NovelToon NovelToon
BIMA LOVERS

BIMA LOVERS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: NOVIA IP

Bimatara Reza Winajaya tumbuh menjadi pria tampan yang amat di kagumi semua wanita yang melihat. Tapi kisah cintanya tidak semulus di bayangkan banyak orang. Meski fisik mendukung tapi soal wanita dia kurang beruntung.

Banyak orang yang mencintai tapi cintanya hanya untuk wanita di masa lalunya. Clara Mariana Argata.

Pertemuan dengan wanita yang mirip wanita di masa lalu menghantuinya. Ciara Hanaria Azata. Memiliki banyak rahasia yang wanita itu sembunyikan. Hingga wanita itu diam-diam mengagumi Bima saat pertemuan pertama.

Apa Bima akan melupakan sosok wanita yang di cintai selama hidupnya? Atau wanita yang mirip dengan masa lalunya yang akan mengubah segalanya, menjadi cinta baru...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOVIA IP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boncengan

Update

Selamat membaca 

Jangan lupa Vote, Komen dan Jempolnya (👍)

#Dirumahaja

***

Hana masih berdiri menunggu Bosnya membawa motor yang berada di garasi. Setelah dengan perdebatan acara antar mengantar akhirnya Bosnya lah yang akan mengantar Hana pulang, meski tahu kalau pria itu gak ikhlas melakukannya. Ia bakal dibonceng Bosnya sampai rumah, bayangkan Hana akan duduk di belakang punggung pria itu. Pasti tidak tahan akan godaan punggung lebar Bosnya yang pasti pelukable banget. 

"Ngambil motor di Arab kali ya, udah sepuluh menit belum datang-datang." Gerutu Hana sembari melihat ke segala arah memantau akan kedatangan Bosnya yang tidak kunjung jua datang.

"Kalau begini jadinya, mending di anterin Kai aja, dasar tukang PHP!" Gerutu Hana lagi.

Hana menghentak kakinya berjalan menjauhi rumah namun tidak lama kemudian sebuah motor sport berwarna hitam mendekat. Dan seseorang membuka helm, ternyata Bosnya. Sumpah Bosnya bukan hanya ganteng tapi keren macam anak motor, jangan sama kan Bosnya dengan anak langit-langitan.

"Kan saya bilang tunggu, kenapa malah kabur!" Hanya itu yang diucapkan Bima. 

Kabur, katanya? Boleh gak sih peluk Pak Bima biar kadar kepekaannya mengenai otaknya! Sarkas Hana dalam hati.

"Lagian Pak Bima lama." Kata Hana berani tanpa disadari, ia bertekad tidak ingin jadi sekretaris yang lemah dimata Bima. Tidak ingin pura-pura lagi. Rasanya lelah kalau berlaga sok nurut dan sok ketakutan bukan gaya Hana yang nyeleneh. 

"Oh! Jadi kamu marah gara-gara cuma nunggu beberapa menit doang."

"Beberapa menit¿ kalau saya totalin semuanya saya nunggu Bapak hampir satu jam lewat empat puluh menit." Hana tidak mau kalah. Karena sebelumnya Hana menunggu Bosnya hampir satu jam lebih dan untung ditemani kedua adiknya. Kalau tidak Hana akan mati kebosanan.

"Baru segitu, saya menunggu seseorang bertahun-tahun gak serempong kamu."

Ck. Curhat pak! 

"Tentu saja beda. Itu namanya gak bisa MOVE ON, ngapain nunggu yang gak pasti. Yang pasti-pasti aja sih!" balas Hana penuh penekanan entah darimana datangnya keberaniannya. 

Saat mendengarkan ucapan Hana, Bima malah ingin ketawa, bukannya marah. Sekretarisnya ternyata punya sisi galak juga. Mungkin masih PMS!

Keduanya masih saling menatap tajam, Bima masih duduk di motor sportnya masih memeluk helm di depannya dan Hana berdiri dengan gelisah, pertengkaran mereka khalayak pasangan sejoli yang sedang bertengkar karena kekasihnya telat menjemput.

