menceritakan tentang kisah misyella gadis bar bar berumur 23 tahun yang berpindah tubuh ke tubuh Syifa ,gadis cupu yang memiliki kehidupan yang meneduhkan seperti hidupnya .
misyella gadis yang selalu membuat onar karena kurangnya kasih sayang dari ayahnya membuatnya menjadi anak nakal .
Syifa gadis yang selalu di buli dan selalu di sisa oleh ayahnya dan selalu diperlakukan layaknya seorang babu,membuatnya nekat bunuh diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia isn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Malam sudah berganti siang jam menunjukan pukul 6:20
misyella yang dari tadi sudah siap dengan seragam nya langsung menuju ke meja makan untuk sarapan pagi .
misyella memutar bola mata malas saat mendapati keluarga Syifa yang sibuk sarapan di meja makan,tanpa menunggu Syifa .
"malas bangat liat muka mereka"gerutu misyella tetapi tetap melangkah ke meja makan.
Misyella langsung duduk di kursi tanpa menyapa mereka dan begitu pula sebaliknya.
sesekali Kiki menatap misyella dengan tatapan tak suka sedangkan misyella mengangkat bahu acuh.
"Syifa.mobil yang kamu pakai kemarin kemana?.mengapa tidak ada di garasi?!"
misyella menghentikan makanannya dan menatap bara.
"oh iya gue kan kemarin pakai mobil.ais sial gue lupa bawa pulang."batin misyella menelan makanan yang berada di mulutnya
"a.ada di sekolah"ucap misyella dengan nada tenang dan kembali melanjutkan makannya.
"BREK" meja dipukul oleh bara.
"kau kira itu mainan sampai sampai kau meninggalkannya di sekolah! dan siapa yang menyuruhmu membawanya!?"teriak bara menggebu gebu .
"nih orang emang mau sakit kek nya.udah tua masih aja teriak teriak!"batin misyella mendengar Omelan bara.
"nanti gue bawa pulang,kek aja gue enggak kasih pulang"ucap misyella.
sedangkan bara menatap tajam ke Syifa yang masih santai saat
dimarahi.
"gue berangkat dulu."ucap Kevin yang dari tadi diam dengan sikap yang acuh terhadap mereka.
Berbeda dengan Brayen dan juga Kiki yang menatap tak suka pada Syifa
"kalau di Liat liat ,Kevin lebih baik jadi Kakak Syifa dari pada
Brayan"batin misyella melihat sikap Kevin yang begitu acuh .tidak seperti Brayen yang selalu bersikap kasar pada Syifa.
"jika sampai ayah liat itu mobil nanti sore masih tidak ada garansi ,kau akan terima akibat nya!"ucap bara dengan emosi
"alah ,andai kata gue masih di tubuh gue yang asli,udah gue suruh Owen Beli 10 mobil yang kek gitu!"batin misyella sambil memiringkan sudut bibirnya pada bara....
"harus pesan taksi online"gumam misyella memesan taksi online.
beberapa menit kemudian taksi berhenti di depan misyella yang sedang berdiri di dekat halte bus.
"duit gue makin hari makin melorot"gumam misyella melihat isi dompet nya yang bersisa uang satu lembar yang berwarna biru.
..........
sesampainya di depan gerbang sekolah misyella langsung berlari ke parkiran dan mencari cari mobil jazz yang ia bawa kemarin ke sekolah .
"mobilnya mana ya,semoga aja enggak ada yang curi,karena gue lupa ambil tuh kunci dari mobil"gumam misyella sambil melihat lihat mobil yang berjejer rapi di parkiran.
"kalau enggak salah,warna tuh mobil warna hitam"gumam misyella.
"ini kek ya.."gumam misyella melihat plat mobil yang berada di sampingnya.
"benar ini mobilnya,"ucap misyella membuka pintu mobil dan langsung mengambil kunci yang masih berada di dalam mobil.
"untung enggak ada yang nyuri,kalau enggak,pasti tuh ayahnya Syifa marah marah"gumam misyella mengingat ayah syifa yang begitu marah saat mengetahui bahwa mobil nya tidak ada di parkiran.
misyella langsung berlari ke dalam sekolah..
misyella yang baru saja berada di tangga hendak ke lantai dua untuk ke kelas , langsung di tarik oleh beberapa siswi ke dalam toilet.
misyella menghembuskan nafasnya dengan kasar melihat beberapa siswa yang menariknya.
