Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22 TAK TERDUGA
"Woi! Kok terlihat kesal begitu?!" Dandi yang tiba-tiba masuk ke ruangan, mengagetkan Tuan Elzel. Dandi merupakan sahabat Tuan Elzel, sekaligus Asisten di kantor ini, karena sudah bersahabat sejak kecil, makanya mereka terlihat akrab sekali tidak seperti hubungan antara Asisten dan Bos, tapi lebih ke hubungan antara teman dan teman, tapi dilain sisi Dandi juga tetap menghormati Tuan Elzel sebagai Bos nya.
"Eh, Dandi?"
"Kenapa? Kok terlihat kesal?"
"Diandra udah pulang dari luar negeri."
"Ya bagus, dong. Bisa enak-enakan terus. haha!" Goda Dandi yang sudah tau sejauh mana hubungan Tuan Elzel dan Diandra.
"Bisa aja elu, Dan. Masalahnya, entahlah gua merasa bosan dengan cewek yang seperti Diandra."
"Wah, wah... Sepertinya servicenya Diandra masih kurang, ya?" Dandi tertawa terbahak-bahak.
"Selama ini, bagi gua wanita itu semuanya biasa. Enggak tau, susah untuk dijelaskan."
"Gua kasih saran nih ya, untuk apa elu bertahan kalo bikin batin tersiksa."
"Elu emang hebat kalau bikin kata-kata puitis, Dan."
"Siapa dulu dong, Dandi!"
Keduanya terbahak-bahak.
Tok! Tok! Tok! pintu diketuk
"Masuk!"
Ternyata itu Kalista, melihat ada Dandi di ruangan itu Kalista menjadi salah tingkah, yang tentu saja tidak disadari Dandi. Sepertinya gadis yang berambut pendek ini memendam rasa kepada Dandi.
"Kau kenapa? Wajahmu memerah!" Tanya Dandi pada Kalista.
"Ah! Tidak apa-apa, Pak." Kalista gugup.
Kemudian Dandi meninggalkan ruangan itu, menuju ke ruangannya.
"Maaf Bos, ini data Proyek yang sedang dibangun di Desa Suka Jaya."
"Iya, gimana perkembangan proyeknya?"
"Semuanya lancar, Bos. Kapan Bos akan pergi memantau lagi ke sana?"
"Siapkan jadwalku, pastikan tidak ada meeting dalam tiga hari kedepannya. Aku akan pergi ke Desa Suka Jaya, dan menginap di sana. Aku ingin melihat perkembangan proyeknya dengan detail."
"Siap, Bos."
"Kau boleh pergi."
"Baik... permisi, Bos."
__________
Tuan Elzel kembali ke rumah, setelah semua pekerjaan sudah beres, dan hari ini tidak ada meeting seperti yang dikatakannya pada Diandra, dia sengaja berbohong untuk melepaskan diri dari gadis itu.
"Yuki!" Panggil Tuan Elzel saat sudah berada di pintu masuk rumah. Tapi yang datang malah Mery.
"Maaf, Tuan. Yuki tadi izin sebentar ke kamarnya , ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Tidak perlu, yang mana kamar Yuki?"
"Di sana, Tuan." Mery menunjuk kamar Yuki yang terletak di bawah tangga yang menuju lantai atas.
"Ya, kau boleh pergi!"
"Permisi, Tuan."
Tuan Elzel masuk ke kamar Yuki, tapi tidak mendapati Yuki di dalam sana. Tapi terdengar suara air khas seperti orang yang sedang mandi.
Tuan Elzel dengan santai berbaring di kasur Yuki, menunggu gadis itu menyelesaikan mandinya. "Ck! Lama!"
Sekitar 10 menit berlalu, Yuki keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya. Dengan santai dia bernyanyi-nyanyi tanpa dia tau kehadiran Tuan Elzel di kamarnya, sedari tadi Majikannya itu sedang memperhatikan.
Dia mengambil baju yang hanya beberapa helai dari dalam lemari.
"Pakai yang mana, ya?" Yuki terlihat bingung memandangi baju-baju yang sudah lusuh warnanya, karena hanya itu yang dia punya.
"Gak semuanya!" Jawab Tuan Elzel
Yuki kaget melihat Tuan Elzel. Sejak kapan Tuan Muda itu berada di sana?
"KYAAA!!!" Yuki berteriak, Tuan Elzel menutup telinganya, sedangkan Yuki menutupi dada dengan tangannya.
"Tuan, kenapa Tuan ada di sini? Bagaimana Tuan bisa masuk?"
"Pintunya tidak terkunci." Jawab Tuan Elzel santai.
Wajah Yuki memerah, karena malu. Tuan Elzel hanya tersenyum memperhatikan Yuki, Yuki menghampiri Tuan Elzel, menarik tangannya, hendak menyeret Tuan Elzel keluar dari kamar ini.
"Maaf Tuan, keluarlah!" Yuki berusaha menyuruh Tuan Elzel keluar, tapi tuan Elzel malah menarik Yuki, hingga membuat Yuki terjatuh menimpa dirinya. Untung saja handuk yang dikenakan Yuki tidak terlepas.
"Tuan...." Wajah Yuki lebih memerah dari sebelumnya.
"Kenapa?"
"A-aku..."
"Diamlah!"
Yuki memejamkan matanya, tuan Elzel bersiap mendaratkan bibirnya ke bibir Yuki.
"YUKIIII!!!" Teriak Sari yang tiba-tiba membuka pintu kamar Yuki.
Semuanya KAGET.
Sari seperti Syok melihat adegan Yuki dan Tuan Elzel.
Yuki turun dari atas tubuh Tuan Elzel, dan menarik tangan Tuan Elzel menyuruh Majikannya itu keluar dari kamarnya.
"Maaaaafffff, Tuaaaannn!"
Setelah Tuan Elzel berada di luar kamar, Yuki menarik Sari masuk dan mengunci kamar itu.
"Sial!" Batin Tuan Elzel.
Sementara Sari masih mematung tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Mbak Sari, jangan salah paham." Yuki seperti tidak enak kepada Sari, dan berusaha menjelaskan.
__________
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""