NovelToon NovelToon
神の復活: BANGKITNYA KEMBALI SANG DEWA

神の復活: BANGKITNYA KEMBALI SANG DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Isekai / Spiritual / Kultivasi / Barat / Tamat
Popularitas:199.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pandu Diwanata

Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.

ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.

Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?

Note:

Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.

ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.

agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.

mohon dukungannya yaa terimakasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bebas?!

Dion pun mencabut pedang miliknya dari polisi tersebut. Sehingga polisi itu mulai tersungkur jatuh ke lantai namun dengan sesegera mungkin Arthur meraih tubuhnya sehingga tak jadi jatuh ke lantai.

Dion mundur perlahan. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. keringatnya bercucuran dari dahinya. Ia terlihat begitu ketakutan.

Tak mau menjadi seorang pelaku, ia pun membuang pedangnya dan lari keluar meninggalkan mereka berdua. 

Arthur yang melihat itu Dion kabur hanya bisa diam saja. Ia tak bisa mengejarnya. Terlebih luka yang dimilikinya belum juga kunjung sembuh. 

Arthur pun mengecek apakah detak nadi sang polisi tersebut masih berdenyut atau tidak. 

"Ya tuhan, dia sudah mati" Ucap Arthur. Ia terkejut karena tidak merasakan denyut nadinya sama sekali.

Tak lama seorang pria dengan pakaian yang sama dengan Wizard itu datang menghampiri mereka.

"Apa yang sudah terjadi padanya?!" Tanya pria itu sambil ikut mengecek tanda-tanda kehidupan pada polisi itu. Ternyata pria tersebut merupakan rekan satu timnya.

Akhirnya Arthur menjelaskan tentang semua yang telah terjadi kepada rekan Wizard itu. 

Rekan wizard itu dengan cepat pergi keluar untuk mengejar Dion namun ia tak berhasil menemukannya. 

Akhirnya ia menyerahkan urusan pengejaran Dion kepada pasukan Wizard yang lain.

Tak lama juga akhirnya tim medis yang beranggotakan empat orang healer datang. Mereka langsung mengevakuasi Arthur dan wizard yang terluka tersebut. 

Setelah beberapa lama akhirnya luka luka yang ada pada tubuh arthur mulai sembuh karena pertolongan cepat dari anggota medis. 

.

.

.

Karena status Arthur yang masih seorang pelajar, ia tidak dibawa ke pengadilan pusat Kekaisaran melainkan pengadilan tingkat akademi yang ada di sekolah sihirnya.

Ia akan menjalani sebuah persidangan dalam waktu yang cukup dekat.

Arthur ditahan di ruangan tahanan sekolah sihir. Tak seorang pun dapat mengunjunginya tak terkecuali kerabatnya sekalipun karena untuk saat ini ia berstatus sebagai tersangka dalam peristiwa itu. 

Ia menjadi seorang tersangka lantaran pihak kepolisian hanya menemukan dirinya bersama korban dan belum menemukan pihak lain yang berkaitan. 

3 Minggu kemudian.

.

.

.

"Mengapa semuanya menjadi kacau seperti ini?" Ucap Arthur dalam hati. Ia sedang berbaring di kasur tahanannya sambil menatap langit-langit ruangan yang penuh dengan sarang laba-laba. 

Ia masih tak percaya bahwa semua ini akan terjadi. Padahal tinggal sedikit lagi ia akan merasakan kehidupan sebagai siswa sihir yang sebenarnya. 

Ia hanya bisa kecewa dengan takdir yang terus mempersulit jalan menuju cita-citanya. 

Arthur sendiri telah memberikan kesaksiannya di ruang sidang beberapa Minggu yang lalu di depan para petinggi sekolah. 

Menurutnya seharusnya ia sudah mendapatkan putusan mengenai masalah yang ia alami. Namun hingga kini ia tak kunjung menerima putusan dari sang hakim sehingga harus terus mendekam di ruangan yang sempit itu sehingga juga berdampak tak bisa mengikuti ujian Akhir. 

Dion Dmitri sendiri merupakan anak sulung dari kepala sekolah sihir Fagioli Dimitri. Tentu akan sulit untuk menetapkan Dion sebagai tersangka karena sang ayah pasti akan membelanya mati matian.

Itu semua menjadi alasan mengapa Arthur tak begitu yakin bahwa ia bisa lolos dari masalah ini. Oleh karena itu ia hanya menikmati masa tahanannya dan berharap Illia berbaik hati untuk mengabulkan doanya. 

Hingga kini keberadaan Dion pun masih menjadi misteri. Ia menghilang bak asap yang tertiup angin. Sudah tiga tim pasukan sihir yang dikerahkan untuk mencarinya di seluruh sudut kota Verona. 

Lembaran kertas berupa informasi pencariannya pun telah di tempel di berbagai tempat di kota. 

Tak tanggung-tanggung mereka juga memberikan imbalan berupa 50.000 koin emas bagi siapapun yang dapat menemukan anak itu.

Karena Dion yang tak kunjung ditemukan pun juga berdampak pada persidangan yang terus menemukan jalan buntu.

1 Minggu kemudian. 

Sebuah nampan berisikan ikan dan nasi sedang ia santap. Meskipun tempat yang ia hingga tersebut buruk namun makanan yang diberikan oleh petugas tidak buruk juga menurutnya. 

Setelah menghabiskan makanannya, ia pun melanjutkan kegiatannya dengan berolahraga raga. 

Push up 500x

Sit up 500x 

Karena ruang dan alat yang terbatas ia hanya bisa melakukan dua jenis latihan seperti diatas. 

