NovelToon NovelToon
Mafia Girls

Mafia Girls

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Mafia
Popularitas:208.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alletta prin

Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.


Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.

Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.

Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.

Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.

Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.

Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MG EP 22

"Fokus atuh yang" Ucap Aza pada Gavin, Gavin sadar dan menganggukkan kepalanya.

"Kenapa nambah jadi banyak?" Tanya Eline memukul musuhnya.

"Nggak tau, dari tadi kayak nggak ada habisnya" Jawab Azka dengan nafas tersenggal-senggal.

"Kayaknya disini ada markas mafia ke 7, jadi pasukan mereka bertambah" Terang Malvin.

"Nggak bakal ada habisnya dong?" Ucap Aza sebal. Alletta mendengus

"Tinggal tebas aja, apa susahnya sih" Ucappan Alletta membuat mereka melongo.

"Good idea" Ucap Aza menjentikkan jarinya.

"Sejak kapan kamu bisa beladiri?" Tanya Gavin menusuk musuhnya.

"Bukan saatnya kuis yang, nanti aja aku jawab" Balas Aza diangguki Gavin.

"Akh" Ringis Eline saat musuhnya menendang kepalanya. Eline memegang kepalanya dan pandangannya mulai kabur.

"Eline" Gumam Azka berlari kencang kearah Eline. ia menusuk musuh yang menghalangi jalannya. Azka sampai dan menangkap tubuh Eline yang pingsan.

"Al, mikir dong" Pinta Aza.

"Lo liat itu" Tunjuk Alletta pada benda kecil yang dibawa oleh musuhnya. Aza memperjelas pandangannya, lalu ia tersenyum sumringah.

"Gue ambil" Ucap Aza mendekat dan langsung menebas kepala musuhnya. ia mengambil barang itu yang ternyata adalah granat. Aza mecabut dan melempar granat itu ketanah.

"BERLINDUNG" Teriak Aza, Gavin menarik tubuh Aza saat tau apa yang dilempar oleh Aza. Malvin refleks mendekap tubuh Alletta yang berada disampingnya. Alletta terkejut tapi ia tetap diam saat dirinya dan Malvin jatuh ketanah.

Mereka melindungi masing-masing. Arsha menarik tubuh Stepanie ketanah, Azka melindungi tubuh Eline.

Bumm

Suara ledakkan yang begitu nyaring, para guru dan murid yang mendengar itu panik bukan main. mereka mengecek satu-persatu anak muridnya.

"Malvin dkk dan Alletta dkk kemana?" Tanya bu Tata panik.

"Tadi lari kehutan bu" Ucap salah satu murid.

"Hutan??" Tanya bu Tata, murid itu mengagguk.

"Tadi kalo nggak salah ada suara tembakan bu" Jawab murid itu lagi. bu Tata melototkan matanya.

"Pak, ayo kita cek kehutan" Ucap bu Tata diangguki guru lainnya.

Di hutan.

"Aduh, badan gue" Adu Arsha saat badan terantuk ketanah dengan keras.

"Lo nggak papa Ar?" Tanya Stepanie.

"Nggak papa gimana!! sakit ini badan gue" Sentak Arsha memegangi punggungnya. Stepanie menatap tajam Arsha.

"Kok lo nyentak gue? emang gue nyuruh lo buat ngelindungin gue?" Ucap Stepanie dingin sembari berdiri, Arsha mendengus.

"Udah ditolongin juga, nggak tau terimakasih amat sih!" Ucap Arsha hendak bangkit, Stepanie mengulurkan tangannya.

"Katanya tangan kanan mafia, tapi cuma jatoh aja ngeluh" Ucap Stepanie membantu Arsha berdiri.

Fyi, seluruh Sma QIHS udah tau kalo Malvin dkk anggota mafia dan Malvin ketuanya.

"Biarpun gue tangan kanan mafia, gue juga manusia yang bisa ngerasa sakit" Jelas Arsha membuat Stepanie diam.