"Sekarangnya maunya apa¿" Bima melipat kedua tangannya di depan dada menatap Hana masih diam padahal tadi dia lebih aktif bicara seperti beo. 

"Pulang." singkat Hana, kesal. 

Demi apapun Hana benar-benar kesal dengan Bosnya apalagi sekarang dia hanya memiliki waktu satu jam untuk bersiap untuk acara pesta malam ini.

Bima menyodorkan helm hitam pada Hana yang masih belum bergeming.

"Katanya mau pulang!"

Pada akhirnya Hana mengambil helm itu dengan cepat dan memakainya. 

Hana menaiki motor hitam sport duduk dibalik punggung Bosnya. Untung Hana selalu memakai celana kalau bekerja jarang sekali memakai rok, karena memang sangat repot apalagi kadang sesekali memakai ojol sebagai kendaraan favoritnya lebih cepat dan singkat saat keadaan jalan yang tidak pernah bisa diprediksi.

"Pegangan." suara Bima begitu tegas, sedikit ragu Hana meletakan tangannya di pundak pria itu. "Di pinggang saya, bukan pundak, saya bukan tukang ojek yang sering kamu pakai, saya...Bos kamu."

Hana memindahkan tangannya pada pinggang Bima dengan tangan sedikit bergetar saking gugup dan berdebar hatinya. Ia memegang pinggang Bosnya tidak erat hanya sekedar menempel dan sedikit memegang ujung baju Bosnya. Tapi efeknya begitu membuat Hana berpikir macam-macam, apalagi melihat punggung lebar Bosnya.

Ini jantung kenapa sih? Gak bisa diajak kompromi. Hati Hana bersorak, pikirannya melayang pada adegan dalam sebuah drama korea yang pernah ditonton. Rasanya Hana ingin sekali berteriak kencang dan merentangkan tangannya dan meluapkan ekspresinya dalam hati.

Tanpa aba-aba Bima menjalankan motornya. Hana memberi instruksi pada Bima dimana letak rumahnya. Dalam perjalanan melewati deretan rumah besar, hingga akhirnya Bima dan Hana sampai tujuan. 

"Ini rumah kamu?" seru Bima masih duduk di motornya dan melihat rumah di hadapannya meski hanya sampai gerbang karena kemauan Hana sendiri. 

"Iya." Hana melepas helmnya dan memberikannya pada Bima dan disambut cepat pria itu. "Kenapa, pak?" tambahnya saat pandangan Bima masih belum lepas dari bangunan rumahnya. 

"Kayaknya kamu berasal dari keluarga mampu tapi kenapa kamu mau bersusah-susah bekerja?" 

Hana membuka mulutnya lebar, "Memang gak boleh. Pak Bima tahu kan alasan saya kerja. Seperti yang bapak lihat rumah ini milik orangtua saya. Saya gak pernah berpikir untuk hidup enak dan santai-santai kayak anak orang kaya manja yang menghamburkan uang. Pak Bima sendiri bekerja menggantikan posisi, Ayah anda. Bukan begitu?"

Bima diam. 

Benar apa yang diucapkan sekretarisnya, mungkin dia hanya penasaran akan Hana yang beda dari wanita kebanyakan yang memang lebih menikmati hasil tanpa ingin bersusah payah. 

"Hm…" 

Hana mendelik. Ya, begitulah jawaban pria itu kalau sudah mentok, manggut-manggut, ber oh ria kalau tidak berdehem seakan tidak mau membalas pertanyaan sebelumnya. Ia sudah hanpal Bosnya.

"Kalau begitu saya pamit masuk, pak. Terima kasih sudah mengantarkan saya."

Bima mengangguk. Saat hendak melangkah kaki Hana berhenti dan menoleh pada sumber suara. 

"Maaf… "

Eh? Maaf untuk apa?

Hana masih diam tanpa bicara menunggu Bosnya melanjutkan kembali ucapannya. 

"Maaf karena membuat kamu menunggu satu jam lewat empat puluh menit."

Bima menjalankan motornya tanpa ingin membalikkan badannya untuk melihat ekspresi wajah Hana yang masih terkejut. Dengan bodohnya Bima merasa gugup apalagi dadanya seakan ingin keluar saking berdebar. Dia harus periksa jantungnya pasti bermasalah, pikirnya.

Sedangkan wanita itu masih terdiam, melihat kepergian Bosnya. 

Mimpi ini pasti mimpi kan, Hana menempuk kedua pipinya sedikit keras dan terasa perih akan tepukkannya sendiri. Demi calon suami dimanapun, ucapan Bosnya terdengar sangat romantis.

Hana tersipu malu, kemudian berjalan masuk melewati gerbang bersiap-siap untuk pergi ke pesta. 

***

Bima memasuki kamarnya setelah mengantarkan Hana untuk pulang. Ia menyentuh dadanya masih bergemuruh. Rasanya sangat aneh. Ia berbaring di kasurnya terlentang melihat langit-langit atapnya. Ia bangkit dari posisinya sekarang dan mengambil sesuatu di laci nakasnya. Sebuah pas foto terlihat dua orang remaja memakai baju putih-biru tersenyum manis seakan keduanya tidak bisa saling melepaskan.

Menyentuh pas foto itu dengan lembut perasaan hatinya terasa sesak tapi tidak sesak dulu, sekarang Bima sudah mulai ikhlas akan semua dan berharap wanita itu hidup bahagia meski sampai detik ini, Bima tidak tahu akan keberadaannya yang begitu misterius.

Apa kamu hidup bahagia, Ara? 

Kemudian Bima meletakkan kembali foto itu ke dalam laci dan beringsut dari kasurnya dan bersiap-siap untuk sebuah acara pesta. 

Sebelum itu suara ketukan pintu terdengar, Bima hanya bergumam 'Masuk' meski tidak tahu siapa yang mencarinya.

Seorang wanita paruh baya masuk dan tersenyum menatap Bima. Ia bingung dengan sikap Mommynya. Mereka duduk dipinggir kasur. 

"Mommy senang kamu mau buka hati, sama seseorang." kata Luna menoleh pada Bima yang masih duduk terdiam memijat pelipis keningnya.

"Maksud, Mommy¿" Bima terlihat kebingungan.

"Jangan pura-pura deh, Mommy baru lihat kamu anterin cewek pake Si Blacker. Nabila sama Nadila aja dulu gak pernah tuh kamu ajakin naik motor kamu. Dan Hana cewek pertama yang kamu boncengin." 

Bima baru sadar akan ucapan Mommynya, Blacker adalah nama motor sport hitam Bima sejak awal masuk SMA dan tidak wanita ataupun pria yang duduk di belakangnya, tapi kenapa Bima mengijinkan Hana untuk diboncengnya? Bima saat itu tidak pernah berpikir mengantarkan Hana pakai motornya malah ia berniat memakai mobilnya tapi entah kenapa dia malah mengambil kunci motor yang sudah lama tidak dipakainya. Bima saja heran. 

Bima berdehem. "Itu karena―Bima lagi malas bawa mobil. Lagian tempatnya juga dekat. Biar cepat juga." elaknya, membuat Bima jadi gugup bicara dengan Mommynya.

"Oh begitu!" suara Luna sedikit mengejek. "Menurut kamu Hana itu, Bagaimana?"

Bima berbidik curiga. Jangan sampai Mommynya meminta Bima untuk berhubungan, jangan sampai. Mana ada seorang Bos melakukan affair dengan sekretarisnya, itu hanya ada dalam cerita novel yang Nabila buat.

"Bagaimana, apanya sih¿" Bima pura-pura.

"Ih, ngomong sama kamu kok gak paham-paham. Pantesan selama ini ngejomblo terus." Luna kesal. "Menurut kamu Hana itu kayak apa sih?"

Kalau anaknya tidak mengerti juga, Luna akan mencekik Bima hingga pingsan saking kesalnya. 

"Hana…karyawan yang baik."

"Bimantara…."

Bima tertawa pelan melihat kekesalan wanita paruh baya di sampingnya. 

