" Kisah seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara yang penuh suka dan duka dalam meraih cita-citanya, hingga pertemuannya dengan seorang Dokter tampan merubah jalan hidupnya"
" Cintaku mungkin tidak akan sama seperti cinta wanita yang telah lama mengisi hatimu , tapi aku yakin dengan kekuatan cintaku akan mampu membuatmu bahagia di sisiku sampai kau akan lupa bagaimana rasanya sakit karna cinta itu sendiri"
Elina Nadhira
" apa kau yakin? bisa membuatku lupa akan luka dan sakit yang selama ini menyiksaku bahkan siang dan malam aku tersiksa dan menderita,lakukan jika kau bisa maka aku akan bertekuk lutut dikakimu "
Dr.Davin Elazar
" mampukah Elina meluluhkan hati Dr Davin yang terkenal dengan pribadi dinginnya dan menyembuhkan luka hati karna masa lalunya "
yuk kepoin 😅 maaf ya kalau kebanyakan typo di novel- novel sebelumnya 🙏🙏 minta dukungan dan votenya ya 😁😇😊☺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewyLee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Reuni
Davin tengah disibukan dengan pasien-pasien nya sebagai seorang Dokter bedah plastik ternama ia sangat di idolakan bahkan sangat sulit bagi siapapun yang ingin berkonsultasi dengan Dokter muda itu hanya beberapa pasieuln yang benar-benar membutuhkan bantuannya Davin mau memeriksa selebihnya Davin selalu menolak
''apa kau masih sibuk?''
tiba-tiba Wira masuk keruangan Davin , Davin menatap Wira dengan senyum tipis sambil membereskan beberapa berkas pasiennya dan menyimpannya di meja kerjanya
''sudah selesai ada apa?''
''nanti malam ada pesta reuni teman-teman kuliah kita kuharap kau bisa ikut, ini undangannya ''
Wira sembari memberikan undangan pada Davin yang kemudian menerimanya dan melihatnya sekilas
''kau tau aku paling tidak suka pesta ''
ucap Davin
''aku tau tapi setidaknya kau hadirlah sebentar tidak baik menolak undangan seseorang yang sudah mengundang kita''
''ya baiklah aku pergi''
''bagaimana jika kau ajak El? sekalian kau kenalkan dia pada teman-teman yang lain sebagai calon istrimu ''
usul Wira, Davin terdiam ia nampak memikirkan sesuata
''apa pesta nanti ada wanita itu?
''siapa ? Agnes? tentu saja dia kan selalu ingin menjadi paling wahh... ia pasti hadir mengingat dia dulu selalu mengejar-ngejarmu''
tukas Wira
''itulah alasan aku tidak menyukai acara-acara seperti ini, dari dulu aku tidak suka dengan sikap Agnes''
tutur Davin
''makanya kau bawa Elina, supaya Agnes sadar dari mimpinya agar tak selalu mengejar-ngejarmu lagi''
''kuharap kau benar dan tidak akan ada masalah nantinya''
**********
Sore hari Davin menjemput Elina ke kampus nya ia tau jadwal kuliah Elina hari ini saat semalam mereka bicara saat vidieo call
Davin memarkirkan mobilnya di halaman parkir kampus
banyak mata mahasiswi yang menatap dan mengagumi Davin mereka sudah tau Davin adalah kekasih Elina sejak studytour dan siapa Davin membuat mereka kagum namun juga takut untuk berurusan dengan Davin yang tak segan-segan untuk menghancurkan seseorang seperti hal nya Sisil yang kini dikeluarkan pihak kampus beserta teman-temannya
Elina keluar dari kelasnya bersama Hana , James dan Dion
mereka di buat terkejut saat melihat Davin yang berdiri di samping mobilnya dengan tangan dimasukan kedalam saku
''El, itukan Dokter Davin''
ucap Hana
''iya , aku akan pulang bersamanya sampai jumpa guys''
Elina pamit
Hana mengangguk ia senang melihat Elina bahagia berbeda dengan Hana, James menatap Elina yang berlari ke arah Davin terlihat murung Dion menepuk bahunya
''kau terlambat James''
''aku tau , sejak awal aku memang tidak memiliki kesempatan untuk mengutarakan perasaanku pada Elina''
''sabar James , aku yakin kau akan bisa menemukan seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus''
timpah Hana
''semoga saja ''
lirih James
Elina berlari kearah Davin dengan senyum mengembang Davin beranjak saat melihat Elina mendekat tanpa berkata apa-apa Davin menarik Elina kedalam pelukannya
''Dav ''
Davin memeluk tubuh Elina sementara kedua tangan Elina bertumpu di dada bidangnya menatap nya
''aku merindukanmu''
Davin mendaratkan ciumannya di bibir Elina awalnya Elina terdiam namun tak lama ia pun membalas ciuman Davin apa yang di lakukan Davin membuat semua orang tercengang begitu juga James yang sejak tadi menatap kearah mereka
''dia sengaja ''
gumam James
Hana dan Dion pun sadar dengan apa yang dilakukan Davin seolah menyatakan pada semua orang Elina adalah miliknya
Davin melepas ciumannya dan tersenyum senang Elina tertunduk malu dengan apa yang mereka lakukan di hadapan umum
''kau sengaja ya kan ?''
