Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 23
Sementara itu Claudia kembali lagi kealam dimana terakhir kali ia temui namun saat ini ia sedang terlentang disebuah Padang rumput dengan keadaan belum sadarkan diri.
disisi lain Duke Nilson sedang berada dimagic tower milik Alferd.
"bagaimana ini bisa terjadi? bukankah aku sudah menyuruh mu untuk mengawasi Claudia?!" lantangnya pada Alferd.
"aku tidak ingin kejadian istriku terulang kembali pada Claudia!" imbuhnya.
"maafkan saya grand Duke, buku itu tak bisa dikendalikan oleh sihirku dan gara-gara peri itu semua rencana kita berantakan" ucap Alfred.
"kita butuh darah dari keluarga effrand" ucap seseorang yang masuk dalam ruangan tersebut.
"darah keluarga mereka? tidak jangan tumbalkan kedua cucuku ayah" ujar Duke Nilson.
Pria paruh baya tersebut menggelengkan kepalanya "tidak, ada seorang anak laki-laki usia sekitar 10tahun di kediamannya"
Kembali lagi ke sisi Claudia.
Saat ini Claudia membuka matanya karna silau dari pancaran sinar matahari. ia melihat dunia yang begitu asing baginya, sebuah Padang rumput berwarna hijau ditambah angin yang sepoi-sepoi.
Claudia mulai berdiri dan terlihat bingung karena dunia begitu luas semua sisi sama namun terlihat sebuah rumah sederhana ditengah-tengah Padang rumput.
Entah itu rumah milik siapa tapi dari bentuk bangunan terlihat ada dua sisi, sisi kiri terlihat bagunan modern dan sisi lain terlihat seperti bangunan kuno namun keduanya menyatu menjadi satu.
Seperti ada mangnet pada kakinya, ia melangkahkan kakinya menuju rumah tersebut pandangannya pun tak lepas dari itu.
ia perlahan membuka pintu yang tak terkunci pada rumah tersebut. terlihat jelas didalamnya menggambarkan kehidupan Claudia sendiri.
"ini kamarku dulu saat aku masih di dunia modern dan ini kamarku di dunia kuno"
"aku tak tahu jika semuanya terletak manjadi satu pada rumah ini, lalu dimana semua orang? apa aku akan terjerat disini?"
"apa aku kembali ke garis dunia hidupku?"
"benar!" saut dari arah dalam rumah tersebut.
"aku sudah menunggumu lama putriku" tambahnya.
Claudia membelalakkan matanya saat melihat wanita paruh baya tersebut.
"ssttss jangan bilang pada ayahmu jika ibu menculikmu ke dunia ini" ia menaruh jari telunjuknya di bibirnya sendiri.
"k-kau benar-benar masih hidup ibu?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya "tidak tapi ibu selalu menjaga mu, maaf karena ibu kau harus menanggung tugas besar, tinggallah disini untuk beberapa waktu ibu akan mengajari mu, kemarilah duduk bersama ibu"
Tanpa menunggu lama Claudia duduk disamping ibunya lalu meletakkan kepala pada paha Florencia sang ibu.
"aku masih tak mengerti tentang hal itu ibu apa kau benar-benar ibuku dan ayah adalah ayahku? aku bingung Bu" ucapnya sembari menitikkan air matanya.
"maaf kan ibu sayang, kau masih berfikir jika dunia itu dari dalam novel bukan?"
Claudia menganggukkan kepalanya cepat. lalu Florencia mengusap kepala Claudia.
"ibu sudah meninggalkan sebuah buku untukmu semua penjelasan berada disana kau harus mampu membacanya sampai akhir jika tidak nasib mu akan sama seperti ibu"
"tidak mau ibu, aku ingin bersamamu" Claudia menggeleng kepalanya pelan.
"haha.... tidak bisa sayang, kau tidak kasihan dengan bayi yang baru kau lahirkan?" tanyanya dengan nada lembut.
"bukankah ibu juga meninggalkan aku dan kakak bukan?"
wanita berambut perak dan pupil mata berwarna emas itu menggelengkan kepalanya, "tidak putriku, kita beda posisi kau memiliki darah campuran dan ibu darah asli, kau masih bisa kembali sedangkan ibu tidak bisa. kau tahu kenapa ibu mengirim mu ke dunia lain?"
"t-tidak tahu, apa alasannya? kenapa ibu tahu dunia lain itu?"
"emm... ibu akan menjawab kenapa ibu mengirim mu kesana karena dunia yang tempat kita tinggali sangat berbahaya pada waktu itu apalagi kau seorang darah campuran untuk melindungi mu dan juga kamu ibu harus mengirimmu ke dunia lain dan menyembunyikan kakakmu disini"
"kakak? kakak pernah ketempat ini" tanya nya.
wanita itu menganggukkan kepalanya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Ditempat yang berbeda mereka masih menunggu Claudia tersadarkan diri.
seorang pria sedang menggenggam erat tangan milik Claudia berharap akan segera sadar.
"istriku ini sudah satu Minggu kau belum bangun, kau tahu? anak kita sangat lucu dan kita sudah berjanji bukan jika mereka lahir kita akan memberikan nama bersama, aku belum memberikan nama pada mereka aku sangat berharap jika kau cepat bangun dari tidurmu" ucapnya sembari mengecup tangan Claudia, tak sadar jika air matanya menetes di pipinya.
Satu hari di dunia yang Claudia singgahi sama seperti satu Minggu pada dunia yang ditempati manusia.
Ayah Claudia yaitu Duke Nilson menepuk pundak milik Raphael.
"kau jangan khawatir dia hanya tertidur" ucapnya berusaha menenangkan Raphael karena sudah satu Minggu juga ia terus berada disisi Claudia.
(Magic Tower)
"kita harus meminta darah pada anak itu untuk membantu cucuku pulang ke dunia ini, aku tahu jika putriku sedang menahannya disana" ucap pria tua yang memili rambut dan mata sama seperti ibu Claudia, Yap benar dia adalah kakek Claudia.
"t-tapi tuan bagaimana bisa dengan darah anak itu bisa mengembalikan cludia?" tanya Alfred.
"dia adalah keturunan dari cucu mantuku jadi bisa menggantikan cucuku yang masih bayi" ucapnya.
"maksud anda? anak laki-laki itu putra Raphael? bukankan dia putra dari kakak perempuannya?"
"begini saja kau tidak tahu Alferd, bagaiman bisa aku menugaskan mu? ku kira kau sangat pintar, haisss" ia menghela nafasny berat.
"saya terlalu fokus pada cucu anda tuan, aku mengikuti nya sampai ke dunia lain untuk melindunginya lalu ikut kembali kesini juga untuk melindunginya akan tetapi gagal".
"sudah tidak apa-apa, putriku mungkin sedang melepas rindu pada cucuku. aku juga rindu padanya tapi dia tak pernah menemui ku" ucapnya sendu.
"lalu sekarang saya harus berbuat apa tuan?" tanya Alfred serius.
"kau jemput anak itu lalu bawa anak itu pada kediaman effrand dan teteskan darah anak itu pada kening Claudia tepatnya pada tanda yang berada di keningnya, cepatlah waktunya 3hari lagi jika terlambat cucuku akan bernasib lama seperti putriku"
lalu Alferd menganggukkan kepalanya tanda mengerti "baiklah saya akan segera menjemput anak itu"
\*\*\*\*\*
Hai maaf ya karena terlambat up karena author lagi nggak vit sehabis vaksin hehe.
jangan lupa support author lalu like dan beri komentar nya. ^^
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!