NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menyebalkan

Teman Tapi Menyebalkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:108.6k
Nilai: 5
Nama Author: BILANOUR

Ini adalah kisah tentang Zahira dan Arsha. Mereka adalah teman sejak SD hingga mereka SMA. Anehnya, mereka selalu saja satu kelas.

Arsha, idola sekolah yang selalu bersikap seenaknya sendiri pada Zahira. Namun, dia juga begitu perhatian. Apakah Arsha jatuh cinta secara diam-diam pada Zahira? lalu, apakah perhatian Arsha membuat Zahira pun memiliki perasaan yang sama?

Bagaimana sikap Zahira saat mengetahui masa lalu keluarganya dengan keluarga Arsha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 22

Ibu terlihat sangat terkejut saat melihatku. Ibu pasti melihat mata yang bengkak ini. Aku sendiri pun merasa terkejut saat selepas subuh, melihat mata sangat bengkak. Mungkin ini efek karena menangis semalaman.

"Itu mata kamu kenapa?" tanya Ibu cemas.

Kali ini terpaksa aku berbohong. "Dipipisin kecoa mungkin, Bu."

"Ya Allah, sini dikompres pake air dingin dulu. Biar matanya agak kempes."

Ibu menarik tangan dan menuntunku duduk di kursi. Ibu pergi ke dapur dan kembali membawa baskom kecil berisi air dan handuk kecil.

"Itu matanya udah kaya ditonjok aja. Matanya sakit gak?"

"Enggak, Bu."

"Untunglah, itu artinya pipis kecoa gak sampai ke mata kamu."

"Iya, Bu. Ibu jangan cemas begitu. Orang gak sakit kok."

"Duuuh, ada-ada aja, ya!" Ibu masih mengompres mataku.

"Assalamualaikum, Ceu. Ada di rumah gak?"

"Duh, siapa sih pagi-pagi udah bertamu? Waalikumsalam. Tunggu sebentar. Kamu kompres sendiri ya."

"Iya,Bu."

Aku sedikit menekan handuk kecil yang menempel di ke dua mata, agar air mata yang kembali keluar, bisa ikut terserap oleh handuk ini.

"Ra, ke depan sebentar, yuk."

"Hah?"

"Ikut ke depan sebentar. Ceu Saroh mau ngobrol katanya."

"Ngobrolin apa?"

"Gak tau, coba aja ke depan dulu. Itu handuknya di simpan dulu ke baskom."

Aku menuruti ucapan Ibu. Menyimpan handuk lalu mengikutinya ke depan. Di sana Ceu Saroh sedang duduk menunggu. Reaksinya sama seperti Ibu saat melihat mataku.

"Itu kenapa matanya? Bengkak jaya gitu."

"Kena pipis kecoa, Ceu." Ibu menjawab.

"Ooh, kirain habis nangis diputuskan pacar. Ha ha ha."

Ibu menoleh padaku setelah mendengar ucapan Ceu Saroh. Sepertinya Ibu curiga dan memint kepastian dariku. Untunglah Ceu Saroh mengalihkan perhatian Ibu.

"Ra, kamu mau nerusin kuliah apa mau kerja? Kalau mau kerja, saya punya lowongan buat kamu. Lumayan gajinya besar. Tempat tinggal udah disediakan. Makan juga dikasih dari sana. Uang kamu utuh, palingan cuma dipake buat beli sabun sama alat-alat wanita lainnya."

"Kerja apa Ceu? Pembantu?" tanya Ibu.

"Bukan. Kerja di warteg."

"Warteg?"

"Iya. Kamu coba aja, Ra. Gajinya lumayanlah, biar ibumu gak usah keliling jalan kaki buat jualan. Kasian."

"Saya mah gimana Ibu aja, Ceu. Kalau diizinkan, saya mah mau aja."

"Gimana, Ceu? Ngizinin gak?"

Ibu menoleh dengan menatap ragu padaku.

"Nanti saya bicara dulu sama Zahira, kalau udah ada keputusan, saya kasih tau lagi."

"Iya, boleh. Tapi jangan lama-lama ya. Soalnya saya mau cepetan nyari lagi kalau Zahira gak mau."

"Nanti besok saya ke rumah Ceu Saroh."

"Iya atuh. Kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum."

"Waalikumsalam," jawabku kompak dengan Ibu.

Kini, hanya ada aku dan Ibu di rumah. Aku masih memegang mataku yang terasa sangat tidak nyaman, bahkan pandanganku seperti tidak sejelas biasanya. Rasanya ada yang menghalangi. Benar-benar tidak nyaman.

"Ra."

"Hmm."

Ibu terdiam. Aku yang masih sibuk dengan mataku seketika berhenti dan menatap Ibu. Sungguh terkejut saat melihat wajahnya terlihat sedih.

"Ada apa, Bu? Kenapa?"

Ibu tersenyum. "Maaf, ya." Wajahnya kembali sendu meski senyuman itu tidak hilang dari wajahnya. "Seharusnya kamu itu kuliah seperti teman-teman yang lainnya."

