NovelToon NovelToon
Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fahmishodiq Abdullah

Kirana selalu dianggap istri yang "biasa saja" — tak pintar, tak berguna, hanya pantas mengurus rumah. Saat suaminya, Rangga, menceraikannya demi wanita lain di depan keluarga besar, semua orang mengira hidupnya akan hancur.
Mereka salah.
Di balik status "istri biasa" itu, Kirana menyimpan warisan yang selama ini tak pernah ia buka — dan kejeniusan bisnis yang selama ini ia pendam demi keluarga yang tak pernah menghargainya.
Kini, saat Rangga dan selingkuhannya mulai kehilangan segalanya, Kirana justru bangkit sebagai sosok yang tak seorang pun kenali. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan kembali — tapi apakah Rangga pantas mendapatkan kesempatan kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahmishodiq Abdullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

balasan yang tak terduga

Somasi resmi dari kantor Tantri terkirim jam sembilan pagi, dikirim langsung ke alamat kantor vertex kapital nusantara di kawasan SCBD, dengan tembusan ke alamat pribadi reza yang didapat tantri lewat jalur formal korporat.

Alya menghabiskan pagi itu di studio dengan perasaan campur aduk lega karena akhirnya bertindak, tapi juga was-was menunggu balasan yang tak tahu akan datang dalam bentuk apa.

Balasan itu datang jam dua siang tapi bukan dalam bentuk yang diduga siapa pun.

Bukan surat balasan hukum bukan telepon dari reza.

Melainkan artikel di sebuah portal berita bisnis, muncul di linimasa rani saat ia sedang scroll ponsel di meja kerjanya, judulnya cukup untuk membuat jantungnya berhenti sesaat.

"Dugaan Sengketa Kekayaan Intelektual studio Kreatif alinea Digugat Mantan Karyawan atas Klaim Desain"

"Kak Dimas," panggil Rani, suaranya bergetar. "Kak Alya. Ini kalian harus lihat ini sekarang."

Alya membaca artikel itu di ponsel Rani, matanya membaca cepat, wajahnya semakin pucat di setiap kalimat.

Artikel itu mengutip "sumber anonim di lingkungan industri kreatif" yang mengklaim Alya pernah bekerja di sebuah agensi tak disebutkan namanya, dan "diduga membawa aset desain milik perusahaan" saat keluar cerita yang meski tak menyebut nama Werkstatt secara langsung, cukup detail untuk siapa pun yang mengenal riwayat Alya menghubungkan titik-titiknya sendiri.

"Ini bukan gugatan resmi," kata dimas cepat, mencoba tetap tenang meski rahangnya mengeras. "Ini cuma artikel berdasarkan 'sumber anonim' nggak ada nomor perkara, nggak ada nama pengadilan."

"Itu justru yang lebih pintar," kata alya pelan, duduk perlahan di kursinya, seperti kekuatan yang semalam ia rasakan di telepon dengan reza kini perlahan terkuras keluar dari tubuhnya. "Reza nggak perlu menang di pengadilan. Dia cuma perlu bikin orang-orang membaca judul ini, mengingat kata 'digugat' dan 'klaim desain', dan nggak pernah baca sampai akhir bahwa ini cuma dugaan tanpa dasar hukum jelas."

Ponsel alya bergetar pesan dari bu sinta di ruang gaya.

Alya, saya baca artikel yang lagi rame ini saya percaya sama kalian, tapi jujur, tim marketing saya udah mulai tanya-tanya bisa kita ngobrol?

Disusul pesan lain, dari nomor yang belum tersimpan.

Ini dari Baswara Living. Kami baca berita hari ini. Mohon konfirmasi sebelum kami lanjutkan kerja sama untuk kuartal depan.

Dimas membaca pesan-pesan itu bergantian lewat bahu alya, dan untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, ia melihat sesuatu yang jarang muncul di wajah alya bukan takut, bukan marah, tapi lelah yang jujur, jenis lelah yang datang setelah seseorang berjuang terlalu lama sendirian sebelum akhirnya menyadari lawannya lebih licik dari yang ia kira.

"Mereka nggak nyerang bisnis kita," kata alya pelan. "Mereka nyerang kepercayaan klien ke aku secara personal dan itu" Ia berhenti, matanya berkaca meski suaranya masih berusaha tenang. "Itu jauh lebih susah dilawan daripada sekadar tawaran harga lebih murah."

Rani, yang sejak tadi diam memperhatikan, akhirnya bicara. "Kak, saya rasa kita nggak bisa nunggu proses hukum jalan biasa buat ngebantah ini berita ini nyebar sekarang, di media sosial juga udah mulai di-screenshot orang. Kita butuh jawab publik, secepatnya, tapi dengan cara yang tepat nggak kelihatan panik, tapi juga nggak diem aja."

Dimas mengangguk pelan mulai berpikir. "Rani bener. Diem itu keliatan kayak ngaku. Tapi kalau kita langsung serang balik secara terbuka, kita bisa keliatan defensif, malah nambah bahan buat orang curiga."

Alya menatap keduanya, dan meski lelah masih terlihat jelas di wajahnya, sesuatu yang lain mulai muncul menggantikannya—tekad yang berbeda dari malam sebelumnya, lebih matang, lebih hati-hati.

"Aku tau harus ngomong apa," katanya akhirnya. "Tapi aku nggak akan ngomong ini lewat pernyataan pers biasa yang keliatan defensif. Aku mau ngomong ini langsung, dari mulut aku sendiri, ke orang yang paling penting duluan bukan media, bukan publik. Klien-klien kita."

"Maksudnya?" tanya Dimas.

"Aku mau minta ketemu langsung sama Bu Sinta, Pak Broto, dan tim baswara, hari ini juga kalau bisa," kata alya. "Bukan buat bela diri lewat kata-kata rapi yang disiapin tim legal. Tapi buat cerita apa yang sebenernya terjadi delapan tahun lalu, dengan cara aku sendiri, sebelum mereka dengar versi Reza duluan lewat bisikan-bisikan yang lebih terdengar meyakinkan karena datengnya diam-diam."

Dimas menatapnya lama, lalu mengangguk pelan. "Itu berisiko, alya. Kalau kamu cerita semuanya dan mereka tetep nggak percaya"

"Aku tau risikonya," potong alya, suaranya kini lebih mantap dari sebelumnya. "Tapi aku udah capek delapan tahun nyembunyiin ini kayak aib yang harus ditutupin. Kalau ini yang bikin aku kehilangan klien, biar itu jadi pilihan aku sendiri buat jujur, bukan pilihan reza buat bikin aku ketakutan selamanya."

1
Kumbang di taman
semangat selalu 😍
Fahmishodiq Abdullah: terimakasih atas kunjungannya
total 1 replies
Kumbang di taman
sukses selalu Author 👍
Adinda
toko utamanya Kirana atau dimas Dan alya,kalau bisa libatkan toko pemeran utamanya Dan tokoh yang jadi pendamping hidup Kirana,jadi ceritanya makin seru.
Fahmishodiq Abdullah: ok kak masukan saya terima kak,makasih atas masukan dan sarannya
total 1 replies
Detie Kurniawati
cerita yg tak aku pahami ahirnya??
Fahmishodiq Abdullah: terimakasih kak kritiknya,saya akan mencoba memperbaruhinya
total 2 replies
Heny
Hadir thor
Fahmishodiq Abdullah: makasih bang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!