Ini kelanjutan cerita Tumbal Cinta Tuan Muda (Season 1 dan 2).
Harap membaca season 1 dan 2 nya dulu.
Karena kesalahpahaman dimasa lalu dan sebuah alasan yang menjadi rahasia Vie, gadis cantik bin somplak itu harus terpisah dari Andra, lelaki yang sebenarnya dia cintai.
Begitu pun dengan Andra, merasa tak pantas mencintai anak majikannya dan sebuah kesalahpahaman, dia memutuskan untuk mengubur rasa cintanya kepada Vie.
Namun apa yang terjadi jika mereka dipertemukan lagi empat tahun kemudian? Saat Vie sudah menjadi kekasih Davin. Akankah Andra memperjuangkan cintanya setelah tahu alasan Vie dan rahasia besar itu terbongkar atau malah merelakannya untuk Davin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Alvin masih duduk di samping ranjang Davin, sekalipun pandangannya tak beralih dari wajah pucat sang putra, dia mengabaikan Andra dan juga Vie yang masih tertidur.
Beberapa saat kemudian, Vie mulai terbangun. Gadis itu meregangkan otot-ototnya sambil mengumpulkan kesadaran, matanya yang sudah terbuka kini membulat saat tersadar bahwa dia tertidur di rumah sakit. Sementara Andra hanya memandangi Vie.
"Ya ampun, kenapa aku bisa tertidur?" Vie membenarkan posisi duduknya dan terkesiap saat melihat Alvin.
"Om Alvin sudah datang? Kenapa tidak membangunkanku?" Vie memandang Alvin lalu beralih memandang Andra.
"Tidurmu nyenyak sekali tadi, mana tega Om membangunkannya. Kau pasti lelah seharian ini menjaga Davin, maaf ya ... lagi-lagi Om menyusahkanmu." Ucap Alvin tak enak hati.
"Tidak apa-apa, Om. Aku senang bisa membantu Om dan menjaga Davin." Balas Vie dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
"Terimakasih banyak ya Vie."
"Sama-sama, Om."
"Hmmm ... bisa kita bicara berdua saja?" Alvin melirik Andra yang duduk di samping Vie.
Andra yang paham maksud Alvin memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.
"Kalau begitu aku tunggu di luar, permisi." Andra segera beranjak pergi. Vie merasa tak enak hati, tapi dia tak menahan Andra.
Setelah Andra pergi, Alvin memandang Vie dengan penuh tanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba Davin ngedrop seperti ini?"
Vie tertunduk takut, dia bingung harus memulai ceritanya dari mana.
"Apa yang harus aku katakan?" Batin Vie.
"Vie ... katakanlah!" Pinta Alvin dengan suara yang pelan. Dia tahu Vie takut untuk bicara.
"Aku minta maaf, Om. Semua ini salahku. Aku tak bisa menjaga rahasia kita, aku menceritakannya kepada Andra dan tanpa sepengetahuanku, Davin mendengar semuanya. Dia marah dan akhirnya seperti ini." Vie mulai terisak. Dia benar-benar merasa bersalah.
Alvin memejamkan matanya dengan kuat sambil menghela nafas berat, hatinya seperti teriris sembilu. Dia tahu, Davin pasti sangat kecewa dan sedih, tapi dia tak bisa menyalahkan Vie. Gadis ini sudah terlalu banyak membantunya untuk membahagiakan sang putra.
"Om ... maafkan aku! Aku sudah menyakiti hati Davin. Sungguh aku tidak menyangka dia akan tahu semuanya dengan cara seperti ini." Vie memohon dengan air mata yang terus menetes.
"Kau tidak bersalah. Om yang salah, seharusnya dari awal Om tidak egois dengan memintamu berpura-pura untuk membuat dia bahagia dan bersemangat melanjutkan hidup. Tapi Om tak bisa menerima kenyataan Davin terpuruk karena penyakitnya."
"Om, aku tidak pernah berpura-pura, aku tulus ingin membuat Davin bahagia dan kembali menjalani hidupnya dengan semangat. Kesalahanku adalah aku tidak jujur tentang perasaanku dan kenyataan aku sudah mengetahui penyakitnya." Ucap Vie.
"Apa kau sama sekali tidak mencintai Davin?" Alvin memandang lekat wajah cantik Vie.
"Maaf Om, aku sudah mencintai orang lain sebelum mengenal Davin. Selama ini aku sudah berusaha mengabaikan cintaku itu demi Davin, tapi aku tetap tak bisa melupakannya."
"Apa dia lelaki tadi?" Tanya Alvin. Dan Vie hanya mengangguk membenarkan.
"Om minta maaf. Karena keegoisan Om, demi membuat Davin bahagia, kau sampai mengorbankan perasaan mu. Om benar-benar merasa bersalah! Om terlalu egois, semua ini salah Om." Alvin tertunduk dan menangis.
"Om ... semua yang Om lakukan ini wajar. Setiap orang tua pasti ingin melihat anaknya bahagia, apalagi dengan kondisi seperti Davin. Om jangan menyalahkan diri sendiri, Om ayah yang baik, Om sudah berusaha memperjuangkan kebahagiaan Davin." Vie berusaha menenangkan Alvin.
