Jodoh itu misteri, siapa yang akan menjadi jodoh kita kelak, tak seorang pun mengetahuinya.
Sejak masih belia, Rian dan Dina dijodohkan oleh kedua orang tua mereka yang berkawan baik.
Mereka tidak kuasa menolak perjodohan, hingga pernikahan pun terjadi dan membuat orang yang mereka cintai patah hati.
Maretha, mantan pacar Ryan, yang terpaksa harus menikah dengan calon suami kakaknya.
Serta Fardhan, yang setengah hati menerima pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya, berharap bisa segera move-on dari Dina.
Apakah Ryan jodoh sejati untuk Dina? Bagaimana dengan para mantan, Maretha dan Fardhan?
Akankah rumah tangga mereka bertahan atau berpisah menjadi keputusan akhir mereka?
Bagaimana dengan para mantan yang patah hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Cinta
Area 21+
Harap bijak dalam membaca, adegan hanya boleh dilakukan dengan pasangan yang halal.
Dina membuka matanya menatap Ryan yang sudah dibakar gairah, begitu pun dengan dirinya sudah tidak bisa memikirkan apa-apa. Saat Ryan melepaskan tautan bibirnya, Dina merasa sangat kehilangan.
Lahir dari keluarga yang sangat taat pada aturan agama, orang tua dan semua kakaknya selalu mengawasi dengan ketat pergaulan Dina, terutama dengan lawan jenis.
Dina memang pernah berpacaran, tapi tidak pernah berani untuk melanggar batasan. Jangankan berciuman, berpegangan tangan dengan lawan jenis belum pernah Dina lakukan. Jikapun tanpa sengaja bersentuhan tangan saat berjalan, rasanya Dina seperti tersetrum aliran listrik.
Kini setelah menikah, secara perlahan, Ryan sering melakukan kontak fisik kepadanya, hingga membuat Dina terbiasa. Dan ciuman pertamanya dengan Ryan, mulanya terasa aneh, tapi lama kelamaan menimbulkan sensasi kenikmatan dan ketagihan.
Ditatap oleh Ryan, Dina seperti terhipnotis, dia hanya bisa menganggukan kepalanya, mulutnya seperti terkunci setelah merasakan ciuman panas dari Ryan.
Ryan membaca do'a dengan mata masih menatap Dina, dia mencium kening, mata, hidung, pipi dan kembali mencium bibir merah Dina yang merekah seolah menantang untuk dikecup.
Kali ini, Dina tidak hanya sekedar menikmati, tapi juga membalas ciuman panas Ryan. Keduanya saling me..lu..mat berbagi saliva semakin membakar hasrat dalam tubuh mereka.
Tangan Ryan bergerak perlahan masuk ke balik baju tidur Dina, tangannya menyelip ke bawah punggung melepaskan kaitan yang menyangga kedua bukit kembar Dina. Tangan Ryan makin berani, me..remas lembut salah satunya, membuat Dina yang berada di bawah Ryan bergerak, merasakan geli tak tertahankan.
Puas menyentuh bagian wajah Dina, Ryan semakin turun ke leher, mengecup dalam hingga meninggalkan bintik merah di beberapa bagian leher Dina. Ryan mengangkat kedua tangan Dina ke atas, hingga dalam sekali tarik, baju tidur Dina terlepas sempurna menampilkan suatu pemandangan yang sangat luar biasa.
Ryan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan Dina. Dia mulai mencoba melakukan penyatuan sempurna antara dirinya dan Dina. Dua kali hentakan Ryan masih kesulitan untuk menembusnya, Dina yang kesakitan menancapkan jari-jarinya di punggung Ryan.
"Maaf, sayang jika sakit."
Sama-sama yang pertama, sejujurnya Ryan bingung kenapa miliknya sulit untuk menembus milik Dina, padahal batangnya sudah menegang sempurna. Ryan hanya menggunakan instingnya, mengangkat lalu menancapkan kembali, hingga pada usahanya yang kesekian, Ryan berhasil masuk, membuat Dina kaget hingga tak sadar menggigit pundak Ryan.
Ryan menghentikan gerakannya setelah bisa masuk dengan sempurna, hal ini dilakukan agar Dina terbiasa ada benda asing yang masuk ke dalam miliknya. Setelah Dina melonggarkan cengkraman di punggungnya, Ryan mulai memompa kembali dengan gerakan perlahan, namun lama kelamaan menjadi cepat hingga akhirnya terdengar lenguhan dari mulut Dina bersamaan dengan semburan panas, lahar pertama Ryan ke dalam rahim istrinya.
Tubuh Ryan ambruk menimpa tubuh Dina, setelah pelepasan pertamanya.
"Terima kasih, sayang. Sudah menjaganya untuk aku.. I love you so much," bisik Ryan lembut di telinga Dina.
Dia membenahi tidurnya, lelah yang mendera membuat Ryan dan Dina langsung terlelap. Bulir-bulir keringat masih nampak di atas kulit mereka yang masih polos dan hanya ditutupi oleh selimut.
Dina tidur dalam rengkuhan pelukan Ryan. Pengantin yang sudah tidak baru lagi, mendapatkan malam pertama mereka di sepertiga malam setelah melakukan shalat malam.
Keduanya tidak pernah menyangka secepat itu cinta hadir di hati mereka dan mereka melakukan penyatuan pertama mereka dengan rasa cinta, bercinta karena cinta.
**BERSAMBUNG
Yang hareudang, segera cari park swa mi nya masing-masing, sengaja up malam-malam**.
dan adzan maupun iqomah hanya dilakukan laki2