NovelToon NovelToon
Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Perperangan / Kehidupan alternatif / Barat / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arrin Knight

Setelah sekian lama berada di urutan paling akhir Tata Surya Goldinian dan diasingkan oleh para immortal lainnya, Planet Silverian tiba-tiba mendapatkan energi baru, yakni energi gelap yang sangat kuat.
Flerix kemudian menggunakan kesempatan ini untuk menguasai Galaksi Metal. Namun, kelahiran Keira, seorang Crossbreed, menghalangi ambisinya.
Satu per satu rahasia tentang alam semesta dan dirinya sendiri kemudian terkuak, setelah Keira berusaha untuk mencari tahu siapa pelaku yang sudah mengacaukan kehidupannya.
Ia kemudian bertemu dengan seorang Blackerian yang membuatnya tersadar bahwa ada seseorang yang bermain dengan ruang dan waktu di dalam Galaksi Metal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrin Knight, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Palsu

Ryena menggelengkan kepalanya, lalu membalas, "Flerix, setelah kupikir-pikir, Aku rasa aku sudah terlalu kasar kepada kakakku … seharusnya aku bisa lebih menjaga emosi….”

Mereka berdua terdiam sesaat.

Lalu, Ryena kembali melanjutkan, “Aku … hanya ingin melindungi dirimu dan planetmu saja. Mengapa kakak harus membencimu sebesar itu?”

“Tuan Putri, apakah kau tahu mengapa seluruh planet yang ada di dalam Galaksi Metal mempunyai energi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya? Pernahkah kau berpikir mengapa Planet Halida tidak mengendalikan energi cahaya padahal mereka jelas adalah planet di urutan kedua tata surya Goldinian?” tanya Flerix, hanya sekadar ingin berbasa basi dengan Ryena.

Putri dari Palladina itu hanya menggelengkan kepalanya. Flerix langsung tersenyum manis melihat kepolosan Ryena.

“Karena atas dasar keadilan. Planet Palladina mampu mengendalikan energi cahaya, dan Planet Halida mampu mengendalikan energi bintang. Sementara planet lainnya memiliki kemampuan untuk mengendalikan energi dari meteoroid, komet, dan asteroid, namun tidak dengan Planet Silverian yang mereka pikir, kami sudah mencuri energi cahaya dari Planet Palladina dengan bulan-bulan milik kami. Mereka menghancurkannya, dan membiarkan kami hidup seperti ini hingga aku berhasil menemukan cara untuk mengendalikan energi gelap,” lanjut Flerix.

“Astaga, mengapa mereka melakukan hal itu? Maafkan kami, Flerix. Aku rasa para pemimpin planet itu hanya iri kepadamu!” seru Ryena.

“Kalau begitu, Tuan Putri,” ucap Flerix, lalu ia mendekati telinga Ryena, dan berbisik, "Hatimu. Ikuti saja apa kata hatimu. Kau sudah sangat dewasa, dan aku percaya kau mampu menjadi seorang putri yang memang berasal dari satu-satunya planet penjaga galaksi. Kau bisa memutuskan sendiri hidupmu. Kakakmu seharusnya tidak berhak ikut campur, jika itu menyangkut keputusanmu."

Ryena tiba-tiba mengepalkan kedua telapak tangannya. Ia mulai menangis.

“Aku, kemampuan apa yang kumiliki selain daripada Healing Renovatio?! Bahkan kakak sama sekali tidak pernah mengajariku caranya bertarung, dan aku hampir tidak pernah menyentuh pedang kosmik milikku sendiri!” serunya dengan air mata yang mulai membasahi wajahnya.

Namun, Flerix dengan cepat menyeka air mata Ryena, lalu mengelus wajahnya, kemudian mencium bibirnya. Walaupun sang putri tahu bahwa hal ini salah, ia tidak menolak sama sekali, bahkan menerima ciuman itu dengan hangat.

Setelah beberapa saat, Flerix lalu melepaskan ciumannya dari bibir Ryena, dan berbisik, "Maafkan aku, Tuan Putri. Aku menyukaimu, namun, sepertinya kita harus berhenti sampai disini. Status kita berbeda dan tidak mungkin kita bisa bersatu. Nah, sesuai keinginan kakakmu, aku akan secepatnya pergi dari sini. Anggap saja ciuman tadi adalah hadiah perpisahan dariku. Selamat tinggal, Yang Mulia."

Flerix hendak berbalik badan dan melangkah, namun, Ryena langsung meraih lengannya dan berseru, "Tidak, jangan, jangan pergi! Bawa aku bersamamu, Flerix!”

