Adira nur faiza seorang wanita yang berusaha tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan hidupnya.
Kehidupan rumah tangganya hancur karena orang ketiga. saat ia akan memulai hubungan dengan orang lain kembali ia dikhianati. dibalik itu ia bersyukur karena merasakan kasih sayang seorang kakak.
Akankah ada seseorang yang benar- benar setia padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 23
Empat bulan sudah terlewati, Dira juga sudah mendapatkan akte cerainya beserta hak asuh putrinya, ia juga masih tinggal dengan kakaknya, sudah berulang kali Dira mengungkapkan keinginannya untuk mencari kontrakan tapi kakaknya tak pernah memberi izin.
"Sepeda kamu kemana dhek kok nggak ada," tanya Adit.
"Aku tinggal direstoran kak, bannya bocor," jawab Dira.
"Semalam pulang sama siapa?" tanya Adit.
"Diantar Andri kak!" kata Dira pelan, ia tau Adit tidak menyukai Andri.
"Kamu ada hubungan apa sama Andri?" tanya Adit to the point.
"Nggak ada kak, dia cuma membantu aja," jawab Dira,
"Emang teman kamu yang lain nggak ada yang mau bantu? kenapa nggak telfon kakak saja?" jangan bilang hp kamu low batt itu alasan basi, kamu tau kan kalau kakak nggak suka sama dia?," cecar Adit.
Dira hanya diam, ia tidak menampik selama ini ia dekat dengan Andri, dan merasa nyaman, tapi bukan perasaan wanita terhadap pria, ia nyaman sebagai sahabat, ia tak pernah berdebar saat bersama Andri, saat mata mereka bertemu tak ada rasa kagum, rindu apalagi cinta, tapi ia tidak tau cara menjelaskan pada kakaknya karena selama ini ia dan Andri memang dekat, bahkan Andri juga beberapa kali menjemput Nara disekolahnya dan mengajaknya ke restoran, awalnya Dira tak ada masalah dengan itu tapi seiring berjalannya waktu Andri makin gencar mendekatinya bahkan datang mengunjunginya di rumah Adit, bahkan beberapa kali diusir Adit.
"Mas dimakan dulu sarapannya," kata Arum mencoba mengalihkan pembicaraan, tapi Adit sama sekali tak mendengarkannya.
"Mas nggak mau lagi lihat kamu dekat- dekat dengan Andri," ucap Adit.
Dir hanya menganggukkan kepalanya dalam diam.
Tok tok tok
"Assalamualaikum," ucap seseorang diluar rumah.
"Waalaikum salam," jawab Adit, Arum, Dira bersamaan.
"Baru juga diomongin udah nongol aja," ucap Adit sinis.
"Siapa mas?" tanya Arum, tanpa menjawab pertanyaan Arum, ia memberi peringatan terhadap adiknya.
"Hari ini kamu kakak antar! nggak ada penolakan," titah Adit.
"Iya kak," jawab Dira, ia pun pergi keluar membukakan pintu, seperti dugaan Adit, Andri lah yang untuk menjemput Dira.
Ceklek
"Pagi Dira, gue mau jemput lo, motor lo kan di restoran pasti lo bingung kan berangkatnya gimana? makanya gue jemput," kata Andri.
"Sebelumya makasih Ndri tapi gue berangkat bareng kak Adit," ucap Dira dengan tidak enak hati.
"Arah tempat kerja kakak lo dan restoran kan beda Arah Dir? kenapa nggak bareng gue aja?" tanya Andri.
"Dira ayo berangkat ini pake helmnya," ucap Adit dari dalam rumah dengan memberikan helm pada Dira.
"Kak sebaiknya Dira berangkat bareng aku aja," kata Andri.
"Saya nggak suka basa basi, dan saya tidak suka adik saya dekat denganmu." ucap Adit dengan sorot mata tajam, berbalik dan berlalu meninggalkan Andri yang mematung didepan rumah.
"Mas Adit memang wataknya keras, tapi dia baik kok," ucap Arum dari dalam rumah.
Andri tersenyum mendengar ucapan Arum.
"Apa kamu ada maksud tersembunyi dengan mendekati Dira?" tanya Arum.
"Maksud tersembunyi apa ka?" tanya balik Andri.
Arum hanya mengangkat bahunya acuh.
"Jika maksud kakak aku memenfaatkan Dira untuk kepentingan lain itu sama sekali nggak benar, tapi kalau maksud kakak aku mendekati Dira untuk mencuri hatinya itu sangat benar," jawab Andri tegas.
"Tidak ada yang tau isi hati seseorang," ujar Arum.
"Aku akan membuktikannya, aku permisi dulu kak, assalamualaikum," pamit Andri.
"Waalaikumsalam," jawab Arum.
"Siapapun nanti yang akan menjadi pendamping Dira, aku harap ia tidak akan membuatnya menangis lagi," ucap Arum dalam hati.
****
"Kalau nanti motor kamu belum selesai telfon kakak, nanti kakak jemput," ucal Adit.
"Nggak usah kak, aku naik ojek aja," kata Dira.
"Naik ojek gratis lagi," sindir Adit.
"pokoknya nanti kalau belum selesai motornya telfon kakak," ucap Adit tegas, Dira pun menganggukkan kepalanya.
"Kakak berangkat dulu," ucap Adit dan Dira pun mencium punggung tangan kakaknya.
"Assalamualaikum," ucap Adit.
"Waalaikumsalam," jawab Dira.
Adt pun melajukan motornya meninggalkan Dira didepan restoran.
.
.
.
.
.
*Jangan lupa tinggalkan jejak
Like, vote , komen
Terima kasih*
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu