NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pria itu mengenakan jubah kulit monster dan memancarkan aura Inti Emas tingkat puncak, menandakan bahwa dia adalah pemimpin geng ini.

"Aku adalah tamu yang datang untuk mengambil alih tempat kumuh ini." jawab Lin Xiao menatap pria bermata satu itu.

"Kau memiliki waktu lima detik untuk berlutut dan menyerahkan kedai ini, atau aku akan mengukir senyum di lehermu."

Pria bermata satu itu terdiam sejenak, lalu meledak dalam tawa yang sangat keras hingga air matanya keluar.

"Hahaha! Apakah kalian dengar apa yang dikatakan oleh pengelana miskin ini?!" tawa pemimpin geng itu menunjuk ke arah Lin Xiao.

"Dia pikir dia bisa mengambil alih geng bawah tanah terbesar di distrik luar hanya dengan membawa seorang raksasa bodoh dan seorang wanita jalang!"

Mendengar hinaan yang ditujukan pada Xue Mingyue, suhu di dalam kedai itu mendadak turun drastis hingga ke titik beku.

Sss.

Meja-meja kayu dan cangkir minuman di sekitar Xue Mingyue langsung tertutup oleh lapisan es tipis.

"Aku akan memotong lidahnya dan menjadikannya es serut." desis Xue Mingyue dengan mata yang menyala penuh niat membunuh.

Namun Lin Xiao mengangkat tangannya untuk menahan gadis es itu agar tidak bergerak maju.

"Jangan buang tenagamu untuk mengurus sampah ini, Xue'er." ucap Lin Xiao dengan tenang.

"Biar aku yang mengajari mereka tata krama yang baik dalam menyambut pemilik rumah yang baru."

Pemimpin geng bermata satu itu mendengus marah, mencabut sepasang kapak berdarah dari pinggangnya.

"Bantai ketiga gembel ini! Potong-potong daging mereka dan lemparkan ke anjing peliharaanku!" perintah sang pemimpin geng dengan kejam.

Puluhan preman bertato ular itu langsung melesat maju dari segala penjuru ruangan, mengayunkan senjata mereka ke arah kelompok Lin Xiao.

Lin Xiao tidak bergeming sedikit pun, dia hanya menarik napas panjang dan melepaskan sepersepuluh dari tekanan aura Jiwa Murninya.

Wush.

Ledakan aura yang tidak kasat mata menyapu seluruh ruangan kedai layaknya badai badai gravitasi yang sangat dahsyat.

Tekanan spiritual dari seorang ahli Jiwa Murni menghantam tubuh para preman kelas teri itu tanpa ampun.

Bruk. Bruk. Bruk.

Puluhan preman yang sedang berlari itu langsung jatuh tengkurap ke lantai, tubuh mereka menempel erat pada papan kayu seolah ditarik oleh magnet raksasa.

Mereka mengerang kesakitan, tulang-tulang mereka berderit keras menahan tekanan yang mencoba meremukkan organ dalam mereka.

Pemimpin geng bermata satu itu adalah satu-satunya yang masih bisa berlutut satu kaki, tubuhnya bergetar hebat menahan aura mematikan tersebut.

Keringat dingin membasahi seluruh wajahnya, mata tunggalnya membelalak lebar memancarkan ketakutan yang absolut.

"T-tahap Jiwa Murni... b-bagaimana mungkin seorang elit pusat benua datang ke tempat kotor ini?!" gagap pemimpin geng itu dengan suara tercekik.

Ahli di tahap Jiwa Murni biasanya adalah para komandan elit atau tetua sekte yang tinggal di distrik inti yang mewah.

Bagi geng bawah tanah tingkat rendah seperti mereka, berhadapan dengan ahli Jiwa Murni sama saja dengan menantang dewa kematian itu sendiri.

Lin Xiao melangkah pelan mendekati pemimpin geng yang sedang berlutut gemetar tersebut.

"Waktu lima detikmu sudah habis, bajingan kecil." bisik Lin Xiao berhenti tepat di depan wajah pria botak itu.

"Namun karena aku sedang dalam suasana hati yang baik untuk merekrut bawahan baru, aku akan memberimu satu pilihan terakhir."

Lin Xiao merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam pekat yang memancarkan bau busuk yang menyengat.

Pil itu adalah Pil Racun Penggerogot Tulang buatan Kaisar Racun Tanpa Wujud, sebuah racun yang tidak memiliki penawar selain dari pembuatnya sendiri.

"Telan pil ini dan bersumpah setia padaku sebagai anjing pelacakku di distrik luar ini." perintah Lin Xiao menyodorkan pil tersebut.

