NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelacur

Terpaksa Menikahi Pelacur

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:748.3k
Nilai: 5
Nama Author: febyanti

Seorang duda beranak 1 yang bernama Darren. Dirinya kehilangan istri yang sangat dicintainya. Anaknya yang berusia 3 tahun bernama Syiera, selalu saja mempertanyakan keberadaan sang ibu.

Ditambah lagi, Karren ibunya Darren, terus saja menyuruhnya menikah lagi, akan tetapi cinta Darren begitu besar kepada mendiang istrinya, selalu saja menolak untuk menikah lagi.

Cintanya hanya satu, untuk Kania seorang.
Tapi, dirinya dipertemukan dengan seorang wanita yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang istrinya, pada akhirnya, ia menemukan sebuah ide. Ide untuk menjadikannya sebagai ibu pura-pura untuk anaknya itu.

Status yang menjadi penghalang, untuk Darren tak menikahi wanita itu, latar belakang wanita itu menjadi hambatan untuknya menikahinya. Ya, pelacur yang disandang perempuan itu, wanita itu bernama Dania. Akankah Darren menikahinya, akankah cinta itu ada dalam hatinya untuk Dania?

Ingin tahu kisah mereka, ayo simak ceritanya yang berjudul "Terpaksa menikahi pelacur"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episod 22

Sementara Leo tersenyum licik ke arah mereka. Ia pun pergi begitu saja, ini rencananya untuk menghancurkan Darren kembali.

Dengan kuat Darren menyeret Dania masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan Darren. Ia menghempaskan Dania hingga Dania tersungkur di lantai.

Sesampainya di sana. "Sekali pelacur tetap saja pelacur."

"Apa kamu merasa kesepian karena tak mendapatkan sentuhan dari ku, hah!" sarkas Darren.

Namun Dania hanya menangis mendapatakan perlakuan kasar dari suaminya. Bahkan Dania tak mampu untuk menatap wajah suaminya.

"Ini salah paham, aku bisa jelaskan." Namun Darren tak menggubrisnya. Dengan kasar Darren kembali menarik tangan istrinya.

"Ini sakit, tolong lepaskan!" Dania menangis tak bisa melawan.

"Apa kamu begitu menginginkannya sehingga harus berbuat seperti itu dengan sahabatku sendiri." Darren benar-benar murka pada Dania.

Pasalnya Darren sedang membuka hati untuknya tapi kenapa Dania membuatnya kecewa dengan cara seperti ini.

"Ku mohon percayalah ...!" Dania bersimpuh di hadapan suaminya. Darren mencengkram kedua pundak Dania hingga Dania menjerit kesakitan karena cengkraman itu begitu kuat.

"Darren ini sakit!" ucapnya sambil terus menangis.

"Aku bisa memberikannya jika kamu mau." Darren mencium bibir Dania dengan kasar. Dania hanya bisa menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, untuk menghindari ciuman itu.

Bahkan Darren meremas gunung kembar milik istrinya dengan kuat. "Darren hentikan! Kamu salah paham." Cuma kata-kata itu yang bisa Dania lontarkan.

Darren menghempaskan tubuh Dania di kasur dengan cepat ia menindihnya. Dania berusaha untuk melepaskan diri. Tapi tenaga Darren lebih kuat darinya.

Saking marahnya Darren tak sadar apa yang dilakukannya terhadap istrinya. Bahkan Ia merobek baju istrinya tepat di depannya. Hingga terpang-pang jelas gunung kembar milik istrinya. Darren terus malanjutkan aksinya. Dania terus meronta dan menahan sakit disekujur tubuhnya.

Hingga Darren berhasil memasukkan pusakanya ke area milik istrinya.

"Hentikan! 'Kumuhon!" Darren berhasil menyemburkan bisanya ke dalam rahim istrinya hingga ia langsung ambruk di samping Dania. Dengan napas tak beraturan ia pun memejamkan matanya.

