NovelToon NovelToon
Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Karir / Obsesi / Dokter / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: die-din

Cinta itu indah, cinta itu penuh warna, tapi cinta juga kadang tidak mudah dan penuh perjuangan. Baik untuk mendapatkannya dan lebih lagi untuk mempertahankannya.

Berprofesi sebagai seorang dokter dan berwajah cantik ternyata tidak membuat perjuangan Ella untuk mendapatkan cintanya menjadi mudah. Perkenalan dengan Lazuardi mampu mengubah seluruh dunianya.

Ella sebagai dokter yang berdedikasi tinggi dengan pengabdian dan misi kemanusiaan. Perlahan kehidupannya semakin berwarna dengan hubungan asmara.

Namun Ella menjadi bimbang saat dihadapkan pada kenyataan bahwa Ardi ternyata adalah seorang sultan yang kaya raya. Dan hubungan mereka ditentang oleh keluarga Ardi.

Bahkan lebih jauh Ella harus dipaksa memilih antara kehidupan profesinya sebagai dokter atau cintanya kepada Ardi. Manakah yang akan menjadi pilihan Ella?

Untuk visual lengkap bisa cek ig: die.din2210 for more haluuu time. FB : diedin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon die-din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Pamitan

Selepas berbelanja dan berkeliling-keliling sampai puas di Tunjungin Plasa Surabaya Ella dan Ardi akhirnya memutuskan untuk pulang dan mengakhiri kencan mereka. Hari sudah menjelang malam waktu itu, sudah hampir jam sepuluh malam. Tetapi susana keramaian kota masih sangat terasa. Berbeda sekali dengan suasana di kota Genting yang sudah sepi layaknya kuburan pada jam segini.

Ella mengantar Ardi ke Best Western Papilio Hotel di jalan Panglima Besar Sudirman setelah mereka puas berbelanja di mall dan menikmati suasana malam kota. Rencananya Ardi akan menginap malam ini di hotel itu.

Karena tidak mungkin untuk membiarkan pria itu menumpang menginap di rumah Ella malam ini. Selain tidak sesuai dengan norma kesusilaan dan azas ketidak pantasan. Rumah Ella sedang kosong, karena kedua orang tuanya masih di rumah sakit. Terlalu banyak setan yang bersedia menghasut mereka jika hanya berduaan bermalam di satu tempat yang sama.

Ardi memarkirkan mobil putih Ella di depan pintu hotel dan segera pamit pada Ella. Pria itu segera memasuki hotel, berjalan ke lobi untuk membuat reservasi menginap di hotel tersebut.

Sementara Ella beranjak dari passenger seat ke kursi kemudi dan melajukan mobil swiff putihnya ke arah jalan Ketintung, menuju rumahnya.

Pagi keesokan harinya Ella terbangun di kamar yang sudah sangat akrab baginya. Kamar yang telah ditempatinya sejak jaman anak-anak sampai kini dewasa. Kamarnya di rumahnya sendiri, rumah orang tuanya.

Ella menarik kembali bed cover yang menutupi tubuhnya, merapatkannya kembali ke tubuhnya untuk menambah kenyamannya. Melindunginya dari dinginya hembusan AC di pagi hari. Masih terlalu pagi untuk bangun dan beraktivitas.

Ella kembali tertidur pulas dan terbangun saat merasakan ponselnya bergetar dan berbunyi dengan nyaring. Alarm yang memang telah disettingnya untuk berbunyi pukul lima pagi.

Kali ini Ella segera terbangun untuk melakukan morning ritualnya. Dan karena dia tidak mengantuk lagi akhirnya Ella memutuskan untuk mengecek ponselnya dan didapatinya beberapa pesan yang belum terbaca disana.

Lazuardi

Besok janjian di mana? Di RSI aja ya sekalian pamit ke ortumu?

Intan

Ella jadi pulang besok? Berarti sift malam gak usah digantiin kan?

Roni

Gimana kabarnya papamu El? Udah sembuh?

Ella pulang ke Gentingnya kapan? Crew UGD udah kangen katanya hehe

Ella membuang napas dan mencoba menjawab pesan-pesan itu satu persatu. Dimulai dengan pesan dari Roni. Ella mengerutkan dahinya demi membaca ulang pesan itu. Crew UGD kangen? Crew yang mana?

