Hani di tekan oleh keluarganya untuk menikah sedangkan Hani telah jatuh cinta pada seorang pria. Tapi sayang pria itu telah beristri. Di tengah kegalauannya Hani bertemu teman lama Rere, dan dikenalkan pada abangya Rere. Abang nya Rere mengajak untuk ta' aruf. Hani dan keluarganya menerima ta'aruf itu. Tanpa mengetahui ada udang di balik batu. Mereka sampai ke tahap pernikahan.
Setelah menikah Hani menemui banyak rahasia dan misteri di keluarga suaminya. Ternyata mereka hanya memanfaatkan Hani untuk mendapatkan harta. Suami Hani juga sudah memiliki kekasih.
Mereka bahkan ingin mencelakai Hani dan keluarganya. Hani tidak tinggal diam. Ia bukan wanita lemah. Ia akan membalas setiap sakit yang mereka berikan.
Hani akan membalikkan keadaan lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya. Who's the last standing ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EuRo40, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.22 Mengantar Fatih ke RS
Hani Pov.
Setelah polisi pergi aku menghampiri Mas Fatih.
" Mas ! Kamu gak apa-apa? Eh..tanganmu terluka ! Ayo kita ke rumah sakit !" Aku menarik tangan Fatih masuk ke mobil di kursi penumpang depan. Aku copot manset tangan kananku yang cukup panjang, untuk mengikat tangan kanan Fatih yang terluka sabetan belati. Agar darahnya tidak bertambah banyak keluar.
Setelah Mas Fatih duduk aku menarik seat belt dan memasangnya pada Mas Fatih. Lalu menutup pintu. Aku bergegas ke kursi pengemudi.
" Mana kunci mobil Mas ?"
" Di saku celana depan kanan ." Mas Fatih berusaha mengambilnya dengan tangan kiri tapi dia kesulitan. Aku hanya diam memperhatikan. Lalu Mas Fatih mencobanya dengan tangan kanan. Ia meringis kesakitan. Aduh bisa lama kalau gini.
" Sini Mas biar Hani yang ambilin !" Tak ada jalan lain aku akhirnya memasukkan tangan kiriku ke dalam saku celana. Mas Fatih memiringkan sedikit badannya ke kiri dan meluruskan kaki kanannya agar aku mudah memasukkan tanganku. Semoga tidak tersentuh yang lain. Aku tidak mau membangunkan ular yang sedang tidur. Kantongnya cukup dalam dan ..ups apa ini ? aku rasa aku menyenggol sesuatu yang lunak. Oh My God jangan sampai dia pikir aku sengaja melakukannya.
Aku mengambil kunci dengan cepat karena itu aku tidak sengaja menyenggolnya lagi tapi kali ini kunci yang mengenai ularnya. Mas Fatih sepertinya terkejut atau sakit aku dapat merasakan badannya menegang sesaat. Sebenarnya sakit atau tidak ya kalau kesenggol kunci. Mau bertanya kok rasanya malu. Ah sudahlah biarkan saja. Yang penting sekarang aku harus cepat ke rumah sakit.
" Maaf ." Ucapku canggung lalu aku menyalakan mobil dan segera melajukan mobil ke rumah sakit. Aku melirik Fatih, dia hanya menatap jendela mungkin sedang menikmati pemandangan malam. Aku melirik tangannya yang terluka.
" Tadi bagaimana kamu bisa ada di tempat itu ?"
" Tadi aku habis beli sesuatu dan...ya ampun ! Barangnya tertinggal. Ish gara- gara penjahat itu. Percuma aku beli tidak kebawa !"
" Memangnya kau beli apa ?" Tanya Mas Fatih.
" Aku beli roti jepang sama es krim !"
" Nanti kita beli saja lagi pas pulang. Tapi roti Jepang emang ada? Roti yang mana ?"
Aduh make nanya lagi ! Dasar cowok gak bakal ngerti.
"Ada Mas.. Roti Jepang warna hitam."
" Oh.."
" Mas sendiri dari mana?" Tanyaku. Ish ngapain aku nanya sih. Pasti dari tempat Rere lah.
" Aku habis bertemu temanku. "
" Oh.." Aku tidak ingin kepo lagi. Jadi aku hanya fokus menyetir.
Aku mencari Rumah sakit yang terdekat. Tak lama kami sampai.
Aku membuka seat belt Mas Fatih. Lalu keluar dari mobil. Mas Fatih juga keluar.
Aku mengantarnya ke IGD. Lalu Fatih segera ditangani oleh dokter di bantu perawat. Sementara aku mengurus administrasi Fatih.
Setelah selesai aku kembali ke IGD melihat keadaan Fatih. Dia sedang di pasang perban oleh perawatnya.
" Keluarga pasien Pak Fatih ?"
" Iya Dok, saya istrinya."
" Pak Fatih mendapat 5 jahitan di tangan kanannya. Karena dia terkena sayatan belati jadi kami suntik ** juga. Yang lainnya luka memar . Ini sudah saya resepkan obat untuk di minum buat luka jahitnya biar tidak sakit dan infeksi juga ada obat oles untuk memarnya biar cepat sembuh. Pak Fatih bisa langsung pulang nanti 3 hari kontrol lagi untuk luka jahitnya. Itu saja Bu. Semoga Pak Fatih cepat sembuh."
