Aluna Wistania gadis yang berumur 16 tahun jatuh dari atap gedung sekolah akibat temanmya Tasya Putri. Aluna tidak mati melainkan jiwa Aluna pindah kedalam tubuh seorang wanita yang bernama Xing Xing Calistia Hutomo.
Jiwa gadis 16 tahun pindah kedalam tubuh wanita cantik yang berusia 25 tahun dan putri bungsu dari keluarga Hutomo. Aluna tidak tau kalau tubuh yang ditempatinya itu memiliki tunangan.
__
"Xing Xing aku mohon bicaralah, katakan sesuatu. Kamu boleh memukulku, Aku tidak mau kamu seperti ini. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini." Dylen mencengkram bahu Xing Xing, bingung dengan gadis didepannya itu.
"Biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini. Kita hanya partiner, jadi biarkan aku pergi." Lirih Xing Xing, tatapan matanya kosong.
"Aku akan melakukan apapun kecuali hal itu. Xing Xing apa kamu tidak lelah terus mendiamkan aku terus seperti ini." Kata Dylen lembut, menatap maniak mata hazel Xing Xing.
..
___
Bagaimana Xing Xing akan menghadapi masalah besar yang akan menimpanya..
ikuti terus..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Seorang perempuan menggunakan mini dress berwarna putih berjalan menuruni tangga dengan anggun, perempuan itu menyanggul rambutnya sehingga memperlihatkan leher jenjangnya dress itu juga sedikit mengekspos bahu perempuan itu sehingga tulang selangkangannya terlihat.
Make up yang natural membuat muka perempuan itu terlihat sangat sempurna, perempuan itu adalah Xing Xing. Dylen tidak mengalihkan pandangan, terus menatap Xing Xing sampai didepannya.
"Hem..." Dehem Frank menyadarkan lamunan Dylen.
Xing Xing menatap kedua orang tuanya gusar, ingin sekali meminta pertolongan dari mereka tapi Xing Xing tidak berani melakukannya.
"Anda mau membawa kemana anak saya?" Kata Calistia ketus menarik tangan Xing Xing dan menyembunyikannya didelakannya.
"Hanya pergi mengunjungi acara. Kalau begitu kami permisi." Kata Dylen menarik tangan Xing Xing.
Xing Xing mendengus kesal, "Emang aku dikira barang apa" Gurutu Xing Xing tidak suka.
Frank menatap kepergian Xing Xing dengan tatapan nanar, "Kenapa anak kita selalu bernasib buruk." Pikir Frank. Dirinya tidak berani mengatakannya apalagi didepannya adalah Calistia bisa-bisa dirinya bakal diceramahi dan puasa selama satu bulan.
Xing Xing masuk kedalam mobil sport merah milik Dylen, memasang sabuk pengaman. Xing Xing menatap kesal Dylen dirinya disuruh pakai baju pasangan dengan Dylen.
"Senggaja kali." Gumam Xing Xing melihat keluar, didalam mobil sangat sunyi.
Dylen fokus dengan menyetir dan Xing Xing melihat keluar. Xing Xing merasa sangat bosan dengan kesunyian yang terus mengelingi mereka mungkin jika tidak ada suara mobil yang terus lewat maka akan seperti di pemakaman sangat sunyi.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Xing Xing tidak melihat Dylen matanya terus tertuju pada diluar.
"Pergi menemui orang tuaku." Jawab Dylen menambah kecepatan.
Xing Xing melototi Dylen, "Kita cuma pacaran kontrak kenapa harus menemui orang tuamu." Kata Xing Xing dingin.
"Udah lupa sama perjanjian no tiga." Sarkah Dylen tidak suka dengan nada perkataan Xing Xing.
Xing Xing seketika terdiam, dirinya benar lupa isi perjanjian nomor tiga. "Yah udah aku diam ajah." Gumam Xing Xing.
Setelah beberapa menit dijalan, mobil sport merah berhenti didepan gerbang yang tertutup, satpam yang sedang berjaga melihat mobil yang tidak asing segera membuka gerbangnya. Mobil sport itu terpakir rapi di perkarangan mansion.
Dylen keluar dari mobil diikuti Xing Xing, Xing Xing kagum dengan desain mansion itu sangat klasik. Dylen menghentikan langkahnya membuat Xing Xing menabrak punggungnya.
