
mario menarik tangannya dengan kasar dan langsung melap tangan yang di pegang brian dengan sapu tangan yang ada di saku celananya
"kapan kau menikah dengan sheryl? " tanya brian
mario bersedekap tangan menatap brian dengan tatapan mencibir " kenapa kau bertanya" mario terkekeh "ah sekarang kau kakak iparnya" mario langsung menatap tajam brian "kakak ipar yang tidak di akui" balas mario menatap tajam brian
"kau sengaja mendekati sheryl kan" tebak brian
mario berdecih "bagaimana bisa berpikiran seperti itu" tanya mario
"karena dia kekasihki selama tiga tahun, dan aku tahu kamu masih menaruh dendam padaku atas kematian kak roses" balas brian
mario mengepalkan tangannya, mengeratkan rahanganya keras menatap tajam brian "bugggh" mario langsung melayangkan pukulan keras pada brian "aku sudah menahan sedari tadi dan kau malah mengingatkanku akan perbuatanmu" bentak mario
"sudah berapa kali aku bilang kalau aku bukan penyebab wanita ****** itu bunuh diri" balas brian dengan lantap
"stop, tutup mulut busukmu itu" teriak mario tak Terima kakaknya di hina
"apa namanya kalau bukan ******, padahal dia menjalin hubungan dengan ayahku yang jelas-jelas masih berstatus suami ayahku hah" balas brian
"untuk itu membenci seluruh keluarga hendrawan" kesal mario
brian terkekeh " jadi benar kalau kamu menikahi sheryl untuk balas dendam padaku hah" tanya brian
"keinginan balas dendam ku tentu masih ada sampai sekarang tapi ini tidak ada sangkut pautnya dengan aku menikahi sheryl. aku menikah dengan seseorang atas keinginanku bukan hanya untuk balas dendam dengan pria rendahan macam kau" balas mario
mario menyunggingkan senyumnya, menatap sinis brian "aku berterima kasih dengan gaya hidupmu yang tak mampu menahan hasrat busukmu itu" tunjuk mario pada area ************ brian "karena itu yang tak sanggup kau tahan, sheryl bisa lepas dari busuk macam kau" mario menepuk nepuk bahu brian "dan sekarang aku yang jadi suami dari wanita yang paling kau inginkan tapi tak bisa kau dapatkan" kekeh mario berlalu meninggalkan brian yang masih kesal akan pernikahan mario dan sheryl
"aaaaaaakkkkkkkkkhhhh! " brian berteriak kencang meluapkan kekesalannya
"bagaimana bisa dia mendapatkan wanita yang sangat aku inginkan" kesal brian tak Terima sheryl sudah menikah
padahal awalnya, brian ingin mencari cara berpisah dari kinan dan kembali mendekati sheryl tapi sialnya dia sudah keduluan seseorang
***
mario masuk ke rawat inap sheryl dan melihat kondisi istrinya yang masih tertidur karena pengaruh obat penenang dari dokter
mario menghampiri sheryl dan mengecup keningnya "tenang sayang, aku pasti akan melindungimu" ucap mario
mario pun tertidur di sofa ruang rawat sheryl, dirinya begitu lelah hari ini, lelah mengurus pernikahan, malamnya menghabiskan malam panas, belum sampai 3 ronde karena mengambil jeda istirahat malah harus menginap di rumah sakit
cahaya mentari mulai memanggil semua mata untuk segera membukanya "eeughh" mario meregangkan ototnya yang pegal karena tidur di sofa
mario melirik ranjang rawat istrinya dan melihat istrinya masih betah tertidur, mario melirik jam tangannya "sudah jam 6" mario memutuskan mandi terlebih dulu agar lebih segar
untung dia sudah memanggil asistennya untuk mengambil pakaian ganti
seusai mandi dan keluar kamar mandi, mario mendapati keluarga om frans dan juga adiknya sudah di sana
"gimana ceritanya burhan bisa terluka seperti itu" tanya om frans langsung pada intinya saat melihat mario
mario berjalan ke arah keluarga istrinya itu "saya belum tahu pasti, tapi saya sudah mendapat gambaran apa yang terjadi dari cerita siapa istri brian... " mario nampak tak mengingat nama kinan
"kinan" sahut Rafa
"iya itu pokoknya, di kepalanya ada serpihan kaca dan di kamar itu hanya ada istri ayah burhan jadi kemungkinan besar itu perbuatan wanita itu" balas mario
om frans mengepalkan tangannya dan mengeluarkan sumpah serapah "awas saja kalau benar dia, akan ku habisi dia " gumam om frans yang emosi
om frans memang kadang kesal dengan ayah burhan tapi biar gimanapun ayah burhan adalah adiknya, saudara satu-satunya yang ia miliki, tentu om frans menyayangi ayah burhan
om frans melirik sheryl "pasti dia punya ketakutan tersendiri melihat keadaan ayahnya, ibunya dan kakeknya meninggal mendadak dan begitu cepat" ucap om frans mengiba sheryl
"dia memang cukup shock om, tapi tadi ayah burhan sudah melewati masa kritisnya dan sedang menjalani masa observasi di ICU.setelah di rasa cukup baik bisa di pindah ke ruang publik rawat biasa " mario mengusap kening sheryl
"oh ya om, aku juga sudah berunding dengan pihak rumah sakit untuk memindahkan ayah ke rumah sakit milik saya, ini agar mempermudah saya memgawasi beliau dan memberikan perawatan yang terbaik" ucap mario
"lakukan itu bila menurut kamu yang terbaik, sheryl pasti akan mendukungnya" balas om frans
"kami akan melihat kondisi burhan lebih dulu, baru nanti ke sini lagi, kamu temani saja sheryl sampai terbangun" ucap om frans
"baik om" balas mario
mario memandangi wajah pucat sangat istri yang masih betah tertidur itu