Sementara Dania menangis sejadi-jadinya. Ia memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya. Lalu ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Meringkuk bagaikan bayi yang sedang tertidur.

Setelah merasa puas menangis. Ia pun beranjak dari sana, pergi menuju kamar mandi. Sesampainya di sana, ia memangis di depan cermin ia melihat bayangannya di sana. Begitu banyak lebam di area pundak dan lengannya. Dania merasa menjadi korban pemerkosaan.

Merasa sudah puas berada di kamar mandi ia pun keluar. Ia melihat ke arah suaminya yang masih tertidur pulas. Dania bingung harus memakai baju mana, karena bajunya telah robek akibat suaminya.

Dania hanya memakai jubah handuk yang tersedia di dalam kamar mandi. Ia pun terpaksa menunggu suaminya terbangun dari tidurnya. Entah Dania harus bahagia atau tidak karena ini yang pertama kali ia melakukannya setelah menikah tapi Bukan dengan cara seperti ini yang Dania harapkan.

Dania mendudukkan tubuhnya di sofa, ia menatap ke arah luar lewat jendela sambil menangis, menangisi kisah hidupnya. "Kenapa jadi seperti ini," ucapnya sambil berderai air mata.

Darren terbangun dari tidurnya. Karena ia mendengar suara tangisan, bahkan ia masih sadar akan apa yang telah ia perbuat pada istrinya.

Tanpa melihat Dania, ia pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. "Shiiitth, kenapa harus seperti ini," ucapnya sendiri di bawah guyuran air.

Setelah merasa bersih ia pun menyudahinya. Darren melihat ke arah Dania. Bahkan posisinya tak berubah, masih terdiam di depan jendela. Darren tahu saat ini Dania belum memakai baju. Dengan cepat ia mengabil kemejanya yag berada di dalam almari, lalu meberikannya pada Dania. Dania pun mengambilnya secara kasar bahkan tak melihat ke arahnya sedikit pun.

Setelah Darren memakai baju, ia pun keluar dari sana. Dan sekarang ia berada di ruangannya. Membiarkan Dania seorang diri di dalam kamarnya.

Dania beranjak dari posisinya untuk memakai baju yang diberikan oleh suaminya.

Memakai kemeja yang sedikit kebesaran hinggan panjangnya sampai selutut.

Tak lama Darren kembali membawakan makanan. Karena tadi ia sempat memesannya pada Genik sekretarisnya. Ia meletakannya di hadapan Dania.

Tanpa sepatah kata pun yang terucap diantara mereka. Karena lapar Dania pun memakannya tanpa menolak, bahkan ia menghabiskan makanannya. Tenaganya terkuras habis karena kejadian tadi.

Tak terasa hari sudah mulai gelap. Darren pun mengajak Dania pulang karena ia memang menunggu para pekerja pulang terlebih dulu. Ia tidak mungkin memperlihatkan Dania dalam keadaan seperti ini. Ada rasa kasihan terhadap Dania, namun jika teringat akan kebersamaanya bersama Leo tadi, seketika membuat amarahnya mencuat.

Dania berjalan sedikit tertatih karena menahan sakit di sekujur tubuhnya. Darren tak memperdulikan akan keadaan Dania. Dania malah teringgal jauh olehnya.

Sesampainya di mobil Darren langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga Dania merasa ketakutan. Dania pun memberanikan diri untuk berkata. "Bisa pelan sedikit tidak? Aku takut!" Dania sambil memegang handle yang berada di atas dekat jendela mobil.

Namun Darren tak mau mendengarkan keinginan Dania. Pada akhirnya mereka pun sampai pada tujuannya, yaitu rumah Darren.

Darren terlebih dulu turun dari mobil. Bahkan ia meninggalkan Dania di sana. Dengan susah payah Dania keluar dari mobil itu. Tubuhnya begitu sakit, amat teramat sakit.

