Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Sekarang Dave sudah sampai di villa di sana Alena sudah menunggu dengan pakaian pantainya, tidak lupa membawa topi dan kacamata hitam.
Ia sudah tidak sabar ingin segera ke pantai bermain pasir, menikmati suara deburan ombak dan angin pantai yang sepoi-sepoi.
Sampai di Villa Dave bergegas ke kamarnya untuk mengganti pakaian kerja dengan pakaian santai.
Dave memakai baju kaos dan celana pendek, memakai topi dan kaca mata hitam.
"Are you ready Honey?" tanya Dave
"Yes, I'm ready, let's go" jawab Alena dengan semangat.
Mereka berdua pun langsung berangkat ke pantai di antar Jimmy yang masih setia mengantar kemana pun mereka pergi.
Alena begitu bahagia karena ia suka sekali dengan suasana pantai.
Mereka sampai di pantai Nusa Dua Bali, Alena dan Dave turun dari mobil berjalan menuju pantai.
Alena berlari-lari kecil di atas hamparan pasir putih dan bermain ombak di pinggiran pantai.
Sedangkan Dave asik mengambil foto pantai yang menurutnya cukup indah.
Ia segera menyusul Alena yang lebih dulu bermain ombak di pinggir pantai.
Dave menghampiri dan memeluknya dari belakang, Alena kaget segera membalik badannya sekarang posisi mereka sudah berhadapan, sehingga tidak ada jarak lagi di antara mereka.
Dave menarik pinggang Alena dan sekarang wajah mereka begitu dekat hingga terdengar dengan jelas hembusan nafas masing-masing.
Dave menempelkan bibirnya dengan bibir Alena, me****t benda kenyal itu dan Alena membalas ciuman Dave sampai mereka hampir kehabisan nafas.
Akhirnya mereka berhenti dan Dave melirik Alena dengan senyuman nakalnya.
"Do you like it?" tanya Dave.
"Yes i do, thankyou for this beutiful day" jawab Alena sambil mencium bibir Dave.
"I'm glad you're happy, I Will do anything for you babe" lanjut Dave.
Dave kembali memeluk Alena dari belakang.
"Biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar saja" pinta Dave pada Alena.
Alena menganggukkan kepalanya dan membiarkan Dave memeluknya dan sesekali Dave mencium tengkuk leher belakang wanita itu.
Dave dan Alena begitu menikmati suasana pantai dan mereka begitu mesra, berjalan bergandengan tangan menyusuri pantai.
Alena dan Dave bermain ombak, sesekali mereka berbalas-balasan menyipratkan air ke muka pasangannya sambil tertawa.
Hari ini menjadi hari yang bahagia bagi Dave maupun Alena bisa menghabiskan waktu bersama dengan canda dan tawa.
Tanpa terasa tenggorakan Dave terasa kering.
"Sayang aku haus, aku mau beli minuman dulu, kamu mau minum apa biar aku beliin" tanya Dave.
"Ayo kita cari minuman sekalian kita sambung ke Beach club di sana asik buat nongkrong sekalian nungguin sunset" Balas Alena.
"Oke, I Agree with you" kata Dave sambil menggandeng tangan Alena meninggalkan pantai menuju beach club.
Sekarang mereka sudah berada di beach club , Dave memesan minuman dan beberapa makanan untuk mereka nikmati sambil mendengarkan alunan musik EDM ( Electronic Dance Music ).
"Jangan jauh-jauh dari aku, tempat ini ramai dan lihat banyak mata-mata nakal tuh yang cari mangsa" bisik Dave ke telinga Alena karena alunan musik yang cukup memekakkan telinga.
"Emang aku mau kabur kemana? Paling jauh juga ke toilet" Sahut Alena sambil terkekeh.
"Tetap harus sama aku gak boleh sendiri" tegas Dave.
"Iya tau, tapi gak usah sampai posesif kayak gitu juga kali" ledek Alena.
Sampai senja menyapa, matahari sudah menyembunyikan wajahnya di ufuk barat.
Dave dan Alena memutuskan keluar dari Beach Club kembali ke Villa untuk membersihkan diri.
Badan mereka terasa lengket seharian ini kena pasir, air laut dan angin pantai.
Besok hari terakhir mereka di Bali kira-kira Dave mau ngajak Alena kemana ya dan kejutan apa yang sudah di persiapkannya.
Ikutin aja kelanjutannya, tetap di sini ya.
***********************
Aku masih menunggu like, komen, love ❤️,vote, dan bintang di kasih stemple jari jempol kalian ya 😄😆😆
Makasih buat dukungan kalian semua.
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2