"mau Lo apa ?hah"tanya misyella masih dengan nada santai.
"plak" satu tamparan berhasil mendarat di pipi misyella.
misyella yang mendapatkan tamparan tersebut menghela nafas,menahan emosi nya agar tidak keluar.
"Lo dengar ya!,gue udah muak sama Lo culun!.ucap siswi tersebut yang tak adalah Winda.
"era,Ara,Kesya ,pegang dia!"teriak Winda pada anak buahnya..
seketika mereka yang berada di belakang Winda langsung menghampiri misyella dan memegangi kedua tangan
Misyella.
"Lo semua apa apaan?!"ucap misyella tak terima perlakuan mereka.
"Enggak usah banyak Ngomong!"teriak Ara pada misyella yang menatap tajam ke arah mereka
"gue bakalan siram Lo"ucap Winda mengambil ember yang berisi bekas air pel.
misyella tidak bisa bergerak karena kedua pergelangan tangannya di pegang oleh Ara ,era dan juga kesya
"rasain lo"ucap Winda mendekati Misyella dan hendak menyiram tubuh Syifa menggunakan air bekas pel.
belum sempat Winda menyiram tubuh Misyella, misyella lebih dulu menendang perut Winda membuat air bekas pel tersebut tumpah ke tubuh Winda.
"lepasin tangan !najis tau dipegang oleh tangan kalian semua!!!"teriak misyella sambil menghempaskan tangan mereka bertiga.
seketika semua tangan mereka terhempas.
misyella menatap mereka satu persatu dan tatapan misyella berhenti di winda.misyella melangkah mendekati Winda yang tersungkur di lantai dengan seragam sekolah yang basah.
Winda yang mendapatkan tendangan dari misyella memegangi perutnya yang begitu sakit.
misyella berjongkok di hadapan Winda dan memegang dagu Winda dan menatap tajam ke Winda.
"Lo pikir Lo siapa?,bisa seenaknya,perlakukan gue kek gini.lo kira gue ba6u?!"ucap misyella yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap mereka.
seketika mereka Winda membuang muka ,takut menatap mata Syifa yang menatapnya dengan tatapan tajam.
baru kalai ini Winda melihat sorot mata Syifa yang tajam .
"puss".siraman air membasahi seluruh seragam misyella.
"ya.emang Lo ba6u!!"teriak era menyiram Syifa
seketika misyella terdiam,dan menutup matanya merasakan tetesan air jatuh dari rambutnya,seluruh kesabarannya benar benar terkuras habis,baru kali ini ia diperlakukan seperti ini selain ayahnya.
misyella membuka matanya dan melirik tajam ke arah era.
"hah,Lo cari masalah sama orang yang salah"ucap misyella berdiri dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
misyella melangkahkan kakinya menghadap ke era.
Winda yang masih kesakitan akibat tendangan misyella membuatnya hanya bisa diam dan melihat.
"Lo bilang apa tadi?!"ucap misyella dengan nada yang begitu dingin.
"gue bil"PLAK "belum sempat era melanjutkan ucapnya tamparan keras dilayangkan misyella terlebih dahulu mendarat di pipi era .
era yang mendapatkan tamparan tersebut , memegangi pipinya yang sakit dan beralih memegangi sudut bibirnya yang perih dan mendapati darah segar yang mengalir.
era memandangi Syifa,dan "PLAK "tamparan keras kembali dilayangkan misyella membuat era tersungkur di lantai dan kepala era menghantam wastafel membuat kepalanya juga ikut mengeluarkan darah.
refleks Kesya dan juga Ara langsung membatu era yang meringis kesakitan.
tetapi belum sempat mereka berdua memegangi era , misyella lebih dulu menarik pergelangan tangan era dan menariknya secara paksa membaut era semakin meringis kesakitan.
"kalau gue enggak bertindak sekarang ,lama lama kalian semua akan semakin melunjak!"ucap misyella menarik pergelangan tangan Ara dengan kasarnya.
seketika Winda ,Ara dan juga kesya,terkejut melihat sikap Syifa yang begitu nekat melakukan kekerasan dalam area kampus.
isinya carut marut..aja