Selena Rose wanita berusia 20 tahun harus kehilangan suami dan anak didalam kandungannya sekaligus. terikat janji dan sumpah Selena memutuskan sesuatu diluar akal.
Sean Alexander pria berusia 32 tahun berusia matang dan seorang playboy sejati siap memberi benih pada Selena tanpa ikatan pernikahan.
Bagaimana kisah mereka......
Jangan lupa dukung Author dengan Like, Koment dan Vote..
selamat membaca readersku tercinta.....❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Yang Manis
Sean menghela nafas, bagaimana mungkin ia menjelaskan pada Risa, lagipula pernikahan ini hanya sementara, ia tak ingin jika adiknya berpikir jika kakaknya sudah benar-benar menikah....
Sean : Risa...jangan salah sangka, kakak tidak menikah kok..
Risa : Tapi Kak Lora bilang...
Sean : Mungkin hanya salah orang, kakak tidak berencana menikah dan masih belum memikirkannya..
Risa : Tadinya aku sudah sangat bahagia jika kakak benar-benar sudah menikah. aku bahkan berharap kakak akan bahagia...
Sean : (Menghela nafas) Kakak sedikit sibuk, kakak akan menelfon nanti, jangan pikirkan kakak...tenang saja.
Sean langsung mematikan ponsel dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya, kerutan di dahinya semakin dalam. bahkan Risa selalu berharap dia bahagia......
Sean segera melupakan kata-kata Risa, anggap saja kalau adikknya tidak pernah bertanya...
Suara ketukan di pintu lagi...mengalihkan pandangan Sean, pria itu mengangkat muka dan hanya mengangguk ketika Rule anak buahnya masuk dan membungkuk di hadapannya..
"Ada apa."?
"Tuan Sean.....apakah anda masih butuh wanita,sudah kusiapkan minggu ini.."
"Apa kau tidak tau kalau aku sudah menikah."?
Wajah Rule menggelap..ia kembali menunduk minta maaf,
"Maaf tuan, aku pikir kalau...."
"Aku tidak butuh wanita lain lagi Rule...istriku lebih baik segala-galanya di banding mereka."
Rule kembali minta maaf.....
"Aku mohon ampuni kelancanganku tuan Sean."
"Kali ini aku memaafkanmu, tapi jangan pernah bertanya hal yang sama lagi oke."
"Baik tuan Sean."
Sean bangkit dari tempat duduknya, senyumnya begitu cerah membayangkan akan pulang dan menemui istrinya..hatinya menghangat....
"Tuan Sean, ada janji makan siang bersama Tuan Andika dari perusahaan C." ucap Rule mengingatkan...
"Batalkan saja Rule, aku ingin pulang kerumah."
"Tapi tuan bagaimana jika tuan Andika marah."?
Sean terkekeh melihat wajah Rule yang kebingunan, pria itu mendekati anak buahnya dan menepuk pundak Rule, itu pertama kali dilakukan seorang tuan Sean kepadanya. sungguh Rule bahkan menahan nafasnya sebentar,
"Kau harus membuat alasan agar dia tidak marah, itu tugasmu Rule." Sean melangkah meninggalkan pria itu dengan wajah pucat....
"Bagaimana aku menjelaskan pada tuan Andika."?ucap Rule mengusap wajahnya......sedangkan tuan Andika pria yang pemarah tidak sabar, hoh astaga......Rule menggeleng lemah.
💖💖
Selena sedang membereskan dapur setelah selesai masak, ia kemudian menyusun semua menu yang dimasaknya di atas meja dengan penuh senyum. diliriknya jam dinding yang menunjukan pukul 4 sore, seperrti dejavu Selena tiba-tiba terdiam...ketika mengingat kenangan ia biasa menunggu Harry pulang kantor, airmatanya menetes...
Ya Tuhan...sudah hampir sebulan ia pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan makam Harry tanpa menegok sedikitpun. rasa rindu mulai membayangi Selena...
"Harry...jika aku hamil, maka kita akan bertemu lagi...aku akan mengunjungimu Suamiku." desah Selena sedih....
Disaat yang sama pintu apartement terbuka, Selena tau Sean yang datang, lalu dengan cepat ia membasuh wajahnya untuk menghilangkan jejak airmata...lalu mengeringkan wajahnya. Selena menatap dirinya di cermin dapur dan tersenyum,tak ada lagi jejak aimatanya disana.
Selena segera melangkah ke ruang tamu untuk menyambut Sean pulang....lalu tertegun ketika pria itu sudah berdiri dengan seikat bunga di tangannya dan sebuah kotak...
Selena mengerutkan dahi walau dengan senyuman senang, sudah lama ia tidak mendapat bunga,hati Selena menghangat,...
"Untukmu istriku."
"Romantis sekali." bisik Selena mengambil bunga dan mengirup aromanya dan merasa senang...lalu menerima kotak misterius dari tangan Sean..
"Aku ingat kalau wanita paling suka dengan kejutan."
"Terimakasih Sean, kau memang paling mengerti wanita." ucap Selena dengan tatapan datar lalu membalikan tubuhnya hendak melangkah...
Selena terkejut ketika tubuhnya di peluk dari belakang, Sean menjatuhkan wajahnya di bahu Selena seolah menggantungkan sebuah harapan...
