Elden Caster. Pengusaha sebuah Group Imperial terbesar di negaranya, pria yang terkesan dingin, dan juga menyeramkan. Hingga suatu saat, hatinya yang dingin itu mencair ketika bertemu dengan seorang gadis. Siapakah gadis itu? Hingga mampu membuat orang yang terkenal kejam dapat luluh dengan mudahnya. Temukan jawabannya di 'Dont Give Me Hope!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dont Give Me Hope Bagian 23
Pesta sungguh meriah. Ashley yang melihat suasana di sana pun begitu takjub, kemudian mereka segera masuk ke dalam melalui pintu belakang agar tidak terlalu mencolok.
Setibanya mereka di dalam, Elden mencoba untuk menemui para undangan, dan mengetahui keberadaan pria tersebut, lantas membuat para tamu pun berbisik.
"Tuan Caster, silahkan sambutannya." Sahut David.
"Selamat malam semua. Aku sangat berterima kasih pada kalian yang berada disini selaku rekan bisnisku. Di ulang tahun C.E Star kali ini, aku berharap kita mampu bekerja sama lebih baik lagi dari sebelumnya."
"Aku merasa tuan Caster sudah kembali seperti dulu lagi." Salah satu undangan berbincang ketika mendengar sambutan dari Elden.
"Kau benar. Jangan-jangan nona Nicole sudah kembali bersama dengannya?"
"Mana mungkin? Bukankah sudah jelas jika nona Nicole menjadi korban kecelakaan pesawat? Kau fikir nona Nicole akan bangkit dari kematiannya begitu?"
"Di hari yang bahagia ini, aku juga ingin mengumumkan satu berita penting untuk kalian semua. Aku ingin memperkenalkan orang yang sangat spesial untukku, cinta masa kecilku, Ashley Francia." Sahut Elden, yang menggenggam erat tangan Ashley.
"Ashley?" Gumam seseorang di sana.
"Aku juga ingin memberitahu pada kalian, bahwa kami akan mengadakan acara pertunangan 3 bulan ke depan. Terima kasih banyak, dan selamat menikmati."
"Elden mengumumkan acara pertunangannya 3 bulan lagi. Apa kau akan hadir pada saat itu terjadi?" Orang yang berada di balkon tengah berbicara melalui telfon.
"Begitu? Tapi, aku tidak bisa hadir pada saat acara itu berlangsung. Namun, aku pastikan jika aku akan kembali." Sahut orang yang di seberang sana.
Dengan tenang Elden menyampaikan semua itu, sedangkan Ashley masih menganga ketika mendengar pernyataan yang telah pria itu sampaikan.
Saat itu, Elden mengajak Ashley untuk bertemu dengan beberapa rekan kerjanya. Meliya, dan Diane pun hadir di acara tersebut, mendengar pemberitahuan tersebut, membuat keduanya mengucapkan selamat pada hubungan baru mereka.
Kemudian, seseorang datang menghampirinya, dan tentu membuat Ashley begitu terkejut ketika melihatnya. Tak bisa memandang wajahnya, Ashley hanya mampu menundukkan kepalanya.
"Terima kasih atas design yang telah kau berikan ini. Aku sungguh menyukainya, ini sangat indah." Sahut Elden
"Itu sudah merupakan tugasku. Selamat juga pada kalian, dan tuan Caster, bolehkah aku bicara pada calon tunanganmu?"
"Tuan Leon, anda mengenalnya?" Sahut Elden tak menyangka.
"Kami satu sekolah dulu, dan Ashley merupakan juniorku."
"Begitu rupanya. Jika begitu, selama kalian berbincang, aku akan menemui tamu yang lain."
Menghindari tempat yang bising, membuat Leon membawanya menuju balkon, dan Ashley masih terdiam tak nyaman.
"Kau sungguh akan bertunangan dengannya? Kenapa tidak memberitahuku soal ini? Apa perasaanmu sudah berubah?"
"Maaf kak Leon, tapi Elden adalah seseorang yang sudah lama aku cari sejak aku kecil. Aku selalu berharap dapat bertemu dengannya, ketika aku sudah menemukannya, maka aku tidak ingin melepasnya."
"Sebenarnya aku berniat untuk melamarmu akhir pekan ini. Jadi, aku sudah tidak memiliki kesempatan rupanya."
"Tapi, bukankah kita masih bisa berteman?"
"Berteman? Pria, dan wanita akan sangat sulit untuk berteman." Sahut Leon yang langsung meninggalkan gadis itu.
Leon memang tahu jika gadis itu menyukainya. Bagaimana tidak? Ketika hari kelulusannya pada saat itu, Ashley menyatakan perasaannya pada Leon, dan hari itu Leon berjanji akan memberikan jawabanya setelah ia kembali dari luar negeri.
Siapa sangka ketika dia kembali, Ashley justru sudah berpindah ke lain hati, dan hal tersebut sungguh membuat Leon menyesalinya. Bertentangan dengan Elden tidaklah mudah, ia tahu sekali akan hal tersebut.
Setelah Leon pergi dari sana, seseorang kembali datang menghampirinya. Ashley tersenyum pada orang tersebut, namun keramahannya sungguh di abaikan oleh orang itu.
Ketika memandangnya, Ashley berfikir pernah bertemu dengannya. Namun dimana itu, ia sedikit lupa. Hingga kemudian ia pun sadar. Orang tersebut adalah orang yang menabrak dirinya ketika berada di tempat wisata waktu itu.
"Aku tidak ingin banyak bicara padamu. Kau itu sangat tidak pantas bersanding dengan Elden. Elden menyukaimu bukan karena kau teman kecilnya, namun ia membutuhkan seseorang untuk melepaskan kerinduannya pada Karent."
"Maksud nona apa?"
"Bukankah sudah jelas apa maksudku? Dengar ini nona Francia. Aku pastikan jika Elden hanya mencintai satu wanita, yaitu Karent Nicole, dan kau tidak akan bisa menggantikan posisi tersebut di hati Elden." Sahut Laura dengan ketus.
"Aku percaya jika EL bukan orang yang seperti itu."
"Benarkah? Apa kau tahu tema design pesta ini? Bunga Camelia, bunga itu adalah bunga favorit Karent, dan jika kau tidak percaya padaku, kau bisa mencari salah satu kamar di villa miliknya, disana ada kamar milik Karent, kamar yang sengaja di buatkan untuknya, dan aku yakin jika kamar tersebut masih terawat hingga hari ini." Setelah mengatakan itu, Laura pun tersenyum sinis, dan langsung meninggalkannya.
Bersambung ...
Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"
Semangat🥰
readermu rindu akan ceritamu thor,,,, 🤗🤗🤗