NovelToon NovelToon
Bukan Salah Rasa

Bukan Salah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ikha dito

"Cynta, kenalin ini Gama ... temen kampung gue" ucap Maya sambil meraih pergelangan tangan Cynta untuk berkenalan dengan seorang cowok yang terlihat dingin dan angkuh.

"Dan perlahan rasa itu datang dan tumbuh bersemi begitu saja tanpa bisa gue cegah ...." Cynta.

"Jangan salahkan dirimu jika rasa itu datang ... Karna rasa kita sama ...." Gama.

Bagaimana akhir kisah Gama dan Cynta, meski keduanya memiliki rasa yang sama akankah cinta mereka berlanjut di saat Cynta mengetahui bahwa Maya sangat mencintai Gama semenjak sahabatnya itu duduk di bangku SMP ...

Akankah Cynta tega menyakiti Maya ...???

Mampir yak ke lapak Gama and Cynta biar bisa tau kisah akhir ceritanya ...

Kita lanjut baca yukkk ...


Nama tokoh, tempat, alur cerita hanyalah kehaluan othor ... tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan real othor yakk ...

Selamat Membaca ...

Semoga syukak ... Tengyu so much for my beloved readers 😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar Aneh

"Gam_ma." Cynta dengan mulut terbuka namun tanpa suara.

"Sayang... sorry gue lama. Habisnya tempat parkirnya penuh, jadi muter muter dulu." Gama dengan menatap lekat manik hitam Cynta seraya tersenyum lembut.

Cynta tidak menyahut ataupun mengangguki ucapan Gama. Gadis itu membeku, terkejut akan kehadiran Gama yang tiba tiba dan menyematkan jemari di antara jari jemarinya. Jangan lupakan senyum menawan yang membingkai pada wajah dingin yang telah berubah lembut tersebut.

Belum lagi raut wajah Gama yang saat ini terlihat sangat teduh, menatapnya lembut bagai seorang kekasih yang merasa bersalah karena membiarkannya kekasihnya sendirian dan berakhir diganggu oleh lelaki lain.

Bibir Gama tersenyum dengan berbinar hingga membuat kedua matanya menyipit. Siapa pun yang melihatnya pasti akan mengira jika saat ini Gama tengah memberikan senyum mesra pada kekasih hatinya.

Entah kemana perginya wajah datar, dingin juga angkuh yang pernah Cynta lihat sebelumnya.

Kedua laki laki yang telah menggoda Cynta beberapa saat lalu pun tersenyum kecut melihat senyum mesra yang dilemparkan Gama pada Cynta. Keduanya terlihat sebagai pasangan yang sangat sempurna. Yang perempuan cantik jelita tanpa cela dan yang lelaki sangat tampan rupawan.

Dibandingkan dengan Gama kedua lelaki itu tidak ada apa apanya. Bagaikan Hansome and the beast.

"Sayang..." Gama mengibaskan tangannya di depan wajah Cynta yang masih terpaku menatapnya. Kepalanya pun miring dengan wajah yang sengaja didekatkan pada wajah Cynta. Semakin menunjukkan bahwa Gama adalah benar kekasih Cynta.

Hek..

Cynta tersadar setelah merasakan hembusan angin dari kibasan tangan Gama. Segera memutus pandangan matanya dari Gama dengan kedua pipi yang memanas.

Meski dirinya tidak terlalu mendengar ucapan Gama beberapa saat lalu, pun dengan panggilan sayang yang keluar dati mulut Gama. Tetap saja dirinya merasa malu karena memandangi wajah cowok angkuh bin menyebalkan tersebut.

Hap...

Gama buru buru mendekap tubuh Cynta yang saat itu sedikit oleng karena telah mencapai ujung eskalator. Efek tidak fokus, tubuh Cynta setengah terjungkal akibat kedua kakinya belum melangkah naik ke lantai mall.

"Hati hati dong, jangan melamun yang..." ucapan itu terdengar santai tanpa beban terucap dari mulut Gama.

Membuat kedua mata Cynta seketika melotot. Tidak pernah menyangka mulut Gama yang biasa berkata kesal padanya itu telah menyelipakan kata yang.

Apakah rungunya tak salah dengar... Cynta membatin dengan tatapan yang masih tertuju pada Gama. Gadis itu belum sepenuhnya yakin akan apa yang telah didengarnya.

Apalagi masih teringat dengan jelas di benak Cynta saat Gama mengantarkan dirinya pulang ke kos di hari dirinya tanpa sengaja tertidur di kamar Gama beberapa hari lalu. Cynta pikir Gama akan bersikap ramah, setidaknya sedikit lebih ramah di saat keduanya duduk berdua dalam mobil yang sama.

Nyatanya cowok angkuh bin menyebalkan itu hanya membisu tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Membuat perjalanannya ke kos terasa seabad rasanya.

Dan saat itu Cynta hanya bisa mengumpat dalam hati akan sikap dingin dengan mulut yang membungkam sepanjang jalan. Padahal cowok angkuh itu yang menawarkan, tidak lebih tepatnya menginginkan untuk mengantarnya pulang ke kos.

Cynta pun tak berhenti menerka sikap Gama yang saat ini sangat aneh menurutnya. Haruskah sekarang dirinya merasa terpesona akan perubahan sikap lembut Gama saat ini.