Apa bukan Roni sendiri yang kangen tapi malah mengatas namakan crew UGD mewakili dirinya? Mau tak mau Ella jadi mengingat ucapan Intan bahwa Roni menyukai dirinya. Ella jadi merasa harus sedikit menjaga jarak dari pria itu.

Ella to Roni

Alhamdulillah udah mendingan keadaan papa.Nanti siang aku balik ke ke Genting. Sift malam nanti dan pagi besok aku yang jaga. Kasih tahu aja kapan kamu mau ambil liburnya, nanti gantiin tiga hari jagamu.

Ella to Intan

Jadi tan. Siangan aku berangkat, mungkin langsung lanjut jaga sift malam. Kamu jaga siang kan? Gak usah nerus, tungguin operan sama aku ya.

Ella to Ardi

Iya mas nanti aku ke RSI dulu agak pagian. Mas Ardi langsung nyusul kesana ya jam 9an. Aku tunggu disana aja.

Selanjutnya Ella melanjutkan kegiatannya dengan menyapu dan membersihkan rumahnya yang sudah terlihat berdebu sejak ditinggal mamanya stay di rumah sakit untuk merawat papanya. Setelah bersih-bersih barulah Ella berkutat di dapur untuk membuat sarapan paginya sendiri.

Mie instans dengan berbagai kreasi toping adalah pilihan menu yang paling simpel. Ella segera saja memasak mie rasa kare ayam dengan ditambahi sawi, kubis telor dan baso sapi. Semua bahan yang sudah siap tersedia di kulkas. Sungguh Tak akan ada yang dapat menandingi kelezatan cita rasa ini hehe

Selanjutnya setelah menyantap sarapan lezatnya Ella melakukan packing dan persiapannya untuk kembali ke Kota Genting. Tepat pukul setengah delapan pagi Ella sudah siap dan meluncur ke rumah sakit tempat ayahnya dirawat dengan diantar oleh abang ojek yang selalu siap sedia. Dia berencana langsung pergi keluar kota setelah dari rumah sakit jadi tak mungkin untuk meninggalkan kendaraannya disana.

"Gimana keadaan rumah El? aman?" tanya mama setelah Ella menyapa mereka di kamar melati 7.

"Aman terkendali ma. Cuman debunya yang numpuk tebel banget," jawab Ella.

"Lho mbok ya dibersikan toh cah ayu," mama Ella gemas mendengar rumah kesayangnnya kotor berdebu.

Memang mama Ella termasuk freak soal kebersihan. Meskipun tanpa pembantu mama Ella sendiri selalu menjamin rumahnya bersih dan kinclong.

"Sudah donk ma. Sudah kinclong lagi sekarang. Lalat nempel aja pasti kepeleset," jawab Ella bergurau dan membuat semuanya tertawa, menghangatkan suasana.

Tak beberapa lama kemudian pintu kamar diketuk dan mas Hendri lah yang datang menyapa mereka. Mumpung lagi jaga sift pagi katanya, jadi sekalian menjenguk sambil liat kabar papa Ella.

"Kalau kadar gulanya normal palingan dua atau tiga hari sudah boleh pulang, Om." Ujar Hendri membocorkan ucapan dari dokter spesialis penyakit dalam yang menangani papa Ella.

"Alhamdulillah..." Seru mama dan papa Ella nyaris berbarengan. Terdengar sangat lega, yah mungkin mereka mulai bosan terkurung di kamar melati 7 ini setiap hari.

"Kamu balik hari ini El?" tanya Hendri setelah melihat tas ransel bawaan Ella. Serta dandanan Ella yang seperti mau traveling dengan sneakers dan jaketnya.

"Iya mas. Utang jagaku udah kebanyakan hehe. Titip-titip papa ya mas, tolong dibantuin kalau pulang. Dicariin taxi atau taxi online aja nanti mereka bisa pulang sendiri kalau mas lagi sibuk," pinta Ella pada sepupunya itu.

"Tentu saja. Kamu kayak sma siapa aja si?" Hendri gemas mendengar ucapan Ella yang bernada sungkan takut merepotkan itu.