Karren pun mengetahui kepulangan anaknya namun ia tak melihat Dania. Dengan cepat Karren keluar rumah, ia mendapati Dania di sana.

"Dania? Apa kamu baik-baik saja?" Dania masih bisa tersenyum walau dalam keadaan seperti ini. Dania sedikit oleng hampir terjatuh, Karren pun membantu Dania. Tapi Dania merasakan sakit dari pegangan tangan Karren karena ia mencekal bahunya.

"Sakit," ucap Dania mengaduh.

"Apanya yang sakit?" tanya Karren penasaran. Namun Dania tak menjawab pertanyaan ibu mertuanya. Dania terus berjalan melewati Karren yang sedang kebingungan. Pasalnya ia tak tahu apa yang terjadi di antara mereka.

Setahu Karren kemarin Dania memang sempat menangis karena ulah anaknya. Tapi Karren tak menduga bahwa Darren telah menyakiti Dania secara fisik.

Dania masuk kedalam yang ditujunya adalah kamar tamu. Karren terus memperhatikan Dania dari kejauhan. "Aku harus menanyakan ini pada Darren," ucapnya sambil berjalan menuju kamar anaknya.

Setibanya di sana Karren langsung bertanya. "Apa yang telah terjadi? Kenapa Dania? Momy melihatnya begitu frustasi."

"Untuk kali ini, Momy jangan ikut campur," jawab Darren. Setalah itu Darren pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya.

Sementara Dania. Ia sedang mengobati lebam di sekujur tubuhnya mmenggunakan salep sambil menangis.

Tak lama kemudian Dania mendengar suara ketukan pintu. Dania tahu pasti itu ibu mertuanya, karena tak mungkin suaminya yang datang menemuinya.

Dania memilih untuk tak menjawab. Ia memilih untuk tidur malam ini.

Lanjut lagi besok ya? Otornya harus tidur, karena besok sibuk di dunia nyata😂😂

1
Sue Salmi
reflex* author
Maya Ratnasari
sifi???? astagaah, hahahahahh. eike sampek mikir dulu itu sifi
Maya Ratnasari
perpack? perfect maksudnya kah?
Maya Ratnasari
surprise
Maya Ratnasari
IGD ya thor, bukan ICU
Maya Ratnasari
sifat thor. kalo sipat, kayanya sebutan lain dari celak mata
Maya Ratnasari
brankar
Maya Ratnasari
sip. that's right thor, IGD.
Maya Ratnasari
vonis thor, bukan ponis
Maya Ratnasari
black card Thor, bukan black cart
Maya Ratnasari
mendengus
Maya Ratnasari
nah apalagi dgn kondisi yang tidak membutuhkan alat bantu nafas, kesadaran masih bagus, tidak membutuhkan pacu jantung atau alat intensif care lainnya, pastinya tidak akan masuk ICU, cukup di IGD dan lanjut ruang rawat biasa.
Maya Ratnasari
instalasi gawat darurat (IGD) thor, bukan ICU. setiap pasien yang baru dtg ke RS dapat melalui 2 jalur, yaitu jalur instalasi rawat jalan atau IGD. sedangkan intensive care unit (ICU) merupakan perawatan lanjutan bagi pasien yg telah terdiagnosis penyakit tertentu di IGD dan membutuhkan perawatan intensif.
Maya Ratnasari
resort thor. selama ini resort masih digunakan sebagai bahasa asing yang digunakan di Indonesia, dan ditulis dgn cetak miring.
Maya Ratnasari
terpampang thooor.
Maya Ratnasari
sepoi sepoi
Maya Ratnasari
frustrasi
Maya Ratnasari
terperangah thor, bukan terperanga
Maya Ratnasari
dalam konteks ini, yg benar adalah berlagak (berprilaku) thor, bukan berlaga (bertanding/berkelahi)
Maya Ratnasari
qiqiiqqiii, kayak syair lagunya chrisye, kisah cintaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!