"Maaf....aku tidak bermaksud membuatmu marah,percayalah aku hanya ingin melihatmu tersenyum dan aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia selama bersamaku."
Selena akhirnya menyerah yah....bukan salah Sean jika dia mengerti wanita, memang itulah kenyataannya, lagipula pernikahan ini hanya sandiwara sampai ia dinyatakan hamil. lalu hubungan mereka akan berakhir. Selena tersenyum getir..mengapa hatinya mulai betah menjadi istri seorang Sean........? Selena membalikan tubuhnya langsung memasang wajah senyumnya...
"Maaf...aku yang terlalu sensitif." ucap Selena, mengalungkan tangannya di leher Sean..
"Tidak mengapa aku senang."
"Aku merindukanmu seharian ini...bagaimana kalau kita makan."?
"Baik nyonya Sean, tapi biarkan aku mandi dulu." bisik Sean lembut seraya mengecup ringan bibir Selena..
"Hmm...aku akan menunggu, oya...terimakasih bunga dan kadonya."
"Itu kado pertama kau menjadi istriku, aku harap setelah kita berpisahpun kau akan terus menyimpannya menjadi kenangan." ucap Sean yang membuat senyum Selena menghilang....
"Baiklah...aku akan mengingatnya." ucap Selena tercekat.
Sean lalu bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri...
sedang Selena merenung.....mengapa hatinya gelisah dan ingin terus dekat dengan Sean.?
💞
Selena dan Sean makan bersama dengan romantis, sosok Sean sangat tampan dan begitu kharismatik Selena mengakuinya.
"Enak sekali Selena..kau bisa mengembangkan bakatmu dalam hal memasak." puji Sean begitu antusias melahap makanannya dengan penuh keinginan.
Selena menatap puas karna ia bisa mengurus Sean dengan baik dan dipuji adalah yang paling di inginkan wanita setelah bekerja keras...
"Mungkin setelah anakku lahir, aku akan berpikir untuk membuka restoran." ucap Selena yang membuat Sean terbatuk...
Selena membarikan air untukknya dan terlihat khawatir..
"Pelan-pelan makannya Sean."
"Maafkan aku.."
Selena mengangguk....
"Bagaimana kalau setelah ini kita nonton saja."? ucap Selena mengalihkan pembicaraan.
"Tidak...bagaimana kalau kita bersantai di kamar setelah itu kita bercinta saja." ucap Sean jujur.
Wajah Selena memerah...
"Sean...."
Pria itu menyudahi makannya dan berdiri, ia mengitari meja makan dan meraih Selena ikut berdiri bersamanya....pria itu membawa tubuh Selena dan melangkah menuju kamar.....
"Hey....bukankah tadi pagi sudah."? ucap Selena tertawa.....
"Aku tak pernah puas bersamamu istriku."
Selena di baringkan di atas ranjang kemudian pria itu pun naik mengikutinya...
Keduanya saling memeluk dan menyentuh dalam temaram kamar yang redup....
"Apakah kau sudah merasakan tanda-tanda kehamilan."? bisik Sean mengusap bahu istrinya.
"Aku masih belum tau Sean, karna belim sampai periodemu, mungkin minggu depan aku baru akan mengetesnya..
"Kau tau jika aku berharap kau tidak hamil dulu di bulan ini."
"Mengapa."
"Aku belum siap berpisah denganmu."bisik Sean.
"Cepat atau lambat kita akan berpisah..hanya masalah waktu saja." ucap Selena menyandarkan tubuhnya di bahu Sean.
"Bagaimana kalau kita meneruskan pernikahan ini saja Selena, aku akan diam dan menutupi semuanya asal kita selalu bersama." ucap Sean membujuk.
Selena tertegun...ia kehilangan kata, namun Sean segera meraih tubuhnya hingga posisi Selena berada di atasnya..keduanya bertatapan tajam...
"Aku tak menginginkan kehidupanmu Selena, juga anakku aku tidak merebutnya mungkin dengan pembagian waktu untuk kita bertemu." sambung Sean.
"Mungkin biarkan aku berpikir dulu Sean, ini semua.."
Sean meraih wajah Selena dan mendekat melum** bibirnya yang penuh sembari terus mencecap dengan penuh hasrat yang menggila, Selena tak mampu berpikir karna dikepung hasratnya yang menggebu, Selena terkejut ketika posisinya dibalik dan Sean kini yang berdiri di atasnya...
"Aku...membutuhkanmu Selena, aku....bisa gila jika tidak menyentuhmu..apa yang harus kulakukan,"? desisnya menunduk...
Melum** dada Selena dan membuat Selena memekik, pria itu tak memberi jeda ia terus dan terus menyentuh Selena hingga wanita itu menggila dalam pusaran gairahnya sendiri yah...Selena mau tak mau menyerah dalam kendali Sean yang begitu kuat.
Dan ketika Sean kembali memasuki dirinya, Selena begitu terpana,Sean adalah penaklukwanita julukan itu tepat bagi pria yang saat ini menjadi suami sementaranya, tubuhnya yang kokoh terus bergerak menyelami kenikmatan yang sungguh mengikatnya dengan kuat....Sean menggertakan gigi tak mampu menahan yang terus membakar hasratnya bertubi-tubi...
"Kau sangat indah sayang." bisik Sean di telinga Selena dengan penuh hasrat membara........
sukses
semangat
mantap
keren
mksh