"Nanti aku juga yang akan melakukan rawat luka ke rumah Om Bowo sampai sembuh. Yah biar ada gunanya dikit punya ponakan perawat ya nggak, Om, Tante?"

"Yaampun mas Hendri baik banget. Makasih banyak lo mas." Jawab Ella dengan nada yang sengaja dibuat mendramatisir untuk sedikit menggoda Hendri.

"Ya ya ya...Apasih yang nggak buat Ella yang cantik jelita." Ujar Hendri gemas dan mencubit kedua pipi Ella dengan gregetan. Tingkah yang dulu sering dia lakukan pada Ella ketika mereka berdua masih kanak-kanak.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar.

"Ceklek..." pintu kamar melati 7 terbuka tak lama kemudian, seorang pria terlihat muncul dari balik pintu, Ardi.

"Selamat pagi," sapa Ardi pada keseluruhan orang yang berada di dalam ruangan.

Langkahnya untuk memasuki ruangan terhenti sejenak di dekat pintu saat menyadari ada seorang pria muda yang sedang memegang kedua pipi Ella dengan mesranya.

Entah dari mana datangnya perasaan tidak nyaman dan emosi yang tiba-tiba merasuki pikirannya. Hawa panas membara yang seakan membakar juga menyelimuti sekujur tubuhnya. Perasaan tidak rela bahwa gadisnya itu dipegang oleh pria lain yang tak dikenalnya dengan begitu mesra.

"Eh, mas Ardi sudah datang," ujar Ella dengan sedikit kaget, salah tingkah begitu menyadari kedatangan Ardi.

Dapat dilihatnya aura gelap bak mendung dikala badai menyelimuti pria itu yang memandangnya dengan tajam. Dengan gerakan yang sedikit kikuk Ella melepaskan pegangan tangan Hendri. Menjauhkan tangan itu dari kedua pipinya.

"Mari masuk mas."

Tanpa menjawab Ardi langsung berjalan, berlalu melewati Ella dan Hendri begitu saja. Menghampiri mama dan papa Ella serta menyalimi mereka dengan sopan. Dia menyerahkan sebuah kantong plastik berisi buah-buahan pada mama Ella.

'Aduh, dia marah!' batin Ella.

"Kenalin, ini mas Hendri sepupuku yang bantuin bawa papa ke rumah sakit," Ella mengenalkan Hendri.

"Dan ini mas Ardi," dengan masih kikuk Ella memperkenalkan kedua pria dihadapannya.

Hendri dan Ardi saling mengulurkan tangannya untuk bejabatan. Mereka berdua berjabatan tangan cukup lama seolah saling menilai satu sama lain. Membuat suasana tidak nyaman seolah ada petir menyambar disekitar mereka berdua.

"Ardi," Ardi mengawali untuk memperkenalkan dirinya.

"Hendri," jawab Hendri. Dan keduanya akhirnya melepaskan kedua tangannya masing masing.

"Pacarmu, El?" tanya Hendri dengan nada menyelidik pada Ella.

"Iya mas," jawab Ella dengan malu-malu.

"Wah adikku udah dewasa ternyata hehe," dengan semakin jahil dan kesengajaan yang terlihat, Hendri meletakkan sebelah tangannya di kepala Ella dan menepuk-nepuk kepala Ella lembut. Perbuatan yang seolah mampu mengobarkan aura api membara disekitar Ardi.

"Udah dulu ya semuanya. Aku mau jaga pagi dulu." Pamit Hendri melangkah ringan meninggalkan ruangan seakan tanpa dosa.

"Kalau ada apa-apa ntar kabarin aku mas," Ujar Ella sebelum Hendri keluar ruangan.

"Ok ok," jawab Hendri santai dan melangkah keluar dari kamar itu.

Siiiiiinngggg terjadi keheningan yang sedikit membuat suasana terasa mencekam.

"Kalian mau pulang naik apa?" mama Ella mencari topik untuk memecah keheningan.

"Bis patas," jawab Ardi singkat.

"Bis?" tanya Ella tapi tak berani membantah Ardi yang sepertinya masih marah.

"Iya. Mobilku aku tinggal di parkiran terminal Genting." Ardi mengemukakan alasannya.

"Yaudah karena hari udah semakin siang kalian berangkat saja biar sampainya gak kemalaman. Tujuh jam dari sekarang bisa-bisa sampai sana sore kan," mama Ella kembali mengingatkan.

