berkali kali di tolak mentah mentah oleh sang pujaan hati, tak menyurutkan semangat Lily Collins untuk mendapatkan hati laki laki yang di cintainya
namun dengan seiring nya waktu, Samuel anderson ketua berandalan sekolah mengikis sedikit demi sedikit rasa yang di miliki Lily untuk Aldo sang pujaan hati
bagaimana cerita selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momie all, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23
Lily yang sedang merebahkan dirinya sambil tersenyum mengingat momen tadi malam bersama anak Arion
di kehidupan nya yang dulu penuh dengan kesunyian bahkan tak jarang Lily bangun malam dan menangis di setiap malam hanya meratapi kehidupan nya
di tinggal seorang mami di saat dirinya lahir adalah hal yang paling menyakitkan, belum pernah merasakan kehangatan mami nya dan papi nya yang terkadang harus sibuk dengan pekerjaan nya
di tambah lagi mempunyai alter ego yang kadang membuatnya cape, dan sebisa nya Lily mengontrol emosinya supaya alter ego nya tidak muncul kembali
Lily memilih beberapa foto yang di ambil tadi bersama anak Arion, meski hanya pergi ke saung lesehan tapi momen tadi sangat berarti bagi Lily
fokus nya tertuju pada sebuah foto dirinya sendiri dengan background anak Arion yang tengah makan
send a picture
**liked by SheilaMarcia and 1785 other
LilyCollins**
view all 754 coment
SheilaMarcia tumben banget post foto?
****RakaJustine**** selalu cantik sayangku😍
Sasa Larasati kayak sama anak Arion gak sih?
SheilaMarcia masih belum kapok Lo @**rakajustine
beni Arion** bidadari nyata ada nya ya?
jonathan cantik gilaa.. jantung aman bos @**samuelanderson
rigelsr** ini cewe yang Lo maksud kan bos? @**alexserigala
beni Arion** woy.. gak usah macem macem, milik bos Arion🤯 @**rigelsr
Alexserigala cantik
rakajustine gue bilang gak usah Maruk, cukup gue aja yang punya cewek tiga, iya kan baby baby gue? @**sheilamarcia @sasalarasati @lily Collins
Samuel Anderson** JANGAN LUPA CUCI HOODIE GUE!
Lily langsung menutup ponsel nya setelah membaca komenan terakhir, siapa lagi kalo bukan anak berandal sekolah yang berhasil mengobrak ngabrik perasaan Lily dan juga yang sudah mengambil first kiss nya
SIAL!
Lily lupa, foto dirinya yang tengah memakai Hoodie milik Samuel, tadi saat akan pergi makan Azka bingung meminjamkan jaket nya sama siapa? antara gio atau Lily adik nya?
dan beruntung nya Samuel dengan peka langsung memakaikan Hoodie pada Lily dan Azka meminjam kan Hoodie nya untuk gio
gio yang tak pernah pergi malem malem pun akhirnya dapet ijin dari papanya oleh Azka, karena selalu di jemput sore harinya oleh sopir papanya itu
pagi harinya di kelas IPA 2, di kelas yang di tepati Lily dan bersama teman teman nya itu
Raka sedikit malas untuk masuk hari ini, bahkan dirinya yang sebagai ketua kelas pun merasa enggan untuk mengecek teman sekelasnya
"kenapa muka Lo? kecut amat?" tanya Sasa yang baru datang bersama Sheila
"tambah jelek" cibir sheila
"sialan kalian berdua" kesal Raka
"kenapa sih Lo?" tanya Sasa serius
terdengar helaan nafas dari raka "patah hati gue" jawab nya lemes
"patah hati? sama siapa?" tanya Sheila bingung
pasalnya cowok yang duduk di depan nya itu jarang Deket sama nama nya perempuan dan paling mentok kalo menggoda perempuan, ya cuma Lily
"Lily beneran sama tuh anak berandal deh kaya nya" jawab Raka lesu
"Lo murung kaya gini karena Lily?" tanya Sasa tak percaya
dengan bodoh nya Raka hanya mengangguk lesu dengan pertanyaan yang di lontarkan Sasa
"sialan Lo, gue pikir Lo sakit hati sama siapa" kesal Sheila menabok kepala belakang nya Raka
"gue kira sama si anak rohis yang berhijab itu" timpal Sasa kesal
"tapi tenang, meskipun gue patah hati karena Lily, sayang untuk kalian berdua tetap ada, meski sebagian besar sayang gue lebih ke Lily" kata Raka terkikik geli
"heh mulai gak waras nya" kata Sheila menghiraukan ocehan raka
sedangkan orang yang sedang mereka omongkan kini tengah berjalan bersama Azka menuju kelas Azka
dengan niatan ingin menitipkan Hoodie milik Samuel lewat Abang nya, namun Azka menyarankan untuk berterimakasih dengan benar
"cari gue" tanya Samuel di belakang Azka dan Lily
Lily tersentak kaget, ternyata orang yang dia cari ada di belakang nya
"gue duluan, jangan macem macem" kata Azka menepuk bahu Samuel
setelah Azka tak ada, Lily merasa gugup berhadapan dengan Samuel, entah lah apa yang di rasakan lily, yang penting Lily ingin banget segera menghilang dari depan Samuel
"em.. El" panggil Lily
sedangkan Samuel hanya diam mengamati gadis di depan nya, meskipun dia tau maksud Lily mencarinya, namun Lily seolah tidak tau
"thank ya sudah minjemin baju yang waktu itu dan Hoodie nya" kata Lily menyerahkan paper bag yang di bawa nya
Samuel hanya tersenyum dan malah mendekat ke arah nya
"simpan saja buat Lo, gue gak bilang untuk balikin baju dan Hoodie nya" jawab Samuel berbisik
detak jantung Lily berdetak dengan kencang saat Samuel berbisik tepat di samping telinganya
"udah sana cepat balik ke kelas Lo, bentar lagi bel" kata Samuel mengacak rambut Lily dan langsung pergi masuk ke dalam kelas nya
Lily mematung dengan perlakuan Samuel, setiap perlakuan hangat Samuel membuat Lily selalu berharap, namun dirinya selalu menampik nya
dengan langkah tergesa Lily langsung berlari menuju kelas nya dengan masih membawa paper bag yang seharusnya untuk Samuel
bruk
dengan tidak sahabatnya Lily masuk ke dalam kelas dengan tergesa gesa
"buset, kenapa Lo?" tanya Sheila karena Lily datang seperti tergesa gesa
"jantung gue sudah gak aman" jawab Lily terengah engah
"Lo kenapa ly? apa perlu nafas buatan? si i gue bantuin" panik Raka ingin menghampiri Lily
sebelum menyentuh lily, Raka sudah dapat tarikan dari Sasa dan Sheila
"modus banget sih Lo biawak" semprot Sasa
"kenapa?" tanya polos Raka
"udah diem deh Lo, gak usah modus" sentak Sheila dan di bales cibiran kesal dari Raka
"dan Lo ly, ada apa sih? gak biasanya Lo kaya gini? dan ini ? punya siapa?" tanya Sheila mencecar Lily
"punya Samuel" jawab singkat Lily tapi sukses membuat Raka Sheila dan Sasa terbelalak
"APA?" teriak Sasa dan Sheila barengan
"berisik banget sih kalian" kesal Raka mencomot mulut milik Sheila dan Sasa barengan
"Raka sialan" kesal Sheila
"bau tangan Lo anjir" kesal Sasa menabok tangan Raka
Lily hanya memijit pelipis nya pusing, baru juga tadi dirinya di dalam kegelisahan karena berdekatan dengan anak berandalan itu dan sekarang teman nya malah berantem
"diem deh kalian" sentak Lily dan langsung membuat mereka langsung diam
Lily kembali memasang muka angkuh nya hingga membuat Raka berkeringat dingin dengan sosok jelmaan siren itu
mulut nya terkunci dan matanya menduduk tak berani melihat Lily kembali, sedangkan Sasa dan Sheila hanya mendengus dengan sikap kembali nya jelmaan siren
"dasar jelmaan siren" gumam Sheila kecil dan tak di dengar oleh siapa pun