"Atau tolak, dan aku akan membiarkan raksasa di belakangku itu meremukkan kepalamu seperti buah semangka busuk."

Pemimpin geng bermata satu itu menelan ludahnya dengan susah payah, dia tahu bahwa pil itu adalah racun pengendali pikiran yang sangat mematikan.

Namun melihat tekanan aura Jiwa Murni yang mengancam nyawanya detik ini juga, dia tidak memiliki pilihan lain selain tunduk.

"S-saya bersedia, Tuan! Saya akan memakan pil itu dan menjadi budak Anda!" jerit pemimpin geng itu merampas pil hitam tersebut.

Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung menelan pil racun itu dan bersujud hingga dahinya membentur lantai kayu berkali-kali.

"Bagus, anak pintar." puji Lin Xiao menepuk kepala botak pria itu layaknya membelai anjing peliharaan.

Lin Xiao kemudian menarik kembali tekanan aura Jiwa Murninya, membiarkan puluhan preman lainnya bisa kembali bernapas lega.

Mereka semua masih terbaring di lantai, tidak ada satu pun yang berani berdiri setelah melihat pemimpin mereka sendiri berlutut mencium lantai.

"Dengarkan aku baik-baik, kalian semua sampah bawah tanah!" teriak Lin Xiao mengarahkan suaranya ke seluruh ruangan kedai tersebut.

"Mulai malam ini, Geng Ular Hitam resmi dibubarkan dan dihapus dari sejarah Kota Awan Suci."

"Tempat ini, dan nyawa kalian semua, kini menjadi milik Paviliun Malam Kematian." deklarasi sang Kaisar Bayangan dengan mutlak.

"Siapa pun yang berani mengkhianati namaku atau mencoba melarikan diri dari wilayah ini, akan menemukan akhir yang jauh lebih buruk dari kematian."

Seluruh preman di dalam ruangan itu serentak bersujud ke arah Lin Xiao, menggumamkan sumpah setia mereka dengan suara bergetar ketakutan.

"Kami mengabdi pada Paviliun Malam Kematian! Kami tunduk pada penguasa baru!" teriak mereka berulang-ulang seperti paduan suara orang-orang putus asa.

Xue Mingyue menyarungkan kembali pedang esnya dan tersenyum tipis melihat efisiensi Lin Xiao dalam menaklukkan sebuah markas.

"Ini jauh lebih cepat daripada harus merenovasi bangunan kosong." komentar gadis es itu membersihkan debu dari kursi kayu dan duduk dengan elegan.

Meng Shan juga langsung berjalan ke arah meja kasir, mengambil sebotol anggur besar dan meminumnya langsung dari botolnya.

"Ah, ini baru yang namanya hidup, Tuan Lin Xiao!" seru Meng Shan bersendawa keras merasa sangat puas.

Lin Xiao duduk di kursi utama yang sebelumnya ditempati oleh pemimpin geng, menatap markas barunya dengan perhitungan tajam.

"Ini baru langkah pertama dari permainan panjang kita, Xue'er, Meng Shan." ucap Lin Xiao menuangkan teh untuk dirinya sendiri.

"Pemimpin botak, kumpulkan semua informasi tentang sekte-sekte kecil, rumah lelang gelap, dan kultivator pengelana tingkat Inti Emas di distrik luar ini."

"Saya mengerti, Tuan Agung! Saya akan membawa laporannya ke meja Anda besok pagi!" jawab pria bermata satu itu merangkak mundur dengan hormat.

Lin Xiao menyesap teh hangatnya, merasakan keheningan malam yang mulai menyelimuti markas baru tersebut.

Tiga bulan dari sekarang, Paviliun Malam Kematian ini akan tumbuh menjadi monster raksasa yang menyebar di seluruh urat nadi Kota Awan Suci.

Sebuah pasukan pembunuh bayaran yang akan menjadi pedang rahasia Lin Xiao untuk memotong leher Empat Sekte Suci di turnamen yang akan datang.

Dan di antara bayangan kekuasaan yang sedang dia bangun ini, pikiran sang kaisar bayangan sesekali masih melayang pada sosok gadis bercadar yang menunggunya di pusat konflik.

"Bertahanlah sedikit lebih lama di dalam sangkarmu itu, Nona Yue." batin Lin Xiao menatap pantulan bulan di cangkir tehnya.

"Karena saat aku datang nanti, aku akan memastikan seluruh langit di atas Istana Bayangan Bulan runtuh bersamaku."

Sebuah janji berdarah telah diukir di bawah sinar bulan, menandai dimulainya era baru bagi sang penguasa dari Makam Para Raja di tanah para dewa.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!