Perang antar galaksi yang terjadi antara Ras Mogoley dan Ras Hujole belumlah usai. Banyak galaksi, sistem tata surya lain, sekarang sudah menjadi arena pertempuran dari perang besar itu. Lalu kini, perang tersebut sudah mengarah ke tata surya di mana Bumi berada.
Lintang Cahya Sendira, salah satu orang yang baru saja lulus dari kuliah jurusan programer miliknya, mendapatkan sebuah hadiah yang sangat tidak terduga, sebuah Sistem. Lalu, misi yang diberikan oleh Sistem tersebut sangatlah memberatkan Lintang.
…
“Membuat sebanyak mungkin orang di Bumi menjadi kuat dan mampu mengikuti perang antar galaksi? Bagaimana bisa aku melakukan hal itu?” tanya Lintang kepada Sistem tidak lama setelah mendapatkannya.
Tidak lama setelah berpikir keras dan hampir membuatnya stres, Lintang pada akhirnya menemukan cara untuk bisa membuat manusia di Bumi bisa mengikuti perang antar galaksi.
“Jika mereka tidak bisa melakukan perang secara langsung, bagaimana jika kita menjadikan perang itu sebagai lata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GW 23 Ras Lain Di Planet Mars
[Toko Sistem :
- Rumah dengan lima kamar : 1.200 poin game
- Rumah dengan sepuluh kamar : 2.500 poin game
- Hotel dengan 100 kamar : 25.000 poin game
- Hotel dengan 200 kamar : 70.000 poin game
- Gedung apartemen 100 unit hunian : 70.000
- Gedung apartemen 200 unit hunian : 160.000
- Kastil : 300.000 poin game]
Lintang memandangi harga serta desain dari bangunan baru yang ditawarkan oleh Sistem. Harga bangunan itu termasuk cukup wajar menurut Lintang. Namun, ia akan membutuhkan poin game yang cukup banyak jika ingin membangun kota yang besar.
Sebelumnya, Lintang sudah mencari desain tata letak kota dari internet. Desain tata letak kota itu, Lintang membutuhkan cukup banyak poin game jika ingin mendirikan bangunan sesuai dengan desain tersebut.
“Sistem, berikan aku kedai, toko senjata, toko ramuan masing-masing lima belas buah. Untuk area pelatihan sepuluh buah. Tiga hotel dengan seratus kamar, tujuh hotel dengan dua ratus kamar. Untuk apartemen, saat ini aku hanya perlu dua bangunan untuk setiap jenisnya. Untuk kastilnya, berikan aku satu buah,” pinta Lintang.
[Tentu, Host]
[Ding]
[1.369.000 poin game telah diambil dari poin game milik Host. Selamat Host mendapatkan 15 kedai, 15 toko senjata, 15 toko ramuan, 10 arena pelatihan, 3 hotel dengan 100 kamar, 7 hotel dengan 200 kamar, 2 gedung apartemen 100 unit, 2 apartemen 200 unit, dan 1 buah kastil. Aapakah Host akan meletakkan bangunan itu sekarang?]
“Letakkan semua bangunan itu sesuai dengan desain yang aku miliki.”
[Tentu, Host.]
“Aku sudah menghabiskan satu juta tiga ratus lebih poin game. Sekarang poinku yang tersisa hanyalah tiga ratus ribus poin,” gumam Lintang. Ia perlu mempersiapkan senjata, zirah baru, dungeon, serta bos liar untuk para pemain. Lintang rasa tiga ratus ribu poin cukup untuk hal itu.
“Sekarang aku hanya tinggal menunggu ada pemain yang mencapai level 20.”
…
“Jadi ini game milikmu?” tanya Seno memandangi kota kecil yang kemarin Lintang bangun. Seno melihat beberapa gedung tinggi terlihat di sana sini. Para pemain juga terlihat banyak memenuhi kota kecil ini.
"Ya, Kakek. Sekarang aku memiliki enam area pelatihan yang kosong. Itu nanti akan memjadi tempat kalian melatih para pemain. Aku juga sudah memodifikasi arena pelatihan sesuai dengan bidang kalian masing-masing," jelas Lintang.
"Aku butuh tenaga ekstra untuk membuat tanah di Planet Mars bisa ditanami. Lihat saja tempat ini sangat tidak cocok untuk tanaman. Kandungan oksigen di sini pun tidak banyak. Jika saja kita ini tidak diberikan perlakuan khusus oleh Sistem milikmu, maka kita tidak akan bisa bernafas dengan normal di sini," jelas Seno.
Selain lima orang yang memang sebelumnya sudah Lintang minta untuk menjadi mentor bagi para pemainnya, Seno juga ikut mengajukan diri. Ia ingin mengajari para pemain bercocok tanam dan mengubah Planet Mars sebagai planet yang memiliki tanaman hijau.
"Kita nanti pasti akan bisa mengusahakan hal itu, Kakek. Untuk sekarang, tolong ajari para pemain dasar-dasar kemampuan kalian. Aku ingin mereka jadi lebih kuat dengan bantuan kalian," pinta Lintang.
Kemarin malam, salah satu pemain Lintang sudah ada yang mencapai level dua puluh. Dengan begini, fitur serikat dan fitur pekerjaan sampingan untuk para pemain sudah dibuka. Ketika Lintang mengumumkan hal ini di laman web game miliknya, Lintang mendapatkan respon yang positif. Cukup banyak pemain yang tidak sabar untuk mencapai level 20.
