NovelToon NovelToon
Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Patahhati / Hamil di luar nikah / Teen Angst / Lari Saat Hamil / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cheryfey

Seira merupakan seorang gadis yatim piatu yang hidup dengan bibi dan kedua sepupunya. Dia selalu diperlakukan seperti pembantu dan selalu dimarahi jika pulang terlambat.

Seira tidak pernah tersenyum lagi sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Namun sejak dia masuk ke SMA, dia bertemu dengan teman-teman yang baik hati dan menerima dia apapun status sosialnya.

Adapula seorang pria yang diam-diam menyukainya, tanpa mengetahui Seira juga ternyata memendam rasa yang sama dengan pria itu, Dandy namanya.

Mereka lalu mulai dekat dan pacaran. Seira sangat beruntung karen Dandy memperlakukannya sangat istimewa, juga orang tua Dandy tidak mempermasalahkan hubungan mereka berdua.

Namun cinta tak selamanya indah. Satu-persatu masalah mulai muncul. Musuh lama Dandy datang dan mulai mendekati Seira sebagai bentuk pembalasan dendam.

Seira yang tidak tahu apa-apa dijebak, namun Dandy segera datang dan menyelamatkannya. Mereka lalu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Hidup Seira yang sudah lama berantakan, menjadi hancur begitu dia melakukan sesuatu yang seharusnya tak dia lakukan bersama dengan Dandy. Namun semuanya sudah terjadi dan waktu tidak dapat diputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cheryfey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Bersembunyi

Seira memang sengaja tidak menghubungi siapapun. Setelah Jerendra memberikan surat itu Seira sangat bersalah kepada para sahabatnya.

Sekarang nafsu makannya tidak menentu, membuat Serumi sangat prihatin. “Paksain sesuap atau dua suap Ra. Kasihan calon dedek bayinya.”

Sudah dipaksakan memang tapi semuanya tidak ada yang mau masuk ke perut. Semua kebutuhan Seira itu Jerendra yang menyanggupi. Sungguh Seira sangat berhutang banyak dengan pasangan ini.

Dia sekarang mau pergi ke dokter untuk mengecek kondisinya, Serumi menawarkan untuk mengantarnya tapi ditolak. Karena Serumi harus sekolah. Dia juga masih bisa sendiri.

Dokter ini juga Jerendra yang menyarankan dia sudah membuat jadwal bertemu, Seira hanya tinggal datang saja.

“Selamat pagi dokter.” Sapa Seira setelah masuk ke ruangan dokter yang bernama Dava Pramana.

Dokter Dava tersenyum ramah, “Selamat pagi nona Seira. Silahkan duduk.”

Selama pemeriksaan dokter Dava sangat sabar menjelaskan. Dia juga sangat profesional dengan tidak menanyakan privasi pasien.

Tidak menyinggung dimana suami, kerabat atau bahkan keluarganya. Berbeda dengan tatapan para suster yang mengantarkannya kesini.

“Baik nona Seira, semuanya normal keluhan yang anda rasakan. Saya sudah menuliskan resep dan penambah nafsu makan. Pertemuan kita selanjutnya lima minggu lagi.” Ucap dokter Dava dan menyerahkan resep untuk Seira tebus.

“Baik terimakasih dokter.” Seira pamit kepada dokter Dava.

Seira berjalan sambil melihat beberapa resep yang ditulis untuk ditebus. Namun Seira benar-benar tidak bisa membaca apa yang terdapat pada tulisan itu. Memang bukan ranahnya untuk mengetahuinya.

“Seira!”

Panggilan seseorang dibelakang membuat jantung Seira berdetak kencang. Seira mencoba menghindarinya dengan berjalan dengan cepat. Seira hafal betul itu adalah suara lembut milik Yura. Sahabatnya!

Beruntung dia bisa menghilang dengan cepat di kerumunan. Karena terlalu tergesa-gesa Seira tak sengaja menabrak seseorang.

“Maaf saya tidak sengaja.” Ucap Seira meminta maaf.

