NovelToon NovelToon
Brandal Couple

Brandal Couple

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Playboy / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:101.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizkook lovers

"Gue gak akan pernah suka sama cewek modelan monyet liar kayak Lo!!" -Reynhart Adhitama
"Gue juga gak sudi punya cowok bentukan babi hutan kayak lo!!" -Rosyi Amelia





Terpaksa menjalin kasih karena sebuah tantangan, akankah hubungan keduanya berjalan semulus jalan tol? atau malah di penuhi tikungan tajam yang jauh lebih tajam daripada pisau daging?

Yuk, ikuti kisah mereka dalam cerita "Brandal Couple."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Nona Besar

Sret...

Gorden kamar di buka, membiarkan cahaya mentari pagi menyelinap masuk untuk membangun gadis cantik yang masih tertidur lelap di atas kasur.

Silau nya cahaya membuat dahi cantik itu berkerut, perlahan mata indah yang tadinya tertutup mulai terbuka.

"Selamat pagi nona besar." Si pelayan tua juga pelayan Rania dan Riani membungkuk hormat pada Rosyi yang sudah bangun.

Dahi gadis itu mengernyit. Apa ini? Semalam mereka masih memanggilnya nona, lalu mengapa sekarang jadi nona besar?

Rosyi mengganti posisi tidur nya menjadi duduk, ia menatap malas tiga pelayan di hadapannya. "Ck, kalian berlebihan."

Ketiganya hanya diam, dan itu membuat Rosyi kesal. "Aku akan mandi, tolong siapkan bajuku. Pilihkan baju yang santai, kalau bisa kaos oversize."

"Baik nona besar." Mereka kembali membungkuk.

Dengan perlahan, Rosyi mulai turun dari kasur. Luka yang ada di tubuhnya masih sedikit nyeri, itu membuatnya meringis pelan.

Rania dan Riani langsung bergerak akan membantu Rosyi, namun di tolak oleh sang majikan. "Tidak perlu, aku bisa sendiri."

"Baik nona besar."

Selesai mandi dan berganti pakaian, Rania dan Riani membawa Rosyi untuk sarapan di bawah.

"Berhenti."

"Ada apa nona besar?" Kedua pelayan muda itu terlihat kebingungan.

"Kalian bisa gak sih, Gak usah berlebihan? Kita itu sepantaran lho. Panggil aja gue dengan santai. Kita bisa jadi teman, kalian mau kan jadi temen gue?" Rosyi tersenyum senang ketika kedua pelayan itu terdiam, semoga perkataan nya tadi mampu mempengaruhi keduanya.

"Maaf nona besar, kami sangat tersanjung atas tawaran Anda, namun kami tidak pantas." Rania dan Riani lagi-lagi membungkuk, dan itu membuat Rosyi sangat kesal.

"Ck, menyebalkan!" Rosyi pergi begitu saja meninggalkan dua pelayan nya yang masih membungkuk.

"Eh, ayo kejar nona besar, nanti kalau tersesat gimana?" Rania menyenggol Riani.

"Ayo kak, kita kejar nona besar!" Keduanya pun berlari berbondong-bondong mengejar langkah Rosyi yang sudah jauh.

Rosyi pikir di meja makan akan sangat sepi dan hanya dia saja yang makan, karena sang ibu pasti sudah pergi ke kantor. Namun nyatanya ia malah melihat seorang pria dengan tubuh di balut kemeja hitam tengah duduk di meja kepala keluarga sambil menikmati sarapannya.

Tak...Tak...Tak...

Langkah Rosyi yang mendekat pasti sudah di sadari oleh pria itu, namun ia masih terlihat santai menikmati sarapannya.

"Siapa kamu?" Rosyi bertanya tanpa basa-basi sedikit pun.

Pria itu mendongak, senyuman lebar tercetak di wajahnya yang tidak dapat di kategorikan kedalam wajah ramah-able.

"Kamu sudah bangun sayang? Ayo makan bareng daddy."

WHAT?! DADDY? Mata Rosyi hampir melompat keluar karena sangking terkejutnya. Maksudnya apa ini? Apakah Rosyi bukan berada di rumah ibunya yang ada di Singapura?

Lalu, apakah siapa pria ini? Kenapa dia memanggil Rosyi sayang dan memanggil dirinya sendiri daddy?

"ANJIR, APA GUE DI JUAL SAMA TUH CEWEK-CEWEK GILA TERUS DI BELI SAMA NIH OM-OM, TERUS GUE SEKARANG DIJADIIN SUGAR BABY?! OH TIDAK!" Rosyi dan fikiran random nya.

Rosyi memundurkan langkahnya perlahan, "Lo siapa? Gue dimana?" Rosyi melihat kesekeliling dengan tatapan bingung.

"Aku daddy-mu, dan kamu sendang berada di rumah daddy sayang."

"Dih, ngaku-ngaku lo. Orang daddy gue udah ada di tanah kok."

"Dia bukan ayah kandung mu, akulah ayah kandungmu. Aku, Zavico Freins."

Tunggu, Zavico Freins? FREINS? Bukankah dia adalah pengusaha sukses dari China itu? Bagaimana bisa orang sehebat itu mengaku-ngaku sebagai ayah Rosyi?

"Oh, tuan Freins. Maaf, sepertinya anda salah orang. Saya bukan anak anda, itu tidak mungkin hahaha." Rosyi tertawa canggung.

Pria yang mengaku bernama Zavico Freins itu menggeleng pelan. "Kamu benar anak saya, Rosyi Amelia Freins." Seketika itu tawa Rosyi langsung memudar.

Ia menatap tak percaya pada Vico. "Apakah Anda bisa membuktikan nya? Jika saya adalah anak Anda."

"Tentu, kita bisa pergi tes DNA setelah sarapan."

Demam Reyn sedikit turun, itu berkat Amira dan yang lainnya yang telah bersusah payah untuk membujuk Reyn supaya mau makan banyak dan meminum obat.

Sebenarnya Flo ingin sekali bertanya mengenai kenapa Reyn bisa bersikap seperti itu kepada Rosyi padahal ia tahu sekali bahwa Ryan itu benar-benar mencintai Rosyi. Ya, Amira dan yang lainnya sudah menceritakan semuanya kepada Flo.

Dan pas sekali, siang itu Cecilia datang ke rumah Reyn untuk menjenguk kekasih nya. Tak ada yang tahu bagaimana Cecilia bisa tahu bahwa Reyn sakit, padahal hari ini sekolah sedang libur. Dan ya, bagaimana gadis itu tahu alamat rumah Reyn?

"Siang Tante, Reyn nya ada gak?" Cacilia tersenyum manis pada Flo.

"Siapa ya?"

"Oh, saya Cecilia tante. Saya pacarnya Reyn."

"Oh, mainan yang keberapa? Ups..." Flo reflek menutup mulutnya dengan tangan. "Maaf, mulut saya emang suka keceplosan."

"Iya tante, gapapa kok." Senyuman yang tadi terlihat tulus, sekarang malah terlihat seperti di paksakan.

"Ini tante-tante apaan sih, mulutnya lemes banget." Batin Cecilia memendam kekesalan pada Flo.

"Oh, jadi ini toh yang katanya penyebab hancurnya hubungan anak sama calon menantu gue. Dari penampilan nya aja udah minus, gak sebanding sama Rosyi kesayangan gue."

Flo menelisik Cecilia dari atas sampai bawah. Rok pendek ketat di atas lutut, kaos nya aja cuma separuh sampe-sampe perut nya kelihatan, udah gitu make up-nya tebel banget lagi, bener-bener beda jauh dari Rosyi.

"Ini mau jenguk anak gue atau mau nge_ehem..." Flo bergumam pelan lalu tersenyum paksa pada Cecilia sebelum menyuruhnya masuk. Tak mungkin ia mengusir tamu tanpa alasan kan.

Sesampainya didalam, Cecilia langsung di sambut dengan tatapan bingung dari Amira, Nadia, Liam dan David yang kebetulan tengah makan camilan di ruang keluarga.

"Lo ngapain disini?" Terdengar sekali nada tak suka dari ucapan Amira.

"Seharusnya aku yang nanya, kenapa kalian ada diantara? Ini kan rumahnya Reyn."