"495, 496, 497, 498, ….." Arthur sedang melakukan push up hanya dengan satu tangan sementara tangan lainnya berada di punggung.

tiba-tiba terdengar suara kunci yang sedang digunakan. 

Seorang petugas membuka pintu itu.

Arthur pun menoleh ke arahnya.

"Siapa dia? Bukankah ini belum waktunya untuk makan siang?" Ucapnya dalam hati.

Ia pun berdiri dan berjalan menghampiri petugas itu. 

"Ikuti aku" Petugas itu kemudian memakaikannya sebuah borgol dan berbalik keluar. 

Dengan tangan yang diborgol Arthur pun mengikuti petugas tersebut. 

Mereka berjalan menyusuri lorong penjara sekolah. Arthur melihat para tahanan yang sedang mengintip dari lubang pintu. Mereka sedang mengalami mengintipnya.

Penjara sekolah sendiri diperuntukan bagi siswa maupun siswi yang melakukan tindak kriminal. Mereka akan dihukum layaknya orang biasa. Penjara ini terletak di bawah tanah dan kondisinya sangat memprihatinkan. 

.

.

.

.

 

Keduanya akhirnya sampai di depan pintu ruang sidang. 

"Pintu ini? Apakah putusannya akan diberikan hari ini?" Ucap Arthur dalam hati. 

Wajahnya tertunduk. Ia hanya bisa pasrah saja dengan apa yang akan terjadi. Hal paling buruk menurutnya adalah dengan dipindahkan ke penjara pusat dan menjadi tahanan disana. 

Keduanya pun memasuki ruangan tersebut. 

Arthur melihat sekeliling. Hanya ada para hakim sedang duduk disana. Menurut nya ruangan ini begitu sepi tidak seperti saat pertama kali ia disidang disana. Dimana ada Elina dan teman-teman yang lain terus membelanya.

Arthur pun berdiri di hadapan para hakim yang berjumlah lima orang. 

"Karena jadwalku sangat padat oleh karena itu kita langsung saja ke putusannya" Ucap ketua hakim yang duduk sambil menopang dagunya. Ia berperawakan sedang dengan rambut putih panjang khas Eropa zaman pencerahan.

"Menurut perundang-undangan Tindak pembunuhan no 21 ayat ketiga. Karena tak ditemukannya pemilik asli dari sidik jari yang ada pada barang bukti. Maka tersangka kasus pembunuhan dibebaskan" Ucap ketua hakim itu yang kemudian diiringi dengan suara ketukan di dari palu keadilan. 

"Tunggu apalagi? Pergilah dari sini" Usir ketua hakim.

Sidang itu telah usai dengan begitu cepat. Arthur masih tak mengerti dengan apa yang terjadi. Apakah ia benar-benar bebas pikirnya. 

"Ya Tuhan, apakah ini mimpi?" Ucap Arthur yang masih kebingungan.

Tak lama seorang petugas datang menghampiri dan membuka borgol yang membelenggu kedua tangannya. 

"Pergilah ke halaman sekolah, ada seseorang yang ingin menemuimu" Ucap petugas itu sambil membuka borgolnya. 

Arthur hanya mengangguk dan segera pergi dari ruangan itu untuk menuju halaman sekolah. 

Sesampainya di halaman sekolah, ia mendapati seorang pria yang sudah tak asing lagi baginya. Dia adalah Gustav guru kesayangannya.

Gustav sendiri sedang duduk di bawah pohon yang rindang sambil menatap siswa siswa yang lain sedang bermain di sana. 

Arthur pun segera pergi menghampiri Gustav.

bersambung.

jangan lupa likenyaa

1
Devati Puspita
ahahahaha kenapa harus 'orang ganteng' dehh lucukk bgttt😭😭
Devati Puspita
seruuu bgtttt
Devati Puspita
akuu baca ya ndu
finally
Blue
up nya lama udh gitu cerita pendek hadehh
R@henj: kasih idenya gan mkanya huff🙄..
total 1 replies
Dery
gas lanjut thor
Dery
nangung thor up nua
Dery
mati kah
pastelocia: cek bab selanjutnya
total 1 replies
Dimas Setiawan
good
Dery
nanggung thor
pastelocia: siappp
total 1 replies
Apendi Pendi
hallo saya ijin masuk kakak 😊
pastelocia: iya siapp. makasih banyak kak udah mampir
total 1 replies
sompel kjb
hadir
Panjie Bali
up lgi thor trp smngat
pastelocia: iya siapppppppp
total 1 replies
Queen Rizky
dan datanglah salah satu tetua dari agnosticae.....

semangat terus thor 💪
Ricki Virgiawan
black clover
Queen Rizky
kekuatan Arthur semakin mengejutkan meski ia harus berubah menjadi wujud aslinya. keren .👍
Queen Rizky
mahluk apakah yg tiba tiba muncul dan membuat Arthur serta Adrian terpental...


semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
Queen Rizky
mampukah pasukan sihir bayangan mengatasi para monster tingkat atas itu............agar tidak terus melebarkan Dungeonnya. ??........

tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!

buat author semangat terus 💪
Queen Rizky
ARTHUR dibikin karakter yg tegas Thor jangan di jadikan pria lemah jangan di jadikan plin plan kayak g ada wibawa gitu. Arthur adalah dewa kematian bukan pick boy.

maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....

semangat Thor 💪
Queen Rizky: semangat terus 💪 cerita mu bagus tapi jujur penyampaiannya kurang gereget...

🙏🙏😘😘😘😘😘😘
total 2 replies
Queen Rizky
apakah roxanne akan menjadi salah satu selir Arthur...??
Queen Rizky
benar benar sebuah kisah yang tragis.

Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .

next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .

oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!