NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Maureen terdiam, sesekali dia hanya memegang dada dan juga berusaha menahan air mata agar tidak tumpah karena kata-kata Arik yang begitu menusuk hati nya. Ia tidak bisa menyanggah lagi, semua yang telah terjadi karena memang ulah Ayah dan ibu nya.

Satu jam berlalu, akhir nya Arik dan Maureen sampai di rumah kedua orang tua nya setelah suasana terlihat ramai di depan pintu.

"Tuan, nyonya kita sudah sampai," ujar Haris memberitahukan, lalu kembali membukakan pintu mobil.

Hati Maureen berdebar-debar saat melihat sebuah rumah mewah, membuat ia semakin insecure sekali mengingat diri nya bukanlah wanita yang di idamkan oleh Arik.

Arik yang sudah turun lebih awal, menatap tajam saat Maureen malah terdiam. Membuat ia semakin kesal.

"Untuk apa kau hanya bengong? Cepat keluar, tunjukan sikap baik di depan semua orang!' ujar Arik, Maureen terhenyak, saat mendengar perintah bernada bentakan dari suami nya.

Meskipun rasa gugup dan tegang menyelimuti diri nya, Ia berusaha tetap tenang agar bisa beradaptasi dengan keluarga yang baru.

"A-aku tahu mas," Maureen perlahan mulai menginjakkan kaki, lalu menyusul turun.

Arik sebenar nya sungguh enggan jika harus bersandiwara, tapi demi membuat nenek nya tidak kecewa hingga ia tidak punya pilihan lain lagi selain memerankan peran menjadi suami yang baik.

Demi terlihat harmonis, Arik kembali menyodorkan lengan nya. Maureen menelan saliva beberapa kali karena gugup tangan nya seolah ragu saat akan melingkarkan nya.

"Cepat! Semua orang sudah menunggu," Bentak Arik.

"A-iya mas." ujar Maureen.

Dengan pelan Maureen mulai melingkarkan tangan nya ke dalam lengan Arik, hati nya berdebar-debar tak menentu. Bahkan wajah nya memerah karena salah tingkah, saat berjalan bersama suami nya.

Andaikan saja mereka menjadi suami istri yang sesungguh nya, mungkin Maureen akan berusaha menerima Arik tanpa melihat fisik nya. Karena bagi nya pernikahan adalah sebuah komitmen suci yang harus di genggam erat.

Sementara di dalam rumah, terlihat semua pelayan tengah sibuk menyiapkan beberapa menu makanan enak yang di masak langsung oleh beberapa chef handal.

Oma Eva yang sudah menunggu kedatangan cucu kesayangan nya, di temani dengan kedua cucu lain nya.

Wanita tua itu sungguh tidak sabar ingin segera melihat cucu kesayangan nya setelah tidak bertemu beberapa tahun ini.

Ketika mereka tengah duduk bersantai di ruang keluarga, seorang kepala pelayan datang menghampiri lalu memberitahukan jika pasangan pengantin baru itu telah tiba.

"Tuan, nyonya. Tuan muda dan nyonya muda sudah datang." ujar kepala pelayan tersebut.

Tuan Hans dan Marisa saling menatap, mereka sedikit cemas dan khawatir mengingat sikap Arik yang mudah emosi apa lagi menyangkut pernikahan nya yang sudah jelas-jelas di permainkan.

Melihat putra dan menantu nya malah bengong, membuat kening Oma Eva berkerut rapat. Dan menegur kedua nya.

"Hans, Marisa. Kenapa kalian malah melamun? cepat suruh mereka segera ke sini!" ujar Oma Eva.

Kedua paruh baya itu pun terhenyak kaget, lalu segera melaksanakan perintah tanpa berani berbicara dengan apa yang telah terjadi pada pernikahan Arik.

"Tentu saja Ma," Baru saja Nyonya Marisa melangkah, Arik dan Maureen yang sudah lebih dulu sampai membuat semua orang di sana terkejut terutama Oma Eva.

Bahkan kedua saudara Arik, yang bernama Brayan dan juga Jevan sangat penasaran sosok wanita mana yang bersedia menikahi kakak tertua mereka.

"Arik! Maureen, akhir nya kalian datang juga," Pak Hans terlihat antusias begitu juga dengan Nyonya Marisa.

Mereka sedikit senang karena putra sulung mereka dan istri nya terlihat sangat serasi dan kompak, apa lagi saat mengenakan tuxedo dan dress yang berwarna senada satu sama lain.

Maureen yang terlihat sangat gugup, ia berusaha untuk tetap tenang, begitu juga dengan Arik yang berusaha berakting sebaik mungkin di depan sang nenek dan kedua saudara nya.

