NovelToon NovelToon
Derita Tali Perjodohan

Derita Tali Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:125.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: N.P Sukaryanto

Tentang Anya yang harus menerima perjodohan dan menikah dengan lelaki kasar dan dingin bernama Dante, demi menghujudkan keinginan sang ayah yang sedang kritis di rumah sakit. Luka dan derita mengiringi setiap langkah kakinya setelah pernikahannya berlangsung. Bukan hanya harus menerima perilaku kasar dari sang suami, ia juga harus menerima kenyataan jika suaminya telah tega menghamili wanita lain dan berniat menikahi wanita tersebut.

Juga dendam dimasa lalu, yang menutut pembalasan membuat orang-orang yang Anya sayangi satu persatu jatuh dan terluka. Dapatkan Anya bertahan dengan hidupnya yang malang? Ditengah problema rumah tangga yang begitu rumit, serta kehadiran orang ketiga yang berusaha merusak rumah tangganya.

Akan banyak adegan kekerasan terhadap wanita di beberapa part, juga perkelahian serta umpatan-umpatan kasar mohon bijak untuk membacanya dan memberikan komentar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.P Sukaryanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Malam semakin larut, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Jalanan ibukota pun masih di guyur hujan, walaupun intensitasnya tidak sederas tadi. Kafe tempat dimana Dante dan Layla berada pun sudah semakin sepi. Mengingat ini bukanlah kafe dua puluh empat jam, yang bisa diakses dan di datangin kapan pun.

Setelah selesai menghabiskan makanannya, dan mengobrol santai membicarakan persiapan pernikahan mereka. Akhirnya Dante dan Layla keluar dari kafe tersebut. Senyum merekah terus terpancar dari wajah cantik Layla. Tangannya pun enggan melepaskan gandengannya dari tangan Dante. Mereka terlihat bak anak remaja yang baru mengenal arti cinta. Tak perduli orang lain melihat keromantisan keduanya. Tak perduli pula, dengan guyuran gerimis yang membasahi tubuh mereka. Kedua orang itu tetap asik mengobrol sambil sesekali tertawa berjalan di atas guyuran hujan malam itu.

Dikarenakan Dante tidak dapat mengantarkan Layla pulang ke apartemennya, karena ia harus menjaga Anya. Maka dari itu Dante menyuruh salah satu anak buahnya untuk datang ke sana, dan menjemput Layla. Memang kedengarannya agak berlebihan, tetapi begitu lah Dante. Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Layla di jalan, terlibat dengan kondisinya saat ini yang sedang berbadan dua. Dante takut jika terjadi sesuatu kepada dirinya nanti di jalan. Dan jujur saja, sedaritadi pula Dante merasa perasaannya tidak enak. Entah kenapa, namun lelaki itu terlihat begitu gusar sedari keluar dari kafe.

"Ren..." Dante menepuk punggung anak buahnya yang bernama Rendi, "hati-hati dijalan. Jangan ngebut bawa mobilnya. Pastikan jika Layla pulang dengan selamat, dan segera hubungi saya jika kamu sudah sampe apartemennya." Sederet titah di layangkan kepada anak buahnya yang berusia dua puluh lima tahunan itu. Si anak buah yang mendengar titah tuannya yang begitu banyak, hanya mengangguk kepalanya paham. Intinya dia harus menjaga wanita yang bersama tuannya itu sampe pulang kerumahnya. Begitulah yang di tangkap Rendi.

Sementara Layla yang mendengar titah Dante untuk anak buahnya, hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menahan senyum. Sikap Dante memang begitu berlebih, tetapi sungguh Layla begitu bahagia dengan sikap berlebih Dante itu. Dia seperti menjadi Ratu, yang sedang di lindungi oleh sang Raja dengan segenap jiwa dan raganya.

Sebelum Layla masuk ke dalam mobil, Dante terlebih dulu kembali meraih tangan Layla. Mendekap tubuh kecil wanita itu beberapa saat sambil menghirup aroma tubuhnya. Entah, mengapa Dante merasa begitu berat meninggalkan Layla. Padahal hanya tinggal menghitung minggu saja, mereka berdua akan segera melangsungkan pernikahan. Tentu tanpa seizin Anya istri pertama Dante.

"Dante, lepasin ih. Malu kamu diliatin anak buah kamu." Layla berusaha meronta, mencoba melepaskan diri dari pelukan erat lelaki itu. Namun, Dante justru semakin erat memeluk wanita itu.

"Sebentar saja. Hanya sebentar." Gumam Dante di telinga Layla. Membuat gadis itu akhirnya menyerah dan membiarkan Dante terus memeluknya.

Sementara Rendi. Ya, pemuda itu terus memperhatikan bosnya dengan wanita yang tidak ia kenali itu. Pikirannya negatifnya langsung bermuculan. Mengingat, ia tau jika bosnya itu sudah menikah dan bukan wanita itu istri bosnya. Rendi yang duduk di dalam mobil, hanya mengira-ngira apa benar wanita itu simpanan Dante bosnya? Jika benar sungguh malang nasib istri Dante sekarang. Baru saja menikah beberapa minggu yang lalu, tetapi sudah harus dikhianati oleh suaminya. Benar-benar miris sekali.

Satu kecupan lembut mendarat di kening Layla, sebelum Dante akhirnya melepaskan dekapannya. Ia tersenyum melihat pipi Layla yang memerah bagaikan udang rebus itu. Dia sangat lucu. Batin Dante.

"Sudah kamu masuk. Nanti kalau udah sampe langsung kabarin aku, ya?" Dante membuka pintu mobil, mempersilahkan Layla untuk masuk ke dalamnya.

