Saundara kembarnya yang menjadi penguasa di negara lain menemuinya dengan kondisinya yang kini menggunakan kursi roda . Saudaranya terluka parah dan harus melakukan terapi namun di saat bersamaan dia sudah berjanji untuk menikahi kekasihnya.
Stefan datang memberikan kontrak pada saudara kembarnya steven dan menyuruhnya menikahi kekasihnya menggantikan tempatnya sampai dia sembuh. "Kau gila dia kekasihmu?,kenapa aku harus menikahinya"
Kartika gadis cantik ini akhir nya menikah, namun dia merasa suaminya berbeda dari biasanya.
Apakah kartika akan tau yang sebenarnya, apa yang akan terjadi Bagaimana kisah selanjutnya, akankah ada kisah cinta segitiga ,takdir apa yang terjadi pada kisah mereka .
Terus baca dan kalian akan tau akhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Kartika membawa barang belanjaannya membawanya ke dapur, Kartika menata itu semua ke dalam kulkas tentu saja sembari mengomel, "Dia bilang dia suamiku, tapi bahkan setelah menikah dia tidak mau menatap wajahku, selalu dingin dan tidak memperhatikan ku, perasaan nya juga selalu berubah-ubah kita tidak mengerti satu sama lain huh" Kartika terus mengomel hingga pekerjaan nya hampir selesai.
"Jika dia memberiku alasan yang tepat aku pasti akan menurut" Gumam lirih Kartika yang sebenarnya berharap suaminya itu mengatakan dia tidak ingin melihatnya bertemu dengan laki-laki lain kecuali bersamanya.
Kartika terus bergumam kesal sampai Steven datang seketika Kartika diam tidak bergumam apapun.
Steven pura-pura mengambil air minum untuk melihat kondisi Kartika, Kartika dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya dan meninggalkan Steven.
Kartika langsung masuk ke dalam kamarnya "Apa-apaan dia itu, bukankah hal wajar untuk suami melarang istrinya pergi bertemu laki-laki lain aku ini hanya menjalankan tugas Stefan kenapa dia marah" Ucap Steven yang masih terus menyangkal semuanya mengatas namakan Stefan.
Ravi yang sudah masuk dan tak sengaja mendengar ucapan tuannya itu langsung mendekat ke arah Steven "Apakah tuan yakin itu bukan perasaan tuan sendiri"
Ucapan Ravi yang melemah hampir tak terdengar.
"Apa maksud mu, kau sudah bosen bekerja denganku" Ucapan Steven itu bukan sekedar kiasan membuat Ravi reflek menggelengkan kepalanya.
"Tidak tuan, saya salah bicara " Ucap Ravi yang lebih memilih cari aman dan berusaha menutup mata dan telinga seperti prinsip sebelum nya.
"Sudahlah, aku akan bekerja di ruangan ku kau jangan mengganggu ku" Ucap Steven yang berjalan ke arah ruang kerjanya.
Ravi memilih untuk duduk sebentar di ruang makan sembari menikmati air dingin, kartika yang kembali untuk mengisi teko air nya yang kosong bertemu dengan Ravi "Kau ada di sinu kak? " Tanya kartika.
"Aku hanya ingin minum" Ucap Ravi.
Kartika ikut duduk di samping Ravi "Kak soal hal yang aku minta apakah kak Ravi sudah mendapatkan petunjuknya " Ucap Kartika.
"Kartika biodata mu yang aku temukan sama dengan kenyataan sekarang tapi aku banyak menemukan kejanggalan, aku butuh waktu lagi" Ucap Ravi
"Baiklah aku mengerti kak, maaf sudah merepotkan mu Kartika apa kau tidak memiliki suatu petunjuk? " Tanya Ravi
"Petunjuk, maksud kak Ravi"Kartika bingung dengan ucapan Ravi.
" Sudahlah lupakan, aku mungkin bisa mendapatkan petunjuk dari nya " Ucap Ravi yang teringat dengan Rin.
"Darinya apakah kak Rin yang kau maksud? "
"Hmm mungkin saja dia mengetahui sesuatu bukankah dia teman masa kecilmu"
"Benar tapi dia sudah lama pindah keluar negeri" Ucap Kartika
"Apa kau ingat kapan dia pindah" Pertanyaan Ravi itu tidak bisa di jawab oleh Kartika, Kartika hanya bisa menggelengkan kepala. "Aku mengerti kau tenang saja aku akan membantumu sebisa mungkin Kartika" Ucap Ravi
"Terimakasih kak, aku pasti akan membalas kebaikan mu kelak" Ucap. Kartika bersungguh-sungguh.
"Kau tidak perlu membalas apapun ok" Ravi tanpa sadar menepuk pelan kepala Kartika dengan lembut membuat Kartika tersenyum menatap Ravi. "Sorry" Ravi langsung menarik tangannya ketika sadar Kartika memperhatikan nya.
