Menceritakan seorang gadis yang manja dan polos , dia bernama Aurelia putri sering di panggil dengen sebutan Aurel ,dia gadis yang ceria dan baik hati ,namun keceriaan harus hilang dalam sekejap karena sebuah tragedi yang harus merebut kebahagiaan nya , ibu meninggal di depan matanya sendiri karena ulah selingkuhan papa nya
"Papa jahat Aurel benci sama Papa hiks ,"ujar Aurel begitu terisak melihat ibu nya yang sudah tergeletak tidak bernyawa
Gimana kah kelanjutan ceritanya akankah Aurel kembali menemukan kehagian atau atau sebaliknya
Baca kelanjutannya di novel yang berjudul gadis yang manja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfazilah Cell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Dari Canda Hingga Nangis
Di keesokan harinya Arzan dan Aurel sedang berada di Maja makan untuk melakukan sarapan pagi sebelum memulai aktivitas para umumnya
"Kak Arzan Mama mana kok gak keliatan,?Taya Aurel kepada Arzan yang duduk di samping nya
"Mama lagi jogging sama teman teman nya ,"jawab Arzan
"Oh, terus kak Arzan habis ini langsung ke kantor nya ,?Taya Aurel lagi
"Hmmm sehabis antar kamu kesekolah,"jawab Arzan
"Kamu sekali panggil Om terus sekarang panggil Kak ,yang benar itu apa hmm ,?Taya Arzan yang bingung dengen panggilan Aurel
"Hehe kemarin kan Aurel baru ketemu sama Kak Arzan jadi Aurel bingung harus manggil apa , karena menurut Aurel kak Arzan sudah sedikit tua jadi Aurel panggil Om saja ,tapi sekarang kan kak Arzan sudah jadi suaminya Aurel,"ujar Aurel sembari tersenyum
"Jadi menurut kamu saya sudah tua ,?Taya Arzan sembari mengangkat satu alis nya
"Bukan gitu kan umur kak Arzan lebih tua dari pada Aurel,"ujar Aurel
"Terserah kamu saja ,"ujar Arzan yang beralih melihat tablet nya
"Kak Arzan marah ,?Taya Aurel yang memengan lengan Arzan
"Gak saya gak marah ,haya saja saya sedikit kecewa karena sudah tua buat gadis kecil seperti kamu ,"ujar Arzan
"Ih kak Arzan ,bukan begitu maksud Aurel,Kak Arzan ganteng kok gak keliatan tua ,"ujar Aurel yang mulai kesal ,pasal nya Arzan marah haya kerena di bilang tua ,kan memang gitu kenyataan nya
"Tadi kamu bilang Apa saya tua kan ,"ujar Arzan yang menahan tawa melihat wajah kesal Aurel
"Terserah kak Arzan saja , Aurel ngambek sama kak Arzan ,bikin mood Aurel jelek gara gara Kak Arzan ,"ujar Aurel yang berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari dalam mansion sembari membawa tas sekolah nya
"Bikin kesal aja kak Arzan pagi pagi gini ,"ujar Aurel pelan sembari terus berjalan hingga iya sampai di depan mobil yang akan siap mengantar kan dia ke sekolah
"Kita berangkat sekarang Nona Aurel,?Taya pak supir tersebut kita sebut saja nama indra
"Bapak yang akan antar sekolah Aurel,?Taya Aurel sembari tersenyum
"Hmm dia yang akan antar kan kamu sekolah,"jawab Arzan yang sudah berdiri di belakang Aurel
"Beneran,?Taya Aurel memastikan
"Iya gadis bawel ,kan kamu gak mau di antar sama saya ,kan saya sudah tua ,"ujar Arzan yang lagi lagi mengalihkan pembicaraan nya kesitu
"Kak Arzan stop , Aurel minta maaf jangan ulangi lagi perkataan itu kemarin Aurel gak sengaja manggil gitu , Aurel salah maafin Aurel plis ,"ujar Aurel dengen mata berkaca-kaca yang membuat Arzan bersalah iya haya niat bercanda saja
"Astaga sayang jangan nangis saya haya bercanda saja bukan serius,"ujar Arzan yang membawa Aurel ke pelukan nya
"Terus kenapa kak Arzan ngomong gitu terus , Aurel kan jadi merasa bersalah sama kak Arzan ,"ujar Aurel
