# Tidak Ada Harem + Pemeran Utama Lemah Menjadi Kuat! + Setiap Bab Pertempuran #
Seorang Pemuda biasa-biasa saja, ingin menjalani kehidupan yang damai dan aman, tidak mengurusi masalah orang lain. Namun setelah matanya bermutasi kehidupannya menjadi berubah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemuda Begitu Galak
Bab 22 Pemuda yang Galak
”Benar, bahkan cara mendaratnya seperti hewan gorila!”
“Anak ini juga menarik, walaupun memiliki kekuatan pendekar pringkat lima, dia masih menatap sekeliling dengan tanang. Setelah mereka semua turun di dasar jurang, kita tidak bisa melihatnya, kita tunggu apakah anak ini lolos apa tidak.”
Sementara itu, Fang Yanyuan yang tulangannya sudah payah akibat ditikam Bai Xiaochun, dia bangun dari pingsan dan menemukan bahwa sudah tidak ada orang lain di sekelilingnya. Alhasil dia pergi kembali ke rumah dan tentunya mengadu kepada orang yang lebih tua agar membunuh orang bernama Bai Xiaochun.
“Aku tidak tahu siapa kamu, tapi tunggu saja. Setelah aku menemukan kamu, aku tidak akan bersikap sopan.”
Wushh!
Dia melompat dengan tertatih, langsung menghilang diri peradaban.
Sisi lain, Bai Xiaochun orang yang terakhir mendarat dan dia melihat jurang tebing yang sangat tinggi, bahkan dia menemukan suara monster burung yang sangat banyak.
Bai Xiaochun melihat beberapa murid yang sudah menaiki tebing melalui pohon-pohon, tapi banyak yang terjatuh juga setelah diserang oleh monster burung yang besar.
Bai Xiaochun melompat dan melambaikan tangan seperti gorila menaiki tebing.
Bang!
Tanpa sepengetahuannya, beberapa kali melompati, Bai Xiaochun dihantam oleh ekor ular raksasa yang keluar dari lubang tebing langsung menjatuhkan dirinya dengan ketinggian sepuluh meter.
Zhhh!
Wajah Bai Xiaochun sangat sulit dijelaskan, dia mengeluarkan belati dan menancapkan ke dinding.
Dang!
Roar!
Tiba-tiba di tebing ada Kalajengking yang sangat besar, itu sebesar mobil dan ekornya mencoba mencambuk kepala Bai Xiaochun. Bai Xiaochun tubuhnya seketika membesar seperti gorila.
Dengan mengatupkan giginya, dan dipadukan gaya membajak, Bai Xiaochun menangkap ekor kalajengking raksasa, bahkan dirinya dan kalajengking terdorong dan terjatuh kembali.
Tangan kanannya mencengkram tebing dan kaki kirinya dijepit capit raksasa kalajengking.
“Hmmm!” Kaki yang dicapit oleh kalajengking raksasa, langsung ditendang untuk menabrak ke dinding.
Bang!
Bang!
“Sungguh merepotkan,” kata Bai Xiaochun langsung tangan kanannya melepaskan diri dari tebing sehingga Bai Xiaochun terjun bebas ke bawah. Tapi, selama terjun, Bai Xiaochun menarik tangan kalajengking dan mematahkan capitnya.
Roar!
Kalajengking itu kesakitan, dan akhirnya terlepas dari kaki Bai Xiaochun. Kemudian Bai Xiaochun menangkap pepohonan dan melompat ke atas seperti gorila dan berjalan begitu sangat mudah layaknya spider Man.
Setelah Bai Xiaochun mendaki dengan ketinggian dua puluh meter, dia melihat ada satu pemuda yang sudah kepalanya di makan lintah raksasa, tentunya, Bai Xiaochun tidak bisa menahan menggigil dan mengeluarkan belati untuk memotong lintah yang mencoba memakannya. Dengan tubuhnya membesar kembali seperti Gorila, Bai Xiaochun menghajar satu demi satu.
Sing!
Sing!
Lusinan lintah seperti katak yang melompat keluar dari lubang, dan itu langsung dipotong-potong, beberapa lintah ada yang menggigit punggung Bai Xiaochun, tapi Bai Xiaochun mencabut dengan paksa sehingga punggungnya berdarah.
Walaupun tidak terluka serius, namun Bai Xiaochun merasa bahwa punggungnya sobek.
Tangan kanan memegang kepala lintah sambil melompat ke atas, Bai Xiaochun membenturkan kepala lintah ke dinding beberapa kali.
Setidaknya dengan jarak lima belas meter, dinding itu di tempati lintah yang menjanjikan. Dari dinding samping, Bai Xiaochun melihat wanita berkemeja menyerang cacing raksasa, dan diikuti pemuda tampan berpakaian putih.
Melihat bahwa dinding sebelahnya tidak semengerikan, Bai Xiaochun memutuskan melompat dan meraih akar sperti tali dan meluncur berpindah ke dinding tebing samping.