Amira spontan tertawa. "Heh! Katanya pacarnya Reyn, tapi kok gak tahu gue siapa sih. Pacar KW kalik lo."

"Ih, apa sih, orang aku pacar beneran nya Reyn. Buktinya Reyn sayang banget sama aku. Emangnya kamu siapa? paling juga gak penting."

"Amira itu keponakan saya, dia sepupunya Reyn." Tiba-tiba Flo datang menyahuti ucapan Cecilia.

"Tuh, dengerin. Punya telinga gak? Makanya kalau ngomong tuh mikir dulu. Gak tau apa-apa tapi sok tahu segalanya."

Malu? Oh ya jelas, apalagi Cecilia melihat dengan jelas bahwa Flo tengah menertawakan kebodohannya.

Vico benar-benar membawa Rosyi untuk melakukan tes DNA. Mereka pergi menggunakan mobil Buggati hitam mahal yang hanya ada satu di dunia, dan itu adalah milik Vico sendiri.

Mereka juga di kawal oleh beberapa mobil Van hitam yang mana di dalamnya ada beberapa bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga mereka. Sudah seperti presiden saja.

Selama perjalanan, Rosyi selalu memperhatikan sekitar dan ia yakin, dirinya tidak berada di Indonesia ataupun Singapura ataupun China.

"Kita di negara mana? Ini bukan Indonesia, juga bukan China."

Vico terkekeh, "Yah, kamu memang benar. Kita tidak ada di China ataupun Indonesia kita ada di Luksemburg."

"Luksemburg?"

"Ya, aku ada urusan bisnis disini. Jika urusan ku sudah selesai, aku akan membawa mu ke China untuk bertemu kakek dan nenekmu."

"Aku masih memiliki kakek dan nenek?" Rosyi terlihat bingung.

Vico mengangguk. "Kamu mau kan bertemu mereka?"

"Terserah." Rosyi mengalihkan pandangan ke arah jendela.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Zavico Freins

Om, culik aku dong om!

1
Mechellangelica
ciri² ibu yang harus di gebrek-gebrek biar gepeng sekalian🥰
Bening
ini itu maksud nya berkencan
Rara
ngeriii euy
adindameythadwiutami
Ih
Eduwin Suhandi
bahagia apanya thor, lawak lo thor
Ay
wkwk lawak banget endingnya
Helmi Sintya Junaedi
lah????
melongo saya😮😮😮😮
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
akhirnya kok gini si Thor
saya sdh merasa di bodohi😑
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
kok gini😢
hadiya nur Jannah
lah blm liat reyn dan rosyi bahagia udah tamat aja Thor mana Endingnya reyn mlh meninggal duluan lagi😥😥😥
나의 햇살
tak santet juga nanti keluarga Freins ini
Angel Nindya
Tor, kalau gw muncul dlm novel.. dn membunuh Kelvin, apa yg akan terjadi..
Angel Nindya: ide bagus
total 6 replies
나의 햇살
kyknya Rosyi udah terpengaruh sama Reyn dan kawan²nya makanya sifatnya jadi kyk gitu, padahal dia belum tau cerita yang sebenarnya kenapa bapak yang dianggapnya bapak kandung gk peduli sama dia dan mamanya juga tiba² kambuh karena mama dan bapak kandungnya dijebak sama bapak tirinya
Angel Nindya
lnjt thor
나의 햇살
entah ngapainlah Rosyi kabur, padahal bapak kandungnya gk pernah ketemu sama dia tapi dia malah lebih milih pria yang udah melukai hatinya
Angel Nindya: hanya rosyi yg tau,, tpi kmu tau kn rosyi suka kebebasan? si bapak nya itu kyk ngitung dia dirumah, blg keluar itu pun sama bodyguard. .
total 1 replies
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
jangan buat mereka langsung ketemu sama Vico y thor
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
yeee I like it
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
macam tak cerita 2 pemeran utama
mereka pisah terus 😤
ini kapan ketemuany
itu si Vico ga kyk sayang sama ankny tapi bawaanny obsesi😒😔
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
ya elah konflik baru dtng konflik lain blm siap lah Thor 😔
𝐣𝐞𝐨𝐧 𝐓𝐢𝐠𝐞𝐫
ikut alur aj deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!