Lalu, kemunculan fitur penginapan juga diterima dengan baik oleh para pemain. Cukup banyak pemain yang mencoba "menginap" di hotel yang sudah Lintang sediakan. Namun, sampai sekarang belum ada yang membeli unit apartemen yang Lintang jual. Ini karena harga yang Lintang patok untuk setiap unitnya cukup mahal.
Sekarang ini pemain masih memiliki level yang sangat kecil. Game ini pun masih berumur beberapa hari. Jadi, tidak banyak uang yang dimiliki oleh para pemain. Tidak semua pemain mau membeli barang di game terutama rumah yang tidak memberikan mereka apa pun.
Lintang lalu mengantar keluarganya menuju ke arena pelatihan mereka masing-masing. Sebentar lagi mereka akan memulai mengajari para pemain keahlian lain. Ketika Lintang mengantar mereka, ia bisa melihat cukup banyak pemain yang sudah menunggu di depan arena pelatihan.
Sepertinya para pemain ini sudah tidak sabar untuk bisa menambah skill baru. Mereka yang mengantre tidak hanya mereka yang berlevel 20 atau lebih, tetapi mereka yang berada di bawah level 20 juga ikut mengantre. Padahal, Lintang sudah memberi pengumuman bahwa hanya mereka yang berlevel 20 ke atas yang bisa mempelajari skill non skill bertarung dari para mentor.
"Aku tidak menyangka para pemain cukup antusias untuk belajar menempa senjata. Lihatlah, jumlah orang yang ingin belajar menempa sudah mencapai ratusan," ucap Andi yang melihat jumlah antrean di depan arena pelatihan pandai besi miliknya.
"Kakek Buyut, apakah Kakek Buyut bisa mengatasi mereka?"
Andi mengibaskan sebelah tangannya, pertanda bahwa apa yang di depannya ini bukan masalah yanh besar. "Aku bisa mengatasinya. Lagi pula, beberapa orang di Keluarga Prayudi sudah aku ajari kemampuan menempa. Jika hanya untuk mengajari anak-anak baru seperti mereka, itu bukan masalah besar," jelas Andi.
Lintang ingat ketika ia menemui Andi, ada seorang laki-laki yang membantu Andi dalam menempa senjata. Itu berarti Andi tidak memiliki masalah besar mengenai hal ini.
"Baiklah. Aku akan menyerahkan segala urusan di sini kepada Kakek Buyut. Jika Kakek Buyut butuh bantuan, katakan saja padaku. Dalam game ini, aku akan tinggal di kastil dan berperan sebagai wali kota. Jika aku tidak ada di sana, itu berarti aku kembali ke Bumi," jelas Lintang.
"Tidak masalah."
Lintang lalu menemui keluarganya yang lain. Ia ingin menanyakan kepada mereka apakah mereka bisa mengatasi jumlah pemain yang banyak. Namun, sama seperti Andi, mereka semua ternyata memiliki asisten yang ternyata masih merupakan keluarga. Jadi, Lintang tidak perlu lagi mengkhawatirkan mengenai mereka.
[Ding]
[Misi baru telah dibuat. Host Sistem telah mendeksi adanya ras pendukung Ras Mogoley di Planet Mars. Host, usir ras tersebut dan jadikan tempat yang mereka duduki sebagai kota baru untuk Host dan para pemain.]
[Batas waktu : 14 hari]
[Hadiah : +10.000 poin game, 1 tugu kelahiran baru, peta baru]
[Hukuman : -30.000 poin game, kehilangan 50% bangunan, tidak akan ada penambahan poin dari penambahan pemain baru selama dua minggu]
[Host lakukan misimu dengan sungguh-sungguh dan bantu penduduk Bumi dalam perang antar galaksi]
Lintang langsung tertegun mendengar pemberitahuan dari Sistem. Ada ras lain yang merupakan ras pendukung Ras Mogoley? Ini tidak bisa dibiarkan memang. Sekuat apa pun mereka, Lintang perlu mengalahkan ras ini dan membuat mereka hilang dari Planet Mars.
Jika mereka masih ada di Planet Mars, cepat atau lambat mereka akan tahu mengenai keberadaan para pemain. Mereka pasti akan melaporkan temuan mereka itu ke Ras Mogoley. Jadi, disaat mereka belum memiliki persiapan apa pun, Lintang memang harus menghancurkan mereka.
"Sistem, pemain milikku masih memiliki level rendah. Level tertinggi dari para pemain adalah level 20, jumlah mereka pun kurang dari seribu. Tidak mungkin mereka bisa menghadapi ras lain bukan? Itu sama saja dengan mengirim pemainku menuju ke kematian mereka."
"Lalu, jumlah seluruh pemainku kurang dari satu juta. Aku yakin jumlah musuh serta teknologi mereka lebih unggul dari para pemainku. Aku tidak yakin bisa memenangkan pertarungan ini," jelas Lintang.
Jika saja pemain miliknya banyak yang sudah mencapai level 20, Lintang yakin dirinya bisa memenangkan perang ini. Namun, pemainnya masih belum sekuat itu, dan Sistem memintanya melakukan perang.
yang baru2baca ditahun-tahun ini juga pasti menyayangkan karena tidak diteruskan 😥😥😥
mending buat mc yg jenius
sekarang dah kurang menarik karena ikut terekspos