NovelToon NovelToon
Dosen Cantikku

Dosen Cantikku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:107.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dhanz

Reza seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas ternama di Kota Malang, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alvionita sang dosen yang dikiranya mahasiswi baru seperti dirinya.

"Aku masih gak percaya kalau kamu adalah dosen disini!" teriak Reza usai mata kuliah Rekam Medis berakhir.

Alvionita yang baru saja keluar dari ruang mengajar menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah datangnya suara.

"Buktinya aku tadi menyampaikan mata kuliah didepan kelas dan telah melakukan perkenalan didepan semua orang disana" tunjuk Alvionita dengan dagunya.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Berhasilkah hubungan antara mahasiswa baru dan dosen muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 22 - Sedikit Gangguan

Seorang pria yang diketahui sebagai General Manager tiba-tiba menghampiri Reza sesaat setelah Reza turun dari mobilnya.

"Maaf, Kak. Sesuatu yang buruk terjadi. Banyak komplain dari pengguna dan juga perusahaan rekan kita dikarenakan ada beberapa data User yang bocor."

"Sejak kapan?"

"Baru pagi ini, Kak."

Reza, Fariz dan General Manager itu bergegas masuk ke kantor.

"Kita adakan rapat darurat. Informasikan kepada tiap divisi untuk rapat sepuluh menit lagi!"

"Siap, Kak."

Reza dan Fariz memasuki ruangan Reza dan membuka laptopnya. Dia ingin memastikan sejauh mana masalah itu berkembang.

"Kak, tolong pesankan tiket untuk Vio segera ke Taiwan. Dan juga minta tolong Kak Davika untuk pergi bersamanya."

"Apa itu ulah keluarga Dian?" tanya Fariz memastikan.

"Iya, Kak. Tapi aku masih belum yakin akan apa yang dilakukan oleh mereka sehingga membuat masalah yang cukup besar seperti sekarang."

"Apa separah itu masalah kali ini?" tanya Fariz lagi yang dijawab anggukan oleh Reza.

Fariz kemudian bergegas membuka ponselnya dan memesan tiket secara online. Setelah itu, dia menghubungi Davika sesuai perintah Reza.

Tak lama setelah itu, Reza dan Fariz menuju ruang meeting.

Reza dan Fariz memulai jalannya meeting darurat itu. Mereka mulai mencari sumber masalah melalui laptop mereka masing-masing. Beruntung karyawan Reza merupakan ahli dalam komputer sehingga tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan sumber masalah.

Namun untuk data User yang bocor, mau tak mau Reza dan tim hukumnya harus menyelesaikannya secara personal. Cukup banyak data yang bocor k publik. Hal itu mungkin akan membuat cukup banyak kerugian yang akan dialami oleh Reza dan perusahaannya.

Sementara itu, Davika dan Vio kini telah ada di bandara. Banyak pertanyaan yang ingin gadis itu lontarkan kepada Davika, yang menurutnya lebih tahu akan masalah yang terjadi. Namun gadis itu tak berani mengutarakan pertanyaannya karena dia masih merasa canggung.

Tak lama, terdengar pengumuman bagi penumpang dengan tujuan Surabaya agar segera memasuki pesawat karena akan segera berangkat.

"Fariz dan Reza yang memintaku mengantarmu secara langsung ke Taiwan. Mohon kerjasamanya," ucap Davika sembari memohon tak lama setelah mereka duduk di kursi mereka masing-masing.

"Apa yang kalian sembunyikan dariku? Bukankah hari ini terlalu cepat untukku berangkat ke Taiwan? Bukannya masih beberapa hari lagi?" cecar Vio.

"Reza akan menjelaskannya kepadamu nanti saat kamu sudah tiba di Taiwan," singkat Davika.

Vio pun akhirnya bungkam meski pikirannya masih tak tenang. Dia bisa merasakan ada sesuatu yang janggal. Kini gelisah menggelayuti hatinya. Perasaan bersalah akan sikapnya yang selama ini membuat Reza sakit hati tiba-tiba hadir menghantuinya.

