Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 22
..
"Itu bukan urusanmu Arlan, aku tidak masalah dengan itu, sebaiknya kita cepat saja, aku ingin segera pulang!" jawab Sinta pada penjelasan Arlan yang kini justru membuat hatinya semakin tidak menentu.
"Baiklah" jawab arlan singkat dan segera menepikan mobilnya saat sudah sampai di depan rumah Mirna
Arlan keluar dari mobil Sinta dan membukakan pintu untuk Sinta, Arlan mengangkat tubuh kecil Firman yang tertidur, dan segera membawanya ke dalam rumah untuk menidurkannya di kamarnya.
"Nak Sinta terimakasih banyak untuk hari ini, ayo mampir nak?" ucap Mirna pada Sinta yang sedang berdiri di depan mobilnya, sedangkan Virnie segera pulang ke rumahnya, karena hatinya merasa dongkol saat ini.
"Terimakasih tante, tapi Sinta harus segera pulang, udah ditunggu soalnya." jawab Sinta sopan, dia hanya ingin segera bertemu dengan Jayden sekarang ini, karena hatinya merasa begitu tidak tenang.
"Oh, sayang sekali, kalau begitu lain kali kamu harus mampir ya nak" pinta Mirna.
"Iya tante, kalau begitu Sinta pamit dulu ya tante, tolong bilang sama Arkan kalau aku pulang." Sinta mencium tangan Mirna dan segera masuk kedalam mobilnya dan bergegas melaju menuju kantor Jayden.
.
"Bu, mana Sinta?" Tanya Arlan yang baru saja keluar dari rumah setelah membaringkan Firman di kamarnya.
"Dia sudah pulang nak. Lagipula, dia sudah memiliki calon suami, kamu hanya perlu menjauh darinya dan melupakan perasaanmu nak" jawab Mirna pada putranya.
"Ibu tahu?" Tanya Arlan penasaran, kenapa ibunya bisa mengatakan hal itu
"Aku ibumu, aku tahu dari tatapan matamu padanya, kamu sangat menyayanginya. Tapi Arlan, dia akan segera menikah, begitu juga dengan kamu dan Virnie, walaupun setelah hari ini ibu tidak begitu menyukainya, ibu melihat sisi lain darinya, sisi buruk yang ibu tidak suka" jelas Mirna.
Disisi lain Arlan senang karena ibunya sudah mulai tidak menyukai Virnie, tapi disisi lain dia juga sedih karena ucapan ibunya yang menginginkan dia agar menjauh dari Sinta.
"Arlan mau balik ke rumah Arlan Bu, Arlan ada piket nanti malam, ibu jaga kesehatan ya, Arlan besok kesini lagi" Arlan pamit pada ibunya dan segera pergi dari sana menuju rumah pribadinya.
Mirna hanya bisa menghela nafasnya, dia tahu betul bagaimana sifat Arlan jika dia menginginkan sesuatu, dia akan berusaha keras untuk mendapatkannya, walaupun dia percaya jika putranya tidak akan melakukan hal buruk tapi tetap saja hatinya merasa gundah
.
Disisi lain.
Sinta memarkirkan mobilnya di tempat parkir kantor milik calon suaminya, dia segera berjalan masuk ke dalam kantor itu, dia menuju lift dan menekan angka 16 pada lift itu, dia memainkan ponselnya untuk mengusir kebosanannya saat menunggu pintu lift terbuka di lantai yang dia inginkan.
'ting'
Pintu lift terbuka, Sinta segera melangkahkan kakinya menuju ruang yang dia ingin datangi sejak awal.
"Nona Sinta, anda disini?" Tanya Ardi sekretaris Jayden saat melihat Sinta sudah berada di depan pintu masuk ke ruang CEO.
"Iya, aku mau ketemu sama Jayden." jawab Sinta sembari menarik kenop pintu di depannya.
"Tapi tuan Jayden...." Belum sempat Ardi meneruskan kalimatnya, Sinta sudah membuka pintu ruangan itu, Sinta membelalakkan matanya melihat apa yang sedang terjadi didalam, dengan cepat dia kembali ke posisi semula dan menutup pintunya dengan sangat hati-hati agar tidak terdengar suaranya
"Nona... Tuan ... maksud saya dia tidak..." Ardi tampak kebingungan dia mengusap keringatnya yang membasahi wajahnya.
"Tidak apa-apa, berikan ini padanya, dan katakan saja, aku tidak menyukainya setelah aku mencobanya. Itu tidak nyaman dan aku mau mobil lamaku dikirim secepatnya ke rumahku, dan katakan lagi, hari ini aku akan berangkat ke Itali, jadi aku tidak akan ada disini selama entah berapa lama, mungkin aku akan pindah kuliah disana." Ucap Sinta sembari memberikan kunci mobil pemberian jayden dan surat-suratnya semuanya dan segera pergi dari sana secepatnya.
Air matanya sudah mengaliri wajahnya, dia mengambil ponselnya dan memesan ojek online setelah itu dia segera pergi dari sana karena memang pengemudi ojol itu sudah berada di depan gedung kantor Jayden saat Sinta keluar dari sana
---------
Udah 6 bab ya...🤗
jangan lupa tap jempolnya 😉
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem