NovelToon NovelToon
WANITA PILIHAN

WANITA PILIHAN

Status: tamat
Genre:Spiritual / Tamat
Popularitas:101.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naim Nurbanah

Wanita Pilihan. Dalam kehidupan nya sering menghadapi masalah dan ujian hidup. Dalam rumah tangganya dia harus menghadapi suami yang bertemperamen. Namun dia selalu bersabar.

Apakah wanita ini bisa bertahan menjalani kesulitan di depan nya?
Temukan kisah lengkapnya di novel WANITA PILIHAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Senyum kebahagiaan terpancar di wajah Zian. perut rata milik nya diusap dan dikecup lembut oleh suami tercinta. Ada doa dan harapan yang terucap di dalam hati Zian. Semoga Tuhannya akan memberikan kepercayaan seorang anak hadir di dalam rumah tangga nya.

"Semoga, di dalam rahim ini akan segera tumbuh dan berkembang janin. Kamu akan mengandung anak-anakku, sayang!" ucap Genta sambil menatap wajah Zian yang penuh harapan.

"Aamiin, bang! Semoga Allah memberikan kepercayaan itu pada kita," sahut Zian.

Sepasang suami istri itu kini masih bercengkrama manja. Setelah kembali menuang manisnya madu dan minum bersama.

"Tidurlah, sayang! Besok kita bangun pagi dan pergi ke kantor bersama," ucap Genta seraya mengusap puncak kepala Zian yang juga tidak mengenakan hijab nya.

"Hem, kita ke kamar mandi dulu mandi wajib. Tadi kan kita habis gituan," protes Zian. Genta tersenyum menatap wajah ayu istrinya.

"Iya, benar! Ayolah, sayang!" sahut Genta.

"Hem, tapi kok dingin yah!" ucap Zian. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Rasanya sangat malas jika harus mandi wajib dan berkeramas di jam itu. Genta menyipitkan bola matanya.

"Ayo sayang! Entar anak kita jadi bandel dan nakal loh, kalau kita setelah gituan tidak mensucikan diri dari hadist besar dan kecil," ucap Genta. Zian menyipitkan matanya.

"Hem, seperti itu yah?" sahut Zian.

"Kalau kamu malas, lebih baik kita berwudlu dan membersihkan diri terlebih dahulu. Besok sebelum subuh baru kita mandi, bagaimana?" saran Genta.

"Begitu yah? Baiklah, kalau begitu kita ambil. wudhu dulu dan membersihkan diri. Setelah itu baru istirahat bobok," kata Zian. Genta berdiri dan bersiap menggendong Zian menuju kamar mandi.

"Ayo, aku gendong kamu ke kamar mandi!" kata Genta.

"Tidak usah, bang! Badanku sudah sebesar gajah," ucap Zian. Namun Genta sudah mengangkat tubuh Zian hingga masuk ke kamar mandi.

"Hehehe, abang ini loh!" kata Zian dalam hati benar-benar bahagia mendapatkan perlakuan istimewa dari suami nya.

"Tidak apa-apa dong! Kita kan suami istri," sahut Genta.

Hampir satu jam suami isteri itupun tidak juga keluar dari dalam kamar mandi. Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan? Sedangkan waktu sudah menunjukkan jam satu pagi.

******

Sering alarm di dua ponsel itu berbunyi. Namun terlihat dua sosok dengan jenis kelamin berbeda itu masih terlelap dalam tidur nya. Genta meraih ponsel nya yang berada di sebelah nya. Matanya sedikit menyipit namun berusaha melihat petunjuk waktu saat itu.

"Eh? Sudah jam tujuh pagi!" Gumam Genta. Genta segera turun dari tempat tidur itu. Walaupun rasanya masih sangat malas, namun dia harus segera bangun dan mandi pagi lagi. Walaupun tadi sebelum subuh dirinya dan Zian sudah mandi besar dan menjalankan sholat subuh berjamaah. Setelah nya mereka berdua tidur dan beristirahat sejenak.

Benar! Mereka melakukan nya lagi di kamar mandi hingga adzan subuh berkumandang. Zian sangat lelah dan masih tidur pulas di atas peraduan itu.

Genta menatap wajah istrinya yang seperti kelelahan itu hanya tersenyum lebar. Gara-gara dirinya yang mesum itulah Zian menjadi beberapa kali harus melayani nya. Semua dengan alasan usaha untuk mendapatkan keturunan. Tidak harus begitu dong, Genta!

Genta sudah mulai bersiap-siap hendak pergi ke kantor. Sedangkan Zian sendiri masih terlelap dalam tidur nya.

"Lebih baik, hari ini aku berangkat ke kantor sendiri! Kasihan kalau Zian ikut bekerja juga. Tapi seperti nya masih ada waktu. Aku akan membuatkan sarapan buat Zian," Gumam Genta.

Genta segera keluar meninggalkan Zian yang masih tertidur pulas. Kini Genta mulai sibuk menyiapkan sarapan untuk istrinya yang kelelahan lantaran ulahnya.

"Ada ayam Krispy di dalam freezer. Lebih baik goreng ayam ini saja dan bikin nasi goreng," Gumam Genta yang saat ini membuka freezer.

*****

Zian membuka matanya dan bangun. Tangannya menggapai handphone nya sendiri. Dilihatnya petunjuk waktu saat itu.

"Eh, ya Tuhanku! Sudah jam tujuh pagi lewat lima belas menit. Bang Genta di mana? Mungkin bang Genta sudah dibawah. Aku lebih baik segera bersiap-siap. Masih ada waktu ini," Gumam Zian.

Zian segera bergegas ke kamar mandi dan kembali mandi ala bebek. Dengan cepat, Zian segera berdandan rapi dan sesuai kebiasaan nya Zian selalu ber make up Tipis-tipis saja.

Zian melihat bayangan dirinya melalui pantulan kaca rias. Dirasa sudah cukup, Zian segera mengambil tasnya dan memasukkan handphone dan juga dompet nya. Segera Zian menuju ke lantai bawah.

Di dapur, Genta sudah menyiapkan sarapan pagi. Saat ini memang Genta dan Zian tidak memakai jasa asisten rumah tangga di rumah itu setelah kebangkrutan yang dialami oleh Genta.

"Bang Genta! Kamu ngapain, bang?" tanya Zian saat melihat suaminya yang sudah berpenampilan rapi itu sudah menyiapkan sarapan pagi. Zian membulat matanya saat melihat dua piring nasi goreng dan satu piring ayam goreng Krispy yang sudah tersaji di atas meja makan.

"Ayo, silahkan tuan putri! Silahkan duduk yang manis! Sekarang menikmati masakan suami kamu ini," ucap Genta sambil memegang dua bahu Zian dan menuntun nya di kursi makan. Di depan Zian sudah ada satu piring nasi goreng yang dihias indah.

"Ini semua yang masak kamu, bang?" tanya Zian seperti tidak percaya jika dirinya mendapatkan kemanjaan dari suami nya itu.

"Iya, dong! Suami kamu yang ganteng sendiri ini tentu saja pandai memasak juga. Ayo kita makan biar secepatnya kita berangkat ke kantor," sahut Genta.

"Iya, benar bang! Ayo lebih baik kita cepat habis kan ini sarapan pagi ini. Jangan sampai tuan Leo dan ibu Juan ngamuk gara-gara kita terlambat," kata Zian. Genta yang mendengar nya menjadi terkekeh.

"Mereka tidak akan memarahi menantu dan putrinya sendiri sayang! Apalagi mereka juga menginginkan cucu kan? Nanti kalau ditanya kenapa kita terlambat datang? Bilang saja semalam kita Nglembur sampai pagi untuk membuatkan cucu untuk mereka," ucap Genta dengan mode bercanda. Zian hanya menjulurkan lidahnya saja menanggapi ucapan suami nya.

Mereka kini telah menikmati sarapan pagi itu dengan hati yang senang. Itu karena apa? Kepuasan batin mereka telah terpenuhi.

"Nasi goreng ini sangat enak banget loh, bang! Boleh nambah lagi kan?" ucap Zian.

"Tentu dong! Kamu harus makan yang banyak dan jangan terlalu takut kegemukan. Aku suka kok jika kamu menjadi gemuk. Apalagi saat kamu hamil anakku nanti. Pasti perut kamu yang buncit itu semakin terlihat lucu sekali," kata Genta dengan mata berbinar matanya.

"Aaminn, bang! Kita harus bersabar, berdoa dan berusaha, bang!" sahut Zian.

"Hem, nanti kita jadi periksa ke tempat dokter spesialis kandungan kan, bang?" tambah Zian.

"Jadi dong! Bagaimana pun usaha harus kita jalani juga. Mana tahu dokter akan menyarankan gaya atau posisi yang baik saat berhubungan supaya lekas jadi janin dalam rahim kamu," sahut Genta. Zian tersenyum menunjukkan manis nya wajah itu.

1
SnuggleKitty
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
Aluna Creaster
bagus banget
Rani
mommy, semangat terus
Salman Piliang
bukan tuan muda tapi bapak non
Usman Bratta
keren
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Shaffrani Usmandana
Bagus mom!
💞 Lily Biru 💞
kak... congratulation jadi platinum authr... semangat dan sukses selalu yaaa
NAIM NURBANAH: Aamiin! terimakasih ayo kita sukses bersama
total 1 replies
NATHALIE WICAKSONO
kok terjadi perselingkuhan lagi thorrr.... kasian zian kali..... lebih baik udahan aja pernikahannya zian sama genta dari pada zian lebih tersakiti ntar miska nya hamil kan zian jadi korban lagi belum lagi ntar bisa tertular penyakit lagi..... kasian zian thorrr
NAIM NURBANAH: iya,... kasihan Zian.. 😭
total 1 replies
ceritanya sangat menarik
MommyAtha: Hai Kak.
tolong mampir diceritaku,
Pilihan hati Kiara (End)
Hei Jun (on going)
siapa tahu suka
terima kasih
total 1 replies
Usman Ratta
lanjutkan
MommyAtha: Hai Kak.
tolong mampir diceritaku,
Pilihan hati Kiara (End)
Hei Jun (on going)
siapa tahu suka
terima kasih
total 1 replies
Usman Ratta
Aku mendukungmu thor😘
Irma Kirana
mantap 😍😍
Irma Kirana
Udah release ternyata Mak ❤️❤️❤️👍
NAIM NURBANAH: bismillah, semoga kelar sampai the and.
total 1 replies
NAIM NURBANAH
semoga di mudahkan, dilancarkan, dalam menggarap novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!