Imut, cantik dan baik hati itulah yang terus terucap di bibir semua orang saat bertemu dengan Aisyah, dia sangat ceria meski tidak bisa melihat, walau ditindas sama ibu dan kakak tirinya dan ayah yang tidak bisa melindunginya dia tetap bersyukur dengan hidup yang dihadapinya.
Namun hidupnya berubah saat bertemu seorang pria yang selalu melindungi dan menemaninya, apakah dia akan terus ditindas oleh ibu dan kakak tirinya atau mungkin takdir sudah berubah kepadanya.
Penasaran.
Yuk ikuti kisahnya.
IG : gx_shi7
update : Kamis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadila sizy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panik
Sudah seharian Bella menunggu Reyhan di gerbang rumahnya namun Bella masih belum melihat Reyhan sedikit pun. Semalam dia juga datang tapi tetap tidak melihat Reyhan dari luar rumahnya, akhirnya Bella memutuskan untuk datang pagi ini namun tetap tidak melihat Reyhan. Bella hanya melihat Bagas dan Nando yang masuk dan keluar dari rumah Reyhan pagi ini. Sudah hampir 5 jam Bella menunggu dan mematung dari luar pagar rumah Reyhan akhirnya dia memutuskan untuk balik ke apartemennya.
Seharian ini juga Bella selalu mendapat panggilan masuk dari orang yang tidak ingin Bella angkat teleponnya. Bella terpaksa mendiamkan panggilan masuk itu sampai akhirnya ada orang yang mengedor pintu apartemennya bahkan dia mendobraknya dengan keras. Bella pun akhirnya membuka pintu apartemennya dia terkejut dan lehernya langsung dicengkram oleh seorang pria bertubuh besar dengan rambut yang tidak di tata baik.
" Sampai kapan kamu akan lari dari hutangmu huh? Sudah hampir 2 minggu lebih saya beri kamu kesempatan untuk melunasi tapi kamu masih belum melunaskannya juga. Sekarang, berikan semua harta benda mu. Mana, mana kunci mobilmu dan semua harta benda yang bisa saya jadikan jaminan sampai akhirnya kamu bisa melunasi semua hutangmu." Seorang Debtcollector mencekik leher Bella sampai wanita itu tidak bisa melawan dan akhirnya memberikan semua harta bendanya yang berharga.
" Saya akan menunggu sisanya dalam satu minggu ini kalau masih tidak bisa membayarnya maka nyawamu taruhannya." Debtcollector itu mendorong tubuh Bella ke lantai dengan kasar sampai wanita itu mengaduh sakit di pinggul dan lengannya.
" Uhuk, Sial. Bren***k semua ini gara-gara wanita sialan itu. Reyhan pasti sudah dalam genggamanku bila tidak ada wanita itu disisinya. Aku harus segar menyingkirkan wanita itu sekarang juga kalau tidak aku akan dijual oleh pria busuk tadi. " Bella memegang lehernya yang habis di cengkram oleh Debtcollector tadi.
Di tempat lain Reyhan tengah bersama Aisyah yang sedang menunggu ayahnya sadar. Aisyah tidak henti-hentinya menunggu ayahnya sadar. Reyhan sudah berusaha membujuk Aisyah untuk istirahat tapi Aisyah menolak. Reyhan tidak bisa berbuat apa-apa selain menemani Aisyah di sampingnya.
" Kamu kalau ada kerjaan pergilah ke kantor Rey. Aku akan menunggu ayah disini. Kamu bisa mengurus urusan kantormu. Aku tidak apa-apa disini sendiri kok. " Aisyah mencoba membujuk Reyhan agar dia tidak merasa bersalah tapi apa boleh buat, Aisyah tidak bisa meninggalkkan ayahnya.
" Tapi Syah..." Reyhan menggantung kalimatnya karena ponselnya berdering.
" Tunggu sebentar aku angkat telepon dulu." Reyhan menjauh dari Aisyah lalu berpindah di balkon kamar hotel itu.
" Ada apa Rendi? " tanya Reyhan.
" Kamu bisa ke kantor nggak? Ada beberapa hal yang tidak bisa aku tangani. " seru Rendi di seberang.
" Baiklah. Kamu tunggu sebentar. Aku kesana sekarang. " Reyhan pun memutuskan panggilan Rendi lalu kembali menghampiri Aisyah.
" Emm Syah. Aku ada urusan mendadak di kantor. Kamu tidak apa-apa disini sendirian kan? " tanya Reyhan.
" Aku kan sudah bilang tadi bahwa aku tidak apa-apa sendiri disini. Pergilah urusan kantor lebih penting. " seru Aisyah menghampiri Reyhan. Reyhan pun mendekati Aisyah.
" Tidak ada yang lebih penting selain berada di samping kamu Syah. " Reyhan memeluk Aisyah dari depan. Aisyah tersenyum mendengar kalimat Reyhan. Dia pun menepuk punggung Reyhan pelan-pelan.
