[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Jebakan
Abella menyeringai begitu cahaya sihir itu hampir mengenai nya, dan tepat setelah itu sihir milik orang itu lenyap dan ia tersungkur ke lantai.
"Arghh!" erang nya karena merasakan sekujur tubuh nya sakit.
"APA YANG TERJADI?!" seru Matthew dan Veronica terkejut.
"Apa kalian pikir kalian bisa menyentuhku dan menyakiti ku dengan mudah?" tanya Abella sambil melipat kedua tangan nya santai, puas dengan reaksi mereka.
"Hei, bukan nya sudah ku bilang kau harus datang sendiri?!"
"Walaupun dia melakukan nya, ia tidak akan ku ijinkan" raja bersama beberapa pengawal lain nya muncul dari belakang Abella.
Raja meraih pinggang Abella kemudian memeluk nya, setelah itu ia melirik dua Keluarga Muller yang tersisa itu dengan tatapan intimidasi nya.
"Ya..Yang Mulia.." muka mereka berubah pucat seketika.
"Kurasa kalian tidak mendengarkan peringatan ku waktu itu, huh?" raja dan Abella saling tersenyum satu sama lain.
Beberapa hari sebelum nya...
"Seorang penyihir?" raja menatap Abella bingung.
"Dia mendatangiku pada malam itu, maaf aku telah berbohong kepadamu" Abella menundukan wajah nya merasa bersalah, disisi lain ia juga merasa takut dengan orang itu.
"Setidaknya kau sudah mengatakan nya sekarang, kita hanya perlu mencari solusi" raja memeluk Abella untuk menenangkan nya.
"Tapi bagaimana?"
"Apa perlu saya panggilkan 'mereka'?" tawar Ruth seketika.
"'Mereka'? Apa kau yakin?" tanya raja ragu.
"Saya akan mengurus ini, anda bisa mengandalkan saya, Yang Mulia"
"Kalau begitu aku mempercayaimu, Ruth"
"Ta..tapi ba.. bagaimana bisa, Tuan James termasuk ke dalam peringkat penyihir terbaik?"gumam Matthew tanpa sadar.
"Seperti nya kau lupa bahwa Negeri ini memiliki tiga penyihir yang memiliki peringkat tertinggi dari pada penyihir manapun" raja menaikan tangan nya dan memberi kode agar orang yang di maksud muncul.
Seseorang dengan pakaian yang sama dengan Tuan James melangkah maju dari kerumunan pengawal, kemudian ia membuka tudung yang menutupi wajah nya. Seorang Wanita dengan kulit pucat tetapi memiliki rambut dan mata hitam yang pekat.
Iris Blackwood. Penyihir tingkat tiga yang terkenal karena diri nya yang suka dengan keadilan. Ia sering menampakan diri kepada warga sekitar yang ada yang tidak patuh pada aturan atau membuat kegaduhan.
"Maafkan akan keterlambatan saya, Yang Mulia"
Setelah mengucapkan maaf orang tersebut berlutut di depan Abella dan raja. Pria dengan rambut putih dengan mata merah miliknya terlihat jelas ketika diri nya melepas tudung yang di pakai nya.
Eiran Graves, penyihir peringkat kedua yang jarang sekali menampakan diri. Ia terkenal dengan pencinta kebersihan dan benci darah. Ketika sedang bertarung, ia selalu membuat pelindung diri agar terhindar dari cipratan darah.
"Kerja bagus, semua nya" puji raja bangga.
Sedangkan Tuan James yang sedari tadi masih tersungkur karena menahan sakit di sekujur tubuh nya tertawa melihat mereka.
"Hahaha.. apa kalian pikir kalian itu sehebat pasukan ku? Dimana penyihir nomor satu itu, seperti nya dia tidak berpihak kepada kalian" tawa nya dengan wajah angkuh nya.
"Kau masih bisa tertawa dalam keadaan seperti itu Tuan James?" Iris melangkah maju.
"Kurasa kalian tidak pernah tahu siapa penyihir nomor satu itu. Biar ku beri tahu, bahwa penyihir nomor satu berasal dari Keluarga James dan aku sudah mempersiapkan semua nya"
Tak butuh waktu lama, pasukan yang berasal dari keluarga James itu datang. Dan Tuan James yang awal nya kesakitan kini berdiri seakan akan tidak terjadi apa apa.
"Apa kalian akan mengakui nya sekarang?" Tuan James tersenyum penuh kemenangan.
Mereka semua terdiam. Penyihir nomor satu yang mereka bicarakan memang tidak pernah di ketahui siapa pun. Ia menyembunyikan identitas nya dan tak pernah muncul di hadapan siapa pun. Tetapi terkadang sihir penyihir itu membantu mereka ketika dalam kesulitan, dan tentu saja tanpa wujud yang menjelaskan siapa dia.
Dan sekarang dengan percaya diri nya Tuan James membawa pasukan nya dan mengaku bahwa Keluarga James adalah asal dari penyihir nomor satu tersebut.
"Biarkan aku memperkenalkan diri. Namaku Caiton James, penerus pemimpin Keluarga James"
"Apa? Kenapa kau tidak mengatakan nya padaku sejak kemarin?" tanya Matthew tak percaya.
"Sudah kukatakan kan, aku tidak akan mengecewakanmu"
Raja mengerutkan kening nya menatap pasukan di depan nya. Iris hanya diam untuk mengontrol emosi nya agar tak tersulut, sedangkan Eiran mengalihkan pandangan nya. Ia tidak peduli dengan ucapan orang di depan nya.
"Apa kau yakin penyihir nomor satu berasal dari keluarga mu?" Abella angkat bicara.
"Apa sekarang anda meremehkanku, ratu?"
"Tidak, hanya saja kau banyak bicara tanpa bukti"
"Haruskah aku membuktikan nya?" Caiton menyeringai, ia mulai bersiap mengeluarkan sihir nya.
"Jangan coba coba kau menyakiti raja dan ratu!" seru Iris menghalang sihir tersebut.
"Kita bisa membuktikan siapa yang terkuat disini, kami atau kalian"
Perang antar sihir seketika di mulai. Eiran yang sejak tadi diam mau tak mau ikut bergabung membantu Iris, dan karena ini pengawal kerajaan tidak dapat membantu banyak.
"Hentikan sekarang juga atau kau menyesal" Eiran mulai kehabisan kesabaran. Ia tipe penyihir yang tidak suka keributan.
"Ini baru di mulai, Tuan Graves. Dan asal kalian tahu aku adalah calon penyihir nomor satu itu" Caiton bertarung sambil memulai omong kosong nya.
"Heh, jangan bercanda. Bahkan sihirmu lebih rendah dari kami" ejek Iris.
"Jangan meremehkan ku, sihirku hanya tersegel dan kalian akan menyesal telah mengatakan itu. Semua nya, serang mereka!"
Abella mengeratkan pelukan nya pada raja karena khawatir.
"Tenanglah, aku yakin mereka tidak selemah itu" raja mengusap rambut Abella.
"Kau yakin? Dan apa benar tidak ada satupun yang mengenal penyihir nomor satu itu?" tanya Abella.
"Entahlah, tapi kurasa itu bukan dia"
Iris dan Eiran mulai kewalahan. Pasalnya ia kekurangan orang disini. Biasa nya berapa banyak orang yang mereka serang, mereka bisa mengalahkan nya. Tetapi ini berbeda.
"Apa mereka benar keluarga dari penyihir itu?" tanya Eiran pada Iris menggunakan telepati.
"Aku tidak mempercayai nya, tapi mereka benar benar kuat" ujar Iris.
"Hei, jika sedang bertarung tolong fokus!" serangan dari arah berlawanan membuat Eiran maupun Iris kaget, mereka terpental beberapa meter dan pelindung yang mereka buat lenyap seketika.
"Ini menyenangkan" tawa Caiton bangga pada diri nya, lalu melayangkan sihir pada Abella dan raja.
"JANGAN!" seru Iris panik, dengan kondisinya dan Eiran yang sudah kelelahan akan sulit melindungi ratu dan raja sekarang.
Blarr!
Sihir lain seketika muncul menghalangi sihir Caiton. Tetapi itu bukan sihir Eiran dan Iris.
"APA?!" Caiton menatap tak percaya, sihir nya tadi itu cukup besar dan seseorang menghalang nya dengan mudah.
"Huh, awal nya aku tidak akan menunjukan diriku, tapi karena kau sudah menyerang raja dan ratu ku aku tak akan tinggal diam"
Semua orang menoleh kearah sumber suara dan membulatkan mata nya kaget. Seseorang yang tidak pernah mereka duga muncul di hadapan nya.
"KAU?!"
TBC
@yooazaa
Jangan lupa tinggalin like, vote dan komentar kalian :)
sukaaaaa😻😻😭