''hemm... aku ingin mereka tau bahwa kau adalah milikku , hanya milikku ''
Elina tersenyum dengan penuturan Davin ia menatap Davin ia mengalungkan kedua tangannya di leher Davin
''kau juga hanya milikku''
Elina mencium bibir Davin , Davin tak mengira Elina akan melakukan hal yang sama padanya namun ia juga bahagia karna Elina tak malu-malu lagi mengutarakan perasaannya ia pun mempererat pelukannya dan menahan tengkuk gadis itu agar lebih dalam lagi menikmati bibir candu Elina yang terasa begitu manis baginya
**********
Davin mengantar Elina pulang kerumah gadis itu dalam perjalanan Davin mengatakan tentang pesta reuninya pada Elina dan meminta Elina untuk menemaninya
begitu sampai di rumah Elina , Davin memberikan paper bag pada Elina berisi gaun yang akan Elina kenakan .
Elina meninggalkan Davin untuk bersiap sementara ia menunggunya sembari menonton tv
beberapa saat kemudian Elina keluar dari kamar dengan gaun yang Davin berikan membuat Elina terlihat begitu cantik Davin begitu terpesona melihat kecantikan Elina yang selama ini jarang berdandan kini terlihat begitu cantik
Davin menatap Elina tanpa berkedip membuat Elina tersipu malu Davin menghampiri Elina
''sayang benarkah ini kau?''
Elina semakin tersipu-sipu saat Davin menatapnya terpesona
''kenapa ?jelek ya, kalau jelek aku ganti baju lagi saja''
''tidak, El kau sangat cantik kau sungguh sangat cantik aku tak rela jika sampai pria-pria di pesta menatapmu kagum''
tukas Davin sembari menarik pinggang Elina kedalam rengkuhannya
''kau membuatkanku tak ingin jauh darimu El, aku sangat mencintaimu''
Davin kembali menyergap bibir Elina keduanya perpagut mesra saling bertukar saliva dan bertaut lidah
''sudah hentikan nanti kita akan terlambat ke pesta reunimu''
''kau merusak kesenanganku saja''
ketus Davin
Elina tersenyum tipis ia menangkup wajah Davin yang merajuk
''aku juga tidak ingin mengahirinya , tapi ini kan pesta reunimu aku tidak ingin kau terlambat atau kita tidak usah pergi saja ''
tukas Elina
Davin mengecup tangan Elina
''kau benar ayo kita berangkat janji kita akan melanjutkan yang tadi ''
Davin mengedipkan sebelah matanya menggoda Elina yang tersenyum dengan wajah merona dan mengangguk dengan bergandengan tangan Davin dan Elina keluar rumah menuju mobil Davin yang akan mengantarkan mereka ke sebuah Hotel dimana pesta reuni di adakan
beberapa saat kemudian Davin dan Elina tiba di Hotel
Davin membukakan pintu mobil untuk Elina yang turun dengan elegannya nampak semua tamu yang datang berbarengan menatap ke arah mereka dengan rasa kagum dan penasaran
Elina menggandeng tangan Davin keduanya berjalan bersama menuju pesta saat mereka sudah sampai tampak Wira dan Farhan sudah berada di sana
''ahirnya kalian datang juga''
sambut Wira
''selamat malam El, malam ini kau sangat cantik ''
puji Farhan
''terimakasih Kak Farhan''
jawab Elina
''jangan sungkan nikmati pestanya dan santailah semua orang disini teman-teman kami''
timpah Wira
''iya Kak''
kembali Elina bicara , Davin tak membiarkan tangan Elina terlepas dari genggamannya ia terus menggenggam erat tangan sang gadis dan membawanya duduk di salah satu meja
''Dav, mau sampai kapan kau menggenggam tangan Elina, kami tau dia milikmu kau ini posesif sekali ''
ucap Wira
''ini hak ku kenapa kau keberatan ?''
ketus Davin
''kemarin saja kau sok jual mahal tidak mau mengakui perasaanmu sekarang bucin akut''
timpah Farhan
Elina tersenyum dengan wajah memerah karna malu dengan ledekan Wira dan Farhan
''hentikan kalian membuat Elina malu ''
geram Davin
''maafkan kami El, jangan salah paham kami senang kalian ahirnya bersama semoga kalian akan selamanya terus bersama-sama dalam kebahagiaan''
ucap Wira
''tidak apa-apa Kak, jangan sungkan aku mengerti terima kasih, do'akan saja yang terbaik untuk kami ''
Elina tersenyum tipis
''boleh kau kenalkan aku pada wanita disampingmu Dav''
tiba-tiba suara seorang wanita memecah perbincangan Davin dan yang lainnya Elina menatap ke arah suara dimana seorang wanita nampak berdiri di sisi Davin dengan melingkarkan tangannya di bahu Davin tanpa sungkan-sungkan
''Agnes''
semua orang menatap wanita berpenampilan sexy dan glamor itu dengan tatapan tidak suka terutama Davin yang merasa risih berusaha melepasakan dirinya dari pelukan Agnes
please😚😚😚
ih itu mah saiko😏😏🙏