Vio berpikir, kepergiannya kali ini adalah salah. Rasa penyesalan yang perlahan tampak, mengganggu pikirannya.

Pesawat yang Vio tumpangi kini lepas landas menuju Bandara Juanda. Setelah beberapa waktu berada di dalam burung besi itu, mereka turun untuk transit sejenak sebelum melanjutkan penerbangan ke Taiwan.

"Mau kemana?"

"Aku mau ke toilet," jawab Vio ketus.

Davika mengikuti Vio menuju ke toilet. Dia takut kalau-kalau gadis itu seketika kabur.

Karena tak memiliki kesempatan untuk pergi, akhirnya Vio pasrah.

Kini mereka akhirnya terbang ke Taiwan, meninggalkan Reza dan Fariz yang kini tengah diterpa badai masalah.

***

"Tinggal sedikit lagi, Kak," ujar Reza setelah hampir dua hari tak tertidur.

"Tapi kali ini, kita harus benar-benar mengalah, Rez," ujar Fariz mengingatkan.

"Pasti ada solusi lain, Kak. Aku yakin ada sedikit celah."

Reza dan Fariz tak henti berurusan dengan berkas yang menumpuk dan laptop yang selalu menyala didepannya. Mereka tak ingin membebani karyawan mereka yang juga nyaris tak beristirahat sama sekali.

Tiba-tiba telepon. kantor berbunyi. Pemberitahuan dari resepsionis mengenai seseorang yang datang berkunjung ke kantor pagi ini.

"Biarkan dia ke ruangan ku," titah Reza.

"Siapa?" tanya Fariz.

"Aku juga tak tahu, Kak. Paling tidak kita bereskan dulu kekacauan di meja ini. Tamu kita sedang dalam perjalanan kesini," ujar Reza yang mendapat anggukan dari Fariz tanda setuju.

Setelah ruangan Reza rapi dan tak tampak seperti kapal pecah lagi, tamu itu akhirnya tiba.

"Selamat Siang, Pak Reza," sapa pria itu ramah.

"Selamat Siang."

"Perkenalkan, saya Aditya. Dan di samping saya adalah pengacara saya, Pak Hermawan."

"Mari silakan duduk," ujar Fariz ramah.

"Kalau boleh tahu, dalam rangka apa Pak Aditya ke perusahaan kami?" selidik Reza waspada.

"Kami ingin menawarkan kerjasama. Dimana sudah sejak lama Kami menginginkan perusahaan kami bekerja sama dengan perusahaan Pak Reza. Hanya saja kami baru sempat datang kesini karena jadwal saya yang mendadak padat."

"Apakah Pak Aditya yakin akan bekerjasama dengan perusahaan yang saat ini seperti Anda tahu bahwa kami sedang mengalami masalah yang cukup besar."

"Kami tahu. Untuk itulah Kami datang selain menawarkan kerjasama, Kami akan memberikan bantuan hingga masalah yang Anda hadapi tuntas."

Reza dan Fariz masih sedikit tak percaya akan datangnya bantuan yang tiba-tiba. Masih ada rasa curiga kepada Pak Aditya yang mendadak datang bak pahlawan.

"Kami hanya akan membantu di jalur hukum. Karena Kami tahu, untuk urusan teknologi Pak Reza dan tim adalah ahlinya."

Mau tidak mau Reza dan Fariz percaya. Mereka akhirnya membuat kesepakatan bersama yang saling menguntungkan dimana apabila masalah yang Reza hadapi terselesaikan, Perusahaan Reza harus membantu membuat program yang diinginkan oleh perusahaan milik Aditya.

Tak lupa, Reza juga membuat rencana balasan untuk keluarga Dian yang telah membuat Reza nyaris gulung tikar.

Setelah melakukan diskusi panjang, Aditya pergi meninggalkan kantor Reza.

"Bagaimana kerjasama dengan InTech, Kak?" tanya Reza mengingat belum ada balasan dari perusahaan itu.

