Dilarang Spam promo!!!
Promo boleh tapi jangan spam...
Diasingkan dan dikurung di bulan oleh Ayah yang dia kira Ayah kandungnya sendiri hanya karena difitnah oleh adik angkatnya membuat hati kecilnya tersakiti.
sampai suatu hari sang Ayah palsu membunuh seorang gadis hanya karena tidak sengaja menggores lengan putri kesayangannya Fedora dengan anak panah, sang kakek dari gadis tersebut mengutuk ayahnya.
Dan dia harus menunggu malam di mana bulan merah di kelilingi tujuh bintang barulah dia bisa keluar dari bulan.
"Aku kembali hanya untuk membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian perbuat kepada... Bunda"
-Chiarina Ayla Aezar-
Namun siapa yang tahu perubahan saat di akhir. Yang dia kira adalah kebahagiaan nyatanya hanya kepedihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cute summer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Ayla
Bulan merah terjadi dua kali dalam setahun dan tiga bulan lagi adalah Bulan merah,
masyarakat menerka-nerka apakah kehancuran Kaisar Abercio akan tiba tiga bulan lagi?
Pasar Kota~
"kudengar kakek Surajisa mengutuk Kaisar Abercio."ucap ibu penjual sayur.
"kudengar juga begitu."ucap ibu-ibu yang sedang memilih lobak.
"kalian tahu?setiap ucapan kakek Surajisa selalu menjadi kenyataan tahu."ucap seorang pria yang menjual tomat.
"wah tau dari mana kau."
"dulu dia pernah bilang jika daerah barat kekaisaran Arzikeil akan terkena banjir bandang dan itu benar-benar terjadi."
"ya aku juga percaya."
"kasihan Kakek itu dan cucunya,padahal mereka baru bertemu setelah sekian lama Berenic menimba ilmu di Academy Gunung Lous."
"Yah mau bagaimana lagi."
*****
Istana Abergold
Kaisar Abercio sedang duduk di sofa ditemani oleh Jenderal Xiel dan Permaisuri Maira,mereka membahas mengenai kutukan yang diberikan oleh kakek Surajisa.
"Bagaimana jika itu benar-benar terjadi Yang mulia."ucap Permaisuri Maira cemas.
"Terus pantau bulannya dan amati berapa bintang yang terlihat jangan sampai terlewatkan sedikitpun."ucap Kaisar Abercio tenang.
"Laksanakan Yang mulia."jawab Jenderal Xiel.
"AYAH"
Fedora datang menuju tempat tinggal Kaisar Abercio,lengannya terdapat perban yang melilit,ekspresi wajahnya sangat cemas entah itu asli atau palsu.
"apakah Ayah akan baik-baik saja?."dia bertanya.
"tenanglah nak,ayah pasti akan baik-baik saja jangan cemas."jawab Kaisar Abercio sambil mengelus kepala Fedora.
Fedora hanya mengangguk,kemudian mereka bercengkrama seperti biasanya melupakan masalah yang sedang mereka pikirkan.
Ayla Location
Ayla sedang membuat surat untuk Ayahnya Kaisar Zay dan Jersey, disampingnya terdapat Rabsy yang memandangnya dengan sendu.
"Kau yakin akan mengirim surat itu."tanya Rabsy memastikan tidak ada keraguan dihati Ayla.
"Sangat Yakin."jawab Ayla datar.
"perubahanmu ini...aku tidak menyukainya."
batin Rabsy menyesal.
Ayla melipat kertasnya menjadi gulungan kemudian membakarnya,dan serpihan itu terbang menuju Kekaisaran Luczuro.
*****
Kaisar Zay sedang meneliti sebuah peta kawasan Jamur Gudaks bersama Leon,Jersey,dan pangeran Zevan.
"lihat ini!sepetinya wilayah ini banyak ditumbuhi jamur beracun itu."ucap Leon menunjuk suatu wilayah didalam peta.
"kau benar Leon."
"Tapi wilayah ini sangat aman."ucap pangeran Zevan.
Tiba-tiba sebuah cahaya berwarna coklat mengumpul ditengah peta,dan berubah menjadi sebuah gulungan,Leon segera membukanya dan membacanya.
Kaisar Zay dan Jersey yang mendengar nama mereka disebutkan didalam surat segera menajamkan pendengarannya,menyimak dengan baik,ada rasa bersalah yang menyelimuti seluruh hati dua orang itu,
kalimat terakhir yang Leon bacakan membuat jantung mereka berdua serasa tertusuk belati.
'Teruntuk Kaisar Zay dan Panglima Jersey'
...'Aku sudah terlalu berharap kepada,...
...kalian....
...kalian sudah mengabaikan ku...
...maka jangan pernah berniat untuk...
...menemui ku disini....
...aku sudah memutuskan untuk...
...tidak lagi berharap kepada kalian....
...Empat tahun sudah kalian mengabaikan ku...
...meninggalkanku,dan melupakanku....
...sudah tidak ada lagi nama kalian...
...didalam hatiku...
...Aku akan kembali bukan untuk kalian...
...tapi untuk sebuah kebenaran....
...bersikaplah sama seperti empat...
... tahun ini ...
...jangan pernah berubah karena...
... kalian sudah terlambat...
...aku bukan anak kecil lagi...
...kuharap setelah kalian membaca ini...
...kalian tidak berniat menemuiku...
...aku memutuskan hubungan kita...
...'Aku membenci kalian'...
...~AYAH~...
^^^Tertanda^^^
^^^-Chiarina-^^^
"Ayah cepat pergi."ucap pangeran Zavan panik.
dengan segera mereka berdua berlari keluar memanggil Rhett dan terbang kebulan,namun belum sempat Rhett mendarat, sebuah bongkahan es keluar dari permukaan bulan,es itu sangat runcing dan tajam siap menusuk apapun yang melewatinya.
Es itu adalah buatan Ayla yang dibuat untuk menghadang sesuatu yang ingin kebulan,dia saat ini sedang mempelajari seluruh buku yang sempat dia minta kepada Rhett,sebuah buku yang mempunyai ketebalan 30 cm dan lebar 150 cm.
WOW sekali bukan...
Kaisar Zay yang berada di punggung Rhett berusaha untuk mencairkan es buatan Ayla namun tidak bisa dicairkan karena es yang Ayla gunakan adalah...
"Es abadi."gumam Kaisar Zay mendengus kesal.
"bagaimana ini Kaisar,kita tidak akan bisa menembus pertahanan es abadi."ucap Jersey panik.
"kita kembali."jawab Kaisar Zay menatap datar es yang menghalangi mereka.
"tapi yang mulia-"
"Rhett kembali."
" baik My Lord. "
Ayla yang menyaksikan mereka kesulitan menembus es buatannya merasa puas dengan hasil kerjanya selama ini mempelajari elemen esnya, diam-diam dia menertawakan mereka.
"kalian kemana selama empat tahun ini, setelah aku mengirim surat kalian bahkan baru mengingatku hiks."ucap Ayla memegang dadanya yang sakit karena es abadi menguras seluruh tenaganya.
Rabsy hanya bisa menatap Ayla dengan sendu dirinya tidak tahu harus berbuat apa,karena dia hanya kelinci biasa,bukan kelinci serba bisa.
"kapan bintang biasa meredup?."tanya Ayla memandang Rabsy.
"sekitar 7 tahun lagi."jawab Rabsy.
"7 tahun?itu waktu yang cukup untuk melatih kemampuan Es dan Apiku."
"dan Energi Bulan kristalku."
"Tutup semua akses menuju kemari Luna,usahakan yang terbaik."
"Sesuai perintahmu My Lord."