Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
Aorion tidak memperhatikan ponselnya. Alhasil ia baru membaca pesan Queen saat terbangun di pagi hari. Setelah bangun, Aorion bergegas mandi dan mengenakan pakaiannya dalam waktu singkat.
Sejak tadi ia juga mencoba menghubungi tunangannya, namun tak ada jawaban. Setelah beberapa kali mencoba Aorion pun mematikan ponselnya karena Queen tidak menjawab panggilannya sama sekali.
"Apa Queen sudah di dalam penerbangan..?" gumam Aorion, lalu bergegas keluar dari kamarnya. Beruntung lah tadi malam ia menginap di apartemen Jessy, yang jaraknya tidak begitu jauh dari Airport.
Kenapa Queen harus menggunakan penerbangan umum, jika Hanzel Group mempunyai pesawat pribadi, apakah ada alasan khusus?
Aorion harus bergegas untuk mencari tahu.
"Kakak mau kemana..?" tanya Jessy, yang melihat kakaknya terburu-buru.
"Ada hal mendesak yang harus kakak urus. Kakak pergi." sahut Aorion. Aorion memilih untuk menyetir sendiri mobilnya, sementara pengawalnya mengikuti di belakang.
Lima belas menit lama perjalanan, dengan kecepatan di atas rata-rata, Aorion pun sudah memarkirkan mobilnya di depan mension keluarga Hanzel.
"Selamat pagi tuan Aorion." Kepala pelayan menyambut kedatangan Aorion.
"Dimana Lilie?'' tanya Aorion tanpa basa-basi.
"Nona baru saja meninggalkan tempat ini menuju bandara bersama dengan David." sahut Jhon, dengan sebenarnya.
"Baiklah,." Aorion kembali melajukan mobilnya menuju ke Airport. Ia harus bisa mencegah Queen kembali seorang diri. Bagaimana jika hal buruk kembali terjadi pada wanitanya? Aorion tidak bisa membiarkan itu.
Aorion tidak habis pikir. Apakah Queen benar-benar tidak memikirkan bagaimana perasaannya? Bagaimana bisa Queen meninggalkan Aorion begitu saja, hanya dengan sebuah pesan teks..?
Aorion sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran VIP. Ia melihat daftar penerbangan menuju singapore.
Syukurlah pesawatnya masih belum Take off.
Aorion masuk ke dalam ruang tunggu VIP, dan mencari keberadaan Queen. Di sana, wanita yang di carinya sejak tadi duduk di sana, dengan mantel berwarna hitam dan rambut yang di kuncir tinggi.
penampilan yang belum pernah Aorion lihat sebelumnya. Aorion pun bergegas menghampiri Queen, niatnya adalah membawa wanita itu kembali bersamanya.
"Ikut bersama ku." Aorion menarik pelan tangan Queen.
"Kenapa kau disini..?'' tanya Queen yang heran melihat keberadaan pria itu.
"Apa kau baik-baik saja? Aorion menyentuh bahu Queen, dilihatnya Queen memejamkan mata sambil menggigit bibirnya menahan sentuhan Rion. ''Maafkan aku.'' tambah Aorion.
"Aku baik-baik saja. Memangnya ada apa dengan ku..?" sahut Queen acuh.
Sampai kapan kau akan terus berpura-pura..?
"Kembali bersama ku, kita akan terbang ke singapore siang ini." Aorion menarik tangan Queen agar keluar dari ruangan itu.
"Tap.. tapi bagaimana dengan..,"
"Biarkan dia ikut penerbangan ini!" Aorion tidak suka Queen memikirkan laki-laki lain saat sedang bersama dirinya, meskipun itu hanyalah seorang pengawal.
David hanya menatap nanar melihat kepergian Queen dan juga Aorion. Ia tidak bisa melakukan apapun.
Aorion adalah tunangan wanita yang ia cintai, David tidak mungkin menentang hal itu.
Dari pada menjauh dari sisi Queen, ia lebih baik memendam perasaannya pada wanita itu. Mungkin ia memang harus menerima kenyataan pahit ini.
"Kenapa kau kembali terburu-buru, apa ada sesuatu yang mendesak..?" tanya Aorion saat keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Tidak ada. Hanya tentang pekerjaan. Aku tidak suka meninggalkan hotelku terlalu lama." sahut Queen dengan sebenarnya.
"Kau memang seorang penggila kerja!" cibir Aorion.
"Dan dirimu..?"
"Ya, ku akui mungkin kita sama." Aorion tersenyum.
"Apa ada yang lucu..?"
"Tidak ada. Aku hanya sedang melihat diriku dengan versi yang berbeda."
"Apa-apaan dengan pernyataan itu..?" Queen menggelengkan kepalanya masa bodoh.
"Heii ayolah.. jangan bersikap seperti itu. setidaknya kau harus bersikap sedikit manis pada tunanganmu." Aorion memandang pada Queen.
"Sebaiknya lihat jalan mu!!" Queen menjawab acuh.
Ia tidak terbiasa dengan sikap yang demikian dari orang lain. Ah,- maksudnya laki-laki di sampingnya, tunangannya. Tujuan mereka kali ini, adalah kembali ke Apartemen Jessy.
