Hilda gadis 17 tahun, bersahabat dengan Imel dan Jasmine. Mereka kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Papa Hilda yang bernama Brata pernah berhutang budi dengan sahabatnya namanya Randi. Papa Hilda dan temannya pernah berjanji menjodohkan anak mereka. Saat ini, sahabat papa Hilda sedang sekarat. Dia menagih janji papa Hilda untuk menikahkan anak mereka sebelum Pak Randy meninggal. Nama anaknya Ricko umur 25 tahun. Akhirnya papa Hilda menikahkan mereka walau usia mereka masih terbilang muda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. SAHABAT DALAM SUKA DAN DUKA.
Saat ini, Hilda, Imel dan Jasmine sudah mendapatkan pengumuman hasil ujian mereka dan hasilnya mereka bertiga lulus dalam ujian tersebut dan kuliah bersama di kampus dan jurusan yang sama.
Setelah urusan mereka selesai di kampus, Hilda, Imel dan Jasmine pun hendak singgah di cafe dekat rumah Hilda sebentar. Selain untuk mengisi perut karena Hilda sudah lapar, mereka pun ingin nongkrong sebentar di cafe langganan mereka.
Jasmine pun memanggil supirnya agar segera datang ke lobby fakultas ekonomi kampus itu. Supir Jasmine pun langsung bergerak dari parkiran begitu mendapat telepon dari Jasmine yang menyuruhnya menjemput Hilda, Imel dan Jasmine.
Selang lima menit supir Jasmine sudah menampakkan dirinya di depan lobby kampus tersebut. Hilda, Imel dan Jasmine yang melihat supir dan mobil Jasmine pun langsung berjalan ke arah mobil. Tak menunggu lama mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.
Supir menanyakan kemana tujuan mereka sekarang.
" Kita kemana non Jasmine? Mau langsung antar non Hilda pulang atau singgah ke tempat lain?" Tanya Supir.
" Bapak ini tau aja tujuan kita pertama selalu mengantarkan Hilda pulang dulu.. Hahaha..!!" Kata Imel dari belakang.
" Kan memang biasanya selalu gitu Non Imel..!! Bapak sudah hapal..!!" Kata Supir itu.
" Iya Sih.. Hahahha..!!" Kata Imel.
" Jadi kita kemana nih..!! Biar bapak segera antarkan..!!" Kata supir.
" Kita ke cafe yang biasa aja ya pak. Itu loh yang searah dengan rumah Hilda. Kita mau makan di sana dulu, soalnya tadi di rumah nggak sempat makan dulu..!!" Kata Jasmine.
"Baiklah Non..!! Kita segera meluncur ke sana sekarang..!!" Kata Supir Jasmine.
" Makasih pak..!!" Jawab Jasmine.
Supir Jasmine pun segera menjalankan mobilnya keluar meninggalkan kampus tersebut. Dia mengarahkan mobilnya ke cafe yang di tuju oleh Hilda, Imel dan Jasmine. Pak supir sudah hapal betul jalan ke cafe yang mereka maksud karena mereka sudah sangat sering ke situ.
Tak sampai tiga puluh menit, mereka pun sampai di cafe yang di tuju. Supir menurunkan mereka tepat di depan cafe. Jasmine mengajak supir nya juga makan di situ karena Jasmine tau supirnya itu belum makan siang. Tapi Supir nya Jasmine menolak dan dia mengatakan bahwa dia sudah makan di kantin kampus saat menunggu urusan Hilda, Imel dan Jasmine di sana selesai.
Selepas turun dari mobil, Hilda, Imel dan Jasmine pun langsung masuk ke dalam cafe. Mereka langsung duduk di pojok cafe tempat di mana tidak terlalu banyak orang lalu lalang di situ. Sehingga mereka tidak terganggu kalo mau nongkrong di sana.
" Selamat datang mbak..!! Mau pesan apa?" Kata pelayan itu pada mereka bertiga saat mereka sudah duduk.
" Yang biasa aja ya mbak..!!" Kata Jasmine melihat pelayan yang biasa melayani mereka selalu saat mereka ke sini.
" Baik mbak Jasmine..!! Di tunggu lima belas menit ya..!" Kata pelayan itu.
" Iya mbak.. Kami akan memunggu tapi jangan terlalu lama ya. Tuh teman saya Hilda dah sangat kelaparan. Kasian kalo dia sampai pingsan di sini" Kata Jasmine bercanda.
" Jasmine..!! Jangan buat malu aku dong..!! Nanti di sangka mbaknya aku sudah nggak makan berhari-hari lagi..!!" Protes Hilda.
" Bercanda kali Hil..!! Lagian mbak nya kan nggak mungkin berpikiran sejauh itu. Iya kan mbak?" Kata Jasmine ke pelayan itu.