"Benar tante. Kalau begitu saya dan Ella pamit dulu ya." Ardi mendahului berpamitan dan bersalaman dengan kedua orang tua Ella.

Ella juga ikut berpamitan, dipelukknya tubuh mama dan papanya sebelum menyalami kedua tangan mereka.

"Ella pamit dulu ya, ma, pa," Ujarnya dengan nada sedih. Terasa sangat berat dan tidak tega untuk meninggalkan kedua orang tuanya.

"Ati-ati di jalan ya," ujar papa Ella.

"Titip-titip Ella ya nak Ardi," mama Ella ikut menambahi sebelum kedua anak muda itu meninggalkan kamar itu.

"Iya tante. Mari, wassalamualaikum," Jawab Ardi sekalian pamit dan menutup pintu kamar melati 7 itu bertepatan dengan kedua orang tua Ella membalas salamnya.

Ella dan Ardi kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Berjalan beriringan dalam diam meninggalkan rumah sakit, mencari taxi untuk membawa mereka ke terminal Bungurasih.

Ella merasa Ardi masih marah dan sedang tidak dalam mood yang bagus untuk melakukan pembicaraan. Dia benar-benar bingung menghadapinya.

'Kenapa Ardi tiba-tiba begitu?' batin Ella kebingungan.

Sesampai terminal mereka melanjutkan mencari bis patas tujuan Surabaya-Banyu Harum. Langsung memasuki bis itu begitu mereka menemukannya dan mengambil duduk di kursi yang bersebelahan. Tak lama kemudian bis yang mereka tumpangi pun berangkat meninggalkan terminal, meninggalkan kota Surabaya.

~∆∆∆~

🌼Tolong klik RATE (⭐⭐⭐⭐⭐), JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR and GIFTS Makasih 😘🌼

1
Tanty Anggraeni Mulyadi
sae sae, Dokter..
saya sampe salfok ma kalimat survivor hidup kere../Curse//Smirk/
Tanty Anggraeni Mulyadi
Alhamdulillah baru ketemu novel ini,Bu Dokter Hajjah../Heart/
Ardiansyah Gg
tuhh kaaan... aduh.. maaf ya thor... aku selalu cari"kesalahan bang Roni, banding"in bang Roni sama babang Ardi ter love love 🤭
Ardiansyah Gg
bang Ardi banget ini ❤
Ardiansyah Gg
aku tetep tim Ardi.. tapi gk protes koq thor... ini cerita yang masuk akal 😍
Ardiansyah Gg
di bayar tunai
Ardiansyah Gg
punya no WA bang Roni gk sih.. pengen kasih tau cerita sebenernya 😏
Ardiansyah Gg: maklum thor.. gk bisa move on 🤭. sukses selalu buat author 🥰
total 2 replies
Ardiansyah Gg
akhirnya... ketemu lagi 🥰... gk bisa move on dari dr Ella n mas Ardi ❤
Kuria Stokis Msi Kendal
klo dipikir" yg paling beruntung tuh dr.Roni nantinya dah bisa dpt pacar secantik dr.ella ,dan pada akhirmya bisa dpt jodoh secantik dr.sari 😁
Kuria Stokis Msi Kendal
ngak kebayang perasaan ella saat nama sari yg dipanggil sang calon mertua untuk mendampingi ardi sebagai pasangan pura" pasti sskit bgt deh ella
Chamz Fita
mantapppp ceritanya...aku sukaa😍😍
Icah Cahyani
bagus banget ceritanya,dpt ilmu kedokteran jg,terima kasih dan sukses sllu buat author,the best pokonamah😁🙏🏻
Icah Cahyani
😂😂kasian bambang
Icah Cahyani
duhh makin gk suka banget sm Roni🙄
Ade Irmasuryani
crta hdupku bngt cinta trhlng restu ortu🙁
Icah Cahyani
iya mau proter sm authornya,belom jg d mulai dh d ganggu😀
Icah Cahyani
hoorreeyyy...
Icah Cahyani
gaasss lah nggar
Icah Cahyani
kecewa karna ella dh ngebuka hatinya buat roni
Icah Cahyani
aduhhh jgn dulu lah..tunguu aja😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!