NovelToon NovelToon
Lelaki Pengganti

Lelaki Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gilva Afnida

Dua insan yang sama-sama masih memiliki hati yang terluka disatukan karena suatu keadaan yang mendesak.

Tak pernah terbayangkan oleh Lily, hamil di luar nikah dan menikah dengan pria lain yang bukan ayah kandung dari si janin. Pria itu bernama Azril.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilva Afnida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 | Dia istriku

Dentuman tabuhan rebana yang menjadi hiburan utama acara, sudah terdengar jauh di telinga Azril dan Lily yang saat ini masih berada di dalam mobil. Dari kaca mobil, Lily sempat takjub melihat banyaknya mobil tamu undangan yang berjejer-jejer di sepanjang pinggir jalan menuju tempat acara, tak kalah meriah dari acara hajatan orang nikahan. Bahkan Azril harus parkir mobil di tempat yang agak jauh dari tempat acara.

"Ingat! Di depan semua orang, kita ini pasangan suami istri pada umumnya." Azril berucap sambil melepas sabuk pengamannya. "Jangan sampai mereka melihat ada kecanggungan diantara kita." Tujuannya tentu saja agar aktingnya dengan Lily nanti tidak akan dicurigai oleh Meyda.

"Iya," jawab Lily sambil merapikan khimar yang terlihat sedikit berantakan.

"O iya." Tiba-tiba Azril teringat sesuatu sesaat ia membuka pintu mobilnya. "Biasakan diri untuk memanggilku dengan sebutan mas. Aku gak ingin kamu keceplosan menyebutku dengan nama saja di depan orang banyak, orang-orang akan curiga nantinya."

Ucapan Azril ada benarnya. Sebenarnya bukan masalah besar untuk Lily, menyebut seorang pria dewasa-apalagi usianya yang terpaut jauh diatasnya- dengan sebutan 'mas'. Lily hanya tidak terbiasa menyebut Azril dengan sebutan itu karena tingkahnya yang sering mengajak Lily untuk bertengkar. Lily hanya tak ingin selalu dianggap remeh oleh Azril. "Hmm... baiklah."

Setelah mendapat kepastian oleh Lily, Azril segera turun dari mobil dan menutup pintu. Di luar matahari begitu terik, membuat Azril tak sabar untuk menunggu Lily yang masih sibuk membenahi bros jilbab yang posisinya sedikit miring. Akhirnya Azril memilih meninggalkan Lily dan berjalan sendirian menuju tempat acara. Dia akan menunggu Lily di depan pintu masuk.

Lily begitu kecewa, saat keluar dari mobil, ia tak mendapati Azril ditempatnya. Dengan terpaksa ia berjalan seorang diri di bawah sinar matahari yang begitu terik. Lily sempat menyesali keputusannya mengenakan sepatu berhak tinggi yang kemudian membuat sekujur kakinya sampai ke pinggang terasa nyeri dan kram. Sempat terlupa bahwa dirinya tengah berbadan dua, seharusnya ia mengenakan sepatu berhak rendah, wedges atau slip on yang pastinya akan sangat nyaman untuk digunakan. Apalagi terik matahari membuat kulitnya seperti terasa terbakar, mau tak mau Lily berjalan sedikit cepat agar segera bertemu dengan Azril. Tentu nanti dia tak ingin terlihat sendirian di tempat asing yang belum pernah ia sambangi sebelumnya.

Saat Azril sudah berada di depan pintu masuk, dia melihat ada seorang wanita bertubuh tinggi, mengenakan gamis dengan rumbai-rumbai di sisi bawahnya sedang berjalan mendekat ke arahnya. Azril menyipitkan mata untuk melihat dengan benar, sinar matahari benar-benar membuat dirinya kesulitan untuk melihat siapa wanita itu.

"Sampai juga kamu, aku kira kamu gak bakalan dateng." Ternyata itu adalah Meyda. Ada kelegaan dari suaranya, karena mengira Azril tak akan datang. Beberapa kali Azril menolak undangannya untuk datang di suatu acara, dan baru kali ini Azril menyanggupi undangannya. Maka dari itu, Meyda merasa senang bukan main. Dapat melihat kembali Azril sesuka hati, tanpa ada seorang istri disisinya. Ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan oleh Meyda.

"Aku kan udah janji bakalan dateng. O iya..." Azril menoleh sekeliling, mencari keberadaan Lily yang ternyata berjalan agak pincang beberapa meter di belakangnya.

"Kamu lama banget, sih," bisik Azril saat Lily sudah berada di dekatnya.

"Maaf, kakiku sakit." Lily berbalas bisik sambil meringis kesakitan. Tangannya memijit bagian kaki yang terasa berdenyut nyeri.

"Tadi aku sempat jatuh pas lari." Penyesalan Lily hari ini adalah berjalan mengenakan sepatu hak tinggi dibawah sinar matahari yang sangat terik.

Kening Azril mengerut, memandang Lily yang berdiri dengan posisi tak nyaman. "Lagian ngapain kamu pake lari-larian segala?"

"Panas, aku keburu gak kuat tadi." Lily masih bisa protes meskipun kakinya semakin terasa berdenyut nyeri.

Meyda memandang aneh pada Azril yang tengah bercakap-cakap dengan seorang gadis muda. Azril terlihat sangat akrab dengan gadis tersebut, membuat perasaan Meyda tak nyaman karena belum pernah mengenal gadis itu sebelumnya.

"Ehem." Meyda berdeham untuk menengahi mereka yang seperti sedang berselisih pendapat. "Azril, ini siapa?"