"Oh, itu. Gak apa-apa, Bu. Rezeki orang itu berbeda. Aku gak kuliah belum tentu masa depanku suram, kan? Rezeki orang itu gak diatur oleh ijazah." Aku mencoba menenangkan Ibu.

"Tapi kamu itu pintar, Nak. Seharusnya kamu bisa mencapai cita-cita kamu."

"Gak apa-apa, Bu. O, iya. Ibu ngizinin aku gak buat kerja sama Ceu Saroh? kalau ibu izinkan, aku mau berangkat. Mau nabung buat tahun depan kuliah, Bu. Gimana?"

"Kerja di warteg itu cape, loh."

"Pekerjaan yang ringan itu ya cuma rebahan, Bu. Ha ha ha."

"Kamu ini."

"Gak ada pekerjaan yang ringan toh, Bu. Apa aja aku kerjakan asal itu halal. Cape mah wajar, namanya juga manusia hidup."

"Kamu yakin, Ra?"

"Yakin, Bu. Aku hanya butuh doa dari Ibu. Itu saja."

"Ya sudah, kalau kamu mau, nanti kita ke rumah Ceu Saroh."

"Iya, Bu."

Ibu kembali ke dapur.

Jika memang bisa, ingin sekali rasanya aku menolak ajakan Ceu Saroh. Namun, keadaan tidak berpihak padaku. Jika lulus sekolah sekarang ini aku hanya diam di rumah, bukan hanya omongan orang yang akan menjadi beban, tapi hidupku juga akan menjadi beban bagi Ibu. Tidak banyak yang bisa aku lakukan di sini. Meskipun aku membantu Ibu berjualan, berapa sih uang yang bisa kami dapatkan? jangankan untuk menabung kuliah tahun depan, untuk kebutuhan sehari-hari saja pasti akan kurang.

Dalam keadaan seperti ini, aku benar-benar merindukan Arsha. Dia yang dulu selalu memberikan semangat padaku, kini tidak bisa aku hubungi. Pun dengan Abqa. Aku benar-benar sendirian saat ini.

...🌺🌺🌺...

Tangannya bergetar dengan mata berlinang air mata meski sekuat tenaga ditahannya. Itulah keadaan Ibu saat melepas kepergian ku pagi ini.

Aku dan Ceu Saroh berangkat naik travel. Menuju kota kembang Bandung. Aku merasa sedih dan juga takut. Ini untuk pertama kalinya aku berpisah dengan Ibu dan mungkin untuk waktu yang lama.

Banyak yang aku pikirkan. Bagaimana Ibu sendirian di rumah? bagaimana kalau Ibu sakit? apa Ibu akan baik-baik saja? Dengan siapa nanti malam Ibu tidur? Siapa yang akan membantu pekerjaan Ibu di rumah?

Kepergian ku ke kota tidak seantusias saat aku ke Jogja waktu itu. Entah karena sudah pernah melihat kota waktu ke Jogja, atau karena tujuan saat ini berbeda. Mungkin juga ... karena tidak ada Arsha dan teman-teman yang membersamai.

Arsha, sedang apa kamu saat ini? aku kangen.

1
Dinda
Luar biasa
Ida Ulfiana
ni critanya telat bawa ke rumah sakitnya jd nyawa zahira melayang
Ida Ulfiana
kayaknya zahira punya penyakit ini
Ida Ulfiana
nyesek bngt jd zahira
Ida Ulfiana
aku bingung mereka ni 1 sekolah tp knp rumah abqa d semarang yg. lain juga berasa rumahnya jauuuh bngt sm zahira
Ida Ulfiana
bagus bnget sih ni crita bikin baper aja
Ida Ulfiana
nyesek bngt d part ni
Ida Ulfiana
ye tak kira rafa suka sm zahira ternyta cm anggap adek to,pasti jodoh zahira adalah abqa
Ida Ulfiana
abqa sesuatu bangt memang gak kayak arsya
Ida Ulfiana
ada sesuatu di kluarga bu rani mencurigakan
Ida Ulfiana
gemes bngt sm arsha brasa gak jentel bngt jd cowok
Ida Ulfiana
arsha gak jentel jd cowok masak mau aja d jodohin dan ninggalin zahira
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Muanisah Jariyah
menarik
Ummi Lestari
di tunggu novel barunya thor
Ayu Wulan Dari Aseng
pada hal crt ny baguuuuus banget tp Napa like ny cm dikit ya Thor.
kok Dy buat nyesek sih Thor ending ny😭😭😭 pd hal pengen lht keunyuk an Zahira n abqa setelah punya baby.
tp yada lah Thor semangat ya Thor dengan karya2 baru ny. 👍👍👍
EmakOnces 🍒🍒
sesak aq thor..... 😭😭😭
kok g Happy ending...
EmakOnces 🍒🍒
udh pasrah ya Zahira.... udh banyak y nolak.... akhirnya nemu keluarga y hangat dan mau Nerim
Dahlia Lia
Keysa imut beeudd thor
Dahlia Lia
❤️❤️ SM kata ** nya ringan .. kekinian dah mudah di mengerti 👍👍 buat othor nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!