Wajah pria itu langsung terlihat terkejut begitu mendengar permintaan aneh dari sang putri barusan. Ia bahkan menatap Ryena dengan sorot mata yang tajam sambil mengernyitkan dahinya.

“Tuan Putri?” tanya Flerix pelan.

“Di sini juga, aku tidak dibutuhkan oleh siapa pun. Kakak hanya memperhatikan Jenderal Senior Xyon! Aku … aku hanya menginginkan kebahagiaanku saja! Aku tidak peduli lagi dengan semuanya! Mereka tidak pernah memberikanku tugas kerajaan, bahkan ayah dan ibu lebih memilih kakak untuk datang sebagai wakil mereka di seluruh acara kerajaan planet mana pun! Jika aku tidak meminta, mereka tidak akan mengajakku untuk ikut bersama dengan kakak! Sungguh tidak adil!” seru Ryena lagi dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca.

Mendengar permintaan itu, Flerix lalu menoleh lagi ke arah Ryena dan menatapnya dengan wajah yang sangat serius, lalu bertanya, "Apakah kau yakin akan permintaanmu, Yang Mulia? Aku adalah raja kegelapan. Isi hatiku ini seluruhnya hanyalah gelap. Tidak ada satu pun cahaya yang bisa menembusnya."

Ryena langsung mengangguk dengan amat yakin tanpa berpikir dua kali, lalu bertanya, "Aku akan menjadi cahaya bagimu, Flerix. Bukankah kita sama-sama mendapatkan ketidak-adilan dari mereka? Aku rasa, kita bisa bersatu….”

Flerix tersenyum setelah yakin bahwa Ryena sendiri yang meminta hal itu.

Ia lalu membelai wajah sang putri dengan perlahan, sambil bergumam dalam hatinya, "Kau ini sebenarnya bodoh, atau polos, Yang Mulia?"

Melihat Flerix yang hanya terdiam sambil menatap dirinya, Ryena kemudian bertanya, "Flerix, apakah kau bisa memenuhi permintaanku?"

Flerix langsung tersadar dari pikirannya setelah mendengar pertanyaan itu. Ia lalu menjauhkan tangannya dari wajah Ryena, dengan wajah yang terlihat sedikit gugup.

"Ah, jika kau tidak takut akan konsekuensinya, maka aku akan mengabulkan permintaanmu, Tuan Putri. Namun, apakah kau yakin kau ingin ikut denganku? Planetku tidak memiliki apapun selain kegelapan,” tanya Flerix.

Ryena sekali lagi, langsung mengangguk tanpa berpikir panjang. Flerix lalu meraih tangan kanan sang putri dengan senyum besar yang mendadak muncul di wajahnya.

“Jika kau yakin, aku akan membawamu untuk ikut denganku,” bisik Flerix.

Ryena mengangguk.

Flerix lalu berlari, mengajak Ryena, menuju tempat di mana pesawat luar angkasanya, Silvir, sedang diparkir. Setelah berlari di dalam hutan untuk beberapa saat, mereka berdua akhirnya berhenti melangkah begitu mereka sudah tiba di depan sebuah pesawat luar angkasa yang besar dan berwarna hitam.

Namun, tidak ada pasukan planet Silverian yang terlihat di sekitar sana. Hanya Silvir, Flerix dan Ryena saja.

Ryena kemudian memperhatikan sekelilingnya lalu bertanya, "Ke mana seluruh pasukanmu, Flerix? Disini sangat sepi. Apakah kakak masih melukai mereka di sana?”

"Ah, mereka berjaga agak jauh dari pesawat luar angkasa ini. Pesawat ini bernama Silvir,” jawab Flerix.

Kedua bola mata Ryena berkaca-kaca begitu ia melihat pesawat luar angkasa yang besar tersebut. Sungguh begitu menarik perhatiannya.

“Bagaimana jika aku membawamu masuk ke dalam, Tuan Putri?" tanya Flerix.

Ryena mengangguk sambil masih memperhatikan ukuran Silvir yang amat besar, dan mulai tertarik untuk masuk ke dalamnya. Flerix kemudian berjalan mendekati pintu pesawat luar angkasa itu sambil mengangkat tangan kanannya.

Kabut-kabut gelap mendadak muncul dari dalam telapak tangannya, dan berhembus ke arah pintu tersebut. Tiba-tiba saja pintu pesawat luar angkasa itu terbuka. Flerix lalu menurunkan tangan kanannya dan menoleh ke arah Ryena.

“Masuklah,” serunya.

Ryena lalu berjalan mendekati Flerix. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam dan pintu tadi langsung menutup dengan sendirinya. Setelah pintu sudah tertutup rapat, mereka berdua lalu berjalan berdampingan, menyusuri lorong pesawat tersebut.

