NovelToon NovelToon
" MY BROTHER MY HUSBAND "

" MY BROTHER MY HUSBAND "

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:330.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syarifah Nur Hasanah

Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .

Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .

Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Erika menatap lekat-lekat wajah yang di penuhi dengan luka-luka lebam itu . Alam pikirannya sendiri tidak mampu membayangkan bagaimana cara pria itu di siksa oleh para mafia itu selama setahun . Setelah cedera serius yang ia alami , bahkan ia mampu bertahan walaupun dalam keadaan koma .

" Pria tampan yang malang " Gumamnya seraya tersenyum lirih ke arah pria itu .

Flashback off

" Dari mana kau mendapatkan semua ini nak ? " Tanya Anne dengan wajah berbinar .

" Ini pesangon ku yang berikan oleh pemilik restoran itu Bu . Ibu harus tau ini , wajah paman itu mirip seperti ku , apa besar nanti aku akan jadi orang kaya seperti paman itu yah " Jawab Arron seraya memanyunkan bibirnya .

Anne terhentak kaget mendengar ucapan anaknya barusan . Seseorang yang mirip dengan Arron , tentulah hanya Allen . " Apa jangan-jangan itu benar Allen ? " Tanya Anne dalam hati .

" Ibu kenapa ibu melamun ? " Arron membuyarkan lamunan sang ibu .

" Ah tidak apa-apa , ibu sangat senang . Sebenarnya kau tidak perlu bekerja untuk ibu . Ibu masih bisa menghidupi kalian dengan tenaga ibu sendiri " Jelas Anne seraya menatap Arron dengan tatapan sendunya .

" Tapi Bu .. " Ucapan Arron terpotong saat Anne menempelkan telunjuknya pada bibir mungil Arron .

" Ibu tidak ingin mendengar kata tapi sekarang " Ucapnya dengan lembut .

🌫️

" Baru kali ini aku melihatmu banyak bicara " Celetuk Richard pada Gerald yang terlihat kembali berekspresi datar seperti biasanya .

Namun ucapan Richard sama sekali tidak mendapat respon dari Gerald .

" Hey , jika di ingat-ingat lagi , wajah anak itu begitu mirip denganmu , Gerald " Ucap Adam yang mulai menyadari .

" Haish , kalian salah lihat " Tukas Gerald seraya memakan kembali makanannya dengan raut wajah datarnya .

" Hahaha , dia begitu tidak ingin di katakan punya wajah pasaran " Ledek Richard yang kemudian di ikuti gelak tawa dari Adam .

Sementara di sisi lain , Alden terus memperhatikan Gerald dan rekan-rekannya dari kejauhan . Sesekali ia memicingkan matanya untuk menyakini bahwa apa yang ia lihat benar-benar tidak salah .

" Ah yang benar saja mataku ini , Allen , tidak mungkin " Gumam Alden seraya mengucek-ngucek matanya .

" Tapi , bukankah dialah orang yang berbicara pada Arron tadi ? Apa dia tidak ingat wajah putranya sendiri ? " Sejumlah pertanyaan terus timbul di benak Alden . Hatinya mendadak tidak tenang bila Allen akan kembali menemui Anne , hal itu jelas akan membuat usahanya gagal dalam memenangkan hati Anne .

" Sialan , aku harus menemui wanita itu sekarang juga " Sesegera mungkin Alden pergi meninggalkan restoran itu dan menuju ke kediaman Anne yang berada tak terlalu jauh dari restoran itu .

Sesampainya di rumah Anne , ia mendapati Anne yang sedang berada di toko kecil miliknya itu dengan wajah yang merenung seperti sedang memikirkan sesuatu . Alden menghela nafas panjang dan memantapkan langkahnya mendekati Anne .

" Jangan melamun nona " Alden membuyarkan lamunan Anne yang sontak membuat Anne terperanjat kaget .

" A ada apa Alden ? " Tanya Anne dengan terbata-bata .

" Apa yang sebenarnya kau pikirkan ? Apa tentang Allen lagi ? " Selidik Alden sembari memajang ekspresi agak kesal dan mengambil tempat duduk disebelah Anne .

" Arron bilang ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengannya , apa mungkin orang itu Allen ? " Anne menunduk lesu tanpa menatap Alden sedikit pun .

" Hey , pemilik restoran itu kah ? Aku melihatnya sendiri . Tenanglah dia bukanlah Allen " Jawab Alden berusaha meyakinkan Anne dengan jawabannya .

" Aku sangat berharap dia kembali " Alden terdiam sejenak mendengar pernyataan Anne yang membuat hatinya kembali dipenuhi oleh rasa sakit .

" Apa yang membuatmu begitu yakin ? "

" Karena aku sangat mencintainya " Jawab Anne berterus terang .

Entah apa yang membuat perasaan Anne masih sama seperti dulu , padahal di masa lalunya Allen pernah menggores luka yang mendalam di hatinya berkali-kali .

" Aku tidak akan membiarkan kalian bertemu kembali " Batin Alden yang merasa tak rela jika kedua pasangan itu bersatu kembali.

" Anne , sampai kapan kau akan menunggu Allen kembali ? " Tanya Alden seraya memasang tatapan serius .

" Sampai kapanpun itu , aku akan menunggunya " Jawab Anne dengan begitu yakin .

" Tolong beri aku kesempatan untuk meyakinkan mu . Beri kesempatan agar aku memperjuangkan perasaanku " Pinta Alden .

" Maaf Alden , aku tidak bisa " Lagi dan lagi Anne menolaknya . Hati Alden kini memanas akan situasi ini .

" Baiklah , aku juga akan terus berusaha sampai kapan pun itu " Ucap Alden pantang menyerah.

Flashback on

Jemarinya perlahan bergerak sedikit demi sedikit setelah mengalami koma selama kurang-lebih 9 bulan lamanya . Matanya perlahan terbuka menerawang seisi ruangan yang ia tempati .

" Dimana aku sekarang ? " Gumamnya seraya memegangi kepalanya yang terasa berkunang-kunang .

Erika yang baru saja memasuki ruangan itu sontak dibuat kaget oleh apa yang ia lihat . Senyuman tersungging di bibirnya , ia berjalan perlahan mendekati pria itu .

" Akhirnya kau berhasil melewati masa koma mu " Ucap Erika sumringah .

" Siapa kau ? "

" Aku Erika , kekasihmu " Jawab Erika .

" Kekasih ? " Tanyanya penasaran .

" Benar , aku kekasihmu . Dan kau Gerald , kekasihku " Jawab Erika berusaha meyakinkan

pria dihadapannya itu .

" Mengapa aku bisa koma ? " Tanyanya lagi .

" Waktu itu kau mengalami kecelakaan , dan aku merawatmu sampai kau sadarkan diri seperti ini "

Pria itu menghela nafas panjang dan berusaha mengingat kembali masa lalunya . Namun , semakin ia berusaha mengingat kembali , kepalanya semakin terasa sangat sakit .

" Apa yang terjadi padaku ? " Pekiknya sembari menahan rasa sakit di kepalanya .

" Tenanglah , kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengingat kembali apa yang ada di masa lalumu . Kau sedang mengalami amnesia , yang perlu kau ingat adalah masa depanmu . Aku akan selalu membantumu sayang " Jelas Erika berusaha menenangkan .

Kehidupan yang ia jalani usai komanya kini telah jauh berbeda, bahkan berubah sepenuhnya . Gerald , begitulah orang-orang disekitarnya memanggilnya sekarang . Di masa lalunya mungkin ia tidak ingin terlibat dengan mafia , namun di masa sekarang ia lah yang menggantikan Sean Kingston yang sudah berumur sebagai ketua mafia Lefki Tigris .

Usia Sean memang tidak muda lagi , ia menyerahkan sepenuhnya kekuasaannya termasuk bisnisnya pada keponakannya itu . Tidak butuh waktu lama , kini bisnis yang dijalankan oleh Gerald cukup bertambah maju dan berkembang pesat dengan berbagai cabang di segala penjuru negeri .

" Jadi kapan kau akan menikahi Erika ? " Tanya Sean pada keponakannya itu .

" Menikah ? Aku bahkan belum yakin dengan perasaan ku pada wanita itu " Jawab Gerald dengan jujur .

" Bagaimana bisa kau tidak memiliki perasaan padanya ? Dia kekasihmu " Ujar Sean penuh penekanan .

" Entahlah , aku masih merasa asing dengannya dan belum siap untuk mencintai seseorang " Balas Gerald seraya memijat keningnya .

" Sesekali aku melihat sesuatu , entah itu kilas ingatanku yang lama atau apalah itu . Yang pastinya aku melihat diriku yang dulu di dampingi seorang wanita . Namun wajahnya begitu samar , tapi aku yakin itu bukan Erika " Jelas Gerald .

Sean berpikir sejenak akan penjelasan Gerald barusan , ia bahkan tidak tau bagaimana kehidupan keponakannya itu sejak kepergian Arthur adiknya . Sejak kepergian adiknya itu , Sean mempercayakan kedua keponakannya pada Davina . Namun ternyata ia telah menaruh kepercayaan pada orang yang salah , karena salah satu orang yang terlibat dalam kematian Arthur adalah Davina sendiri .

1
Dafila Nurul
bagus sih ceritanya. tp sebel sm sifat allen yg ga tegas
Dewi Maia
baru mo mulai baca thor. . nanti kalo ceritanya klop dihati aku brondong ❤️❤️❤️+
Selvi Wondal
semangat Thor🙏
NAZERA ZIAN
kasihan ane klw tau kenyataanx..
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???
NAZERA ZIAN
anne n allen senasip sepenanggung...
NAZERA ZIAN
ternyata allan kaya bgt ya thor...
NAZERA ZIAN
awal yg indah..💟💟💟
NAZERA ZIAN
sepertix bagus ceritax...
NAZERA ZIAN
menyimak....
Uti Gaol
waduch sudah ku duga pasti ulah claudya dasar pelakor
Uti Gaol
onoooo ae thoor2
Uti Gaol
hadech adaaaa aja si thor
Uti Gaol
satu kata oon
Uti Gaol
,kemana chriestoper thor hadirkan lg
Uti Gaol
alhamdulillaaah lega hatikuuu
Uti Gaol
jujurlah pada arron ann pasti dia mengerti
Uti Gaol
dasar lacknad kau kevin dasar bodoh kau allen kog gini ceritanya thor hatiku sakiiit
Uti Gaol
pergi yg jauh aja ann
Uti Gaol
waduch ono ae kasihan anne
Uti Gaol
yach terpisah dengan anak2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!