"Baiklah. Kamu ada urusankan. Sudah sana pergi."Aisyah tersenyum lalu mendorong tubuh Reyhan keluar pintu keluar. Reyhan pun membalikkan badannya dan mengecup bibir Aisyah sebentar.
" Aku tidak akan lama-lama. Sebentar lagi aku akan pulang." Reyhan berjalan menghadap wajah Aisyah sampai akhirnya dia sampai dia pintu lalu melambaikan tangannya. " Dah. " satu kata terakhir saat sebelum pintu tertutup. Aisyah geleng-geleng kepala melihat pria yang akan jadi suaminya itu.
Beberapa menit kemudian akhirnya Reyhan tiba di kantornya. Dia langsung disambut oleh Rendi di loby perusahaannya.
" Untung kamu cepat nyampenya. Aku pusing sama satu klien kita ini. Dia membuat banyak persyaratan. Aku jadi bingung harus memutuskannya. " seru Rendi berjalan membuntuti Reyhan dari belakang namun tiba-tiba Reyhan berhenti dan menatap tajam ke arah temannya.
" Jadi kamu memanggil aku hanya untuk masalah itu. Aku bahkan sampai meninggalkan Aisyah sendirian hanya untuk masalah ini. Lain kali jika kamu memberikan kabar seperti ini lagi maka jangan kamu hubungi aku, mengerti. " seru Reyhan dingin dan sedikit kesal karena meninggalkan Aisyah sendirian di hotel tanpa teman satupun dan hanya menatap ayahnya yang masih dalam keadaan tidur.
" Jika klien kita tidak menyetujui syarat yang kita buat maka kamu batalkan saja kerjasama nya, kita hanya mencari orang yang patuh dengan aturan kita bukan kita yang patuh pada aturannya. " Reyhan pun duduk di kursinya lalu merebahkan kepalanaya sebentar. Dia lihat jam di ponselnya sudah menunjukkan waktu makan siang. Reyhan kepikiran dengan Aisyah yang pasti sudah kelaparan saat ini. Reyhan pun bergegas ke hotel dan akan mengajak Aisyah makan di restoran.
Setelah beberapa menit akhirnya Reyhan sampai di hotel. Dia langsung masuk ke kamar tempat ayah Aisyah dirawat, dia yakin pasti Aisyah berada di sana saat ini namun ketika Reyhan masuk dia tidak melihat keadaan Aisyah. Reyhan terlihat panik. Dia sudah mencari Aisyah di setiap ruangan begitu juga ruangan tempat mereka tidur namun dia tetap tidak bisa menemukan Aisyah. Reyhan semakin panik lalu menelpon Bagas dan Nando bersamaan.
" Kalian periksa CCTV hotel xxx dan cari keberadaan Aisyah sekarang juga." seru Reyhan panik. Reyhan pun bergegas keluar dan tiba-tiba Aisyah masuk dengan memegang beberapa bungkusan plastik di tangannya. Reyhan langsung menghamburkan dirinya memeluk erat Aisyah .
" Kamu dari mana? Apa kamu tahu betapa takutnya diriku ketika tidak melihat disini? Aku bahkan sudah menyuruh Bagas untuk mencari keberadaan kamu. Lain kali jangan pergi keluar sendirian tanpa mengabari aku, oke. " Reyhan masih memeluk erat Aisyah seolah tidak mau melepaskan pelukannya. Aisyah pun terkejut mendapat pelukan tiba-tiba dari Reyhan. Dia pun mencoba menenangkan Reyhan.
"Kamu kenapa cepat sekali pulangnya? " tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan.
" Pertanyaan apaan itu. Aku merindukanmu. " seru Reyhan membawa Aisyah duduk di sofa.
" Aku hanya keluar sebentar untuk membeli beberapa makanan. Aku pikir kamu akan lama pulangnya jadi aku putuskan untuk membeli beberapa makanan ini." seru Aisyah tersenyum menunjukkan dua kantong plastik.
" Kamu berikan saja makanannya pada perawat nanti. Aku akan mengajakmu makan diluar hari ini. Ayuk." seru Reyhan menarik tangan Aisyah.
" Tapi ayahku bagaimana?" tanya Aisyah melihat kearah ayahnya.
" Perawat sedang dalam perjalanan kesini. Setelah di tiba kita langsung ke restoran, oke." seru Reyhan yang dianggukkan oleh Aisyah.
Setelah beberapa menit akhirnya seorang dokter dan beberapa perawat datang. Reyhan langsung membawa Aisyah ke restoran terbesar di kota itu.
" Kamu mau pesan apa Syah? " tanya Reyhan melihat wajah Aisyah lalu tersenyum.
" Samain aja sama kamu. " seru Aisyah lembut.
" Baiklah. Kamu tunggu sebentar yah. " Reyhan terlihat memanggil pelayan restoran itu lalu memesan makanannya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
ditunggu banget lanjutannya, kok lama
sampai aisyah ny melahirkan thor😅
kejam kali kau Thor kenapa nggak di anak kandung kan 😌😌😌
semangat Thor
semangat Thor