"Kita akan ke atas.." Aorion membukakan pintu mobil Queen. Queen hanya mengikuti apa yang Aorion perintahkan.
"Kakak..?'' panggil Jessy saat melihat Aorion dan Queen datang bersamaan.
"Oh Hai.. " Queen tersenyum canggung pada gadis itu.
"Heeemm... jadi ini urusan mendesakmu kak..? Calon istrimu..?" Goda Jessy pada Aorion.
"Apa kau ingin pergi ke kampus..?" tegur Aorion memicingkan matanya.
"Tentu saja, tapi sepertinya, lebih baik aku bolos saja."
"Sebaiknya cepatlah pergi.'' tegur Aorion lagi. Ia akan malu jika Jessy mengatakan hal yang tidak-tidak pada Queen.
"Ya, Ya baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian." Jessy tersenyum dengan sengaja mengejek pada kakaknya.
"Kakak ipar. Aku pergi, marahi saja jika kakak ku yang menyebalkan ini membuat mu merasa tidak nyaman." kata Jessy yang ingin memeluk Queen, tapi segera di tahan oleh Aorion.
"Kakak ipar mu belum mandi, Jangan memeluknya." Kata Aorion mendorong pelan tubuh Jessy keluar.
"Apa, aku..? Heiii.." Queen hendak protes dengan perkataan Aorion.
"Ya.. Ya.. aku tau kalau wanita ku ini sudah wangi dan sangat cantik. Maafkan aku." Aorion mendekatkan wajahnya pada Queen.
Namun Queen memalingkan wajahnya, kesal, lalu beralih ke ruang tamu untuk duduk di sana.
"Mau sarapan bersama..?" Tawar Aorion sambil menggulung lengan kemeja nya.
"Kau belum sarapan..?" Queen sedikit terkejut.
"Jika aku punya waktu untuk sarapan, maka aku akan melakukan itu, dan saat ini aku rasa kau sudah berada di dalam pesawat dengan ketinggian ribuan kaki." sahut Aorion sinis.
"Aku tidak menyuruh mu untuk mendatangi ku!"
"Tapi kau tunanganku, dan aku adalah pria baik-baik yang tidak akan membiarkan kekasihnya pergi bersama pria lain." tegasnya lagi.
"Pria lain..? David..?? ,-Oh ayo lah Rion, dia pengawal pribadi ku yang sekaligus adalah sahabatku." bantah Queen.
"Itu yang membuat ku semakin tidak menyukainya!" Aorion menatap pada Queen.
"Terserah kau saja. Jangan berpikiran buruk tentang David aku lebih mengenalnya". tutup Queen lalu memalingkan wajahnya.
"Kau tidak mengenalnya Lilie. Cinta sangat menakutkan, dan aku akan menjaga mu tetap aman." Kata Aorion memperingati Queen. Tapi Queen bersikap masa bodoh.
Queen tak ingin mendengar Aorion menjelek-jelekan sahabatnya. Tapi berbeda bagi Aorion. Ia tau betul bagaimana cara David memandang tunangannya.
Itu bukan sekedar tatapan seorang sahabat. Bahkan Aorion sangat tau setiap tatapan permusuhan yang di berikan David pada Aorion setiap kali mereka bertemu.
Tidak satupun yang Aorion lewatkan. Karena itulah, Aorion tidak suka dengan keberadaan David di sisi Queen.
Ia tidak peduli siapa David bagi Queen justru karena hubungan masa lalu keduanya yang eratlah yang membuat Aorion merasa tidak nyaman.
Aorion masih berada di pantry untuk menyiapkan sarapan, sementara Queen masih di tempat sebelumnya. Mereka tak bicara apapun setelah Aorion mengatakan keberatan atas kedekatan Queen bersama David.
Beberapa menit setelahnya, Aorion sudah selesai menyajikan makanan di atas meja, ia juga sudah merapikan semua peralatan yang tadi ia gunakan.
Aorion keluar dari pantry berniat untuk melihat Queen yang sejak tadi mendiaminya. Ternyata wanita itu seperti tengah tertidur di atas sofa.
"Apa dia benar-benar tidur..?" Aorion berdiri di depan Queen, melihat wajah tunangannya yang terlihat begitu polos saat matanya tengah terpejam.
"Wanita ini sepertinya terbiasa tidur dimana saja. Ehem-Wanita Bantal." Aorion membopong tubuh Queen ke kamarnya, membaringkan tubuh Queen di sana. Ia juga menyelimuti tubuh Queen, dan membiarkan wanitanya untuk tidur kembali.
"Kalau kau seperti ini, aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi seorang diri. Kau tidak tau betapa bahayanya jika seorang wanita terbiasa tidur dimana saja seperti dirimu. Tidak ada kewaspadaan.!" memarahi Queen dengan suara pelan.
Aorion keluar dari kamar dan kembali ke meja makan. Seperti biasa, lagi-lagi ia harus sarapan seorang diri.
Mungkin kelak jika ia sudan menikah dengan Queen, mereka bisa segera memiliki seorang putra atau pun seorang putri yang akan menemani dirinya untuk sarapan bersama.
Betapa menyenangkan sarapan pagi di temani gelak tawa dan juga senyum kebahagiaan.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...