"Kak Ravi sangat suka menepuk kepalaku ya, kau mengingatkan ku pada Stefan di masa lalu " Ucap Kartika yang merindukan Stefan nya yang selalu memperlakukan nya dengan lembut
****
Malam hampir tiba Belly tengah berdandan untuk bersiap pergi, Belly memakai baju begitu minim sangat sksi dan menggoda "Dia pasti akan menyukai nya" Ucap Belly yang tengah memandang dirinya di cermin.
Belly segera keluar dengan dandanan nya itu dia lantas menaiki mobil nya dan melenggang menuju club.
Sepanjang jalan wajah Belly di penuhi dengan raut wajah gembira sampai mobilnya berhenti di parkiran club "Belly sekali lagi memastikan make-up nya di cermin dia tersenyum melihat make-up nya yang menurutnya membuat wajahnya sangat cantik.
Belly turun dari mobil dia berjalan ke area club dia masuk dan seseorang menjemputnya " Permisi apakah kau nona Belly tuan menunggu mu di ruang atas" Ucap laki-laki bertubuh besar itu.
"Aku tau " Ucap Belly dengan nada begitu centil dan berjalan dengan pantat yang menggoda.
Belly masuk ke dalam ruang VIP yang ada di club besar itu, terlihat sosok biasa saja yang sedang duduk dengan di dampingi banyak wanita itu "Kau sudah datang, kalian semua keluar! " Ucapnya.
"Tapi tuan marc-" Ucapan salah satu wanita penghibur yang ada di sana di potong oleh kata-kata Marco.
"Pergi atau mati" Ucap Marco laki-laki yang sedang menunggu Belly.
"Baik tuan" Ucap wanita lain yang menyeret wanita yang enggan pergi itu.
Marco berjalan mendekati Belly "Kau terlihat sangat sksi malam ini sayang" Tangan nakal Marco mulai memeluk dan bermain ke setiap inci tubuh Belly.
"Ah hentikan jangan menggodaku" Ucap Belly dengan nada yang malah terdengar sedang menggoda.
"Suara mu membuatku ingin memakan mu" Ucap Marco yang tanpa ba-bi-bu mengangkat tubuh Belly dan membaringkan nya di sofa.
Marco dengan cepat membuat bibirnya merasakan bibir belly tangan Marco pun tak tinggal diam dia tidak membiarkan satu inci pun tertinggal dari tangannya.
Marco mulai membuka semua yang tertutup sampai tidak meninggalkan sehelai benang pun.
Suara erangan Belly menghiasi ruang kedap suara itu membuat keringat mereka saling bercucuran sampai keduanya sampai di puncak kenikmatan tertinggi mereka bertiak nikmat secara bersamaan dan berakhir membuat Marco jatuh di pelukan Belly.
Setelah berolahraga panas Belly merapikan dirinya begitupun dengan Marco, belly mulai menuangkan minuman ke gelasnya dan menenggaknya.
Sedangkan Marco memeluk belly dari belakang "Jadi siapa yang ingin sayangku lenyapkan? " Tanya Marco membuat Belly mengambil sesuatu di tasnya.
Ternyata Belly sudah membawa foto pernikahan Kartika yang sudah dia cetak "Bisakah kau melenyapkan mereka berdua" Ucap Belly sembari memberikan foto pada Marco.
Marco tersenyum penuh arti saat melihat foto Kartika dan Steven "Dia masih punya nyali menikah" Ucapan Marco itu membuat Belly bingung
"Kau mengenalnya? " Tanya Belly
"Dia adalah...
lanjutlah thor
Ngk mauuu aku ngk terimaaa.. lanjutinnn pokoknya buat Kartika idup walau di pulau lainnn... yg pting idupppp
Kyak Ayana yg ketemu lagi dan bawa ank nya bt jumpa ayahnya....
goo lakun kan yg sama bt Kartika kembali pada Stevan dan biar clear ending bahagiaaa... okk Thorrrr
nihhh permintaan rederrmu yg paling SETIA😀... tahun ke 5 aku selalu setia bt muu adek kece.. gogogo lanjuttttt semangatttt othorr yuniarrrr✊🏻♥️
Goo kejar. dia STEV.. jgn biarkan Kartika dalam kekecewaan yg mendalam
dan kau stef.. sekarang km bisa melihat sendiri kan akibat ulah mu...
plis jangan meninggal dong lanjut thor 😭😭
Sekarang apa pun yg km bilang hanya kejujuran tp.luka itu kecewa itu,kepercayaan yg Kartika berikan,janji yg Kartika pegang sekarang hancurrr... dan ituh karena ide bodohhhh mu steff... 🙄
Kau harus paham itu stev