"Ia. Yaudah kamu masuk juga, gih. Kasian Anya di dalam pasti nungguin kamu."

Dante hanya menganggukkan kepala samar, sambil menutup pintu mobil dan memundurkan tubuhnya beberapa langkah menjauh dari mobil.

Deru suara mobil terdengar. Disusul dengan klakson mobil dan roda mobil yang mulai berlahan meninggalkan Dante. Tangan Dante melambai, tersenyum menatap kepergian mobil berjenis sedan itu hingga kemudian hilang di persimpangan jalan.

Meyakini mobil yang membawa calon istrinya itu sudah benar-benar pergi menjauh. Dante pun kembali menyeberangi jalan, dan masuk kedalam rumah sakit.

Sesampainya di kamar, Dante melihat Anya yang sudah terlelap di ranjangnya. Sementara Arsilla duduk sambil asik bermain ponsel dan memakan cemilan yang ia yakini pemberian dari Layla. Dante pun mendekat, mencolek bahu Arsilla hingga membuat gadis itu terlonjak kaget dan menjatuhkan semua makanannya.

Arsilla mendelikkan mata kesal, melihat semua makanan yang baru beberapa suap ia makan itu sudah jatuh berantakan ke lantai.

"Makanya itu kuping jangan di tambel sama handset. Sampe orang masuk aja gak tau. Udah sana balik. Biar gue yang nemenin Anya malam ini."

Malas meladeni Dante, dan kesal dengan makanannya yang jatuh berserakan. Arsilla memilih untuk diam dan berjalan meraih tasnya, lalu pergi begitu saja meninggalkan Dante tanpa satu kata pun. Arsilla juga membanting pintu kamar Anya, hingga membuat Anya terbangun dari tidurnya akibat suara keras dari bantingan pintu Arsilla.

"Arsilla marah?" Anya berusaha bangun dari tidurnya. Namun, kepalanya sakit membuatnya tidak kuat hanya untuk mengangkat kepalanya saja.

"Biasa ngambek." Dante meleparkan jaket kulit sembarang ke atas sofa. Berjalan mendekati Anya dan mengusap kepala Anya lembut.

"Sakit kepalanya?" tanya Dante dengan suara yang begitu lembut.

"Ia sakit banget. Gak tau kenapa. Padahal tadi gak kenapa-kenapa cuma perut aja yang sakit karena bekas jahitan operasi."

Sejenak Dante terdiam. Mengingat kembali ucapan Arsilla tadi siang mengenai cidera otak yang di alami Anya.

"Jangan buat dia stress, apalagi sampe depresi. Kita bakal bikin dia kembali koma, bahkan mati."

Dante mengusap wajahnya kasar, mencoba menunjukkan senyuman keterpaksaan di depan Anya. Sungguh, entah kenapa masalah tidak ada habis-habisnya menimpah dirinya. Satu masalah selesai, datang lagi masalah baru. Hidupnya semakin rumit dengan kedatangan dua perempuan yang tidak bisa ia tinggalkan.

"Gak apa-apa itu hanya efek karena kamu koma kemarin." Kilah Dante mencoba membuat Anya tenang, "Yaudah kamu tidur lagi ya. Aku mau ke kamar mandi dulu, ganti baju terus mau tidur juga. Ok."

TO BE COUNTINUE...

1
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
fanny tedjo pramono
ceritanya bagus ditunggu update guys
holipah
lanjut kak bkn si keras kepala nyesel
Jue
Kok ada ya perempuan bodoh begini
Kania adisti Sweet
baru kali ini saya baca novel dengan karakter seperti anya,wanita yg tidak tegas dan terlalu naif
Nabnev
jangan lama lama up ya
Suhaeda
lanjut thor
Sudaryanto
klo kuat dan tangguh pasti terlewati masalah demi masalah dgn baik , yg penting sabar dan ikhlas dalam menjalaninya
dan jgn mengedepankan dendam , serahin saja sama Allah .
jalani lah hidup dgn kerukunan , cinta kasih dan sayang yg tulus serta ikhlas , serta syukuri apapun yg pemberian Allah .
anda akan menang dlm menjalani kehidupan .
hidup Istiqomah dan menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan Husnul khotimah Aamiin
Alanna Th
sehat selalu author n tq critanya, aq nunggu tamat aza deh, baru lnjt baca lagi
Alanna Th
aq jd deg"n stiap prgantian episod, serasa sedang nntn film horror, siap" trkejut 😂🤣🤣
Alanna Th
🤔 . . . aq slh ambil novel, kirain crita roman, trnyt crita krimi 😱😫😰😩
Alanna Th
anya brtahan krn pa"nya sdg skt. smoga anya dberi kekuatan n prtolongan dari Yg Kuasa 🙏😇
Alanna Th
danish tdk mmprhtngkn nasib adiknya stlh mlnypkn layla. shrsnya amankn dulu adiknya baru bls dendam. kl bgn sama aja mngorbankn anya demi dendam thdp dante. celakalh anya, dhbsi dante yg murka 😱😱😫😫
Alanna Th
buruan dante, slmtkn adikmu dr buaya munafik itu sblm adikmu 'dbobol'nya!!!
Alanna Th
anya, jngn trll polos donk! jngn smp dkibulin dante! plg smp dprwnin, jngn mau 😰😫🤮
Nadya
Lama bgt up nya thor
Sulati Cus
bkn arsila aja yg nangis w jg ikutan mewek
Sulati Cus
pergi yg jauuh aja Anya mumpung blm terlambat
Nengk Dde Tunggal
Waw sru lnjut dong kk
Cherry Ria
mana lanjutnya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!