"Mereka tak memberikan feedback. Mungkin mereka menolak bekerjasama dengan perusahaan kita yang bisa dibilang di ujung tanduk."

Reza mengangguk mengerti. Dia berharap kerjasamanya dengan Pak Aditya merupakan hal terbaik, mengingat target mereka merupakan orang yang sama, Om Dika dan Dian.

"Tapi mengapa Pak Aditya ingin memberi pelajaran ke Om Dika?" batin Reza.

Reza berpikir ada suatu hal yang telah Om Dika lakukan sehingga mengusik seorang Aditya, orang misterius yang menawarkan bantuan secara tiba-tiba.

Ponsel Reza tiba-tiba berdering, sebuah panggilan dari Dian. Reza menggeser tombol merah di ponselnya tanda dia tak ingin berurusan dengan Dian. Namun seperti biasa, gadis itu sangat gigih hingga akhirnya Reza menjawab panggilannya.

"Reza, kamu dimana? Tolong aku, aku membawa kabur dokumen penting Papa. Mungkin ini bisa membantumu," ujar Dian tergesa seperti baru saja dikejar oleh orang lain.

"Baiklah, kamu dimana?" tanya Reza.

"Aku akan share lokasi dimana kita bisa bertemu." Panggilan pun terputus.

Tak lama, sebuah pesan berisikan peta lokasi tertera di ponsel Reza. Fariz dan Reza merasa ada sesuatu yang tak beres.

bersambung...

***

Mohon maaf yang sebesar-besarnya, author beberapa waktu lalu sakit, nyaris 3 mingguan. Semoga kita semua diberi kesehatan. ^^

Doakan supaya besok bisa up rutin lagi yaa..

Terima kasih support nya 🤗

1
💖Yanti Amira 💖
awal ceritanya sangat menarik
💖Yanti Amira 💖
ceritanya sangat bagus dan juga menarik banget
pokoknya top banget deh ceritanya
lanjutkan biar tidak penasaran
💖Yanti Amira 💖
salut banget y sama vio diumur yg mudah bisa menjadi seorang dosen udah cantik anggun dan juga tegas😂😂😂
ternyata masih ada juga y seorang dosen dengan umur segitu,,,,

cie Reza udah mulai jatuh cinta pada pandan tu😂😂😂

ya ampun thorrr keren banget ceritanya
De'Ran7
eh dasar plin plan si Reza😂
Teguh Apriady
selamet 2x
makasih thor
😂😂😂
Hana Al Azhar
ceritamu bguus thooor 👍👍
semangat teruus yaa 🥰
mbu winda
🤣🤣🤣
Ikha Nindya Ayu
lanjut mba
Ikha Nindya Ayu
lanjut mbak☺☺☺
Enmi KaroHant
udah bucin
Uphe Fenty Agesty💞
udaah tenang y reza skrg...
tinggal menikmati masa indahnya hidup berdua.
Enmi KaroHant
oke, nyimak dl.
MeeGorjes🍌Peak_fam😜
aseekk
MeeGorjes🍌Peak_fam😜
yeeeeyyyyy
tae yeon
lanjut aj thor
Emak Femes
Halow
bertemu lagi dgn pengisi suara novel ini 😁😁
semoga suka dgn suara recehku yg ala kadarnya, hehehe.
Jangan lupa dengerin audiobooknya juga ya, dan dukung terus karyanya

terima kasih kpd kak Dhanz yg melanjutkan cerita ini.

terima kasih
Enmi KaroHant
sambil inget2 alur ceritanya
Uphe Fenty Agesty💞
jgn main2 sm Reza y Dian....
Galip Rahman Galip
ya ya ok lah. lanjut up sampaiii .... itu .UPS!
Enmi KaroHant
suka2 kakak aj kita emak2 berdaster modal gratisan Alhamdulillah klo ada bacaan misal udh femes disana ya monggo.
Nhynaa Kanina: yok kita lanjut 🤗 Makasih masih setia membaca, Kak 🙏🏻🤗❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!