NovelToon NovelToon
Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Asni J Kasim

Nina Verra Gandi, akibat cinta monyetnya–dia berulang kali hampir di lecehkan. Hingga kedua orang tuanya memutuskan untuk menikahkan Nina dengan sahabatnya sendiri, Rifki Yohanes, namanya. Seiring berjalannya waktu, Nina jatuh cinta pada sahabatnya itu. Saat cinta itu mulai tumbuh di masa SMK, Nina diduga mengidap penyakit kanker otak. Saat pengobatannya telah berhasil, musibah lain menimpa Nina hingga membuat Rifki menjadi pendiam dan hemat bicara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Bel masuk terdengar, Nina dan juniornya masuk ke dalam kelas masing masing. Melihat Rifki duduk sambil menulis sesuatu, Nina mengurungkan niatnya untuk duduk di samping Rifki. Wanita itu lebih memilih duduk di samping Sinta yang sedang berbalas pesan dengan seseorang.

"Kamu cemburu ya." Sinta menyenggol lengan Nina setelah wanita yang ia senggol itu duduk.

Mengerutkan kening, Nina menatap Sinta yang sementara tersenyum. "Maksud?" tanyanya tak paham

Sinta terkekeh pelan. Wanita itu menatap Nina lalu kembali menyenggolnya. "Aku udah tahu kali," ucapnya kemudian.

Nina semakin bingung. "Sudah tahu? Tahu apaan?" Nina mulai kesal.

Tersenyum, Sinta berbisik telinga Nina. "Kamu dan Rifki____" Tak ingin melanjutkan, Sinta justru tertawa.

Merasa dikerjai, Nina mencubit pipi Sinta. "Itu karena kamu bikin aku jengkel!" ketusnya lalu beranjak dari kursi. Menarik langkah kembali ke kursi yang biasa dia tempati duduk, Nina mengabaikan Rifki yang menatapnya. Melipat kedua tangan di atas meja, menenggelamkan wajah lalu memejamkan mata.

"Aku tahu aku salah, tidak seharusnya aku mengabaikan Iki. Tapi mau bagaimana lagi, aku nggak suka melihatnya berpegangan tangan dengan Novi," batin Nina.

Rifki masih menatap Nina. Tak ingin membuat Nina semakin marah, pria itu memilih diam dengan harapan mood Nina segera membaik. Masih menatap Nina, ponsel Rifki tiba-tiba berdering. Rifki menjauh dari Nina setelah melihat siapa yang menghubunginya.

Menyadari Rifki menjauh, Nina semakin kesal. Samar-samar terdengar Iki menyebut nama Novi. Entah kenapa, dia begitu membenci nama itu. Menitikkan air mata, Nina menangis dalam diam. "Apa aku sudah jatuh cinta padanya?" batin Nina bertanya tanya.

Mata pelajaran jam selanjutnya dimulai, Nina masih diam seperti tadi. Hingga bel apel pulang berdentang, Nina masih berperang dengan dirinya. Berdiri di samping Iki, dan seperti biasanya–ia fokus mendengarkan nasehat dari Pak Kepala Sekolah. Bubar dari barisan, Nina menarik langka pelan.

"Nina," panggil Gio.

Sang pemilik nama berbalik ke sumber suara. "Ada apa, Gio?" tanya Nina setelah Gio mendekat.

"Kata Iki aku bonceng kamu. Katanya dia ada urusan di SMA satu. Ayo," ungkap Gio.

Nina semakin sedih, bahkan dia terlihat lesu. Menarik langka menyamai dengan langkah Gio, wanita itu mencari keberadaan Sinta. Dilihatnya Sinta sedang bersama Clara. "Kamu tahu apa yang mau diurus Iki?" tanya Nina berharap Gio memberitahu.

"Katanya sih mau ketemu Novi. Aku nggak tahu itu betul apa nggak," jawab Gio sesuai yang dia tahu.

"Mereka berdua sudah balikan?" tanya Nina.

"Mana mungkin, Nina. Kan Iki sudah____" Gio menelan sedikit saliva nya. "Hampir aku keceplosan," batin Gio.

"Iki sudah apa? Sudah punya pacar?" tanya Nina serius.

Tertawa, Gio melingkarkan tangan di leher Nina. "Kamu ini, pikiranmu terlalu jauh. Daripada kita bahas Iki dan Novi, lebih baik kita cepat-cepat ke warkop."

Walau masih penasaran, Nina menyudahi pertanyannya. Seperti kata Iki pada Gio, pria itu membonceng Nina. Mereka berdua ke Warkop lebih dulu. Melewati sekolah SMA Satu, Nina melihat Novi dibonceng oleh Iki. Cemburu, sakit hari, perasaan itu tiba-tiba saja dirasakan oleh Nina.

"Tuh kan, mereka berdua sudah balikan," batin Nina.

Setibanya di warkop, Nina terlihat tak bersemangat. Dia naik ke lantai dua mengganti pakaiannya. Lalu kembali dengan pakaian santai namun sopan.

"Iki, terima kasih untuk hari ini," ucap Novi yang nyatanya ada di lantai satu bersama Iki. Kedua manusia itu duduk saling berhadapan di kursi.

1
Sumiati Aja
cerita nya g msuk nni kn udah sembuh kok menninggal aja
mama Al: karena kanker tidak bisa di tebak kak.
banyak di dunia nyata yang di nyatakan sembuh oleh dokter malah meninggal dunia.
total 1 replies
Zana aripin
Aduh kenapa ceritanya begitu. Nina meninggal... semoga itu hanya mimpi iki ya thor
aris Widiatmoko
kok Nina meninggal kasihan Riki
Aji Sangpengembara
bagus banget
Asni J Kasim: Masya Allah, terima kasih banyak KK 🥰
total 1 replies
Rina Halawa
the best
Asni J Kasim: Terima Kasih untuk bintang 5nya Kak 😊🥰
total 1 replies
Zana aripin
Fuh ramai juga yg jadi pelakor ni. Novi dan vindian pelakor
Asni J Kasim: Vindian main belakangan 🤣
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg sgt best
Asni J Kasim: Terima kasih 🥰
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg best..byk pengajaran yg blh diambil.nilai kasih sayang yg hebat..maruah diri yg tinggi
Asni J Kasim: Terima kasih untuk bintangnya, Kak. Walau hanya bintang 4 udah senang, apalagi 5 🤣🤣🤣
total 1 replies
Queen
Hai kak, Mampir di novelku yaa
Mbah Gatot
lanjut bro ceritanya keren
Mbah Gatot
emosi cokkk Nina kek perempuan arggggggg tol anjayy


tpi keren ceritanya tingkat kan
Asni J Kasim: Tingkatkan kesabaran 🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!