Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .
Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .
Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Erika menatap lekat-lekat wajah yang di penuhi dengan luka-luka lebam itu . Alam pikirannya sendiri tidak mampu membayangkan bagaimana cara pria itu di siksa oleh para mafia itu selama setahun . Setelah cedera serius yang ia alami , bahkan ia mampu bertahan walaupun dalam keadaan koma .
" Pria tampan yang malang " Gumamnya seraya tersenyum lirih ke arah pria itu .
Flashback off
" Dari mana kau mendapatkan semua ini nak ? " Tanya Anne dengan wajah berbinar .
" Ini pesangon ku yang berikan oleh pemilik restoran itu Bu . Ibu harus tau ini , wajah paman itu mirip seperti ku , apa besar nanti aku akan jadi orang kaya seperti paman itu yah " Jawab Arron seraya memanyunkan bibirnya .
Anne terhentak kaget mendengar ucapan anaknya barusan . Seseorang yang mirip dengan Arron , tentulah hanya Allen . " Apa jangan-jangan itu benar Allen ? " Tanya Anne dalam hati .
" Ibu kenapa ibu melamun ? " Arron membuyarkan lamunan sang ibu .
" Ah tidak apa-apa , ibu sangat senang . Sebenarnya kau tidak perlu bekerja untuk ibu . Ibu masih bisa menghidupi kalian dengan tenaga ibu sendiri " Jelas Anne seraya menatap Arron dengan tatapan sendunya .
" Tapi Bu .. " Ucapan Arron terpotong saat Anne menempelkan telunjuknya pada bibir mungil Arron .
" Ibu tidak ingin mendengar kata tapi sekarang " Ucapnya dengan lembut .
🌫️
" Baru kali ini aku melihatmu banyak bicara " Celetuk Richard pada Gerald yang terlihat kembali berekspresi datar seperti biasanya .
Namun ucapan Richard sama sekali tidak mendapat respon dari Gerald .
" Hey , jika di ingat-ingat lagi , wajah anak itu begitu mirip denganmu , Gerald " Ucap Adam yang mulai menyadari .
" Haish , kalian salah lihat " Tukas Gerald seraya memakan kembali makanannya dengan raut wajah datarnya .
" Hahaha , dia begitu tidak ingin di katakan punya wajah pasaran " Ledek Richard yang kemudian di ikuti gelak tawa dari Adam .
Sementara di sisi lain , Alden terus memperhatikan Gerald dan rekan-rekannya dari kejauhan . Sesekali ia memicingkan matanya untuk menyakini bahwa apa yang ia lihat benar-benar tidak salah .
" Ah yang benar saja mataku ini , Allen , tidak mungkin " Gumam Alden seraya mengucek-ngucek matanya .
" Tapi , bukankah dialah orang yang berbicara pada Arron tadi ? Apa dia tidak ingat wajah putranya sendiri ? " Sejumlah pertanyaan terus timbul di benak Alden . Hatinya mendadak tidak tenang bila Allen akan kembali menemui Anne , hal itu jelas akan membuat usahanya gagal dalam memenangkan hati Anne .
" Sialan , aku harus menemui wanita itu sekarang juga " Sesegera mungkin Alden pergi meninggalkan restoran itu dan menuju ke kediaman Anne yang berada tak terlalu jauh dari restoran itu .
Sesampainya di rumah Anne , ia mendapati Anne yang sedang berada di toko kecil miliknya itu dengan wajah yang merenung seperti sedang memikirkan sesuatu . Alden menghela nafas panjang dan memantapkan langkahnya mendekati Anne .
" Jangan melamun nona " Alden membuyarkan lamunan Anne yang sontak membuat Anne terperanjat kaget .
" A ada apa Alden ? " Tanya Anne dengan terbata-bata .
" Apa yang sebenarnya kau pikirkan ? Apa tentang Allen lagi ? " Selidik Alden sembari memajang ekspresi agak kesal dan mengambil tempat duduk disebelah Anne .
" Arron bilang ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengannya , apa mungkin orang itu Allen ? " Anne menunduk lesu tanpa menatap Alden sedikit pun .
" Hey , pemilik restoran itu kah ? Aku melihatnya sendiri . Tenanglah dia bukanlah Allen " Jawab Alden berusaha meyakinkan Anne dengan jawabannya .
" Aku sangat berharap dia kembali " Alden terdiam sejenak mendengar pernyataan Anne yang membuat hatinya kembali dipenuhi oleh rasa sakit .
" Apa yang membuatmu begitu yakin ? "
" Karena aku sangat mencintainya " Jawab Anne berterus terang .