“Ya, nggak papa. Eh kamu Seira kan?” Ucap orang itu meneliti Seira dari atas dan bawah. Dia agak terkejut dengan penampilan Seira. Juga dibenaknya bertanya-tanya untuk apa Seira berada di sini?

Setelah menyadarinya bahwa orang yang ditabraknya itu tidak asing, wajah Seira langsung berubah pucat.

Sedangkan dibelakang sana, Yura yang tadinya mau mengejar orang yang mirip dengan Seira itu tidak jadi karena papanya memanggilnya karena adiknya sudah lahir.

...*****...

Mereka sekarang sedang duduk dibangku taman. Seira merasa sangat gugup, tapi orang disampingnya malah sangat santai.

“Jadi kamu mutusin beasiswa karena hamil dulu? Apa itu anak Dandy?”

Jleb! Semua omongan yang keluar dari orang disampingnya tidak ada yang melesat.

“Iya.” Jawab Seira dengan jujur dan menundukan wajahnya. Yah, sepandai-pandainya dia menyimpan rahasia pasti lama-kelamaan akan ketahuan juga.

“Kemana Dandy? Apa dia nggak bertanggung jawab?”

Jleb! Untuk ke dua kalinya Seira dibuat tertusuk dengan kata-katanya.

“Dia pergi.” Seira memelankan suaranya.

Terdengar helaan nafas disebelahnya. “Semua lelaki brengsek ya. Cuma enak bikinnya aja, giliran disuruh tanggung jawab malah ngilang.”

Jleb! Lagi-lagi perkataannya sangat tepat sasaran.

“Mn.” Gumam Seira.

Orang disebelahnya adalah Kirana, pacar kak Theo. Mereka memang tidak terlalu akrab karena hanya bertemu disekolah selain itu Kirana juga kakak kelas Seira walau umur mereka sama.

“Kenapa kamu kuat banget Sei?” Ternyata Kirana sedari tadi menahan air matanya karena terharu. Matanya berkaca-kaca ketika Seira menatapnya.

“Em ah. Karena aku sudah terbiasa menderita dari kecil kak.” Jawab Seira sambil tersenyum.

“Bodoh banget sih! Kok masih bisa senyum! Harusnya kamu nangis! Menderita kok terbiasa!” Malah sekarang Kirana mencak-mencak sendiri.

Seira bingung dengan perubahan mendadak kakak kelasnya ini. Tadi berkaca-kaca sekarang malah marah-marah.

“Ya abisnya gimana ya haha. Nasibku emang jelek banget kak.”

“Kenapa kamu nggak nuntut balik gitu ke Dandy!” Ucap Kirana dengan ketus masih tidak habis pikir.

“Dianya aja kabur kak, gimana mau nuntut.”

Kirana spontan berdiri. “EH XI ANJING!”

“Kak, suaranya.” Tegur Seira merasa tak enak karena teriakan Kirana yang lumayan keras.

“Ya maaf keceplosan.” Kirana duduk lagi setelah melototi beberapa ibu-ibu yang melihat kearah mereka. “Tapi Sei ini bener-bener nggak adil.”

Seira menghela nafas, “Ini udah konsekuensi segala yang kuperbuat kak. Aku juga salah, walau yang brengsek itu tetep Dandy.”

“Brengsek, bajingan, sialan the fcvshanakahvaywvayabauqoamaliqgwb aqua kala qiqiqlpqnsuwba skwiwnkqoanwhwj.” Kirana sedang mengabsen penghuni kebun binatang.

“Hahaha udah kak stop hahaha.” Setidaknya Seira merasa terhibur dengan kelakuan random kakak kelasnya ini.

Kirana sama Theo memang sebelas dua belas, mungkin mereka jodoh. Sifat mereka sangat mirip, walau disekolah Kirana menutupinya tidak seperti Theo.

“Kak, jangan bilang ke siapa-siapa ya masalah ini. Aku mohon.”

“Yaampun Sei, tenang aja aku bukan tukang gosip kok. Lagian nggak ada untungnya buat aku.”

