NovelToon NovelToon
After The Fall

After The Fall

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:53.7k
Nilai: 5
Nama Author: ARQ ween004

Viora Zealodie Walker, seorang gadis cantik yang memiliki kehidupan nyaris sempurna tanpa celah, namun seseorang berhasil menghancurkan segalanya dan membuat dirinya trauma hingga dia bertekad untuk mengubur sikap lemah, lugu, dan polosnya yang dulu menjadi sosok kuat, mandiri dan sifat dingin yang mendominasi.

Bahkan dia pindah sekolah ke tempat di mana ia mulai bangkit dari semua keterpurukan nya dan bertemu dengan seseorang yang diam-diam akan mencoba merobohkan tembok pertahanan nya yang beku.

Sosok dari masa lalu yang dia sendiri tidak pernah menyadari, sosok yang diam-diam memperhatikan dan peduli pada setiap gerak dan tindakan yang di ambilnya.

Agler Emilio Kendrick ketua geng motor besar yang ada di jakarta selatan sana... Black venom.

Dia adalah bad boy, yang memiliki sikap arogan.

Dan dia adalah sosok itu...

Akankah Agler berhasil mencairkan hati beku Viora dan merobohkan dinding pertahanan nya, atau cintanya tak kunjung mendapat balasan dan bertepuk sebelah tangan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARQ ween004, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan di koridor

Koridor sisi timur Starlight School sore itu sepi, hanya terdengar suara angin yang berhembus pelan menelusuri sela kaca tinggi dan deretan rak buku di balik dinding kaca__tempat di mana perpustakaan berdiri megah dengan atmosfer yang tenang dan dingin.

Langkah sepatu terdengar lembut, teratur. Zea melangkah keluar dari ruang baca dengan map tipis di tangan, seragamnya rapi, wajahnya tetap tenang seperti biasa. Ia baru saja menyelesaikan pendaftaran akun perpustakaan. Tempat yang menurutnya akan jadi zona aman dari hiruk-pikuk sosial Starlight.

Namun, ketenangan itu tak bertahan lama.

Dari arah berlawanan, seseorang menabrak bahunya cukup keras, hingga map di tangannya terlepas dan kertas-kertas di dalamnya berhamburan ke lantai. Suara benturan kecil menggema di koridor kosong.

Zea menunduk sejenak, menarik napas, lalu perlahan menoleh. Tatapannya langsung bertemu dengan sepasang mata tajam milik Agler__Pria dengan aura dingin yang berdiri santai di depannya, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa bersalah.

Zea memilih tak bicara. Ia menunduk kembali, meraih map-nya, berusaha menyatukan lembaran-lembaran yang tercecer. Ia tak punya waktu untuk drama murahan sore-sore begini. Tapi sebelum sempat melangkah pergi, suara Agler terdengar__Datar, namun mengandung nada tajam yang jelas disengaja.

“Ternyata cewek kayak lo betah juga di tempat kayak gini. Gue kira cewek populer kayak lo lebih suka tebar pesona di antara kerumunan para fans."

Kata populer ia tekan dengan nada sinis.

Zea berhenti. Jemarinya yang baru saja menutup map kembali diam di udara. Perlahan ia berdiri, menegakkan tubuhnya, lalu menatap Agler tanpa ekspresi__Tenang, tapi tatapannya menembus.

“Lucu juga dengar lelucon itu dari lo,” katanya dingin. "Dan yang paling suka jadi pusat perhatian kayaknya bukan gue.”

Agler menyipitkan mata, tapi Zea belum selesai. Ia melangkah satu kali mendekat, jarak mereka kini hanya beberapa langkah.

“Dan kalau lo pikir nyenggol orang di koridor kosong bisa bikin lo ngerasa berkuasa, mungkin lo salah tempat,” ujarnya tenang, nada suaranya lembut tapi tajam. “Perpustakaan bukan arena buat unjuk ego.”

Sesaat, keheningan menggantung di antara mereka. Angin dari jendela tinggi kembali berhembus, mengibaskan ujung rambut Zea yang melintas di depan wajahnya__Seolah mempertegas aura tak gentarnya.

Senyum tipis muncul di sudut bibir Agler, samar tapi berbahaya.

“Hm. Menarik,” gumamnya rendah, lalu berbalik perlahan sebelum melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Zea hanya memandang punggungnya yang menjauh, sebelum akhirnya menarik napas dalam dan menatap map di tangannya.

“Starlight benar-benar penuh orang aneh,” lirihnya pelan, lalu melanjutkan langkahnya ke arah tangga.

Koridor sisi timur Starlight School sore itu masih lengang. Baru beberapa langkah meninggalkan tangga, Zea kembali berhenti.