"Vie, kau benar-benar gadis yang baik. Seandainya Davin diberi kesempatan untuk sembuh dan hidup lebih lama lagi, Om berharap kau menjadi istrinya." Ucap Alvin penuh harap.
Vie tak menjawab ucapan Alvin itu, dia hanya memaksakan senyuman sambil menyeka air matanya.
"Sebaiknya kau pulang, hari sudah gelap. Takutnya papa dan mamamu khawatir. Lagipula kau sudah seharian disini, kau pasti lelah. Om akan mengantarkan mu." Alvin hendak beranjak, tapi Vie menahannya.
"Hmmm ... tidak usah, Om. Aku bisa pulang sendiri. Om disini saja menemani Davin, siapa tahu nanti dia terbangun."
"Tapi kau bagaimana?" Alvin sedikit cemas.
"Tidak apa-apa, Om. Aku bisa naik taksi kok, Om jangan khawatir. Aku permisi."
"Baiklah kalau begitu, kau hati-hati ya." Ujar Alvin.
Vie pun melangkah keluar dari ruang perawatan Davin dan ternyata Andra sedang berdiri memandangnya sambil bersandar di tembok rumah sakit.
"Kau masih disini?" Tanya Vie.
"Iya, aku menunggumu. Sudah bicaranya?"
Vie hanya mengangguk pelan.
"Kau mau kemana?" Andra menautkan kedua alisnya.
"Aku mau pulang." Jawab Vie.
"Kalau begitu, aku akan mengantarmu."
"Tidak usah! Aku tidak ingin merepotkan mu." Tolak Vie.
"Ini sudah malam, berbahaya jika seorang gadis masih berada di luar rumah sendirian." Ucap Andra logis.
"Tapi bagaimana cafemu? Kau sudah meninggalkan cafemu terlalu lama."
"Cafe ku tidak akan lari kemana-mana, jadi jangan khawatir. Yuk pulang...!!!" Andra berkelakar lalu mengajak Vie pulang. Tapi gadis itu tak beranjak dari tempatnya.
"Kau mau aku bopong lagi seperti waktu itu?" Andra berbicara dengan nada mengancam membuat Vie teringat kejadian saat dia hendak kabur dengan melompat tembok dan Andra membopongnya kembali ke rumah.
"Eh ... tidak ... tidak ...!!! Iya, yuk pulang." Vie berjalan dengan tergesa-gesa mendahului Andra membuat lelaki itu tersenyum geli.
***
Saat diparkiran rumah sakit, Andra mengenakan jaket kulit beserta helm full face miliknya. Seketika Vie terperangah tak percaya.
"Jaket dan helm ini?" Vie memperhatikan dua benda yang dipakai Andra itu. "Jadi yang membelaku waktu di parkiran cafe itu adalah kau?" Tanya Vie dengan mata yang melotot dan lelaki itu membuka lagi helmnya.
"Yaaaa ... aku ketahuan." Andra pura-pura bersedih. Padahal dia sengaja agar Vie tahu yang sebenarnya.
"Kenapa waktu itu kau tidak menyapaku? Bahkan kau langsung pergi setelah aku berterimakasih. Kau mau menghindari ku ya?" Vie menatap tajam kearah Andra.
"Bukan seperti itu! Aku hanya belum siap bertemu denganmu dan aku hanya berusaha menyelamatkan hatiku saat itu. Aku merasa sakit saat melihat kau sudah menjadi milik orang lain." Wajah tampan Andra terlihat muram.
"Tapi seharusnya kau jangan menghindari ku, kau terlalu pengecut." Vie meledek Andra.
"Berarti kita sama, kau juga menghindari ku bahkan mengabaikanku saat mendengar aku sudah punya kekasih. Kau cemburu!" Andra membalas ledekan Vie.
"Aku tidak begitu! Kau terlalu percaya diri." Bantah Vie.
"Akui saja jika kau cemburu, sama seperti ketika aku memberi nafas buatan untuk sepupumu itu, kau juga cemburu dan mengabaikanku. Ternyata dari dulu kau sudah mencintaiku." Andra semakin menggoda Vie.
"Jangan kepedean deh!"Vie melengos.
"Hahaha ... gengsi mu tinggi sekali. Apa susahnya sih mengaku. Aku tidak akan marah, mengaku sajalah, Nona!" Andra berbicara dengan wajah jenaka. Lelaki tampan itu sangat bahagia hari ini.
"Kalau kau terus menggodaku, aku akan pulang naik taksi saja!" Ancam Vie.
"Ok ... ok ... ampun, Nona muda! Yuk, pulang!"
Vie segera naik ke motor Andra, dan tanpa basa-basi, Andra menarik kedua tangan Vie lalu melingkarkan tangan gadis itu ke pinggangnya.
"Kau harus pegangan!" Pinta Andra tegas dan Vie menurut. Gadis itu memeluk pinggang Andra dengan perasaan kikuk.
Motor Andra pun melesat meninggalkan parkiran rumah sakit.
***
Author sudah kasih bonus visual, like nya dong guys ...
tapi panggilan nya cuma Al....🤭🤭🤭
Makasih ya thor... Tetap semangat dan slalu jaga kesehatan ya thor...
sukses....semangat
mksh