Kisah ini mengisahkan seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi istri ketiga untuk murid kesayangan abahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata_Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-22 Permintaan Lizza
Ali masuk kedalam kamar Lizza, dilihatnya Lizza sedang duduk dipinggir samping tempat tidur dengan senyuman menatap Ali. Ada apa dengan Lizza? Ko dia senyum gitu ya, ucap Ali melangkah menghampiri Lizza dengan ragu.
“Sini duduk disini ka” menepuk-nepuk sampingnya.
Ini engga salah? Ini beneran Lizza yang aku kenal atau dia lagi kesambet, awal pernikahan aja dia takut aku duduk disampingnya tapi malam ini dia nyuruh aku duduk disampingnya. Ucap Ali dalam hati penasaran.
“Emm..” jawab Ali singkat lalu duduk disamping Lizza.
“Ka Ali” panggil Lizza lembut.
“Emm” jawab Ali singkat.
“Ka Ali bakal cerain Lizza juga kan ka? Setelah kakak ceraikan ka Dinda dan ka Sarah, kita semua berhak bahagia ka. Dan kakak bisa kejar wanita itu, wanita yang kakak tulis dibuku merah kakak. Dan setelah itu kita masing-masing akan punya kehidupan yang indah, iya kan ka?” tanya Lizza.
Jadi itu yang ingin kamu pastikan dari saya sampai menyuruh saya datang, ucap Ali dalam hatinya. Ali tetap membisu tidak menjawab pandangannya lurus sedang Lizza kini menatapnya dengan harapan.
“Ka Ali ko mala bengong sih, kakak belum jawab” desak Lizza.
“Emm” jawab Ali singkat.
“Ko emm aja sih ka, iya engga? Kakak bakal cerain aku nantinya aku butuh janji kakak, dan mulai sekarang kakak harus berjanji sama Lizza” ucap Lizza.
Ali menarik nafas dalam-dalam dan menatap Lizza, dan tiba-tiba jantung Lizza mendadak berdetak sangat cepat entah mengapa tatapan Ali sangat teduh membuat jatungnya salah tingkah seperti ini.
“Hanya ini yang ingin kamu bicarakan dengan aku? Kalau sudah selesai aku mau tidur” ucap Ali bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari kamar.
“Ka, ka Ali” panggil Lizza lirih langsung memegang dadanya betapa kencangnya kini jantungnya berdetak.
“Uuhhh kenapa aku jadi degdegan ya” ucap Lizza.
“Dasar ngambekan, main pergi aja belum juga selesai ngomong” maki Lizza.
Lizza bangkit dari duduknya menutup pintu kamarnya lalu berbaring ditempat tidurnya, melihat dinding-dinding langit kamarnya.
Kenapa denganku? Ada apa denganku? Beruntung wanita itu yang ka Ali cintai, aku yakin ka Ali pasti akan menjaga wanita itu dengan baik. Ucap Lizza dalam hati, lalu memiringkan badannya kekanan kemudian menutup matanya.
Ali keluar dari rumah Abah, dia menghampiri mobilnya dan masuk kedalamnya.
“Hanya itu yang ingin kamu bicarakan dengan saya Lizza? Apa kamu tidak lihat bahwa saya menyukai kamu. Aaaaahhhh” teriak Ali didalam mobilnya.
Malam semakin larut, malam ini begitu sunyi semua santri sudah tidur dan bahkan pengurus juga sudah tidur, Ali tidak punya pilihan lagi dia akhirnya memutuskan untuk tidur didalam mobilnya.
Perasaan Ali begitu terluka dengan Lizza namun tetap saja hatinya tidak pernah pergi untuk wanita itu, andai saja Lizza tahu wanita yang sebenarnya Ali sukai adalah dirinya. Lizza hanya tahu bahwa Ali sangat menyukai seorang wanita yang ditulis dibuku merahnya, Lizza tidak tahu bahwa wanita yang diceritakan dibuku itu adalah dirinya. Takdir keduanya begitu rumit, kenapa sih bang Ali engga bilang aja sama Lizza kalau abang suka sama dia udah lama banget. Jujur yaa aku yang nulis aja maunya tuh mereka hidup bahagia, tapi apalah daya semua sudah ada yang mengatur. Takdir semuanya baik hanya saja takdir perlu waktu untuk membahagian seseorang dengan dia menemukan waktu yang tepat untuk semua proses yang dilalui.
Notes!!
Jangan lupa follow akunku yee,😉 like juga,😃 and comment yang baek😁 Selamat membaca🤓
thanks bt author dan jg NT uda ksih bacaan grts