Seorang gadis berumur 18 tahun,bernama Wulandari.
Hanya lulusan SMA yang di tinggalkan kedua orang tua nya,lalu di titipkan di panti asuhan yang kemudian di adopsi oleh orang kaya,awal nya Wulan sangat bahagia namun setelah datang Rika anak dari orang tua angkat nya, kebahagiaan itu ber angsur hilang,hingga menjadikan nya seorang gadis mandiri.
Penasaran dengan kisah Wulan,yuk simak terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viya Khairullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 NASEHAT PANDU DI PAGI HARI
Sementara itu Wulan di panti..
"Wulan kamu gak ingin pulang,maaf ibu bukan maksud apa-apa hanya saja apa kedua orang tua mu tidak mencari mu?'' tanya Susi saat melihat Wulan yang masih duduk santai bersama anak-anak.
"mencari ku"batin Wulan ia pun kepikiran tentang Purnama dan Pandu.
"Sebenarnya wulan masih rindu sama ibu dan anak-anak,Wulan nyaman di sini Bu,apa boleh Wulan menginap disini saja!''pinta Wulan
"Boleh kapan pun kamu mau,tapi kamu harus ngabarin kedua orang tua mu dulu takutnya nanti mereka mengkhawatirkan mu"ujar susi.
"Baik Bu"Wulan pun mengambil ponselnya lalu menghubungi purnama,tak butuh waktu lama panggilan pun tersambung.
"Wulan ya ampun nak akhirnya kamu menghubungi mama juga, kamu kapan pulang biar mama jemput ''ujar purnama dari dalam telpon yang terdengar begitu semangat.
"Wulan bolehkan nginap di panti dulu ma,Wulan masih rindu sama ibu dan juga anak-anak"sahut Wulan.. terdengar helaan nafas dari seberang telepon.
"Ya sudah nanti kalau kamu ingin pulang telepon mama saja ya biar mama jemput"ujar Purnama.
"Iya ma"
Tut.. telepon pun terputus..
"Bagaimana Wulan apakah mama mu mengizinkan kamu nginap di sini? bukan apa-apa hanya saja ibu jadi tak enak"tanya dan ujar Susi yang memang tak enak hati
"Iya Bu,mama mengizinkan nya"sahut Wulan.
"Yasudah sekarang lebih baik kamu istirahat !''ujar Susi.
*
Sementara itu setelah pertengkaran Purnama dan Rika,hingga makan malam pun Rika tak juga j luar dari kamar nya.Membuat Pandu bingung.
"Loh ma Rika mana kok gak ikut makan malam,wulan juga kok gak terlihat?'' tanya Pandu yang memang belum mengetahui permasalahan nya.
"Wulan ke panti pah,kata nya nginap kalo Rika kaya nya masih ada di kamar deh"jawab Purnama yang tak ingin menceritakan apa yang terjadi.
Mereka pun hanya makan berdua..
Singkat cerita pagi pun tiba,Rika yang bangun pagi langsung menghampiri papa nya keruang kerja.
"Ada apa Rika tumben jam segini keruangan papa?'' tanya Pandu.
"Pa,papa sayang gak sama aku?'' bukan nya menjawab Rika malah balik bertanya.
"Kamu ini apaan sih Rika ,ya jelas sayang lah kamu itu anak papa dan juga mama"jawab Pandu sambil geleng-geleng kepala .
"Tapi mama tidak pa,mama lebih sayang sama si Wulan itu"wajah Rika berubah saat menyebut nama orang yang ia anggap telah mengambil kedua orang tua nya.
"Ya ampun Rika kamu gak boleh berfikir kami itu gak sayang sama kamu,Wulan juga dia itu adik kamu sekarang jadi kamu harus sayang juga sama dia"nasehat Pandu di pagi hari.
"Gak bisa pa dia bukan adikku! Papa sama saja dengan mama selalu belain anak itu!'' Rika langsung keluar dari ruangan papa nya dengan wajah kesal.
"Lihat saja Wulan,aku akan membuat kamu tidak betah di rumah ini!!'' ujar Rika yang tak sengaja sayup-sayup di dengar Purnama.
"Siapa yang kamu buat gak betah?'' tanya Purnama tiba-tiba
"Gak bukan apa-apa"Rika langsung duduk dan memakan roti sebagai cemilan.
"Kamu jangan merencanakan yang aneh-aneh ya!'' ujar Purnama.
"Iya iya.."jawab Rika malas.
Purnama hanya geleng-geleng kepala, setelah sarapan ia pun bersiap-siap untuk pergi ke butik nya.