"Di jalan tadi sangat macet, jadi kami sedikit terlambat," Arik memberi penjelasan dengan wajah datar dan sikap nya yang dingin.

Suasana di ruang mewah itu hening sejenak, mereka tertegun saat melihat sosok Maureen yang terlihat sangat cantik dan sangat anggun setelah dia bantu oleh orang-orang utusan nyonya Marisa.

Oma Eva menatap ke arah Maureen, bahkan melihat penampilan nya dari bawah sampai ke atas rambut. Terlihat manis dan sangat sopan.

"Arik! jadi nona ini pilihan mu?" Oma Eva memastikan seraya menatap penuh antusias pada cucu pertama-nya yang sudah lama menunggu.

Tuan Hans menatap tajam ke arah putra nya, mengisyaratkan jika bagaimana pun hubungan mereka berdua, harus tetap harmonis di depan sang nenek dan kedua putra lain nya.

Apa lagi oma Eva sangat senang dan begitu berharap agar Arik dan istri nya segera memberikan cicit untuk nya.

"Iya Oma, dia adalah istri ku. Nama nya Maureen,,"ucap Arik terpaksa mengenalkan Maureen dengan nada malas, tapi dia berusaha terlihat bahagia di depan semua orang.

Senyum sumringah terpancar di wajah keriput Oma Eva, saat mendengar perkataan yang sudah dia nantikan sejak dulu.

"Oma sangat bahagia Arik. Kamu sangat pintar dalam memilih seorang istri. Kalian sangat cocok," Sanjung Oma Eva menatap kagum kedua nya.

“Terima kasih, semoga pernikahan ini Oma restui,” Pinta Arik memasang senyum penuh keterpaksaan, lalu memegang erat tangan Maureen, mereka berjalan menghampiri nenek nya sebagai penghormatan tradisi dan meminta berkat.

Jantung Maureen seperti berhenti berdetak, saat ia merasakan genggaman hangat lelaki yang sudah resmi menjadi suami nya itu. Meskipun ia tahu jika itu hanya sebuah sandiwara saja.

Tapi sesuai kesepakatan dalam point kontrak kemarin, selama Maureen menjadi istri nya dia harus mematuhi semua perintah Arik untuk menjaga image pernikahan mereka agar tetap harmonis di depan semua orang.

"Senang bisa bertemu dengan oma," Sapa Maureen tersenyum perlahan mulai duduk di bawah, dan tak lupa mencium tangan Oma Eva, begitu juga Arik menemani nya di samping.

Melihat Arik sudah berhasil mendapat pelabuhan hati nya, membuat Oma Eva sangat bahagia. Apa lagi setelah melihat Maureen yang terlihat sangat sopan dan Lugu, membuat pertemuan pertama nya dengan sang cucu menantu tidak ada keraguan sedikit pun.

"Arik! Kamu beruntung memiliki istri sebaik Maureen. Pernikahan kalian akan selalu di penuhi keberkatan," Imbuh Oma Eva seraya memeluk erat Maureen dan mengelus punggung nya dengan lembut.

Arik hanya memancarkan senyum getir, berbeda hal dengan Maureen yang masih berada di dalam pelukan, ia hanya bisa memejamkan kedua mata sejenak.

Rasa sedih dan tak tenang bercampur aduk dalam hati Maureen. Karena pernikahan yang di inginkan oleh Arik dengan Maura malah di hancurkan oleh ayah dan ibu nya.

"Maureen, kamu harus membahagiakan Arik dan segera beri kami bayi," seloroh Oma Eva seraya melepas pelukan nya.

Maureen tertegun, sungguh dia merasa sangat canggung saat mendengar permintaan itu. Dan hanya bisa mengangguk seraya memancarkan senyum tipis. "Semoga ya Oma," ucap nya pelan mengaminkan.

Tuan Hans dan Nyonya Marisa bernafas lega, karena akhir nya Arik dan Maureen mau mengerti.

"Wah, jadi kakak ipar kami nama nya Maureen? Senang bisa bertemu semoga kakak benar mencintai kak Arik," Sinis Brayan terdengar lantang di ruangan keluarga itu.

Membuat pandangan semua orang di sana teralihkan pada nya, dengan rasa penuh keheranan terutama pada Arik.

"Brayan! tutup mulut mu," Hardik tuan Hans, sembari menatap tajam pada putra kedua nya yang selalu saja menimbulkan suasana ketidaknyamanan saat ada kumpulan keluarga.

Sampai membuat suasana di sana terlihat sangat canggung, dan hening.

"Kenapa Pi? Aku hanya berkata apa ada nya saja. Apa kakak ipar benar cinta pada kak Arik? Apa ada yang salah dengan ucapan ku?" ucap Brayan dengan memancarkan senyum sinis nya.

\*

Bersambung..................

1
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!