NovelToon NovelToon
Kultivator Elemen Abadi

Kultivator Elemen Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blizzardauthor

Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.

Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:

"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tikus-tikus yang Mengawasi

Fajar perlahan menyingsing di ufuk timur, mengusir kegelapan malam yang panjang. Sinar matahari pagi yang hangat mulai menembus sela-sela rimbunnya pepohonan di bukit Divisi Alkimia. Namun, alih-alih menerangi seluruh paviliun, cahaya fajar itu justru terbias oleh kabut putih tebal yang masih bergulung-gulung di halaman. Formasi Pusaran Qi Sembilan Langit yang didirikan Ling Yun semalam masih bekerja dengan sempurna, menyerap energi spiritual alam dan memadatkannya di dalam area paviliun, sekaligus menyembunyikan segala aktivitas di dalamnya dari dunia luar.

Di dalam ruangan, Ling Yun perlahan membuka matanya. Napasnya teratur, dan hawa hangat dari empat elemen—api, air, tanah, dan udara—tampak berputar samar di sekeliling tubuhnya sebelum akhirnya terserap masuk ke dalam pori-pori kulitnya.

‘Kultivasi semalam suntuk dengan dukungan formasi ini benar-benar luar biasa,’ batin Ling Yun sambil menatap telapak tangan sendiri. ‘Berkat Dan Tian-ku yang sudah diperbaiki oleh Mutiara Primordial Empat Penjuru dan teknik fondasi empat keselarasan alam, fondasi empat elemenku sekarang sudah jauh lebih stabil. Dengan kecepatan seperti ini, tidak butuh waktu lama bagiku untuk menembus ranah berikutnya.’

Ling Yun kemudian melirik ke arah kendi tanah liat kosong yang ditinggalkan oleh Tetua Agung Tian Xuan semalam. Sebuah senyuman tipis terukir di wajahnya.

"Tetua Agung jadi bukan sekadar gelar, kah..." gumam Ling Yun terkekeh kecil.

‘Ya, berkat semua itu, aku sungguh berterima kasih atas jaminanmu, Pak Tua. Dengan tidak adanya intervensi dari Tetua Sekte Dalam, sekte luar ini hanyalah taman bermain bagiku. Tetua Mo, jika kau pikir posisi dan kekuasaanmu di Aula Pengawas bisa membuatmu bertindak semena-mena demi membalaskan dendam keponakanmu yang bodoh itu, kau salah besar,’ batinnya dengan kepala dingin. Tatapannya mendadak berubah menjadi sedingin es, memancarkan aura ketajaman yang tidak selaras dengan usianya yang masih muda.

KLIK.

Suara pintu kamar mandi yang terbuka memecahkan kesunyian. Lu Han melangkah keluar dengan pakaian pelayan baru yang bersih. Wajahnya tidak lagi terlihat kusam atau kelelahan seperti hari-hari biasanya saat mereka masih mendekam di gudang logistik. Kulitnya tampak lebih sehat, sepasang matanya berbinar jernih, dan yang paling penting, ada riak energi Qi yang berputar samar di sekitar tubuhnya.

Begitu melihat Ling Yun yang sudah terjaga, wajah Lu Han langsung sumringah. Dia berlari kecil menghampiri Ling Yun dengan langkah yang sangat ringan, seolah-olah berat badannya telah berkurang setengahnya.

"Yun! Ini benar-benar gila!" seru Lu Han dengan suara gemetar, menahan rasa senang yang meledak-ledak di dadanya. Dia memandangi kedua tangannya sendiri dengan takjub. "Aku... aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi tubuhku rasanya sangat ringan. Jalur meridian yang dulunya kaku dan sakit setiap kali aku mencoba mengangkat barang berat, sekarang rasanya seperti dialiri air hangat yang sangat segar!"

Ling Yun bangkit dari bantalan gioknya, tersenyum hangat menatap kakak angkatnya itu. "Itu karena kotoran yang ada di dalam tubuhmu sudah dibersihkan sepenuhnya oleh ramuan semalam, Kakak Lu. Selamat, sekarang kau adalah seorang kultivator sejati di Ranah Pengumpulan Qi Tahap Awal."

"Semua ini berkat dirimu, Yun. Kalau bukan karena ramuan dan bantuanmu semalam, aku pasti sudah mati karena rasa panas itu, atau mungkin selamanya hanya menjadi pelayan cacat yang menunggu ajal," ucap Lu Han dengan mata berkaca-kaca. Dia mencengkeram bahu Ling Yun dengan erat, menyalurkan rasa terima kasihnya yang teramat dalam. "Tapi Yun... sejujurnya aku masih merasa ini seperti mimpi. Bagaimana bisa kau mengetahui teknik sehebat itu? Dan kabut di luar... rasanya sangat tidak nyata."