"Lo nggak papa?" Tanya Malvin pada Alletta, Alletta mengangguk. Deg deg, bunyi jantung keduanya yang berdetak kencang satu sama lain.

'Shit jantung gue kenapa?' Batin Alletta saat jantungnya berdetak dua kali lebih kencang.

'Jantung gue' Batin Malvin menatap lekat Alletta. Alletta menatap balik Malvin dengan lekat. posisi mereka Alletta diatas tubuh Malvin.

"Ekhem, pandang-pandangan teross" Ucap Aza membunyarkan tatapan keduanya. keduanya bangkit dan menatap canggung sama lain.

"Sirik aja lo" Ucap Alletta menantang.

"Siapa juga yang sirik" Balas Aza menyilangkan tangannya. Alletta tersenyum remeh.

"Yakin???" Ucap Alletta menggoda Aza.

"Yakin, gue udah pacaran sedangkan lo? masih jomblo abadi" Ledek Aza, Alletta melotot tak terima.

"Biarrin aja gue jomblo yang penting gue seneng" Jawab Alletta juga menyilangkan tangannya, dan terjadilah adu mulut antara Aza dan Alletta.

"Ish, lo ngeselin tau nggak. sama kakak itu harus ngalah" Ucap Aza yang naik pitam.

"Enak banget, kalo gitu gue kakak lo adik" Ucap Alletta tak mau kalah.

"Yang lahir duluan itu gue, jadi gue kakaknya" Ucap Aza.

"Kita nggak beda jauhnya lahirnya" Ucap Alletta. mereka yang mendengar perdebatan itu menggelengkan kepalanya.

"Enak-" Ucappan Aza terpotong oleh suara Gavin.

"Emang perlu ribut gini ya?" Tanya Gavin gemas dengan Aza dan Alletta, perkara sepele sampe diributtin.

"Perlu" Kompak Aza dan Alletta. keduanya melanjutkan adu mulutnya.

"Udah kita balik tenda aja, punggung gue tambah sakit ini" Ucap Arsha, mereka mengangguk. sedangkan Aza dan Alletta masih adu mulut. Gavin memegang Aza dan Malvin memegang Alletta.

mereka balik ketenda dan langsung dihadiahi berbagai pertanyaan.

"Kalian kemana saja sih, ibu sudah cari kehutan tapi nggak ketemu" Marah bu Tata. dirinya panik bukan main saat mengetahui anak muridnya yang tak ada ditenda.

"Tadi ada masalah bentar bu" Ucap Aza cengengesan.

"Kalian tadi kehutan? terus kenapa ada suara ledakkan?" Tanya bu Tata.

"Kehutan cari kayu bakar bu, kalo bunyi ledakkan atuh biasa karna anak cowok" Jawab Arsha enteng. Sedangkan Azka menuju tenda pengobatan untuk mengobati Eline.

"Huhh" bu Tata menghela nafas jengah" Ya sudah kalian masuk tenda masing-masing dan jangan lupa makan" Ucap bu Tata perhatian. mereka mengangguk dan berjalan menuju tenda masing-masing.

"Laperr" Ucap Aza memegangi perutnya. Alletta mendekat kearah bahan-bahan yang sudah Eline potong. Alletta mengambil panci dan mulai memasak. Aza yang melihat itu ikut membantu.

"Masak soup?" Tanya Aza diangguki Alletta. sedangkan Malvin dan Gavin memasang tenda satu lagi.

25 menit

"Akhirnya selesai juga" Ucap Aza yang sudah menyelesaikan masakkannya.

"Panggil yang lain Za" Suruh Alletta diacungi jempol oleh Aza. Aza bangkit dan menghampiri Gavin dan Malvin.

"Makan dulu" Ucap Aza diangguki Gavin dan Malvin. mereka mendekat dan menerima piring yang Alletta sodorkan. mereka makan dengan tenang.

Tenda sebelah.

