Freya Pranata Putri menyukai kakak dari sahabatnya sejak kecil. Tapi keluarganya membawanya pergi ke luarnegeri, sehingga mereka terpisah.Saat dewasa perasaan suka Freya tumbuh menjadi cinta. Freya seringkali menyatakan cintanya kepada cinta pertamanya, tapi selalu diabaikan oleh Revan.
Revan yang sudah dewasa pun memiliki seorang kekasih, tapi ternyata tanpa sepengetahuan dirinya, orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Freya. Hingga Revan membenci Freya. Pernikahan tetap terjadi tapi Revan akan menceraikannya setelah enam bulan.
Lika liku kehidupan membuat Revan jatuh cinta pada Freya, tapi dia pun masih bingung harus memilih antara istri atau kekasih.
akankah Freya mendapatkan cinta pertamanya setelah berkali-kali disakiti?,ataukah harus menyerah dan bertemu cinta yang lain?
selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22
selamat membaca😘😘😘😘
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Revan segera memakai selimut menutupi seluruh tubuhnya jantungnya berdetak kencang saat ini.
Selesai memakai bajunya Freya naik ke tempat tidur memakai selimut dan memiringkan tubuhnya, di saat itu juga Revan membuka selimutnya, Freya kaget ada orang di kamar Revan. Dia tidak menyadari bahwa orang yang ada di kamar adalah Revan karena hanya lampu tidur yang menyala saat ini.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa......"teriak Freya kencang.
Revan refleks langsung berada di atas Freya dan membungkam mulut Freya dengan tangannya.
" ssssst...ini aku suamimu ".
Freya menatap lekat Revan yang ada di atasnya ternyata benar suaminya. Revan melepaskan bungkaman tangannya saat Freya terdiam.
"Bagaimana kak Revan bisa ada disini?".
"Aku mencari mu kemana-mana tapi tidak menemukanmu makanya aku kerumah Mama, tapi kamu tidak ada disini akhirnya aku ketiduran".
"Apa... Jadi kak Revan melihat semuanya?", Freya mulai panik.
"Ya... Dan kamu membangunkan sesuatu dalam tubuhku", Revan menyeringai.
Freya memelototkan matanya mendengar ucapan Revan, Freya tahu apa maksud Revan.
"Aku mohon kak turunlah, jangan seperti ini", ucap Freya mengalihkan pandangannya.
"Reya, aku menginginkanmu", ucap Revan dengan pandangan mendamba.
"Tidak kak, ingat perjanjian kita, dan lagi pula kamu sudah memiliki kekasih, kau minta saja pada kekasihmu".
"Tapi kamu adalah istri sahku di depan agama dan negara".
"Bukankah kau sudah berjanji pada kekasihmu itu kalau kamu tidak akan menyentuhku?".
"Tapi sesuatu dalam tubuhku harus dikeluarkan, aku akan menggunakan cara lain dan kamu harus membantuku".
" Apa.... Tidak aku tidak mau..."
"Kau akan berdosa karena menolak suamimu".
"Tap........", belum menyelesaikan kata-katanya Revan langsung ******* bibir ranum Freya.
Freya akhirnya pasrah dengan yang di lakukan oleh suaminya.
Revan *******, menyecap bibir Freya dengan lembut hingga Freya merasa melayang di buatnya. Bibir Revan mulai turun ke leher jenjang Freya, tangannya pun sudah menyapu setiap lekuk tubuh Freya.
Revan melahap buah cery yang ada di atas gunung kembar milik Freya. Sang pemilik tubuh pun mendesah merasakan apa yang belum pernah ia rasakan. Hingga kini tangan Revan berada di inti Freya dan mengusap-usapnya.
Tubuh Freya menegang merasakan sesuatu yang membuatnya terbang ke awang-awang.
Freya merasa seluruh tubuhnya lemas, tapi Revan menariknya dan mengarahkannya di hadapan lolipop nya. Revan menyuruh Freya merasakan Lollipop miliknya. Freya nampak ragu melakukannya, tapi beberapa saat kemudian ia mulai menikmati lolipop milik Revan, hingga Revan mengerang panjang saat Freya mempercepat menikmati lolipop milik Revan.
Tubuh Revan langsung ambruk saat permainan selesai.
Freya segera berlari ke kamar mandi memuntahkan lahar yang keluar dari dalam lolipop suaminya.Freya membersihkan mulutnya berkali-kali,Freya tidak pernah merasakan hal seperti ini.
Selesai mencuci mulutnya, Freya menuju tempat tidur membaringkan tubuhnya di samping Revan yang sudah tertidur."Apa yang baru saja ku lakukan dengan kak Revan ",Freya menutup mukanya malu. Dia tidur membelakangi Revan. Freya tidak ingin pergerakan tubuhnya membangunkan Revan.
Tapi Freya terkejut saat Revan menarik tubuhnya dan memeluknya seraya berbisik lembut di telinganya.
" Maafkan aku, jangan tinggalkan aku ,dan biarkan aku belajar untuk mencintaimu ".
Freya membalikkan badannya menghadap Revan, kini wajah mereka begitu dekat.
" Bukankah kak Revan masih mencintainya, dan kamu pun masih menjadi kekasihnya, bagaimana aku bisa mempercayai kata-kata mu".
"Aku akan memutuskan hubungan ku dengan Aurel perlahan, jujur aku pun masih mencintainya tapi aku juga tidak mau kehilangan mu".
Freya merasa sakit mendengar bahwa dia masih mencintai kekasihnya, Freya menyesali apa yang terjadi barusan.
" Kak Revan harus tegas dalam memilih, aku tidak ingin ada keraguan dalam berhubungan, selama kak Revan masih belum memutuskan siapa yang kak Revan cintai jangan pernah menyentuhku,ini adalah yang terakhir kak Revan menyentuh ku. Lama-lama aku pun lelah memperjuangkan cinta yang tak pernah terbalas ".
" Jangan pernah lelah, aku akan berusaha mencintaimu ",Revan mengeratkan pelukannya.
" aku lelah kak mau tidur selamat malam ",Freya kembali tidur membelakangi Revan.
" Aku akan berusaha Rey ",Revan pun kembali memeluknya dari belakang.
Freya yang sudah kelelahan hanya membiarkan Revan memeluknya. Mereka pun terlelap menyambut gelapnya malam.
.
.
.
.
.
.
.
.