Tepat di depannya kini berdiri tiga gadis berpenampilan mencolok__Riasan tebal, aksesoris berkilau, dan seragam yang dimodifikasi seolah sedang fashion show, bukan sekolah. Tatapan mereka tajam, seperti memang sudah menunggu seseorang lewat.

Zea tidak gentar. Ia hanya menahan napas singkat, lalu memilih bergeser ke sisi kiri untuk lewat tanpa menatap mereka. Namun gadis yang berdiri di tengah segera melangkah menghadang.

Zea beralih ke kanan. Dihadang lagi. Kiri, kanan, kiri, kanan dan setiap kali ia mencoba, langkahnya selalu terhalang.

Akhirnya Zea menghela napas kasar. “Serius, ya?” gumamnya rendah. Ia mengangkat wajah, menatap lurus gadis yang berdiri paling depan___ Haura Syaqweena, dengan dua temannya yang tak kalah mencolok di sisi kanan dan kirinya___Tanisa dan Ayyana.

Tiga orang yang dikenal dengan nama geng mereka__The Vipers.

Haura melangkah sedikit lebih dekat.

“Lo mau ke mana, manis?” suaranya sarat ejekan.

Zea menatapnya datar. “Ke tempat yang gak blocking jalan orang.”

Ia kembali mencoba berjalan, tapi lagi-lagi langkahnya dihalangi.

Zea menarik napas dalam, menahan kesal. “Sorry, Kak. Gue mau lewat,” katanya akhirnya, memberi penekanan kecil di kata Kak. Sadar mereka tampaknya senior kelas 12.

Haura menyeringai miring.

“Emang siapa yang bakal ngizinin lo lewat?”

Zea mengerutkan alis. “Maaf, kita punya masalah apa, ya?” tanyanya. Ia benar-benar tak paham. Ini hari pertamanya di sekolah, dan rasanya mustahil sudah punya musuh bukan?

Haura mendecak pelan.

“Masalah? Lo aja kali yang nyari masalah.”

Zea menatapnya tak mengerti. “Maksudnya?”

“Gak usah pura-pura bego, deh.”

Haura mendadak mendorong bahu Zea hingga gadis itu tersentak mundur selangkah.

Zea menahan napas, menegakkan bahunya kembali. Tapi Haura belum berhenti.

“Lo cuma murid baru yang numpang tenar di circle-nya Valesya. Jadi gak usah so cantik deh, apalagi caper sama Agler and the gang.”

Zea terkekeh kecil___tak habis pikir, nada tawanya terdengar datar tapi menyindir.

“Jadi itu alasan kalian ngeroyok gue di sini?” Ia menatap mereka satu per satu__tak habis pikir. “Oke, gue murid baru, itu benar. Tapi gue gak ngerasa numpang famous sama siapa pun, apalagi caper sama cowok yang lo sebut tadi…” Zea mengetuk dahinya sejenak.

“Ah, iya--- Agler? Sorry, tapi mereka apalagi dia gak semenarik itu di mata gue.”

"Songong juga ya lo!" Haura menyunggingkan senyum sinis. "Tapi sayangnya... Gue orangnya gak gampang buat percaya sama bacotan murahan cewe kayak lo." Tatapan nya menggereling seolah mengisyaratkan pada kedua temannya untuk bergerak memegangi tangan Zea.

"Kalau lo emang berani, lawan sendiri! Bukan maen keroyokan kayak gini." Zea mulai berontak mencoba melepaskan cekalan tangan Tanisa dan ayyana dari tangannya.

"Alah bacot an***g!” Teriak Haura yang siap melayangkan tangan__

Namun sebelum tamparan itu mendarat, seseorang menahan pergelangan tangannya dari belakang.

“Weiss… santai dong,” suara itu terdengar tenang tapi tajam.

Zea menoleh__Valesya.

Gadis itu berdiri di belakang Haura dengan tatapan menusuk, jemarinya masih mencengkeram tangan Haura yang tertahan di udara. Di belakangnya, dua sosok lain muncul__Arcelyn dan Claudy, keduanya menatap The Vipers dengan ekspresi dingin penuh peringatan.

Valesya menurunkan tangan Haura perlahan, lalu berkata datar,

“Jadi ini yang kalian lakukan sekarang? Nyari mangsa di koridor?”

Arcelyn menyilangkan tangan di dada, menambahkan sinis,

“Sayang banget. Kalian salah pilih mangsa.”

Haura mendengus. “Urusan gue cuma sama dia,” tunjuknya pada Zea.

Valesya menaikkan alisnya pelan.

“Oh, lo belum tahu, ya? Gadis ini udah bagian dari geng kita. Jadi kalau lo usik dia, lo otomatis usik kita juga.”

Suasana menegang. Tanisa dan Ayyana saling berpandangan sebelum akhirnya melepaskan tangan mereka dari Zea dan mundur selangkah. Tapi Haura masih diam di tempat, menatap Zea dengan mata berapi.

“Kalau gitu, ayo. Gue gak takut.”

Valesya tersenyum miring. “Salah langkah, sayang.”

Dan bentrokan pun pecah, Suara sepatu menghentak, seragam berkibar, jeritan kecil terdengar bersahutan di koridor perpustakaan yang tadinya sunyi.

"Dasar tukang caper." Kata Haura yang ingin meraih rambut Zea yang segera mengelak dan menangkap cepat tangannya lalu memelintir nya ke belakang.

"Aaa...!!" Jeritan Haura menggema, "A***ng lo, lepasin tangan gue bang**t!" Lanjutnya mengumpati Zea kasar.

"Lo yang lebih dulu cari masalah, jadi nikmati aja akibat nya." Zea masih menahan pelintiran tangan Haura.

Tak jauh berbeda dengan teman-teman mereka yang melemparkan umpatan yang sama, saling tabok, jampak bahkan adu cakar terjadi di sana.

Hingga peluit panjang tiba-tiba terdengar dari arah belakang, namun tak ada yang langsung berhenti. Sampai suara dingin memecah suasana kacau itu...

“Cukup.”

Satu kata, tapi tegas.

Semua kepala serempak menoleh. Dan di antara kekacauan itu, seseorang berjalan mendekat dengan tatapan tajamnya__Agler.

Ia menarik Zea yang masih berusaha melawan dari cengkeraman lawannya, lengannya melingkar di pinggang gadis itu, menahannya agar tak kembali maju.

Zea masih meronta. “Lepasin gue!”

Namun genggaman Agler tak berubah. Tatapannya dingin, penuh peringatan.

“Udah. Gue bilang cukup.”

Hening jatuh tiba-tiba. Hanya suara napas terengah dan langkah yang berhenti di antara serpihan ego yang bertebaran di lantai koridor Starlight sore itu.

***

1
Agustina Titin
semoga tidak ada lagi halangan yg extrim buat perasaan keduanya. lanjut ya , ceritanya bagus 👍
Purwa Asieh
kog bersambung, kirain cerita tamat😭😭😭
Valent Theashef
sebenarny kasian ma alger dy msih menunggu zea n dngn rasa yg sama tp syngny zea msih cuek n datar2 za,msih bluk ingat ssok alger dimasa lalu,kurang greget lho kak coba bis ni gntian zea yg mrsa kehilanhan alger, soalny kyakny zea ni msih. besar rsa ke raffa msik sudh tiada
Purwa Asieh
kaaaan ceritanya bikin😭😭😭😭
eva
lanjut update nya thor
ARQ ween004: aku update besok ya🙏 soalnya aku baru selesai ngetik buku baru dengan judul Benang takdir yang tersilang kamu bisa mampir kalau mau, aku gak mungkin bisa kejar update hari ini soalnya lagi sakit juga maaf ya🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
eva
gak lanjut lagi thor cerita nya
ARQ ween004: tetep lanjut kok, maaf udah nunggu ya🙏🥺
total 1 replies
Siti Nina
Penuh teka teki 🤔
Achy Hidayat
lanjut ,,, tentang Agler dan Zea,,, ❤
ARQ ween004: oke... makasih udh komen👍🏻
total 1 replies
olyv
nexttt 🤩👍
Yunita Aristya
dasar Daniel sudah berhianat nyakitin mommy nya agler malah nambah masalah jodohin anak nya, kenapa gk anak kebanggaan mu aja yg kamu jodohkan
olyv
lanjuuuttt 👍💪💪💪
eva
lanjut kak 💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
astr.id_est 🌻
lanjut kak
ARQ ween004
sampai sini masih seru gak sih? jujur aku mulai gak pd sama tulisan ku sendiri 🥺 sering kehabisan ide sampai ngarang apa yang sampai di pikiran sampai deman🙏 mohon dukungan nya ya buat semua biar aku tampah semangat 🙏🥺
Achy Hidayat: semangat dongg❤❤❤❤💪💪💪💪
total 3 replies
astr.id_est 🌻
lanjut 💪💪💪
ARQ ween004: siap😄
total 1 replies
Mar lina
Rumit percintaan Agler & Zea...
lanjut Thor ceritanya
olyv
nextt thor
BAITI SYAIRUROH
gmn kbr Raffa n Frisca setlh tau viora kecelakaan
ARQ ween004: lanjut baca aja ya kak! nanti kamu bakal tau jawabannya plus kejadian yang sebenarnya 🙏
total 1 replies
astr.id_est 🌻
emang cocok sih mereka sama2 sampah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!