Entah apa yang membuat perasaan Anne masih sama seperti dulu , padahal di masa lalunya Allen pernah menggores luka yang mendalam di hatinya berkali-kali .
" Aku tidak akan membiarkan kalian bertemu kembali " Batin Alden yang merasa tak rela jika kedua pasangan itu bersatu kembali.
" Anne , sampai kapan kau akan menunggu Allen kembali ? " Tanya Alden seraya memasang tatapan serius .
" Sampai kapanpun itu , aku akan menunggunya " Jawab Anne dengan begitu yakin .
" Tolong beri aku kesempatan untuk meyakinkan mu . Beri kesempatan agar aku memperjuangkan perasaanku " Pinta Alden .
" Maaf Alden , aku tidak bisa " Lagi dan lagi Anne menolaknya . Hati Alden kini memanas akan situasi ini .
" Baiklah , aku juga akan terus berusaha sampai kapan pun itu " Ucap Alden pantang menyerah.
Flashback on
Jemarinya perlahan bergerak sedikit demi sedikit setelah mengalami koma selama kurang-lebih 9 bulan lamanya . Matanya perlahan terbuka menerawang seisi ruangan yang ia tempati .
" Dimana aku sekarang ? " Gumamnya seraya memegangi kepalanya yang terasa berkunang-kunang .
Erika yang baru saja memasuki ruangan itu sontak dibuat kaget oleh apa yang ia lihat . Senyuman tersungging di bibirnya , ia berjalan perlahan mendekati pria itu .
" Akhirnya kau berhasil melewati masa koma mu " Ucap Erika sumringah .
" Siapa kau ? "
" Aku Erika , kekasihmu " Jawab Erika .
" Kekasih ? " Tanyanya penasaran .
" Benar , aku kekasihmu . Dan kau Gerald , kekasihku " Jawab Erika berusaha meyakinkan
pria dihadapannya itu .
" Mengapa aku bisa koma ? " Tanyanya lagi .
" Waktu itu kau mengalami kecelakaan , dan aku merawatmu sampai kau sadarkan diri seperti ini "
Pria itu menghela nafas panjang dan berusaha mengingat kembali masa lalunya . Namun , semakin ia berusaha mengingat kembali , kepalanya semakin terasa sangat sakit .
" Apa yang terjadi padaku ? " Pekiknya sembari menahan rasa sakit di kepalanya .
" Tenanglah , kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengingat kembali apa yang ada di masa lalumu . Kau sedang mengalami amnesia , yang perlu kau ingat adalah masa depanmu . Aku akan selalu membantumu sayang " Jelas Erika berusaha menenangkan .
Kehidupan yang ia jalani usai komanya kini telah jauh berbeda, bahkan berubah sepenuhnya . Gerald , begitulah orang-orang disekitarnya memanggilnya sekarang . Di masa lalunya mungkin ia tidak ingin terlibat dengan mafia , namun di masa sekarang ia lah yang menggantikan Sean Kingston yang sudah berumur sebagai ketua mafia Lefki Tigris .
Usia Sean memang tidak muda lagi , ia menyerahkan sepenuhnya kekuasaannya termasuk bisnisnya pada keponakannya itu . Tidak butuh waktu lama , kini bisnis yang dijalankan oleh Gerald cukup bertambah maju dan berkembang pesat dengan berbagai cabang di segala penjuru negeri .
" Jadi kapan kau akan menikahi Erika ? " Tanya Sean pada keponakannya itu .
" Menikah ? Aku bahkan belum yakin dengan perasaan ku pada wanita itu " Jawab Gerald dengan jujur .
" Bagaimana bisa kau tidak memiliki perasaan padanya ? Dia kekasihmu " Ujar Sean penuh penekanan .
" Entahlah , aku masih merasa asing dengannya dan belum siap untuk mencintai seseorang " Balas Gerald seraya memijat keningnya .
" Sesekali aku melihat sesuatu , entah itu kilas ingatanku yang lama atau apalah itu . Yang pastinya aku melihat diriku yang dulu di dampingi seorang wanita . Namun wajahnya begitu samar , tapi aku yakin itu bukan Erika " Jelas Gerald .
Sean berpikir sejenak akan penjelasan Gerald barusan , ia bahkan tidak tau bagaimana kehidupan keponakannya itu sejak kepergian Arthur adiknya . Sejak kepergian adiknya itu , Sean mempercayakan kedua keponakannya pada Davina . Namun ternyata ia telah menaruh kepercayaan pada orang yang salah , karena salah satu orang yang terlibat dalam kematian Arthur adalah Davina sendiri .
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???