Ketika Bai Xiaochun ingin menempel tebing satunya, ada cacing Alaska yang besar seperti seperti paha bayi mencoba mengikatnya, tapi Bai Xiaochun menangkap dan menarik sambil digunakan sebagai cambuk agar cacing yang lain tidak bisa mendekatinya.
Sambil merayap seperti gorila, Bai Xiaochun mencambuk sambil naik ke atas.
“Pemuda ini ... Siapa sebenarnya dia! Aku tidak akan kalah!” Pemuda dengan pakaian putih langsung mengeluarkan pedang dan melompat dari tebing kanan dan kiri secara zig-zag, selama itu dia mendekat Bai Xiaochun.
Tanpa pikir panjang, pemuda tampan berpakaian putih menyerang Bai Xiaochun menggunakan pedang.
Bai Xiaochun menatap pemuda itu dan mengangkat tangan satunya langsung menangkap serangan pedang tersebut.
Hap!
Tangannya menangkap pedang itu, dan Bai Xiaochun menarik pedang tersebut. Tapi tanganya juga mengeluarkan darah.
Setelah menangkap, kedua kaki Bai Xiaochun mencengkram tebing dan tangan satunya langsung memukul dada pemuda berpakaian putih.
Bang!
Pemuda itu meloncat mundur dan hinggap di tebing sebelahnya.
“Aku tidak pernah berselisih dengan mu, apa yang kamu lakukan sehingga kamu menyerang aku!” Bai Xiaochun berteriak marah.
Hmmm!
Pemuda berpakaian putih tidak menggubris, meloncat lagi mendekati Bai Xiaochun, dia mengeluarkan pedang lagi dari cincin penyimpanannya, sehingga Bai Xiaochun marah.
Pedang penghancur Bintang!
Bai Xiaochun mengayunkan pedangnya yang dia peroleh dari pemuda itu, ada kilatan cahaya putih dingin sangat cepat seperti bukan sabit menyerang Pemuda berpakaian putih.
Sing!
Wu Fentian juga menggunakan pedangnya dan pedang tersebut juga berbahaya langsung mematahkan energi pedang Bai Xiaochun.
Wu Fentian masih dingin dan tidak berbicara, mengayunkan pedangnya yang bercahaya menakutkan, dia meniatkan untuk membunuh Bai Xiaochun tanpa sebab.
Untung saja Bai Xiaochun sudah berlatih dua cara ketrampilan dia belas suku iblis alam liar. Fisiknya seperti sapi dan gorila. Dengan perasaan tidak bisa dijelaskan, Bai Xiaochun tubuhnya membesar dan menangkap pedang itu, tangan satunya memukul dada Wu Fentian hingga Wu Fentian muntah darah langsung melesat menabrak dinding sebelahnya sampai tertanam di tebing.
“Aku harus memaksimalkan energi ku agar bisa lolos dari jurang kematian ini!” Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Bai Xiaochun melompat ke atas dan lompatannya setinggi enam meter.
Wush!
Wush!
Hanya dalam sekejap, Bai Xiaochun dengan gila-gilaan sudan melewati tebing setinggi tiga puluh meter. Selama itu, dia membunuh monster tak terhingga membuat celananya compang camping dan bajunya sudah tidak berbentuk.
Meskipun demikian, wajah Bai Xiaochun masih tenang dan serius.
Bahkan dia melewati gadis berkemeja dengan raut dingin, tidak ingin bersimpati atas kecantikan gadis tersebut, Bai Xiaochun melewati dan itu juga melihat elang raksasa mencoba menikam dirinya.
Setiap Bai Xiaochun hampir diterkam oleh cakar yang tajam, dia menggunakan pedang milik Wu Fentian.
Dang!
Bai Xiaochun mencoba bereksperimen, ketika elang raksasa mendekat lagi, dia melompat dan menikam elang tersebut langsung naik ke atas.
Pedang itu menusuk kepala elang, darah memuncrat membasah badan Bai Xiaochun, ketika elang itu mati, langsung terjun ke bawah dan Bai Xiaochun melompat sambil menarik leher elang. Bai Xiaochun mengambil mayat elang bertujuan untuk mengambil batu roh dan digunakan untuk memulihkan energinya.
Ketika ketinggian sudah hampir selesai, penguji dan pria paruh baya berjenggot, terkejut bercampur marah.
“Anak ini sangat galak, dia berani membuhuh elang penjaga kuil Qinming. Jika dibiarkan terus-menerus, anak ini membunuh semua elang yang ada di sini!”
🤭🤭
🤣🤣🤣
Jika dia memberikan kesempatan pada Lan Xiao pasti Akan mengabdikan dirinya jadi bawahan,
tpi kasian. juga stiap uang yg dikirim Lan
apakah sampai kepada adiknya
waalaikum salam thor