Ling Yun menepuk tangan Lu Han, menenangkan emosinya yang meluap-luap. "Kakak Lu, di dunia kultivasi ini, takdir sering kali datang tanpa mengetuk pintu. Seperti yang kukatakan semalam, aku mendapatkan warisan dari seorang tetua sekte kuno di dalam gua hutan belakang saat mencari kayu bakar. Mulai sekarang, kau tidak perlu merasa rendah diri lagi. Bakatmu memang baru bangkit, tapi dengan bimbinganku, tidak ada yang tidak mungkin."

Lu Han mengangguk mantap, menghapus air mata di sudut matanya. "Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang, Yun? Kau bilang semalam bahwa pagi ini kau akan memberitahuku langkah berikutnya."

"Benar," Ling Yun berjalan ke arah meja batu, lalu menuangkan sisa air putih ke dalam cangkir. "Untuk saat ini, fokus utamamu adalah menstabilkan energi Qi yang baru terbentuk di perut bagian bawahmu. Jangan terburu-buru mencoba menggunakan teknik bertarung. Duduklah dan bermeditasi selama beberapa jam ke depan, rasakan bagaimana energi itu mengalir mengikuti detak jantungmu."

Ling Yun menjeda kalimatnya sejenak, menatap lekat riak energi yang menyelimuti tubuh Lu Han untuk menganalisis karakteristik bakat bawaannya. Berkat bimbingan Mutiara Primordial di kepalanya, dia bisa melihat bahwa energi Lu Han memiliki sifat yang kokoh, berat, namun sangat stabil. Sifat itu tidak lain identik dengan Elemen Tanah.

‘Karakter Lu Han yang jujur, teguh, dan selalu menjadi pelindungku selama sepuluh tahun ini ternyata selaras dengan elemen tanah. Elemen ini sangat cocok untuknya; tebal, tidak mudah goyah, dan memiliki pertahanan serta daya tahan yang luar biasa,’ analisis Ling Yun dalam hati.

"Baiklah, aku akan mulai mengajarimu teknik pernapasan khusus," lanjut Ling Yun sembari menatap kakaknya dengan serius. "Mengingat karakteristik energimu yang kokoh dan stabil, aku akan mengajarkanmu Teknik Pernapasan Elemen Tanah yaitu Teknik Fondasi Bumi Guntur. Teknik ini akan memadatkan Qi di dalam tubuhmu menjadi sekeras batu karang. Ingat, Kakak Lu, teknik pernapasan yang ku gunakan sendiri melibatkan empat elemen karena kondisi tubuhku, dan itu tidak akan cocok untukmu. Kau harus fokus sepenuhnya pada jalur elemen tanahmu sendiri agar fondasimu tidak hancur."

"Teknik Pernapasan Fondasi Bumi Guntur?" Lu Han mengecap nama itu di lidahnya, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu dan tekad yang membara. "Baik! Aku akan mendengarkan semua arahanmu! Aku tidak akan serakah dan hanya akan fokus pada apa yang kau ajarkan!"

Lu Han langsung mengambil posisi duduk bersila di sudut ruangan dengan penuh semangat, tidak ingin menyia-nyiakan waktu sedetik pun untuk melatih kekuatan barunya.

Melihat itu, Ling Yun tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya ramah. Ia melangkah mendekat, lalu dengan gerakan lembut namun pasti, ia meletakkan telapak tangannya di dahi Lu Han. Seberkas cahaya kuning keemasan yang redup mengalir dari ujung jari Ling Yun, mentransfer sepotong memori dan pengetahuan terperinci mengenai esensi Teknik Pernapasan Fondasi Bumi Guntur langsung ke dalam lautan kesadaran Lu Han. Sesaat setelah informasi itu mengendap, Lu Han langsung terpejam, tenggelam sepenuhnya dalam meditasi yang mendalam untuk menyelaraskan energi tanah yang mulai mengendap di Dan Tian-nya.

Melihat Lu Han yang sudah mulai fokus, Ling Yun berjalan menuju jendela paviliun. Dia melirik ke arah luar, menembus kabut putih tebal dari formasi miliknya. Indra jiwanya yang diperkuat oleh Mutiara Primordial Empat Penjuru mendadak menangkap beberapa riak energi asing yang bersembunyi di balik semak-semak dan pepohonan di kaki bukit Divisi Alkimia.

Ada sekitar tiga hingga empat orang. Dari fluktuasi energinya, mereka berada di Ranah Pengumpulan Qi Tahap Menengah hingga Akhir. Jelas sekali, mereka bukan murid Divisi Alkimia yang biasanya sibuk mengurus tanaman obat atau tungku pembakaran.

‘Anjing-anjing penjaga milik Tetua Mo ternyata sudah datang sepagi ini,’ batin Ling Yun dengan senyuman dingin yang meremehkan.