" Amin . Terima kasih dokter ."
" Iya sama-sama Bu."
Setelah itu aku menghampiri Fatih yang sedang duduk sendiri di brankar, Aku memberikan kunci mobil pada Fatih.
" Ini Mas tunggu di mobil saja. Aku akan menebus obat di apotik dulu !" Aku kemudian berlalu pergi ke apotik. Meninggalkan Fatih. Biarlah dia bisa ke mobil sendiri kakinya kan tidak apa-apa.
Aku menyerahkan resep dokter pada petugas apotik. Dia suruh aku menunggu. Setelah 10 menit akhirnya nama Mas Fatih di sebut. Petugas itu menerangkan cara meminum obat dan mengoles salep aku menyimak nya dengan baik. Setelah aku membayarnya aku langsung ke parkiran mobil.
Hari sudah malam.Aku takut Oma cemas karena aku pamit hanya untuk membeli itu aja. Eh tuh kan aku lupa. Seharusnya tadi aku belum di apotik saja agar nanti tidak mampir sana sini lagi. Aku putuskan kembali ke apotik untuk membeli keperluanku. Setelah aku membelinya aku langsung ke mobil.
Begitu masuk. Aku lihat Mas Fatih sudah duduk manis dan memakai seatbelt. Dia langsung memberi kunci mobil padaku, untung gak dimasukin celana lagi.
" Nanti jangan ceritakan kejadian ini pada Oma. Aku tidak mau membuat dia khawatir. " Ucap Mas Fatih padaku.
" Tenang saja aku juga tidak mau membuat Oma khawatir."
" Hm.. Hani Terima kasih, sudah menolongku. Kalau tidak ada kamu mungkin aku akan terluka parah. Entah selamat atau tidak."
" Kalau tidak ada aku, Allah akan mengirimkan orang lain untuk menolongmu. Semua karena Allah Mas. Alhamdulillah Allah membuat aku lewat sana. "
" Iya Han. Alhamdulillah."
Aku melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Sambil aku menyalakan musik terdengar lagu padi.
" Han.. Mas baru tahu kamu ternyata bisa bela diri ." Mas Fatih membuka percakapan Mungkin basa-basi aja.
" Ya. " Aku hanya menjawab singkat. Memang apa bedanya dia tahu dari dulu atau sekarang, tidak ada bedanya.
Lalu suasana hening kembali. Beginilah aku kalau lagi datang tamu bulanan. Ketus, gak mau ribet, banyak diam. Mungkin Mas Fatih merasakan aku agak ketus jadi dia tidak bicara apapun lagi.
Akhirnya kami sampai. Aku langsung turun dan memberikan kunci mobil pada Fatih. Aku berlari ke kamar. Bukannya apa-apa tapi aku merasa kebelet dan tidak nyaman.
Aku bahkan melewati Oma dan Mamah yang ada diruang keluarga. Mungkin mereka pikir aku tidak sopan. Biarlah itu urusan nanti. Aku sudah tidak tahan.
Setelah selesai urusan kamar mandi aku berganti baju. Mas Fatih belum masuk kamar. Aku lalu pergi ke ruang keluarga untuk meminta maaf pada Oma.
Di ruang keluarga aku lihat ada Mas Fatih juga Kak Dirga. Mamah dan Oma.
Aku mendekati mereka. " Oma, mamah maaf ya tadi aku berlari masuk begitu aja, soalnya aku sudah kebelet tidak tahan. "
" Oh..Pantes. Oma bingung kamu kenapa lari ? Oma bertanya sama Fatih, Tapi dia juga sama bingungnya. " Oma terkekeh.
" Sini Han duduk sini." Kata Oma .
" Iya Oma." Aku duduk di samping Oma.
Aku melihat Fatih dia sedang memperhatikan Dirga dan Dirga sedang memperhatikan aku. Tunggu....aku? Tatapan mata kami bertemu. Aku lalu mengalihkan netraku menatap Oma.
Kenapa Dirga memperhatikan aku seperti itu. Justru membuat aku tidak nyaman.
"Hani kok bisa pulangnya bareng sama Fatih?"
" Oh..tadi itu hanya kebetulan. Pas Hani pulang Mas Fatih lewat dan kita pulang bareng. "
" Oh..begitu !"
Selama di ruang keluarga aku merasa selalu diperhatikan .
" Oma, mamah Hani permisi mau ke kamar. "
" Iya .. Oma mengerti kamu pasti sakit perut dan mau rebahan. "
" Iya Oma. Kalau begitu Hani ke dalam dulu. Permisi." Aku lebih baik di kamar saja selain canggung di sini. perut dan pinggangku juga gak enak.
...----------------...
Terima kasih untuk semua readers tercinta. Sudah membaca dan masukan cerita ini dalam list Favorit kalian. Terima kasih juga like, komen hadiah dan votenya...😘😘😘.
Maaf Ya kalau author slow up karena author sedang membuat karya untuk lomba baru Mengubah Takdir genre wanita.
Maaf masih ada typo author
jangan lupa jaga kesehatan covid omicron semakin meningkat. Semoga kita semua selalu di sehatkan. Amiiin.
Terima kasih. 💖💖💖😗
💗 Love You 💗