"Tadi Saya haya bercanda sama kamu sayang ,gak salah kok kamu manggil gitu saya tetap akan suka apapun panggilan dari kamu ke saya ,"ujar Arzan yang menghapus air mata Aurel yang mengalir di pipi nya yang bulat
"Sudah jangan nangis lagi hmm ,saya bercanda sama kamu ,"ujar Arzan yang mengelus rambut Aurel
"Iya kak Arzan ,"jawab Aurel
"Ini buat kamu ,"ujar Arzan yang memberikan kartu black card kepada Aurel
"Ini buat Aurel,?Taya Aurel
"Hmm terus buat siapa lagi kalau bukan buat gadis kecil saya ini yang akan menghabiskan semua uang saya tapi saya senang sekarang ada yang menghabiskan nya ,"ujar Arzan yang mencubit pipi bulat Aurel gemes ,gak pernah nih Arzan se gemes ini
"Hi makasih nya kak Arzan , kalau nanti kak Arzan gak bisa habiskan uang nya kasih Aurel saja nya ,"ujar Aurel sembari tersenyum lebar
"Hmmm kamu mau berapa pun sebutkan saja nominal nya hmm ,"ujar Arzan
"Siap pak ketua ,"ujar Aurel yang langsung memeluk Arzan
"Yasudah sana ini sudah mau terlambat,"ujar Arzan sembari mencium kening Aurel yang masih ada di pelukan nya
"Oke , Aurel pergi dulu kak Arzan hati hati nya ,"ujar Aurel yang melepaskan pelukannya dan berjalan masuk kedalam mobil
"Hmm ,kamu belajar yang benar jangan bandel ,"ujar Arzan
"Oke bay bay kak ,"ujar Aurel yang melambai-lambai kan tangan nya sebelum mobil tersebut keluar dari gerbang mansion
Setelah kepergian Aurel,Arzan pun beralih melihat Mama nya yang baru saja pulang
"Mama kenapa gak suruh jemput sama supir aja ,?Taya Arzan
"Kalau Mama suruh jemput itu bukan olahraga dong ,"ujar Hana
"Aurel mana sudah pergi sekolah kah ,?Taya Hana
"Sudah pergi Ma ,baru saja ,"jawab Arzan
"Ya ampun berarti Mama terlambat dong bikin bekal buat Aurel,"ujar Hana
"Gak perlu khawatir Ma ,sudah di buat kama sama Bibik tadi ,"ujar Arzan
"Syukur lah kamu memang bisa di andalkan Ar,"ujar Hana
"Maksud Mama ,aku gagal gitu ,?Taya Arzan
"Gak Kamu paling sempurna, yaudah sama berangkat,ka taya ada meeting pagi ,"ujar Hana
"Hmm Arzan pergi dulu Ma ,"ujar Arzan yang berjalan masuk kedalam mobil yang sudah di bukakan pintu oleh Kevin
"Apa kamu sudah siapkan laporan meeting kuta pagi ini ,"ujar Arzan
"Sudah tuan dan semuanya sudah kami kirim ke file tuan ,"jawab Kevin yang yang beralih fokus menyetir mobil nya Tampa ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua
Di sisi lain , Aurel baru saja tiba di depan gerbang sekolah ke cintaan nya
"Makasih nya Pak ,"ujar Aurel yang turun dari dalam mobil
"Ini Non sama sama ,"jawab Pak indra yang kembali melajukan mobilnya nya kembali ke mansion
"Aurel tungguin Geu ,"ujar Shasa yang berlari menghampiri Aurel yang baru saja masuk kedalam area sekolah
"Kamu jangan lari lari Shasa nanti kamu jatoh ,"ujar Aurel
"Iya Maaf , cerewet banget sih ni Mak Mak ,"ujar Shasa
"Kamu ini di bilangan nya gak pernah denger Aurel,"ujar Aurel yang menggeleng kepala melihat respon sahabat nya itu
"Yaudah kita ke kelas saja yok ,"ujar Shasa yang menggandeng lengan Aurel
Sembari berjalan Shasa pun berkata
"Aurel kamu yang sabar nya ,aku sudah tau semuanya,kamu tenang saja kalau dia sakitin kamu aku yang akan maju paling depan ,?ujar Shasa seolah olah jagoan
"Gak usah Shasa kalo kita gak gangguin dai di gak bakal gangguin kita ,"ujar Aurel
"Kamu bilang apa Aurel,sayang ku Aurel buka mata kamu gak ada lagi Aurel sekarang yang sifat nya seperti setan , kalau kita gak ganggu dia gak bakal nyerang kalau kita ganggu dia di nyerang, kalau dia yang bentuknya seperti iblis gak akan pernah hilang dari kata suka cari keributan,"ujar Shasa
"Aurel,Shasa,"panggil seseorang dari belakang
Bersambung.
Thank you 😘 yang sudah baca bab baru ku 💚