"Aduh..." Desis Xing Xing mengelus dahinya, menatap tajam Dylen.
Dylen tidak mengubrish perkataan Xing Xing, meraih tangan Xing Xing lalu mengenggamnya. Dylen dan Xing Xing jalan bersamaan masuk kedalam mansion.
Para pelayan berbaris meyapa tuan mereka, yang disapa bersikap dingin dan hanya melewati mereka. Xing Xing tersenyum canggung pasalnya dirumahnya tidak bakal ada yang beginia.
"Akhirnya putra kesangan Momy tiba." Kata seorang perempuan yang sedikit lanjut usia tapi tidak mengurangi kecantikannya sedikit pun, memeluk Dylen.
"Momy." Kata Dylen dingin, tidak membalas pelukan Momynya.
Perempuan itu menatap Xing Xing memiringkan sedikit kepalanya, Xing Xing menjadi gugup karena tatapan mata itu seperti sedang mengamati dirinya.
"Siapa itu Len." Kata perempuan itu yang tidak lain adalah Momy Dylen, Shana Lench.
Xing Xing melirik kiri dan kanannya lalu menunjuk dirinya. "Apa yang dia bicarakan itu aku?" Pikir Xing Xing.
"Wah... ada angin apa ini putra ini mengunjungi diriku." Kata seorang laki-laki paruh baya, Mike Glasska.
Seorang gadis kecil menuruni tangga, berlari kecil dan memeluk Dylen tapi Dylen tidak menyambutnya karena dirinya tidak suka anak kecil.
Gadis itu bernama Alicie Glasska, dirinya hanya bisa tersenyum sedih lalu menatap Xing Xing dengan tatapan berbinar.
"Sangat cantik." Kata Alicie menunjuk Xing Xing.
"Siapa itu Len?" Tanya Mike, mengendendong putrinya yang baru berumur 5 tahun.
Dylen melirik Xing Xing memberikan kode untuk memperkenalkan dirinya. Xing Xing hanya mendengus kesal dirinya.
"Aa... Om Tante na..."
"Pacar Dylen." Kata Dylen singkat, memotong perkataan Xing Xing.
Xing Xing ingin sekali menyumbat mulut Dylen dengan sesuatu. Tadi disuruh perkenalkan diri tapi malah dipotong Dylen.
"Astaga Sayang aku kita itu gay." Goda Shana, mengedipkan sebelah matanya.
"Momy..." Kata Dylen sedikit menaikan suaranya, "Dimana Niko?" Sambung Dylen.
"Hah... Kakakmu belum pulang." Kata Shana menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Momy aku udah pulang dan tepat waktukan?" Suara bariton dari pintu masuk membuat mereka mengalihkan pandangan kearah suara.
"Kamu tepat waktu sayang tapi kamu telat pacaran." Ledek Shana.
Laki-laki itu hanya tersenyum kaku, "Sudah kita bisa terlambat menghadiri acaranya." Serkah Mike.
Mereka berjalan kearah teras rumah dan disana ada acara Barbecue. Xing Xing melirik sekitarnya ada sekitar dua atau tiga puluh lebih orang yang berada disana.
Xing Xing duduk dikursi kosong dekat pohon, memandangi langit-langit. "Aku kira bakal ada apa ? ternyata cuma disuruh datang keacara keluarga." Gumam Xing Xing.
Xing Xing hanya terus memperhatikan, ada yang menenpelkan minuman dingin dipipi Xing Xing membuat Xing Xing reflek menjauhkan wajahnya.
"Mau?" Tanya Niko menyodorkan minuman itu ke Xing Xing.
"Terima kasih." Kata Xing Xing tersenyum lalu membukanya dan meminumnya.
"Kamu tidak takut ada racun." Kata Niko, seketika Xing Xing menatap Niko horor.
Niko tertawa, "Aku bercanda." Sarkah Niko, "Kamu siapa kenapa bisa ada diacara ini?" Tanya Niko duduk disamping Xing Xing.
"Aku...
Coba baca novelku, judulnya 'Secret Marriage'. Tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. baca sinopsisnya dulu, siapa tahu suka. klik profilku buat baca...