Lily yang sedari tadi tak merasa ada keberadaan wanita berparas cantik di depannya pun menoleh. Sejenak Lily sempat terkagum melihat kecantikan Meyda yang seketika membuatnya insecure sebagai seorang wanita. Meyda memiliki alis tebal alami berwarna hitam pekat yang tertata rapi, matanya bulat dengan netra coklat yang benderang. Hidungnya tegak lurus meruncing kebawah dengan bibir yang sedikit lebar, tebal dan tampak penuh.

Melihat Meyda, Lily menjadi tahu alasan Azril menyebut pakaian yang dikenakannya -saat sebelum berangkat- tidak sopan dan tidak pantas. Ternyata bukan hanya Meyda saja, tapi hampir semua orang mengenakan gamis dan khimar panjang, atau setidaknya mereka mengenakan pakaian tertutup meskipun tidak mengenakan jilbab.

"Kenalin, dia namanya Lily." Azril menatap Lily dan meneruskan ucapannya, "Dia istriku."

Punggung Lily menegak saat Azril menggenggam erat tangannya. Tangannya terasa hangat, tak seperti sikapnya yang dingin selama ini. Saat ia menoleh, matanya berserobok dengan netra kecoklatan milik Azril yang begitu indah. Masih dibawah sinar matahari yang terik, Azril begitu tampan dengan senyumannya yang memikat. Sulit untuk Lily akui, bahwa jantungnya berdegup kencang saat melihat ketampanan Azril yang luar biasa.

"Apa? Sejak kapan kamu menikah?" Jika tidak ada suara rebana di dalam tempat acara yang menggema, sudah pasti teriakan Meyda terdengar oleh semua orang yang menghadiri acara.

Seketika kaguman Lily terhadap Meyda langsur luntur setelah mendengar teriakannya. Wajah Meyda memerah karena menahan amarah, wanita itu tak sungkan-sungkan menatap Lily dengan tatapan tak suka. Netranya yang benderang bergerak ke atas dan ke bawah, meneliti penampilan Lily secara terang-terangan.

"Belum lama, kurang lebih sekitar tiga minggu yang lalu."

Meyda mengingat kembali, jika pernikahan keduanya berlangsung tiga minggu yang lalu, itu berarti saat dirinya belum menghubungi Azril untuk mengundangnya datang ke acara ini. "Kenapa aku tidak diundang?"

"Maaf, ini adalah pernikahan keduaku. Jadi, aku hanya ingin menikah tanpa resepsi. Hanya keluarga inti dan beberapa kerabat saja yang hadir saat ijab qobul." Azril sudah memikirkan alasan yang masuk akal untuk Meyda. Dia berharap setelah ini, Meyda akan mundur dan menyerah untuk mengejarnya.

Harapan Meyda meredup, semangat yang tadinya menggebu-gebu, kini mulai meluntur. Ia memandang ke arah pria yang ia cintai dengan penuh kekecewaan. Matanya mulai mengembun dengan perasaan sesak dan perih di dalam dada. Dua kali ia tersakiti dengan melihat Azril menggandeng seorang wanita yang bergelar istrinya.

Padahal dia belum berjuang, namun ternyata sudah kalah sebelum berperang.

"Aku masuk ke dalam dulu ya." Azril melenggang masuk, masih dengan tangan yang menggenggam erat tangan Lily. Mengabaikan Meyda yang masih berdiri mematung dengan segala kekecewaannya.

1
🌹 Mommy caeeeem 😍
author yg Baek hati,,yg cantik,,yg ramah dan yg penting rajin menabung,,,
tolong donk,, kalo up yg banyak" 🤭😂😂
mamak"e wonk
semangat Author 💪💪💪🥰🥰🥰
mamak"e wonk
Alhamdulillah hubungan azril & lilly menjadi lebih naik lagi..🥰❤️❤️
semoga tambah cinta ❤️❤️
mamak"e wonk
semoga ada hikmah nya 😊
semangat thor 💪💪💪
Dina Sutarlim
bagus
mamak"e wonk
Rasain~ sakitkan...belum seberapa di banding kan rasa malu& sakit yg lili alami 🥴😌
mamak"e wonk
nah..ke pergok mama mertua dah...😁
mamak"e wonk
semoga permasalahan antara lilly.dan azril cepat melumer...agar rumah tangga nya rukun dan penuh cinta 🥰🥰
mamak"e wonk
🤣🤣🤣
dasar kulkas so romantis...
mamak"e wonk
helleh preett lah~ 😁
mamak"e wonk
lama betul Up nya thor~ apa kabar??
mamak"e wonk
lancar betul mulut mu bicara...
mamak"e wonk
Isti yg hamil bukan darah daging nya haram untuk menunaikan kewajiban nya...tunggu masa nifas selesai baru izab qabul kembali baru sah di mata agama menunaikan hak dan kewajiban seorang istri...
mamak"e wonk
Cieeeee..... udah cemburu..😁
cemburu tanda cinta,marah tandanya sayang 🥰🥰💃💃💃💃
mamak"e wonk
sirubah licik berubah jadi anggora...tapi jgn lupa mereka mempunyai kuku & taring yg sama...😤
ochie wegiftproject
lanjut thor.... hihi
ochie wegiftproject
waduh.... gimna ni akhirnya
mamak"e wonk
penasaran
ochie wegiftproject
apa alasannya thorrr
mamak"e wonk
kasihan juga di cuekin suami..walau gak cinta tapi wanita hamil butuh d perhatikan juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!