"Kayaknya Mommy suka banget sama Hana. Jangan-jangan Mommy sama yang lain dipelet online sama dia." celetuk Bima asal membuat Luna menyentil keningnya. 

Pletak! 

"Mom, sakit… " rintih Bima mengusap keningnya. Memang bisa hanya sedikit bercanda tapi malah mendapat sentilan keras dari Mommynya. 

"Ngomong kok sembarangan." tidak terima akan ucapan anaknya. Bima bangkit dari duduknya membuka kaos dan menyisakan singlet putih. "Kamu jadi ke pesta topeng sama sahabat kamu?"

"Jadi." ucapnya.

"kenapa gak ajak Hana tadi sekalian?"

"Kok bahas Hana lagi, Hana lagi sih." Bima merasa risih kalau mendengar nama sekretarisnya. Gara-gara dia jantung Bima hampir lepas. "Lagian pesta itu gak mengharuskan membawa pasangan."

"Kalau begitu ajak Hana ke acara pernikahannya Elgar aja, kan kamu belum punya pasangan, bawa aja Hana kesana."

"NO."

"Why? Ada masalah?"

"Tentu saja, dia sekretarisku Mom, bukan kekasihku. Lagian aku mau kesana bareng Arvind. Dia juga gak bawa pasangan."

"Gak apa-apa dong kalau cuma nemenin kamu, seengganya kamu bawa gandengan. Malu, masa seorang CEO SJC gak bawa partner ke acara kondangan. Kalau kamu gandengan sama Arvind nanti disangka ada something. Mau kayak gitu?"

Tahu begini Bima tidak cerita akan undangan pernikahan Edgar, teman sekolahnya dulu. 

"Ya, gak mau lah… aku N. O. R. M. A. L." tegas Bima penuh penekanan. 

"Mommy tahu, gak usah dikasih tahu."

Luna beranjak berdiri dan melangkah keluar, berhenti di ambang pintu, namun sebelum melanjutkan, dia bersuara membuat Bima melotot tidak suka.

"Mommy mau chat Hana biar mau jadi partner kamu di acara kondangan nanti."

kemudian Luna menutup pintu dengan keras dan kabur begitu saja tanpa berdosa. 

"MOMMY" teriak Bima saat pintu sudah tertutup. Nafasnya sedikit memburu karena emosinya yang tertahan. Bima mengacak rambutnya, melangkah masuk ke kamar mandi menenangkan pikirannya.

***

Gak sabar kelanjutannya kan? 

Stay terus ya guys

Terima kasih

1
reea
blangkar or brankar bukan trolly thor🤣😭
Vy Maniez
saya sudah baca berulang x tapi belum ada jga lanjutannya.
Hardiana Rahim
othorrnya kmana ini?sdh brp tahun ini gk prnh up?mirisnya/Grimace//Smug/
ros
ceritanya gantung belum di selesaikan
adm dome
udah 1thn ga ad update an thor.
Desi Nofita Sari
ad yg tau thornya kemn
Desi Nofita Sari
kemna si author nya kok gak pernah up date n gak ad keterangan juga, padahal suka sm novel karya thor
Zulfha Barawas
halo thor .. apa kabar .. kangen cerita nya .. udab lama gak up 😭😭😭😭
Desi Nofita Sari
kok blm update juga kaj
Desi Nofita Sari
kemna kah gerangan author ini kok gak update2, msh ditunggu untuk selesai ni thor, kmu sehat kan
Desi Nofita Sari
kak thor kok gak up2 si kasih tau dong kenapa,,,, kamu sehatkan
Herlan Budiman
ini author'y kmna ya? ko ga pernah d lanjut
Khey Rachmat
kok ga update lg thor sudah mau setahun.. aku kangen bima
Hana Rohana
gantung ,bolak balik cek ga ada up terus
Lia ajalah 💋
otor ba'a kabanyo nih...kok gak pernah up lagi,gantung deh ceritanya tor ✌️😥
Anonim
Lanjut thor penasaran dengan cerita selanjutnya
Anonim
bima
Anonim
Yang A thor
Anonim
Visual siapa thor?
Desi Nofita Sari
thor knm ni da lm banget gak up date
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!