“Makasih kak.” Seira percaya, memang Kirana orang yang sangat anti untuk urusan gosip-menggosip, dia tidak suka mengurusi hidup orang lain.

“Kamu selama ini dimana Sei?” Tanya Kirana penasaran.

“Aku tinggal dipanti asuhan kak. Kebetulan teman masa kecilku juga tinggal disana.”

Kirana menganggukan kepalanya. “Beri aku alamatnya. Lain kali aku mau mampir, boleh kan?”

Seira tersenyum. “Boleh kok kak. Tapi jangan ajak nenek sihir nanti aku kena marah hehe.”

“Ahaha, bisa aja kamu Sei.” Mereka tertawa bersama.

Sedikit rahasia, sebenarnya bu Irina adalah ibu kandung dari Kirana. Memang tidak banyak yang tahu, Seira mengetahuinya sejak les dengan Theo.

Setelah itu Kirana pamit karena kakaknya sudah selesai pemeriksaan. Dia berkata kapan-kapan akan mampir ke panti asuhan. Seira mengiyakan, dia tidak keberatan.

“Jadi, tadi itu beneran Seira kan?”

Deg! Seira ingin menghilang saat itu juga.

1
Baobei
Untuk ending bagus banget ngena. Terimakasih autor yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan ini. Semangat untuk kedepanya, ditunggu karnya selanjutnya
Baobei: Sama sama thor,,
total 2 replies
Ahiko Chan
Hal yang paling berharga untuk sementara waktu adalah mencoba memasukkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain
Ahiko Chan
Hal-hal buruk terjadi ketika orang baik berpura-pura tidak ada yang salah
Ahiko Chan
Jangan membuat keputusan dengan marah atau mempermalukan musuh setelah mengalahkannya
Ahiko Chan
Saya meminta Anda untuk tidak membenci, karena kebencian tidak meninggalkan ruang bagi seseorang untuk bersikap adil dan itu membuat Anda buta dan menutup semua pintu pemikiran
Ahiko Chan
Ini sedikit terlambat. Saya sedikit terlalu pergi. Sedikit terlalu lelah hanya bertahan
Ahiko Chan
Kehidupan ini dulu begitu benar mengabaikan kesalahan
Ahiko Chan
Penjahit penjahit mereka menggulung pesawat kertas
Ahiko Chan
Tidak bisa mengikuti, Anda membenci terlalu lambat
Ahiko Chan
Saya percaya bahwa Anda melewati masa lalu Anda dan Anda belajar apa yang Anda pelajari untuk alasan apa pun.
Ahiko Chan
Jangan pernah khawatir tentang hal-hal yang tidak mengkhawatirkan Anda
Ahiko Chan
Lakukan apa yang Anda inginkan, jika itu adalah sesuatu yang Anda sesali pada hari berikutnya, tidurlah larut malam
Ahiko Chan
Bagaimana mungkin kita tidak berbicara tentang keluarga padahal hanya keluarga yang kita punya
Ahiko Chan
Hal-hal yang paling kita inginkan adalah hal-hal yang paling cepat menghancurkan kita
Ahiko Chan
Hubungan seperti narkoba. Mereka membunuh Anda atau memberi Anda perasaan terbaik dalam hidup Anda
Ahiko Chan
Sulit melihat orang berubah, tetapi lebih sulit mengingat siapa mereka dulu
Ahiko Chan
Masa lalu tidak dapat diubah atau dilupakan, diedit atau dihapus. Itu hanya bisa diterima
Ahiko Chan
Beberapa dari kita melakukan banyak hal untuk membuat orang lain bahagia. Sedihnya, sebagian dari kita bahkan tidak mengenal seseorang yang akan melakukan hal yang sama untuk kita
Ahiko Chan
Jadilah dirimu sendiri dan biarkan semua orang mencintai orang itu
Ahiko Chan
Gulung satu maka saya akan menyalakannya. Pesan satu dan saya akan membelinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!