Namun, tetap saja Cynta harus mengucapkan terima kasih karena lelaki angkuh itu telah membantunya terbebas dari godaan dua lelaki yang telah berani mencolek colek tubuhnya.

Set...

Gama menyematkan jemarinya makin dalam untuk melanjutkan langkah kaki mereka tanpa meminta persetujuan gadis itu.

Membuat gadis itu terhenyak.

"Gam..."

Cynta dengan memandang tautan jemari keduanya yang mengerat. Bagi Cynta posisi saat ini sangat aneh rasanya. Apalagi mereka berdua bukanlah pasangan kekasih. Namun tetap saja ada rasa hangat yang menjalari seluruh tubuhnya. Bolehkan jika saat ini Cynta sedikit terbawa perasaan.

"Nggak usah baper, gue lakuin ini bukan buat lo." Gama dengan dingin tanpa memandang Cynta. Pandangan mata lelaki itu lurus ke depan dengan satu tangan berada di saku celana jinsnya.

Sruutt....

Cynta seakan turun ke lantai dasar gedung pencakar langit saat mendengar ucapan Gama. Baru saja sedetik yang lalu Cynta merasa terpesona, namun dengan seenaknya mulut pedas Gama membuatnya terjun bebas tanpa parasut.

"Maksud lo apaan?"

Mau tak mau Cynta mengikis jarak, mengambil langkah mendekat pada Gama dengan melayangkan tatapan kesal. Bukan... lebih tepatnya adalah tatapan marah akan sikap Gama yang sulit dimengerti oleh Cynta.

Sebentar ngeselin sebentar baik eh balik lagi nyebelin....

Saat ini keduanya telah menaiki eskalator untuk menaiki lantai tiga mall. Dan kedua lelaki yang sempat menggoda Cynta beberapa saat lalu telah menghilang entah kemana.

"Gue lakuin itu buat adik gue. Gue punya adik cewek. Jadi gue juga nggak suka kalau ada yang melakukan pelecehan pada perempuan seperti yang terjadi sama lo tadi." Gama dengan nada dingin kembali dan tanpa sedikit pun menoleh pada Cynta yang berdiri sedikit di belakangnya.

Hal itu membuat Cynta kembali kesal.

Rasa simpatik yang sempat Cynta rasakan untuk Gama akhirnya menguap begitu saja. Berganti dengan rasa kesal yang disertai dengan umpatan dalam hati yang tak mungkin ia keluarkan saat ini. Karena di sekitarnya banyak orang yang juga berdiri dalam eskaltor yang sama.

Cynta memberontak berusaha melepaskan tautan jemarinya dari belitan jemari Gama untuk menunjukan rasa tidak sukanya akan ucapan lelaki angkuh tersebut.

Bukannya terlepas, Gama malah meremas dan menahan jemari Cynta makin kuat. Seolah tidak membiarkan gadis itu lepas darinya.

"Gam... lepasin." Cynta dengan makin memberontak.

"Nggak!" Gama dengan memberikan tatapan tajam pada manik bulat gadis di belakangnya.

"Ntar lo digangguin lagi." Gama menurunkan intonasi bicaranya saat Cynta melayangkan tatapan tak terima. Mata orang orang di sekitarnya pun tertuju padanya.

"Mau lo apaan sih Gam?" Cynta memberengut kesal.

"Ngelindungi lo dari mata zombie yang lapar." Tentu saja Gama berucap lirih tepat di telinga Cynta. Entah sejak kapan Gama telah meurunkan kakinya sejajar dengan Cynta.

Bahkan posisi keduanya telah berubah saat ini. Semula Gama berada di pinggir mepet dengan pegangan tangan eskalator, sekarang ganti Cynta yang berada di sisi tersebut. Dan Gama berdiri pada sisi Cynta yang kain seolah membentengi gadis itu agar tidak bersenggolan dengan orang lain.

"Dasar cowok aneh." Desis Cynta lirih.

❤❤❤❤

1
Aftine
ditungguin up kak
Dina Vanti
kok nggak pernah up lagi to kak...lama amat
Anonim
kk gk mo update th lama aku nunggu kk nya update
Nur fadillah
Wadidadawww...Mas Es batunya sudah caiiir...😀😀🤣
Nur fadillah
Waduh...duh...bikin berabe neng Cynta...🤣🤣❤
Nur fadillah
Heemmm...kalau cinta sudah membara rasanya gimana gitu...love..love..😀😀❤❤❤
Nur fadillah
Pasti cembukuuurr....🤣🤣
Nur fadillah
waduh...wafuh...ciapa tuh...🤣🤣
Nur fadillah
Heehee...asyiik...
Nur fadillah
Heeheer...nah kan..kan...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeheee...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Semangat 45 Thooorrr....💪🏻💪🏻🔥🇮🇩
Leny Mariani
lanjut
Ida Nursanti
up nya kelamaan..jadi lupa ceritanya
nona damayanti
mana sambungan nya
Aftine
ingat gama cyn
septi 💎
aw aw aw gercep nih pak dosen 😁
Rhiedha Nasrowi
wihh pak dosen to the poin aja yak 😁😁😁
septi 💎
ya ketahuan 😂
Septi Husna
ih si dosen main tembak2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!