"Astaga, mengapa bagian dalam pesawat ini tidak begitu terang? Apakah tidak ada lampu di sini? Ini sama saja seperti kau masuk ke dalam gua yang besar!” seru Ryena.

"Aku sudah berkali-kali mengatakannya kepadamu, Tuan Putri! Aku adalah penguasa energi gelap!” jawab Flerix.

Ryena terpana melihat sekelilingnya, kemudian ia berkata lagi, "Panggil aku Ryena! Aku tidak menyukai gelar putri kerajaan itu! Lagi pula aku sudah di sini bersama denganmu!”

1
Mr. Wilhelm
Ughhh ... Keknya bakal lebih bagus chapter awal kenalin kita MCnya dan karakterisasi dia dripada WB seabreg kek gini. Bnyak bnget informasi yg disodorin tanpa memberi waktu reader buat cerna, apa sih premis dari novel ini
Mr. Wilhelm
Ughhh pusing aku chapter pertama langsung dikasih wb seabreg /Drowsy/
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
mirip seperti plugo, ini ceritanya kyk nya lumyn menarik.. tapi sayangnya tidak di lanjot
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: pluto*
total 1 replies
Pengembara Virtual
mak tolong tempat tinggal ku mahu di seranngg
Arrin Knight: SERAAAANGGG!!!

*bawa pedang*
*bambu runcing*
total 1 replies
Pengembara Virtual
Apa mungkin 'dulu' ada sesuatu yang membuat para hadirin jadi terintimidasi dan segan, aku mikirnya malah pemimpin planet palladian dlu itu sangat mendominasi seperti diktat*r 🗿
Arrin Knight: Ada, di bab Masa Lalu nanti saya ceritakan.
✌️
total 1 replies
Pengembara Virtual
Aku tidak ingin ada perang berdarah lainnya pembunuh itu diundang.. 🤔
Arrin Knight: Kan asik perang brdrh terus, Kak.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Makasih buat up-nya hari ini, semoga besok masih diberikan umur buat baca bab selanjutnya ❤
Arrin Knight: Saya doakan yg terbaik utk kamu ♥️♥️
total 1 replies
Pengembara Virtual
jadi keinget om om kumis kotak
Arrin Knight: KUMIS KOTAK AKWOOWKOWKWOWKWKWK 😹😹😹
total 1 replies
Pengembara Virtual
Arena.. hmm?
Arrin Knight: Aduh, namanya jangan dibalik dong 😹😹😹😹
total 1 replies
Nori^
🤟🤟🤟🤟
Nori^: Pulu Pulu Pulu Pulu Pulu
total 2 replies
Ca Aa
Thanks buat update-nya hari ini. Makasih udah nemenin lemburku dengan bab baru iniii
Arrin Knight: Kamu kok lembur mulu?
Waduh~

Terima kasih sudah membaca, Qaqa~
total 1 replies
Ca Aa
Makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Mulai besok aja, deh.
Pengen cepet dikelarin.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Telat lagi buat baca, nih gara-gara lembur. Astaga naga🔥
Arrin Knight: Baca bisa kapan aja, Kak.
Asal rebahan.

😹
total 1 replies
Ca Aa
Nah, sampai sini, saya udah penasaran. Jadi, semoga besok khilaf update 3 bab💗
Ca Aa: Kembali tidur ajaa
total 2 replies
Ca Aa
Bukan KAI kan? jajaja
Arrin Knight: OAKAWOKAOWKWOWKWKWKWK ASTOGE 😹😹😹

Ini saya riset dari Jepang, mereka mau bikin, loh.
total 1 replies
Ca Aa
Hmm
Arrin Knight: Mari ngopi, Kak.
☕☕☕
total 1 replies
Ca Aa
Aih, gemesnyaa
Ca Aa: Bener
total 2 replies
Ca Aa
Baru pulang kerja, aih, lembur karena atasan saya yang agak syalan. Menyebalkan.

Btw, makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Tampaknya setelah ini, saya hiatus dulu, mau menikmati ranjang.
😹😹
total 3 replies
Ca Aa
Aku kira hari minggu bakal libur update, makasih loh ya, Kak
Arrin Knight: Nak, ini ada 400 bab-an. Kalau saya gak update, bisa capek itu karakter saya nungguin konflik selanjutnya.
😹😹😹😹

Lupa harusnya tadi pagi update.
total 1 replies
Ca Aa
Iya, itu kesalahan kamu.
Arrin Knight: Aowkwowkwowkkwkwk 😹😹😹
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!