"MAKAN DULU" Teriak Sofa mendapat jitakan oleh Stepanie.

"Aduh, kenapa dijitak sih" Gertak Sofa mengelus dahinya.

"Kagak usah teriak Sofa, disamperin, disamperin!!" Geram Stepanie. Sofa hanya nyengir tanpa dosa.

"Kelamaan, gue juga capek" Ucap Sofa santai mengambil lauknya. Stepanie menatap Sofa dengan perasaan dongkol. Kennath dan Arsha mendekat kearah Sofa dan Stepanie.

"Udah mateng?" Tanya Arsha.

"Ini lagi satu, kalo belum mateng ngapain Sofa teriak" Sungut Stepanie, entahlah ia menjadi sensitif karna sedang dapet.

"Ye, biasa aja jerapah" Ucap Arsha mengambil piringnya, Stepanie mendelik.

"Jerapah apa maksud lo?? lo buta? gue manusia" Ucap Stepanie tak terima, ia menoyor kepala Arsha.

"Iya, lo jerapah karna tinggi lo itu melebihi tinggi maxsimum" Ucap Arsha memegang kepalanya. Stepanie hendak berbicara tapi tak jadi karna Sofa berbicara duluan.

"Udah, ribut mulu ntar jodoh" Ejek Sofa.

"Idih ogah" Kompak Arsha dan Stepanie. keduanya saling pandang dan mgarahkan pandangannya kearah lain. Sofa dan Kennath hanya menggelengkan kepalanya.

"Terserah, ayo makan gue udah laper" Ucap Sofa menyuapkan makanan ke mulutnya, mereka mengangguk dan makan dengan tenang.

"Lo bisa masak nggak sih" sentak Bianca pada Monika. ia kesal karna masakkan Monika ngga ada rasanya.

"Kan gue udah bilang, kalo gue nggak bisa masak" Balas Monika.

"Kalo lo nggak bisa masak kenapa nggak milih buat tenda atau cari kayu bakar?" Tanya Bianca geram.

"Gue nggak mau kalo harus diriin tenda, apalagi nyari kayu bakar. gue ogah" Jawab Monika, Bianca menatap nyalang Monika.

"Udah-udah, ini tinggal dikasih bumbu aja kok" Ucap Lily menengahi. ia mendekat dan memasukkan berbagai macam bumbu, mengaduknya sebentar dan memberikan pada temannya.

Bianca mencoba dan rasanya pas. Bianca tersenyum menatap Lily.

"Lo emang paling bisa diandelin" Ucap Bianca diangguki Lily.

.

.

.

.

Hayy!

Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘

Stay Healthy.

Happy Reading.

1
Iin Wahyuni
br baca tahun ini tp yah kisahnya ngegantung jd bikin penasaran,nggk d lanjutin lagi yah thor💪
Siti Aniah
wah pisau lipat sangat cantik
Siti Aniah
bianca tak tahu diri dah ditolong dan ditampung malah mao bunuh
Siti Aniah
apakah bianca orang yg akan merusak keharmonisan keluarga alletha
Alinzah Syaputra
semangat teruss
Shelvia Amanda Dika
kecerobohan alletta padahal waktu nyerang marksa albert kn bisa dibawa juga tu albert dan bininya
Shelvia Amanda Dika
jgn2 Gema kembali utk menculik Sofa
ririn
semangt upnya thor
Erlina Gita
kenapa Miki dibenci Thor?
Mia Azzura Kusmiati04545
thor
Mia Azzura Kusmiati04545
lanjut yhor
Rizkia Azzahra
lanjut thor
Rizwan Wulan
Up thor
Mocca
hhmm
Mia Azzura Kusmiati04545
up thor
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
next Thor
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
mengandung banyak bawang merah 😭😭😭😭😭
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
keren thor critanya aing suka, 👍👍👍
Ťitiñ
plis thor up😢
almira henna ART
kok lama banget si up nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!