"Mereka mengintai di kaki bukit, tidak berani naik karena lencana dekret dari Tetua Liu yang melarang Aula Pengawas bertindak sembarangan di wilayah Divisi Alkimia. Mereka sengaja menunggu di sana, berharap aku atau Kakak Lu Han turun dari bukit ini untuk mencari pasokan makanan atau keperluan sekte," gumam Ling Yun tersenyum sinis.

"Yun? Kenapa kau berdiri di sana?" tanya Lu Han tiba-tiba, membuka matanya sebentar karena merasakan perubahan atmosfer di dalam ruangan yang mendadak mendingin. "Apakah ada masalah di luar?"

Ling Yun menoleh, ekspresi dinginnya seketika mencair, digantikan oleh wajah santai yang menenangkan. "Tidak ada apa-apa, Kakak Lu. Hanya beberapa ekor tikus sekte yang tersesat di bawah bukit karena kabut kita terlalu tebal. Lanjutkan saja meditasimu, jangan biarkan fokusmu terpecah oleh hal-hal sepele."

"Oh, baiklah," Lu Han mempercayai kata-kata Ling Yun sepenuhnya dan kembali memejamkan matanya, memusatkan pikirannya pada aliran Qi elemen tanah di dalam tubuhnya.

Ling Yun kembali menatap ke luar jendela. Tatapannya mengunci salah satu posisi pengintai yang paling dekat dengan batas formasi kabutnya.

‘Kalian pikir bukit Divisi Alkimia ini adalah tempat yang aman bagi kalian untuk mengintai? Kalian salah besar. Di bawah perlindungan Formasi Pusaran Qi Sembilan Langit milikku, bukit ini adalah wilayah mutlakku. Siapa pun yang berani melangkah masuk dengan niat membunuh, tidak akan pernah bisa melangkah keluar lagi,’ ucapnya dalam hati.

Ling Yun tidak berniat untuk langsung turun dan menyerang mereka. Baginya, membiarkan musuh merasa berada di atas angin adalah bagian dari taktik yang menyenangkan. Biarkan murid-murid senior itu melapor kepada Tetua Mo bahwa target mereka masih terisolasi di atas bukit. Semakin Tetua Mo merasa frustrasi karena tidak bisa menyentuhnya, semakin banyak kesalahan ceroboh yang akan dibuat oleh rubah tua itu dalam manuver politiknya di sekte luar.

Dengan jaminan keamanan mutlak dari Tetua Agung Tian Xuan yang menjaga garis belakangnya dari intervensi Sekte Dalam, Ling Yun kini memiliki kebebasan mutlak untuk menyusun rencana serangan baliknya. Fajar di Puncak Alkimia mungkin terasa dingin bagi para pengintai di bawah bukit, namun bagi Ling Yun, ini adalah awal dari fajar baru yang akan membakar habis semua musuh-musuhnya satu per satu.

>>>>> Bersambung

~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara ku.

1
Dewa Malaikat
👍
Ta Ma
Menyala thorrr lanjutkan lagiii
Ta Ma
habisi semuanya🤬🤬
Dark knight
Apakah bakal jadi heroin nya ini
Adhittma: Tunggu saja di bab2 berikut nya kak🤭🤭
total 2 replies
Dark knight
Gas lagi thorr
Adhittma: yoiiii🔥
total 1 replies
korek ngok
Puas anjayy, makan tuh karma orang tua wkwk
Adhittma: udh tua bukannya tobat, malah banyak tingkah yaa🤣
total 1 replies
Ren Sa
Lanjutkan thorr
Adhittma: aman ae kak🙏🙏
total 1 replies
Ren Sa
Pertama thorrr🔥
Adhittma: Dapetttt petir nih kak⚡🤭
total 1 replies
Dewa Malaikat
lanjjjuuut gaskennn thor, 10 bab sekaligus
Adhittma: Siappp kak, tapi skrang mh 3 bab dlu ae perhari ya wkwk🤭
total 1 replies
Somebody
next thorrr
Adhittma: sabar ya kak🙏🙏
total 1 replies
Somebody
Langsung saja tanpa perlu pikir panjang 😏
Dark knight
Mantap thorrr lanjutkan terus 🤗
Adhittma: Sabar ya kak, lagi review🙏
total 1 replies
Dark knight
wkwk kena mental nggk tuh
Dark knight
Bantai2 gass⚡⚡
Adhittma: Yoiiii🔥
total 1 replies
Dark knight
bantai semuanya 🔥🔥🔥
Adhittma: Ling Yun sedang memasak🔥🔥🔥
total 1 replies
Dark knight
Kerennn
korek ngok
Bagus, Lanjut lagi thorr🙌🏼🙌🏼🙌🏼
Adhittma: aman ajaa🙏
total 1 replies
korek ngok
Up up
korek ngok
lanjutkan thorrr 🙌🏼🙌🏼🙌🏼
korek ngok
up up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!