" Iya mbak Hilda.. Saya tau mbak Jasmine hanya bercanda. Nggak serius kok." Kata Pelayan itu.
" Iya Hil, Jangan diambil hati deh..!! " Kata Imel
" Ya udah ya mbak, saya pesankan makanan kalian dulu ya ke koki biar cepat tersaji. Saya permisi dulu ya..!!"Kata Pelayan itu.
" Iya mbak. Silahkan..!!" Kata Jasmine mewakili.
Pelayan tersebut pergi meninggalkan Hilda, Imel dan Jasmine di meja itu. Dia segera menyampaikan pesanan mereka pada koki agar segera disiapkan.
Di meja Hilda, Imel dan Jasmine mendiskusikan syarat- syarat yang harus dipenuhi untuk pendaftaran ulang Senin depan.
" Aku lihat di syarat yang di foto Imel ada surat keterangan berbadan sehat dan surat berkelakuan baik. Kira-kira kita urus di mana ya?" Kata Hilda memulai pembicaraan.
" Setau aku sih, kalo surat berbadan sehat kita harus urus di rumah sakit. Dengan kata lain kita harus check up tubuh secara menyeluruh. Baru dikeluarkan surat keterangan berbadan sehat." Kata Imel.
" Oo gitu ya, Mel..!! Di rumah sakit mana? Di rumah sakit pemerintah atau rumah sakit apa saja?" Tanya Hilda mendetail.
" Sepertinya sih rumah sakit apa saja. Yang penting bisa mengeluarkan surat keterangan berbadan sehat..!!" Kata Imel
" Ooo begitu..!!" Kata Hilda
" Kalo surat berkelakuan baik di urus di kantor polisi ya? Surat berkelakuan baik itu sama dengan SKCK kan?" Tanya Jasmine.
" Setauku sih sama Jasmine..!!" Kata Hilda.
" Iya Jasmine itu sih sama aja..!! Dan memang harus di urus di kantor polisi..!!" Jelas Imel
" Kalian kapan urus itu semua? Ajak - ajak aku ya..!! Soalnya aku nggak ngerti mengurus surat seperti itu..!!" Kata Hilda.
" Kita nanti urus bersama aja. Besok kita ke rumah sakit dulu. Baru lusa kita ke kantor polisi. Gimana menurut kalian?" Tanya Jasmine
" Semakin cepat semakin baik Jasmine. Aku setuju. Gimana dengan kamu Mel..??" Tanya Hilda.
" Aku sih ikut kalian aja. Tapi orangtua ku lagi nggak ada di sini. Aku bingung nanti bayarnya gimana." Kata Imel jujur.
" Kamu tenang aja Imel..!! Nanti punya kamu aku talangin duluan deh. Nanti setelah orangtua kamu pulang kamu kembaliin duitnya. Gimana? Kamu mau?" Tanya Jasmine
" Aku nggak enak minta tolong sama kamu terus Jasmine. Malu aku. Hahhaha..!" Kata Imel.
" Kalo nggak kamu boleh kok pake uang aku. Walau nggak sebanyak uang Jasmine, aku juga punya sedikit. Uang saku aku selam liburan ini nggak pernah aku pakai. Jadi, kalo kamu mau pake dulu. boleh saja Mel..!!" Kata Hilda.
" Makasih ya teman-teman ..!! Kalian baik sekali sama aku." Kata Imel.
" Santai aja Mel..!! Kita kan sahabat..!! Kita harus saling membantu dan bersama dalam susah dan senang..!!" Kata Hilda.
" Iya Mel.. Bener kata Hilda. Kita harus saling mendukung dalam keadaan apapun" Kata Jasmine lagi
" Makasih ya teman-teman..!!" Kata Imel.
Mereka bertiga berpelukan. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan pelayan membawakan pesanan makanan mereka. Hilda, Imel dan Jasmine pun melepas pelukan mereka, supaya makanannya bisa di sajikan di meja itu.
Tak lama setelah makanannya tiba, Hilda langsung memakan makanannya karena laparnya. Imel dan Jasmine hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Hilda seperti orang yang tidak makan beberapa hari.
Imel dan Jasmine pun memakan makanan mereka. Tak lama kemudian, mereka selesai makan. lalu mereka pun membayarnya setelah itu mereka pun ingin langsung pulang.
Jasmine menelpon supirnya untuk segera menjemput mereka. Setelah supirnya sampai, mereka langsung masuk ke mobil dan supir pun segera melajukan mobilnya meninggalkan cafe tersebut menuju rumah Hilda.
jangan lupa mampir di karya ku ya kk..
My Little Prince dan VCPD 🥰
jangan lupa mampir yah ke crita gw👉Golden Bride👌makasih🙇♀️
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas